Wednesday, September 13, 2017

Haruskah Ibu Rumah Tangga Menjadi PNS?

yesielsandra.com. Hampir di seluruh jaringan sosial media yang saya punya berseliweran informasi mengenai penerimaan Aparatur Sipil Negara atau Pegawai Negeri Sipil atau yang lebih dikenal dengan singkatan PNS. Tidak tanggung tanggung jika di total seluruhnya bisa mencapai puluhan ribu posisi dengan berbagai latar belakang, penerimaan tersebut hampir merata di seluruh Indonesia..

Banyaknya jumlah PNS yang akan direkrut ini membawa angin segar karena beberapa tahun terakhir ini tidak terdengar ada pengangkatan PNS. Ratusan ribu sarjana mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan dokumen sebagai syarat untuk mengikuti tes PNS.

Diantara ratusan ribu yang harap harap cemas itu mungkin salah satunya adalah ibu rumah tangga seperti kita. Selama ini kita hanya mengurus sumur dapur kasur, berjibaku mengurus anak anak di rumah. Ingin juga seperti tetangga sebelah yang setiap hari rapi berangkat kerja dan mendapat gaji bulanan.

Tiba tiba kita ingat ijazah yang telah lama tersimpan di sudut lemari. Jurusan yang tawarkan ada yang cocok dengan jurusan kita, posisi yang ditawarkan juga cocok dengan impian kita. Apalagi IPK kita lebih dari tiga koma, tidak jelek jelek amat, sepertinya kita sangat layak untuk ikut bersaing dengan ratusan ribu pencari kerja lainya.

Dalam pandangan umum menjadi PNS adalah prestise. Hampir seluruh orang tua mengingginkan anaknya menjadi PNS. Saking pengenya, ada cerita tetangga saya yang perlu dijadikan pelajaran. Anak tetangga saya ini tamat SMK. Ada "Orang dalam" yang katanya bisa membantu anaknya menjadi PNS di sebuah Pemda. Uang puluhan juta sudah disetor ke orang dalam tadi. Baju seragam PNS juga sudah dikasih ke anak tetangga saya tadi. Namun sampai hari ini SK pengangkatan PNS tak pernah ada. Berbagai cara dilakukan orang agar bisa mengambil keuntungan dengan menipu masyarakat yang ingin sekali menjadi PNS. Jangan sampai ketipu ya...

Haruskah kita jadi PNS?

Suami saya PNS, mertua saya keduanya PNS, uni saya juga ada yang PNS. Tulisan ini tidak bermaksud mengompori orang untuk jadi PNS, apalagi mempengaruhi orang untuk tidak jadi PNS. Saya sendiri bukan PNS. Menjadi PNS atau tidak adalah pilihan hidup kita masing masing.

Saya hanya ingin menyampaikan bahwa rezeki Allah itu luas. Kalau satu pintu rezeki tertutup, maka Allah SWT akan membukakan pintu rezeki lain yang bisa jadi lebih lebar dan lebih luas. Menjadi PNS itu menarik, karena resikonya sangat kecil. Sangat kecil kemungkinan negara bangkrut. Yang membuat orang tertarik menjadi PNS biasaya karena ada jaminan kesehatan dan jaminan hari tua.

Tidak bermaksud tidak beryukur, walau tampaknya save, di luar tunjangan, gaji PNS itu termasuk rendah loh. Saya contohkan suami saya dosen PNS di Universitas Andalas golongan IIIB. Karena sedang tugas belajar saat ini "hanya" menerima gaji pokok kurang lebih 3,1 juta. Jika ada tunjangan tidak lebih dari 4 juta. Cukup ngak untuk biaya hidup sebulan dengan 4 anak?

Jawabanya relatif. Rezeki itu tergantung berkahnya, jika berkah berapapun akan mampu mencukupi keluarga kita. Tetapi jika tidak berkah berapapun banyaknya tidak akan pernah terasa cukup.

Perlu diingat, kebutuhan dan biaya hidup sekarang ini memang tinggi. Harga harga mahal termasuk listrik dan air. Kita butuh makan makanan yang bergizi. Kita tentu butuh anak anak sekolah di tempat yang terbaik, tentu uang masuk dan SPP nya tidak murah. Kita butuh rumah yang lapang untuk anak anak bermain ke sana kemari. Kita butuh pakaian yang layak. Kita butuh kendaraan untuk transportasi. Kendaraan itu bukan barang mewah ya, bagi yang banyak anak seperti saya kendaraan roda empat itu kebutuhan. Dengan kebutuhan primer seperti itu rasanya sulit dengan gaji "hanya" 4 juta bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Kalau hanya mengandalkan gaji PNS tok, sungguh para PNS masih jauh dari sejahtera.

Bagi ibu rumah tangga yang berminat menjadi PNS mungkin hal ini perlu difikirkan masak masak lagi. Sudah seimbangkah pengorbanan kita meninggalkan anak anak dengan gaji kurang lebih 4 juta per bulan? Kalau baru CPNS malah ngak sampai 4 juta an. Kemungkinan "hanya" 2 juta koma.

Ketika kita bekerja di luar, akan ada biaya yang harus kita keluarkan. Misalnya menitipkan anak di day care kurleb 1 juta perbulan. Kalau anaknya 2 orang tentu lebih besar lagi biaya day carenya. Biaya transportasi, biaya konsumsi, dan oportunity cost yang tentunya tak bisa diuangan berapapun jumlahnya. Biaya kehilangan kesempatan kita bercengkrama dengan anak, bermain dengan anak dll. Belum lagi fisik kita akan terkuras, beban kerja yang tinggi, kita jadi sibuk, kadang jadi emosian ke anak dan suami.

Jika ada substitusi untuk menjaga anak dan "hitung hitungan" bekerja atau menjadi PNS jauh lebih memberikan value untuk keluarga dan masyarakat,  menurut saya tidak ada salahnya kita mencoba peruntungan menjadi PNS atau bekerja di luar rumah. Tetapi jika tidak ada, fokus mendidik anak menurut saya itu lebih utama.

Mencari nafkah betul kewajiban suami, tetapi menghasilkan uang itu adalah hak suami dan istri. Ibu rumah tangga bisa kok mendapatkan penghasilan tanpa harus bekerja di luar rumah atau menjadi PNS. Tidak sedikit aktivitas yang dapat dilakukan hanya di rumah yang bisa menghasilkan uang jutaan rupiah. Saya sendiri pernah jualan online yang bisa menghasilkan kurang lebih 2 juta perbulan. padahal itu hanya kerja sampingan, kalau diseriusi mungkin penghasilanya bisa lebih besar lagi. Ada juga teman saya yang bisa menghasilkan uang dari rumah dengan menulis. Teman saya yang lain menjadikan rumahnya sebagai day care, dia bisa mengasuh anaknya, uangpun datang.

Silahkan ditimbang baik baik, untung ruginya, positif negatifnya, baik buruknya, apakah kita bekerja di luar rumah dengan menjadi PNS atau fokus di rumah mendidik anak anak kita tanpa lupa untuk terus continuous improvement meningkatkan kualitas diri kita.

Yang pasti, PNS bukanlah satu satunya wadah untuk mengaktualisasikan diri, bukan satu satunya sumber rezeki. Di luar sana banyak terbentang kesempatan untuk mengaktualisasikan diri, banyak waktu dan kesempatan untuk menghasilkan uang. Sepanjang sesuatu itu membuat kita happy, kita enjoy mengerjakanya, dan kita bersyukur maka kita tidak akan pernah merasa miskin dan tertinggal. Hidup ini akan terasa indah dan penuh makna jika kita banyak memebri manfaat untuk anak, suami, keluarga dan masyarakat.

Sumber foto : mardiyas.com

Baca juga artikel menarik ini : Pilih mana Homeschooling atau Public School?





Tuesday, September 5, 2017

Pilih Mana Homeshooling Atau Public School?


yesielsandra.com. Setiap orang tua pasti ingin meberikan yang terbaik untuk anaknya. Coba tanya orangtua yang pontang panting bekerja, pergi pagi buta, pulang tengah malam gepap. Apa yang cari? jawabanya tidak jauh dari untuk menghidupi keluarga dan membiayai kebutuhan anak. Apapaun akan orang tua lakukan demi anak. Termasuk mengeluarkan biaya puluhan bahkan mungkin ratusan juta untuk pendidikan anak.

Sebenarnya tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk pendidikan dasar dan menengah. karena pemerintah sudah mewajibkanya. Di sekolah negeri tidak ada uang pangkal dan pungutan SPP. Setiap murid baik di sekolah negeri maupun swasta juga mendapatkan dana BOS. Tapi kenapa ya rasanya pendidikan saat ini terasa begitu mahal.

Walau gratis tetapi tidak sedikit orang tua yang ragu menyekolahkan anaknya di sekolah negeri.  Maka tak heran menjamurlah sekolah sekolah swasta dengan berbagai label. Padahal biayanya mahal sekali. Ditengarai rendahnya kualitas belajar mengajar, kurikulum yang terlalu berat, fasilitas sekolah yang ala kadarnya, dan kekerasan verbal dan fisik yang sering terjadi pada murid menyebabkan orang tua berfikir dua kali menyekolahkan anaknya di sekolah formal.

Maka tak heran orang tua saat ini mencari alternatif pendidikan selain sekolah formal. Salah satunya adalah homeschholing.

Apa Itu Homeschooling?

Homeschooling dapat juga dikatakan sebagai sekolah rumah. Mengapa disebut sekolah rumah? karena aktifitas belajar anak anak dilakukan di rumah. Orang tua memiliki peran dominan menjadi guru bagi anak. Anak belajar secara otodidak, bisa dipandu langsung orang tua atau didatangkan tutor sesuai kebutuhan belajar anak. Anak anak pun bisa memilih pelajaran yang disukainya.

Homeschooling dan sekolah formal sama legalitasnya sesuai dengan UU No 20 tahun 2003 pasal 27 tentang Pendidikan Nasional. Keduanya sama sama mengikuti ujian naional untuk mendapatkan ijazah sesuai jenjang pendidikan.

Sama dengan di Indonesia, wajib belajar di Jepang juga 9 tahun. Hanya bedanya, kualitas dan fasilitas sekolah benar benar diperhatikan. Seluruh anak terdata di kantor pemerintah yang mengurusi pendidikan. Secara otomatis ketika anak akan memasuki usia 6 tahun per 1 April akan mendapat surat panggilan dari City Hall untuk mendaftar di sekolah terdekat yang sudah ditentukan. Orang tua tidak bisa memilih karena sekolah anak ditentukan berdasakan jarak sekolah dengan tempat tinggal. Tidak ada uang pangkal tetapi SPP tetap ada. Kalau di Indonesia SPP gratis.

Setelah tamat SD anak anak secara otomatis akan masuk ke SMP yang telah ditentukan pemerintah. Lagi lagi berdasarkan jarak tempuh rumah dan sekolah. Tidak ada ujian saringan masuk. Tidak ada anak yang tidak kebagian sekolah. Seluruh sekolah kualitas dan proses belajar mengajarnya seragam.

Maka tak heran, di Jepang homeschooling tidak populis. Kalaupun ada anak yang homeschooling itu biasanya karena Ijime atau bully. Karena menurut anak saya sekolah di Jepang sangat asik. Banyak diajarkan keterampilan, banyak mengeksplorasi, mengamati, diskusi, presentasi. Walau setiap hari ada PR tetapi PR nya tidak lah yang sulit sulit yang menghabiskan energi anak. Berikut contoh PR anak kelas 1 SD.



Pilih Mana Sekolah Formal atau Homeschooling?

Lantas saya sendiri bagaimana? Ketika di Indoensia anak saya pernah sekolah formal dan homeschooling. Kedua duanya memiliki sisi positif dan negatif. Sekarang 3 orang anak saya sekolah formal di SD Morinosato milik pemerintah Jepang. Yang bungsu belum saya masukkan Hoikuen atau Youchien. Hoikuen artinya daycare, semacam tempat penitipan anak. Sedangkan Youchien adalah taman kanak kanak atau TK yang dimulai sejak usia 3-5 tahun sebelum masuk SD. Saat ini yang bungsu homeschooling dan saya bersyukur dan bangga bisa menjadi gurunya.

Menurut saya sekolah formal atau tidak itu sangat tergantung kepada kondisi anak dan orang tua. jangan sampai karena kita sibuk padahal anak kita sebenarnya cocoknya homeschooling tetapi tidak kita arahkan ke sana, Atau sebaliknya kita ngak sibuk, ngak kerja banyak di luar, kita tidak punya program pendidikan yang baik,  anak kita kebutuhanya sekolah formal, eh kita ngak masukkan anak kita ke sekolah formal. Kesadaran orang tua dan anak menjadi kunci keberhasilan pendidikan anak, apakah anak itu sekolah formal atau homeschooling.

Kelebihan Homeschooling

1. Menghindari anak dari pengaruh negatif dari lingkungan sekolah seperti bully.
2. Menghindari anak stress akibat terlalu tingginya beban kurikulum dari sekolah
3. Menghindari kejenuhan anak akibat rutinitas pergi dan pulang sekolah
4 Menjauhkan anak dari nilai nilai yang tidak sama dengan nilai yang diajarkan di rumah
5. Anak memiliki waktu yang lebih fleksibel
6. Lebih dekat dengan orangtuanya secara fisik dan emosional
7. Lebih fleksibel, sesuai kebutuhan anak dan kondisi keluarga

Kekurangan Homeschooling

1. Kemungkinan akan menghadapi kesulitan beradabtasi jika melanjutkan ke sekolah formal.
2. Sosialisasi dan interaksi dengan teman seumuran lebih rendah
3. Tidak terbiasa bekerja dalam tim
4. Kadang kadang anak dan orang tua tidak konsisten
5. Karena fleksibel kadang kurang menekankan kedisiplinan
6. Anak kurang memiliki daya juang dalam berkompetisi dengan teman sebaya
7. Kadang bisa jadi biaya jauh lebih malah dari sekolah formal.

Sekolah formal juga memiliki kelebihan dan kekuarangan. Secara garis besar kebalikan dari homeschooling. Sebelum memutuskan apakah anak anak kita akan di masukkna ke sekolah formal atau homeschooling pikirkan baik baik. Jangan asal mengikuti trend. Karena anak kita tidak sama dengan anak orang lain. Pilihan orang lain belum tentu baik untuk kita, begitu pun sebaliknya.

Tidak sedikit anak yang gagal di sekolah formal, tetapi lihatlah betapa banyak yang berhasil hidupnya melalui sekolah formal. Begitupun dengan homeschooling. Banyak anak yang berhasil meraih masa depanya melalui homeschooling.

Saya pernah membaca tulisan orang tua yang anaknya homeschooling, menurutnya jika anak kita tidak ada masalah dengan lingkungan sekolahnya, dia menikmati proses belajar mengajar di sekolah, senang berinteraksi dengan teman teman sekolahnya, lebih baik anaknya disekolahkan. Karena butuh konsentrasi besar, pemikiran yang besar, tenaga yang besar dan mungkin dana yang besar untuk menghomeschoolingkan anak. Termasuk dibutuhkan komitmen yang besar antara suam istri dalam mendampingi anak anak homeschooling.

Jika masalahnya adalah soal bullying, sampaikan kepada anak bahwa hidup ini tidak selalu seperti apa yang diharapkan. Kita akan menemui orang orang baik dan jahat. orang orang yang bermulut manis dan suka menolong. Ajarkan anak kita untuk melakukan tindakan preventif, ajarkan ia apa yang harus dilakukan jika dia dibully. Ajarkan anak untuk melapor ke guru jika ada yang membullynya. Ajarkan anak kita bagaimana mengelola emosianya. Dengan begitu dia akan belajar bagaimana mempertahankan hidup.

Saya juga membaca kisah anak yang dulunya dianggap bodoh di sekolah karena dianggap guru tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah. Sering bolos, baginya sekolah adalah mimpi buruk. Anak ini sesungguhnya jutsru pintar karena sebenarnya tidak ada anak yang bodoh. Akhirnya anak ini ditarik dari sekolah oleh orang tuanya dan menjalankan homeschooling. Akhirnya dia sukses menemukan potensi unggulnya.

Sekali lagi homeschholing atau tidak itu pilihan orang tua dan anak. Karena orang tua dan anak yang lebih tau apa yang terbaik untuk dirinya. Yang penting jangan ikut ikutan. Libatkan Allah SWT dalam setiap keputusan. Karena pendidikan adalah hak anak dan tanggung jawab yang harus diperjuangan orang tua.

Sumber foto : theunextreme.com


Monday, September 4, 2017

Ini Loh Benefit Yang Kita Peroleh Kalau Asik Ngeblog




yesielsandra.com. Era internet memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mengaktualsiaksikan diri melalui tulisan. Kalau dulu kita hanya bisa mengirimkan tulisan ke koran atau majalah agar bisa dibaca banyak orang, itupun tidak semua tulisan bisa dimuat. Tetapi sekarang tidak, dalam hitungan detik setelah kita posting, orang bisa membaca tulisan kita hingga ratusan ribu orang bahkan mungkin jutaan.

Bagi saya menulis adalah rekreasi tersendiri bagi jiwa saya. Senang bisa menumpahkan isi hati dan pikiran lewat tulisan. Ketika saya baru kenal internet tahun 1998, saya banyak menulis di yahoogroups.com. Selain di yahoogroup, saya menjadi kontributor lepas di eramuslim.com.  Salah satu tulisan saya yang masih tersimpan di eramuslim.com adalah Investasi. Tulisan ini dipublikasikan tanggal 9 Agusutus 2007, percis 10 tahun yang lalu. Karena keseringan nulis di Eramuslim, saya bertemu jodoh. Mau tau ceritanya, insya Allah nanti akan saya tulis di episode yang lain.

Selain di eramuslim.com saya juga menjadi kontributor di dakwatuna.com. Salah satu tulisan saya yang masih tersimpan di dakwatuna.com adalah Antara Facebook Dan Manusia Produktif. Dipublikasikan bulan Mei tahun 2009. Kedua tulisan ini banyak dibaca dan dishare orang ketika itu.

Saya sendiri baru memiliki blog sejak tahun 2009, waktu itu masih menggunakan domain gratisan. Tulisan pertama yang saya publikasikan Menyelesaikan Program Doktor Tanpa Lupa Memberi ASI. Sayang waktu itu saya masih "Anggek anggek ciek ayam" Pertama tama saja semangat, setelah itu blognya ngak dikelola dengan baik. Sejak menggunakan domain berbayar pada Maret 2017 saya ingin istiqomah menulis di blog sendiri.

Perkembangan blog ini sangat pesat. Jumlah visitor sudah mencapai ratusan ribu orang. Padahal baru aktif pertengahan maret 2017 ini. Kesempatan nulis agak terbatas karena saya hanya mengandalkan laptop nebeng punya suami. Dan blog ini sempat mati suri sejenak ketika saya pulang ke Padang selama 1 bulan. Baru setelah saya dibelikan laptop oleh suami sebulan yang lalu saya blog ini aktif lagi. Setiap hari visitor dan follower semakin bertambah.

Tidak sedikit tulisan di blog ini di share netizen di sosmednya. Kok bisa dishare banyak orang? Wah ngak tau juga ya. Saya mempromosikan blog ini di sosmed dan bergabung dengan berbagai  komunitas blogger. Salah satu komunitas yang kece adalah Kumpulan emak emak blogger.

Apa sih asiknya ngeblog? Kalau menurut saya sih asik banget. Bagi saya menulis adalah rekreasi bagi hati dan pikiran. Saya dapat menyampaikan apa yang ingin saya sampaikan yang tak dapat saya ucapkan dan didengar banyak orang. Dengan menuliskanya di blog orang dapat membaca dan mengetahuinya. Apalagi value yang saya dapat ketika menjadi kontributor di eramuslim.com adalah ketemu jodoh.

Ada rasa bahagia ketika tulisan kita selesai dibuat. Akan lebih bahagia lagi jika tulisan itu memberi banyak manfaat bagi banyak orang. Taunya bermanfaat dari mana, pertama, dari banyaknya komentar di blog, kedua dari banyaknya yang membaca dan menshare, ketiga dari banyaknya yang inbox.

Apa yang didapat setelah itu? Bagi saya yang utama adalah kepuasan batin yang tidak bisa dinilai dengan uang atau materi apapun. Pergaulan kita menjadi luas karena kita akan banyak berkenalan dengan banyak orang. Yang tidak kalah asiknya dari ngeblog adalah kita bisa mendapat uang.

Tidak sedikit orang yang menjadikan ngeblog sebagai pekerjaan utama. Dari ngeblog mereka mendapat banyak uang. Saya sendiri baru kemaren siang mendaftarkan blog ini ke Google Adsense. Mudah mudahan blog ini bisa menjadi salah satu sumber penghasilan.

Tetapi menurut saya yang terpenting adalah bukan seberapa banyak uang yang kita dapatkan dari ngeblog. Tetapi bagaimana kita dapat menyalurkan hobi kita. Kalaupun akhirnya kita dapat uang dari ngeblog, anggaplah itu bonusnya.

Bagaimana agar kita terus asik menulis di blog dan pembacanya banyak?
  1. Niatkan aktifitas ngeblog ini sebagai amal sholeh dan ibadah. Bukan untuk tujuan yang lain. Segala sesuatu itu tergantung pada niatnya.
  2. Pilih tema blog yang sesuai dengan passion kita. Walau sebenarnya pendidikan formal saya marketing, saya lebih memilih tema parenting dan pendidikan sebagai niche blog ini.
  3. Kata orang minang "Salero condong ka nan rancak" Artinya orang suka pada sesuatu yang cantik. Percantik blog kita agar kita betah menulis dan yang membacapun senang melihat tampilan blog kita.
  4. Promosikan blog kita di sosmed dan ikut komunitas blogger. Jika ingin orang lain banyak membaca blog kita maka promosikan blog kita dan bergabung dengan komunitas blogger.
  5. Sediakan waktu khusus untuk ngeblog. Usahakan kita memiliki waktu khusus untuk ngeblog. Kalau saya biasanya malam setelah anak anak tidur agar dapat menulis dengan nyaman dan santai. Kadang pas ada waktu senggang ngeblog juga. 
Benefit apa sih yang bisa kita dapatkan jika kita asik ngeblog? Menurut saya banyak sekali nilai positif yang akan kita raih kalau kita ngeblok diantaranya:

  1. Kepuasan batin. Kita akan mendapatkan kepuasan batin tersendiri setelah berhasil merampungkan sebuuah tulisan. Apalagi kalau tulisan itu dibaca dan bermanfaat banyak bagi orang lain.
  2. Menambah teman baru dan memperluas jaringan. Dengan ngeblog dan bergabung bersama komunitas blogger kita akan mendapat banyak teman dan memperluas jaringan.
  3. Menambah ilmu dan wawasan. Sebelum menulis tentunya kita akan membaca, mencari referensi serta rujukan dari tulisan orang lain. Mustahil kita bisa menulis kalau kita tak pernah membaca. Dan tau sendirikan membaca adalah jendelanya dunia.
  4. Menjadi sumber penghasilan. Sudah banyak orang yang mendapatkan uang dari aktifitas ngeblog. Sumber penghasilan bisa jadi dari menjual produk di blog, mereview produk orang lain, menjadi patner Google Adsense, menerima iklan dari orang lain dan sebagainya.
  5. Jika blog kita bermanfaat bagi orang lain, tentunya kita akan mendapatkan amal pahala. Menjadi amal sholeh. Bukanakah salah satu amal yang tak kan terputus sampai kita menigngal adalah ilmu yang bermanfaat buat orang lain. Nah yang ke lima ini yang paling saya cari.
  6. Bertemu jodoh. Ea...Kalau ini mah bonus banget. Nanti kalau ada kesempatan saya tulis kronologis bertemu jodoh gara gara tulisan.
    Nah babagaimana, apakah teman teman tertarik untuk ngeblog? atau bagi teman teman yang sudah punya blog tetapi maju mundur, kadang semangat 45 kadang ngak, yuk aktif lagi, saling menguatkan. Semoga aktifitas ini menjadi amal sholeh.
    Banyak orang yang sudah merasakan manfaat ngeblog. Salah satunya adalah mbak Dian. Cerita keasikan ngeblog beliau diikutsertakan dalam collaboration Kumpulan emak emak blogger. Asik membaca keseruan mbak Dian dengan blognya.







 


Saturday, September 2, 2017

Jadwal Harian Ibu Rumahan Agar Tetap Produktif


yesielsandra.com. Untuk menjadi ibu profesional yang produktif berkarya dari rumah, kita dituntut untuk memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas agar anak anak yang kita didik dan keluarga yang kita bina dapat tumbuh seperti pohon yang rindang. Akarnya kuat menancap bumi, batangnya tumbuh besar dan kokoh, daun daunya tumbuh lebat dan rindang, serta buahnya harum manis. Pohon yang bermanfaat bagi banyak orang. Pohonya bisa untuk bersandar, daunya bisa untuk berteduh, dan buanya dapat mengenyangkan dan mehilangkan dahaga.

Tidak ada pendidikan formal untuk menjadi ibu rumah tangga, tetapi untuk menjadi rumah tangga yang baik, Allah SWT telah membentangkan banyak ilmu untuk kita petik melalui Alquran dan Sunnah Nabi SAW.

Bersyukurlah kita diberi kelapangan waktu mengurus keluarga dan anak anak. Jadikan kesempatan emas ini untuk menciptakan banyak kenangan dengan anak anak. melakukan banyak aktivitas bersama anak anak, banyak belajar yang berkaitan langsung dengan fitrah keperempuan. Kelapangan waktu ini adalah rezeki yang tak terhingga dari Allah.

Nasehat ini untuk saya, agar saya istiqomah. Isi kesempatan emas ini dengan melakukan kegiatan yang produktif. Buat visi misi hidup dan jabarkan dalam rencana yang matang. Jangan sampai waktu berlalu terbuang percuma. Karena waktu seperti anak panah. Jika dia sudah melesat atau berlalu dia tidak akan pernah bisa kembali.

Walau saat ini saya tidak bekerja, saya mencoba untuk continous improvement diri ini agar produktif. Diantara kegiatan saya adalah:

  1. Les Bahasa Jepang 3 kali seminggu. Hari Rabu di International Lounge. Hari Kamis di Mesjid Kanazawa, hari Jumat di Izumi bersama anak yang kelas 1 SD
  2. Setiap Sabtu Mengajar anak anak Indonesai mengaji di TPA.
  3. Dua minggug sekali belajar Alquran bersama seorang hafidzah dari Pakistan
  4. Dua minggu sekali ada pengajian bersama teman teman dari Indonesia.
  5. Sebulan sekali mengadakan Sekolah Muslimah di Mesjid Kanazawa
  6. Setiap Selasa mengantarkan si bungsu bermain berbagai alat peraga modern dan edukatif ke Jidoukan, sebuah tempat tumbuh kembang anak 
  7. Hampir setiap hari ke taman mengajak anak anak bermain dan mengenal lingkungan alam.
  8. Bisa membaca Alquran lebih dari 1 Juz sehari dan menghafal beberapa ayat.
  9. Menulis blog dan status yang tidak sedikit dishare netizen
  10. Mengisi kuliah online di WA atau Line baik untuk masyarakat Indonesai di tanah air maupun di Jepang.
Hidup ini tidak melulu soal materi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita  bisa continous improvement, bisa produktif berkarya dan bermanfaat untuk orang banyak. Bagi saya itu adalah kesenangan yang tak terkira. itu adalah rekeasi yang sangat menentramkan jiwa.

Nah bagi teman teman yang ingin produktif berkarya dan bermanfaat untuk keluarga dan orang lain, ini saya tautkan jadwal kegiatan harian ibu rumahan ala saya. Sesuaikan waktu nya berdasarkan kebutuhan masing masing. Jamnya menyesuaikan. Untuk download kegiatan ibu rumahan silahkan klik di sini. Untuk kurikulum anak klik di sini 

Kegiatan mingguan tidak tampak pada jadwal harian di atas. Jadwal harian di atas hanya membantu kita untuk melaksankan tugas harian dengan baik. Jika berminat nanti bisa saya share jadwal mingguan dan bulanan.

Semoga bermanfaat, semoga kita semua bisa menjadi ibu yang produktif dan profesional serta istiqomah melaksankan peran peradaban yang telah ditetapkan alam untuk kita yaitu sebagai madrasah pertama dan utama yang melahirkan manusia unggul untuk generasi yang lebih baik.

sumber foto: kreasitekno.com


Tips Menyusui Saat Hamil Atau Nursing While Pregnant/NWP



yesielsandra.com Tantangan menjadi ibu itu luar biasa dahsyatnya. Bukan hanya mengandung dan melahirkan saja yang prosesi peradaban dimulai, tetapi menyusui juga menjadi episode yang sangat menegangkan dalam kehidupan ibu dan juga bayi diasuhnya.

Menyusui bukan masalah remeh temeh  prosesi alamiah antara ibu dan bayi belaka. Tetapi menyusui adalah jembatan kasih sayang, fase pembentukan kedekatan emosional, investasi gizi dan kecerdasan, termasuk menyusui kadang menjadi ujian dan tantangan kehidupan bagi ibu dan bayi.

Berbagai macam tantangan itu seperti puting masuk ke dalam, puting pecah, lidah pendek, ASI tidak keluar, payudara bengkak, puting lecet, bayi binggung puting, dan lain sebagainya. Ada satu lagi tantangan yang tak kalah dahsyatnya yang saat menyusui ternyata sang ibu ternyata hamil lagi. Istilah kerenya adalah asi tandem atau Nurshing While Pregnant/ NWP.

NWP dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan dimana ibu tetap menyusui walau dalam keadaan hamil. Atau saat menyusui si kecil eh ternyata si ibu hamil lagi. Ih emang boleh lagi hamil menyusui? Aman ngak? begitu banyak pertanyaan yang saya terima ketika melakukan NWP ini. Secara syariah tidak ada larangan menjalankan NWP, begitupun dari sisi medis.

Yang heboh biasanya teman dan kerabat. Ada yang mengatakan itu tidak boleh, karena yang diminum bayi bukan lagi ASI tapi darah. Waktu saya penasaran, benarkah dia menjadi darah, maka saya perah ASI sedikit ternyata masih putih kok, ngak merah hehe...

Jadi boleh ngak nih, aman ngak nih, kalau saat menyusui tiba tiba kita hamil. Apakah diteruskan menyusuinya? Kalau diteruskan bagaimana dengan bayi dan janin dalam kandungan?

Saya pernah mengalaminya. Ketika bayi saya berusia 7 bulan tiba tiba saya hamil lagi. Kaget tentunya. Tapi saya berusaha tenang dan mencari banyak referensi. Jika teman teman ada yang mengalami kasus seperti saya, ini beberapa tips yang dapat dilakukan agar berhasil melakukan NWP.

1. Berdoa kepada Allah.

Sebelum kita konsultasi ke dokter, sebaiknya konsultasi dulu pada Allah dalam doa doa kita. Bukankah semua ini karena ijin Allah. Minta kekuatan dan ketenangan pada Allah. Nanti Allah akan beri kita sinyal melalui naluri keibuan yang kita miliki.

2. Konsultasikan dengan dokter kandungan.

Setelah berkonsultasi dengan Allah melalui doa doa malam kita, selanjutnya kita wajib konsultasi dan memeriksa kehamilan pada dokter ahlinya. Tetapi ingat, tidak semua dokter jawabannya sama. Ada yang mendukung ada juga yang melarang. Lakukan second opinion, jangan menerima bulat bulat apa yang disarankan satu orang dokter.

3. Suami adalah salah satu sumber kekuatan.

Suami adalah orang pertama dan utama dalam bekerja sama. Tanpa dukungan suami, berat bagi ibu menjalani proses ini. Karena NWP bulanlah proses yang mudah ringan. Berdiskusi dengan suami sebelum memutuskan akan menjalani program NWP.

4. Update Ilmu, cari banyak referensi.

Setiap ibu memiliki kondisi dan riwayat medis yang berbeda beda. Termasuk lingkungan keluarga. Jadi tidak bisa disamaratakan semua orang bisa menjalankan atau tidak menjalankan program ini. Dengan banyak membaca kita akan memiliki pengetahuan yang luas bagaimana proses dan apa saja yang harus dilakukan. Ibu akan memiliki kekuatan. Sehingga pada akhirnya ibu sendiri yang memutuskan apakah akan NWP atau tidak berdasarkan naluri keibuanya, referensi yang dibaca, saran dokter dan tentunya bimbingan dari Allah SWT.

5. Tidak punya riwayat keguguran.

Salah satu syarat keberhasilan NWP adalah sang ibu tidak memiliki riwayat keguguran. Dikhawatirkan ibu memiliki rahim yang lemah. Apabila ada bayi menghisap puting ibu dikhawatirkan memicu kontraksi. Tetapi ingat, setiap ibu itu berbeda beda kondisinya. Saya sendiri pernah memiliki riwayat keguguran saat bayi berusia 7 minggu. Setelah keguguran 2 tahun lamanya saya baru hamil lagi. Dan baru berusia 7 bulan saya hamil lagi.

5. Ibu dan bayi sehat.

Kesehatan ibu dan bayi adalah modal utama keberhasilan NWP. Pastikan ibu sehat dan bayi juga sehat. Apa indikator ibu sehat? Misalnya ibu tidak emesis ketika hamil, nafsu makanya tidak turun, tidak baby blues. tensi normal, berat badan proporsional, tidak penyakitan. Sedangkan tanda bayi sehat adalah berat badanya naik dalam jumlah yang cukup besar, nafsu makanya tidak berkurang, bergerak lincah, matanya bersinar, kulitnya cerah, grafik pertumbuhanya baik.

6. Ibu bersemangat

Jangan menjalankan NWP hanya karena ikut ikutan. Ibu harus memiliki kesadaran yang tinggi dalam menjalankan proses ini. Ibu harus bersemangat, dan dengan hati riang gembira. Itu akan memberi pengaruh psikologis yang positif dalam keberhasilan NWP.

7. Konsusmi asupan yang bergizi

Karena yang membutuhkan makanan itu tiga orang yaitu, ibu, bayi dan janin yang ada dalam kandungan, maka ibu harus mengkonsumsi makanan yang bergizi. Ibu memerlukan energi yang lebih besar dan biasanya akan sering lapar. Maka penuhi semuanya dengna makanan yang bergizi dan tentunya halal.

Manfaat yang didapat ketika ibu melakukan NWP antara lain:


  1. Tetap dapat memenuhi kebutuhan bayi akan ASI. Sehingga mal nutrisi dapat dicegah. Karena menurut WHO bayi disusui hingga 2 tahun. Bahkan dalam agama perintah ini dicatat dalam kitab suci.
  2. Mendekatkan hubungan antara kakak dan adik. Seru loh menyusui saat hamil, kita dapat berkomunikasi bertiga. begitupun saat bayi sudah lahir. Kakak biasanya akan lebih sayang dan perhatian pada adiknya. Apalagi kalau mereka berdua sama sama sedang disusui. Seperti bayi kembar.
  3. Mengurangi masalah ASI bengkak dan payudara padat. Karena kebutuhan bayi baru lahir masih sangat sedikit, sedangkan ASI berlimpah, maka sang kakak dapat meminum ASI yang berlebih itu sehingga payudara tidak menjadi bengkak.
  4. Setelah besar akan menjadi kompak. Mungkin karena dari bayi sudah terbiasa berudaan, setelah mereka tiak menyusui dan beranjak besar biasanya akan kompak, jarang berantem.

Jadi bagaimana, masih ragu melaksankan NWP? Pilihanya ada pada ibu.

Baca Juga: Pendidikan Terakhir Doktor Kenapa Hanya Menajdi Ibu Rumah Tangga Biasa?







Friday, September 1, 2017

Pendidikan Terakhir Doktor, Kenapa "Hanya" Menjadi Ibu Rumah Tangga Biasa?



yesielsandra.com--Memang ada yang salah dengan profesi ibu rumah tangga? Tidak, tidak ada yang salah. Bahkan profesi sebagai ibu rumah tangga adalah profesi peradaban yang sangat mulia. Profesi paling tua dalam sejarah ummat manusia. Dari seorang ibu rumah tangga lahirlah ummat manusia sepanjang sejarah bumi ini ada.

Profesi sebagai ibu rumah tangga adalah profesi yang sangat luar biasa. Ia bekerja 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu. Tidak ada gaji atau bonus tahunan seperti layaknya pegawai, tidak ada promosi karier, juga tidak ada jatah cuti.

Tidak sedikit sarjana yang kelu menyebut profesinya adalah ibu rumah tangga. Tetapi saya tidak, walau pendidikan terakhir saya doktor marketing, hari ini saya sangat bersyukur bisa menjadi ibu rumah penuh waktu dan meninggalkan untuk sementara aktifitas sebagai dosen, peneliti dan pembicara publik.

Bukan kali ini saya meninggalkan pekerjaan saya. Sebelumnya tahun 2005, ketika saya hamil anak pertama, saya memutuskan mengundurkan diri sebagai dosen  di sebuah PTS di Bandung. Mengapa mengundurkan diri? Karena saya ingin fokus pada kehamilan saya. Dua tahun lebih saya tidak punya anak. Setelah berdoa dan berikhtiar ke sana kemari, alhamdulillah akhirnya hamil. Saya ingin kehamilan kali ini selamat. Karena kehamilan sebelumnya tahun 2003 saya mengalami keguguran.

Ketika itu saya adalah dosen yang produktif. Saya bisa mengajar pagi, siang dan malam. Belum lagi sabtu dan minggu untuk kelas karyawan dan kadang kelas jauh di luar kota. Setelah berdiskusi panjang lebar dengan suami, saya memutuskan berhenti. Tidak mudah hati menerima pilihan ini menginggat konsekwensinya saya tidak akan dapat uang lagi. Padahal kami waktu sangat membutuhkan uang, maklum kami suami istri masih studi lanjut. Baru berumah tangga, belum punya aktiva apa apa.

Begitupun dengan profesi terakhir saya saat takdir menuntun saya meninggalkan semuanya. Sebelumnya saya adalah dosen tetap di salah satu PTS di Padang. Disamping itu saya juga mengajar program pascasarjana di tiga kampus lain di Sumbar. Setiap minggu saya menjadi pengasuh program Parenting Clinic di Radio Sipp FM. Dan aktifitas yang sangat saya suka adalah kadang saya mengisi training atau seminar di Suamtera Barat. Alhamdulillah saya bersyukur, semua aktifitas itu sangat saya impikan dulu, dan saya mencintai profesi saya. Selain karena semua adalah passion saya, imbalan yang saya dapatkan dari aktifitas itu sangat memadai.



Hidup ini adalah pilihan. Pilihan saya belum tentu terbaik buat orang lain. Sebagaimana pilihan orang lain belum tentu terbaik bagi saya.

Pilihan ini Allah yang memilihkan. Saya meninggalkan aktifitas semuanya karena kecintaan saya yang besar pada Allah SWT dan ketaatan saya pada suami saya. Suami saya melanjutkan studi di Kanazawa University. Dia meminta saya dan anak anak agar mensupportnya dengan ikut ke Jepang menemaninya.

Sebelumnya dia membeli tiket untuk kami beberapa hari setelah keberangkatanya. Tapi ternyata Visa kami ditolak, hanguslah tiket yang telah dibeli belasan juta. Saya minta ijin agar menyelesaikan semester ganjil 2016. Suami saya merestui. Setelah mengajar saya selesai dan visa oke, tanggal 3 Desember kami baru bisa berangkat.

Karena saya masih ada riset dan kewajiban ikatan dinas di kampus, semester genap Mei 2016 saya masih pulang ke Padang mengajar. Saya mengajar tandem berdua dengan rekan sejawat. Teryata ini sangat sulit diterima suami dan anak anak saya. Yang paling kasihan anak saya yang baru kelas 1 SD. Kadang jika suami saya terlambat pulang dari kampus, dia harus membuka sendiri pintu apartemen kami yang berada di lantai 3. Walau di Jepang tingkat kriminalitas sangat rendah tetap saja hati dan pikiran saya tidak tenang. Bagaimana kalau ada yang jahat, bagaimana kalau ada yang menculik, memperkosa, dan lain lain. Suami saya sangat keberatan saya mengajar lagi walau saya tidak full mengajar karena tandem dengan teman. Tetapi karena saya masih ada riset, saya harus melakukan monitoring dan evaluasi, saya harus publikasi, saya harus seminar hasil. Saya minta ijin lagi ke suami agar diberikan kesempatan menunaikan kewajiban. Walau agak mangkel, suami saya mengijinkan.

Baca juga : Jadwal Harian Ibu Rumahan Agar Tetap Produktif

Ngak enak rasanya jika diberi ijin dengan terpaksa, mangkel pula. Saya memohon petunjuk pada Allah, sholat istikharah, diskusi dengan suami. Maha besar Allah. Dia yang maha pengasih dan penyayang memberikan jalan yang tidak saya sangka sangka. Mulai semester ini saya tidak lagi mengajar. Mendengar kabar ini suami saya sangat senang, apalagi anak anak. Mereka bersorak sorai mendengar saya tidak lagi pulang ke Padang dalam waktu lama untuk mengajar. Walau konsekwensinya saya tidak lagi menerima gaji dan tunjangan sertifikasi dosen yang jumlahnya sangat lumayan.

Dan hari ini saya bersyukur bisa menjadi ibu rumah tangga biasa. Tidak ada beban mengajar dan riset lagi. Saya bisa fokus mengurus suami dan anak anak tanpa ada beban harus mengajar.  Saya tak terlalu memikirkan uang yang akan hilang. Sangat mudah bagi Allah memberi kita uang, dan sangat mudah juga bagi Allah mengambil uang yang kita miliki. Lagi pula rezeki itu tidak hanya uang. Kesempatan bisa berkumpul dengan keluarga di negara maju itu juga rezeki yang harus disyukuri.

Saya tidak merasa minder, tidak merasa rugi atau tidak merasa rendah diri walau hanya dengan menjadi ibu rumah tangga biasa tanpa penghasilan. Rezeki Allah itu luas. Jika satu pintu tertutup, maka percayalah Allah akan membukankan pintu rezeki lainya yang lebih lebar dan lebih lapang.

Yang penting bagi saya saat ini adalah bagaimana bisa berkumpul bersama keluarga. Mensupport dan memotivasi suami, dan mendidik anak anak dalam sebuah keluarga yang utuh.

Saya tidak bisa bayangkan, jika saya memperturutkan ego saya, terlalu mencintai profesi saya, aktivitas publik saya, kemudian berjauhan dengan suami dan anak anak, padahal suami saya tidak ridho, akankah rumah tangga saya akan sakinah mawadah warahmah. Saya mengatakan kepada diri saya, ada yang jauh yang lebih mulia yang akan kita dapatkan ketika kita ridho dan taat pada suami, yaitu syurga dan segala isinya. Semoga....

Baca Juga : Tips Menyusui Saat Hamil


Wednesday, August 23, 2017

16 Tips Agar Pasangan Tidak Selingkuh





yesielsandra.com. Tidaklah Allah menghalalkan sesuatu kecuali untuk kebaikan umat manusia, tidak juga Allah haramkan sesuatu kecuali untuk kebaikan umat manusia. Tidak ada yang salah dan haram dalam poligami, yang salah adalah orang yang menyalahartikan dan menyalahgunakannya, yang haram adalah perselingkuhan yang mendahuluinya.


Umat Islam sangat percaya, Rasulullah adalah uswah dan khudwah terbaik, manusia terbaik dan sempurna sepanjang masa. Apa yang beliau lakukan dibawah tarbiyah Allah SWT melalui malaikat Jibril. Rasulullah hanya memiliki satu istri sampai Khadijah wafat. Dan hanya dari Khadijah Rasulullah memiliki keturunan. Maka tak heran Khadijah begitu istimewa di hati Nabi.


Benar Rasulullah berpoligami, tapi tidak sembunyi sembunyi. Istri dan sahabatnya tahu Rasulullah berpoligami, bahkan kisah poligaminya tercatat dalam tinta emas sejarah, ada dalam siroh. Rasulullah tidak berselingkuh, tidak ada afair sebelum menikahi perempuan, tidak ada surat suratan, atau chating chatingan. Tidak ada sejarah mencatat poligaminya Rasulullah karena terlibat virus merah jambu, atau cinlok, cinta lokasi. Sejarah mencatat Rasululah berpoligami karena dakwah Islam kala itu. Sejarah juga mencatat hanya Aisyah yang dinikahi dalam keadaan perawan dan masih muda. Sisanya istri Rasulullah adalah janda. Tetapi mereka adalah perempuan perempuan hebat yang memberi pengaruh besar dalam dakwah Rasulullah.


Para muslimah bukan ingin menentang hukum Allah, tapi harus ada adab dalam pernikahan itu. Jika mau makan saja ada adabnya, apalagi dalam berumah tangga yang melibatkan keluarga dan masyarakat. Allah katakan jangan dekati zina, mendekati saja tidak boleh apa lagi melakukanya. Berduaan berbicara mesra dengan yang bukan mahrom itu mendekat zina. Ada nafsu yang bergelora dalam dua insan yang berlainan jenis itu mendekati zina. Maka Allah katakan, tundukan pandangan tahan kemaluan. 


Masih banyak sunnah Rasulullah yang ringan ringan yang belum kita kerjakan, padahal sunnah itu cepat menghantarkan kita ke syurga. Kenapa semangat dengan sunnah yang berat? Kenapa poligami berat? Sebab istri istri Rasulullah saja kadang "bertikai" Padahal itu istri Rasulullah loh, mereka perempuan perempuan yang tidak diragukan lagi kesholehahanya. Apalagi kita yang bukan nabi, kita yang kesholehannya masih perlu perjuangan. Istri kita yang kesholehahanya masih perlu perjuangan tentu berat menanggung beban jika tiba tiba mendapati suaminya sudah beristri lagi tanpa sepengetahuanya. Padahal belum kering air mata memperjuangkan hidup yang dulu pas pasan. Setelah ada kelapangan ekonomi tiba tiba mendua hati...


Jika orang sholeh dan publik figur saja tak mampu menahan syahwatnya dari godaan wanita, apalagi suami kita. Perselingkuhan tidak saja dilakukan oleh para suami, para istripun tidak sedikit yang berselingkuh. Ini ada tips yang dapat kita jadikan pegangan, mudah mudahan tidak ada penghianatan dan kita mampu menjaga keutuhan keluarga kita hingga maut memisahkan.


1. Libatkan Allah secara intensif saat menetukan jodoh.


Sebelum menikah libatkan Allah dalam memutuskan apakah kita menikah dengannya atau tidak. Lepaskan nafsu kita, lepaskan rasa suka kita padanya. Biarlah Allah yang memutuskan, jika dia benar benar jodoh kita, maka prosesnya akan halus, akan mudah dan akan indah.


2. Buat perjanjian


Sebelum menikah diskusikan secara seksama bagaimana tanggapan kedua belah pihak tentang poligami. Diskusikan kapan poligami bisa hadir dalam rumah tangga dan tentunya syarat syaratnya. Buat konsekwensi jika ada yang melanggar. 

3. Senantiasa berdoa kepada Allah SWT.


Hati manusia dalam gengaman Allah. Mari kita doakan terus menurus tiada henti agar keluarga kita sakinah mawadah warahmah. Berdoa agar keluarga, suami atau istri kita dijauhkan dari godaan syaitan, dijauhkan dari kejahatan jin dan manusia. 


4. Miliki Bargaining


Dalam marketing, produk yang memiliki bargaining dan competitive adventage yang akan mampu memenangkan persaingan. Begitupun dalam menjalankan rumah tangga. Agar pasangan kita bisa menghargai kita dan memperlakukan kita dengan baik, kita harus memiliki bargaining atau nilai tawar yang lebih tinggi. Artinya kita tidak boleh lemah dan tergantung bulat bulat pada pasangan kita. 


5. Service Excellence


Dunia marketing sangat meyakini service excellence memberi kontribusi pada profit perusahaan melalui konsumen yang loyal. Begitu juga kita pada pasangan. Pelayanan yang baik dalam segala hal akan mememberikan kesan yang baik bagi pasangan kita. Apalagi pelayanan dalam urusan seks. Rasulullah mengajarkan kita sebelum berhubungan agar membersihkan mulut dan badan, memakai wangi wangian. Istri diharapkan aktif dan interaktif. Singkatnya istri harus bisa dan pandai memberikan kepuasan maksimal kepada suami karena dari sononya hormon suami memang dilebihkan untuk urusan yang satu ini.


6. Komunikasi

Komunikasi verbal dan non verbal yang baik sangat membantu kelancaran berumah tangga. Banyak pasangan yang selingkuh atau bercerai karena komunikasi yang tersumbat, ngak nyambung atau bahkan putus sama sekali. Jika ada masalah dalam komunikasi secara verbal kita dapat berkomunikasi melalui tulisan untuk mencurahkan keinginan terhadap pasangan. Jika itu tak juga mampu menghangatkan rumah tangga, kita dapat meminta keluarga atau kerabat untuk menjadi media komuniaksi dan mencari jalan keluar dalam setiap permasalahan.


6. Tidak harus cantik, tapi menarik

Hampir seluruh teman yang konseling dan curhat pada saya bercerai karena suami selingkuh. Teman teman ini hampir semua cantik, putih, badannya bagus. Ternyata cantik bukan jaminan suami setia. Tidak harus cantik, tapi buat diri kita menarik. Menarik ini bukan hanya fisik atau penampilan. tapi menarik dalam semua hal. Menarik diajak ngobrol, menarik diajak diskusi. Apalagi dalam seks, ingat laki laki itu hormon seks nya dilebihkan dari perempuan. 


7. Terlibat aktif dalam kehidupan pasangan


Maksudnya kita aktif terlibat dalam kehidupannya selain di rumah. Misalnya di kantornya kita ikut kegiatan kegiatan yang diadakan kantor. Kita kenal dengan teman teman kantornya, teman organisasinya atau teman sekolahnya dulu. Sekali kali datang menjemputnya di kantor atau dia yang datang ke kantor kita. Ikut reuniannya, ikut acara keluarga besarnya atau ikut kegiatan lain yang diikuti pasangan kita.


8. Selalu memberikan dukungan dan motivasi


Pasangan kita akan melejit potensinya jika kita memberi dukungan penuh kepadanya. Saat ia terjatuh atau lemah jadilah orang pertama yang menguatkan. Beri ia motivasi bukan dipatahkan. Termasuk rela berkorban untuk kemajuanya. 


9. Menjadi pendengar yang baik


Jadilah pendengar yang baik. Semua orang akan senang jika didengar dan diperhatikan bicaranya. Jangan sampai ada istilah Jaka sembung naik ojeg, ngak nyambung jeg. Orang akan bersemangat bercerita jika didengar dan diperhatikan. Begitu juga dengan pasangan kita. Kalau kita enak diajak ngobrol, dia tidak akan mencari teman ngobrol di luar sana.


10. Menghormti keluarganya


Hormati keluarga pasangan kita, jangan rendahkan apalagi menghinanya. Kita menikah tidak hanya dengan dirinya, tetapi juga dengan keluarganya. Jangan ikut campur atau berkomentar miring urusan keluarganya, kecuali jika diminta.


11. Jangan beri kesempatan, cegah sebelum terjadi


Maksudnya jangan beri ruang atau kesempatan suami kita untuk tergoda dengan orang lain. Misalnya di rumah sebaiknya tidak ada orang lain kecuali keluarga inti. Jangan bolehkan orang lain yang bukan mahrom berduan dengan pasangan kita. Misalnya ikut boncengan dengna motor atau numpang di mobil suami kita. Kalau kebetulan sih mungkin bisa dipahami, tapi kalau sering atau tiap hari ini tidak boleh terjadi.


12. Jangan posesif 


Semua orang tidak suka dikekang, dibatasi pergaulanya. Begitu juga dengna pasangan kita. jangan terlalu curiga, memata matai setiap gerak geriknya. Itu akan menekan jiwanya. Beri pasangan kita kepercayaan. 


13. Perbaiki diri kita


Jika kita menginginkan pasangan yang baik, maka mulailah dari diri kita, perbaiki sikap kita, ibadah kita, akhlak kita.


14. Percaya diri


Kita harus pecaya diri.  Percaya diri memberi kekuatan kepada kita untuk menjalani rumah tangga dengan bahagia. Tidak ada manusia yang sempurna. 


15. Terbuka


Terbukalah dengan pasangan apa adanya. Termasuk dengan alat komunikasi. Jangan ada yang disembunyikan. Sekali kali periksa HP nya. Tidak boleh ada hijab antara suami istri bahakan oleh benang sehelaipun. 


16. Ridho dan menerima dengan ikhlas kekurangan dan kelebihan pasangan kita.


Terimalah pasangan kita apa adanya. Tidak ada manusia yang sempurna. Belum tentu perempuan atau laki laki lain akan lebih baik dari apsangan kita dan mampu meberikan kebahagiaan. Ridho kita padanya melapangkan rezeki dan memudahkan urusan rumah tangga kita.


Mungkin itu sebagian ikhtiar yang dapat kita lakukan. Selebihnya kita serahkan pada Allah. Kita berlindung pada Allah. Hati manusia dalam genggamanya. Semoga keluarga yang membaca atau yang meng share tulisan ini dijauhkan dari perselingkuhan. Semoga keluarga yang membaca dan meng share tulisan ini menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah dan keluarga dakwah yang diridhoi  Allah SWT. Amin...


ilustrasi: merdeka.com

Tuesday, August 22, 2017

Mengapa di Jepang Tidak Mengenal Homeschooling?


yesielsandra.com. Suatu hari saya bertanya pada teman yang sudah lama sekali tinggal di Jepang, apakah anak anak di Jepang ada yang homeschooling. Jawaban teman saya tersebut tidak ada. Menurut pengalaman dan pengetahuanya, hampir seluruh anak anak Jepang sekolah di sekolah formal yang telah disediakan pemerintah. Hanya sedikit sekali yang menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. Sebab sekolah swasta sangat mahal. Tidak puas dengan jawaban teman tersebut sayapun melakukan browsing dan tidak menemukan cerita atau pengalaman orang tua yang menghomeschoolingkan anaknya. 

Mengapa Orang Tua di Jepang Tidak Mengenal Homeschooling?

1. Anak anak wajib belajar 6 -15 tahun.

Wajib belajar di Jepang dimulai pada anak usia 6 tahun sampai 15 tahun. Karena sifatnya wajib jadi ada sangsi bagi orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya. Seluruh anak yang berada di Jepang terdata secara lengkap. Tahun ajaran baru dimulai bulan April saat bunga sakura sedang mekar. Ketika anak berusia 6 tahun pada setiap tahun ajaran secara otomatis akan mendapat surat dari pemerintah untuk segera mendaftar ke sekolah terdekat yang sudah ditentukan pemerintah. Termasuk anak saya, walaupun kami hanya "numpang" belajar di sini, tetapi anak saya juga mendapat surat panggilan dimana surat tersebut langsung ditujukan kepada nama anak kami. Anak SD belajar selama 6 tahun, dimana setiap tahun dibagi menjadi 3 semester.



2. Otomatis di terima di SMP

Karena sifatnya wajib, maka anak anak secara otomatis setelah tamat SD akan di terima di SMP negeri milik pemerintah. Tanpa tes masuk tentunya. Beda ya dengna di Indonesia, anak SD harus belajar mati matian agar bisa diterima di SMP negeri. SMP ini pun orang tua tidak bisa memilih, tetapi sudah ditentukan pemerintah berdasarkan lokasi terdekat dengan rumah. Masuknya sama seperti di SD tidak membayar alias gratis. Kecuali beberapa perlengkapan sekolah seperti pakaian, tas, sepatu dan lain lain. SMP di Jepang sama dengan di Indonesia yaitu 3 tahun dan bagi menjadi 3 semester.



3. Semua sekolah sama fasilitas dan kualitasnya

Karena pemerintah mewajibkan belajar 6 sampai 15 tahun atau SD dan SMP, maka pemerintah juga konsisten dengan menyediakan sekolah yang sama standarnya. Seperti fasilitas gedungnya, kurikulumnya, gurunya, proses belajar mengajarnya. Boleh dikatakan fasilitas dan kualitas seluruh sekolah sama, sehingga orang tua tidak ragu menyekolahkan anaknya di sekolah yang telah ditetapkan pemerintah.

4. Kerja sama guru dan orang tua

Komunikas antara orang tua dan guru sangat lancar. Anak anak memiliki buku penghubung yang bisa diisi dan dibaca orang tua setiap anak mau berangkat atau pulang sekolah. Jika anak tidak masuk dan tidak ada kabar guru akan segera menelpon orang tua dan menanyakan kenapa anaknya tidak masuk sekolah. Jika tidak bisa dihubungi guru akan langsung mengunjungi rumah orang tua untuk mencari tau kenapa anak tidak masuk sekolah. Setiap 2 bulan sekali juga ada open class. Orang tua dapat melihat secara langsung proses belajar mengajar. Setelah itu biasanya ada pertemua dan diskusi antara orang tua dna guru.


Guru di Jepang tidak hanya bisa mengajar, tetapi semua guru juga harus memiliki kompetensi pendidik atau lisensi mengajar yang dikeluarkan oleh Education Board di setiap profinsi. Sehingga kualitas guru benar benar dapat diandalkan mengajar dan mendidik anak anak, seperti menanamkan nilai nilai moral, kejujuran, disiplin, tanggung jawab. Tak heran hidup guru juga sejahtera di sini.

5. Kurikulum yang handal

Sekolah di Jepang mempercayai bahwa selain nilai akademik, prioritas pendidikan adalah tentang moral yang baik, karakter yang baik. Anak anak diajarkan membersihkan laintai sekolah, menyiapkan makan siang untuk teman teman, bekerja sama, disiplin, jujur dan lain lain. Selain pelajaran umum, anak anak juga banyak belajar keterampilan, memasak, menjahit, musik, olah raga dan lain lain.

Proses belajar mengajar di sekolah tersebut melahirkan SDM yang berkualitas. Orang Jepang tidak akan mengambil sesuatu jika bukan hak nya. Mereka juga sangat teratur dalam hal antrian, bertanggung jawab, dan sangat menjaga kebersihan.

Hal hal yang baik dari Jepan layak kita contoh, buang hal yang buruk. karena kehidupan ini tidak ada yang sempurna. Jika sekolah berhasil menciptakan manusia manusia unggul tentu orang tua tidak khawatir menyekolahkan anaknya di sekolah formal milik pemerintah.



Baca Juga:

Tips Menyusui Saat Hamil
Pendidikan Terakhir Doktor Kenapa Hanya Menjadi Ibu Rumah Tangga Biasa
Seperti Apa Sekolah Dasar di Jepang