Monday, January 22, 2018

Tips Menjaga Kesehatan Anak di Musim Hujan dan Salju


yesielsadra.com| Kami berangkat ke Jepang menyusul suami awal Desember tahun 2016. Saat itu sudah masuk musim dingin. Suhu sudah satu digit, dinginnya minta ampun. Saudara dan teman menghawatirkan kesehatan kami. Karena biasanya perubahan musim yang ekstrem akan ada yang sakit. Ada yang menyarankan agar kami imunisasi influenza. Karena penyakit influenza di Jepang beda dengan di Indonesia. Tanggal 16 Desember 2016 salju turun, inilah salju pertama kami. Ternyata salju itu seperti hujan, kita harus memakai payung jika tidak ingin basah kuyup oleh salju. Saat itu suhunya semakin mendekati nol bahkan sampai minus. Dinginnya mencabik cabik tulang.

Sebelum berangkat saya sudah memberi gambaran kepada anak anak mengenai suhu yang sangat dingin ini, termasuk kemungkinan mereka akan sakit karena perubahan suhu yang ekstrem. Sebenarnya bukan suhunya yang menyebabkan sakit, tapi daya tahan anak anak biasanya akan drop karena tidak kuat menahan dingin.

Benar saja, saya dan 3 orang anak kami terserang influenza. Hanya anak yang paling besar yang tidak flu. Berobat di Jepang sangat mahal biayanya. Tetapi kalau kita terdaftar pada sebuah asuransi maka biayanya ditanggung 2/3 oleh asuransi. Asuransi di Jepang wajib hukumnya. Namun demikian tetap saja sakit itu tidak mengenakkan.

Alhamdulillah influenza kami tidak parah seperti bayangan saya sebelumnya. Ketika perubahan musim lagi menjadi panas saya sudah siap siap. Bayangkan panas di Jepang bisa mencapai 45°. Lebih panas lagi dari kota Padang yang berada di pinggir pantai. Biasanya ketika perubahan musim ini anak anak juga banyak yang menglami influenza. Alhamdulillah perubahan musim menjadi panas kami tidak ada yang terserang penyakit.

Salju tahun ini lebih cepat dari tahun lalu. kwantitasnya juga lebih lebat dari tahun lalu. Salju tahun ini lebih tebal, dan mencairnya juga jadi lebih lama. Termasuk suhu juga lebih dingin jadinya dari tahun lalu. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada yang sakit. Kecuali anak laki laki saya karena alergi dingin kulitnya jadi merah. Dikasih salep oleh dokter Alhamdulillah normal lagi. Kami selalu berdoa agar diberikan kesehatan karena seringan apapaun sakit itu jelas tidak mengenakan. Selain itu berikut tips tips agar tetap fit di musim hujan, musim panas, musim salju atau musim yang ekstrem dari biasanya.

1. Berdoa

Senantiasa berdoa kepada Allah karena hidup dan mati kita di tangan-Nya. Allah yang mendatangkan penyakit, Allah juga yang akan mengangkatnya.

2. ASI Ekslusif Ketika Bayi

ASI eksklusif diyakini dapat membuat daya tahan tubuh anak akan menjadi lebih kuat dibanding anak yang tidak mendapat ASI eksklusif.

3. Perhatikan Asupan Gizi

Apa yang kita konsumsi berkorelasi dengan kesehatan kita. Usahakan semaksimal mungkin menu seimbang. Apa itu menu seimbang? Ada karbohidrat, protein, vitamin, dan sedikit lemak. Usahakan anak makan sayur dan buah, bagaimanapun caranya. Pintar pintar ibulah mengolah sayuran agar disukai anak. Kalau buah rata rata anak suka, walau pengeluaran sedikit membengkak karena harga buah dan sayur di Jepang sangat mahal.

4. Cukup Istirahat dan Tidur

Anak anak biasanya energinya habis di sekolah karena belajar dan bermain. Usahakan waktu tidur tidak kurang dari 8 jam. Dan pulang sekolah beri kesempatan mereka istirahat, jangan bebani dengan pekerjaan dan berfikir berat.

5. Selalu Bawa Payung

Usahakan selalu membawa payung, memakai jaket dan memakai sepatu tahan air agar tidak kedinginan dan masuk angin.

6. Boleh Minum Suplemen

Jika dibutuhkan boleh minum suplemen. Ajarkan anak menyampaikan kondisi tubuhnya, kalau kurang enak beri suplemen, kami memberi suncorella, susu dan madu untuk suplemen tambahan.

Demikian sedikit tips yang biasa saya lakukan untuk menjaga kesehatan anak di musim yang ekstrem seperti sekarang ini. Semoga anak anak kita sehat selalu.

#SatuHariSaruKaryaIIDN


Wednesday, January 17, 2018

Perlukan Ibu Rumah Tangga Belajar Hipnosis dan Hypnotherapy?



yesielsandra.com. Menjadi ibu tangga adalah karunia. Jangan dikira profesi mulia ini remeh temeh. Diperlukan multi disiplin ilmu agar kita bisa profesional sebagai ibu rumah tangga. Seorang ibu sebaiknya memiliki pengetahun dibidang kesehatan, walaupun dia tidak berprofesi sebagai dokter. Ibu sebaiknya memiliki ilmu mendidik walaupun ia bukan berproesi sebagai guru atau dosen. Ibu juga sebaiknya mengerti soal keuangan walaupun ia bukan seorang berpendidikan formal akuntan. Dan masih banyak lagi ilmu lainya yang harus dimiliki seorang ibu. Nah sekarang perlukan ibu menguasai hypnosis dan hypnotherapy?

Apa itu Hypnosis dan Hypnotherapy?

Wah hypnosis itu hipnotis seperti  di TV TV itu ya?. Tidak sedikit yang berfikiran negative ketika mendengar kata hypnosis apa lagi hipnotis. Apakah Anda juga demikian?

Sebenarnya tidak demikian. Hypnosis bukanlah ilmu hitam, ilmu gelap, ilmu mistis, apalagi ilmu kejahatan. Justru sebaliknya, hypnosis itu tidak jauh dari dunia imajinasi. Hypnosis adalah seni mempengaruhi diri sendiri dan orang lain. Hypnosis dapat juga dikatakan sebagai sebuah cara menembus kritikal factor agar bisa menerima sugesti. Kritikal factor adalah cara untuk menyaring  atau memfilter sesuatu bisa baik atau tidak. Sedangkan sugesti adalah saran atau infomasi yang disampaikan kepada orang lain maupun diri sendiri untuk dijalankan atau tidak.

Binggung? Coba saya sederhanakan ya. Hypnosis adalah suatu kondisi dimana saran diterima tanpa syarat atau tanpa kritik, atau tanpa tapi. Sedangkan orang yang melakukan hypnosis disebut hypnotis. Bagaimana, sudah bisa dipahami apa itu hypnosis?

Kalau hypnotherapy makhluk apa pula itu? Hypnotherapy diadopsi dari ilmu psikologi yaitu suatu cara yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah permasalahan yang mengaplikasikan tekhnik hypnosis dimana dapat menghasilkan efek penyembuhan. Kita dapat melakukan hypnotherapy kepada diri sendiri maupun orang lain.

Saya contohkan. Kita ingin anak bisa bangun pagi dan sholat subuh berjmaah. Maka kita dapat melakukan hypnosis terhadap anak tersebut dengan memberikan sugesti pada pikiran bawah sadarnya sehingga menerima tanpa syarat atau apa yang kita perintahkan sehingga bangun pagi dan sholat subuh tidak lagi menjadi suatu hal yang sulit. Orang menyebutnya hypnoparenting yaitu seni orang tua dalam mendidik anak.

Hypnosis itu bukan ilmu simsalabim, sekali sugesti langsung jadi. Perlu waktu dan proses, tergantung kesediaan orang yang akan kita hypnosis. Maka perlu mengkondisikan orang yang akan kita hypnosis seperti kesediaanya, bisa berkomunikasi dengan baik, harapan dan motivasinya.

Untuk kondisi cerita anak di atas kita dapat melakukan hypnosis pada dirinya dengan melakukan sugesti menggunakan kalimat kalimat positif. Perhatikan kondisi anak, jangan saat anak sedang tidak mood atau ia dalam kondisi lelah. Memberikan sugesti sangat baik pada saat seseorang pada kondisi Alpha, yaitu sebuah kondisi dimana seseorang sedang mengalami ralaksasi seperti antara sadar dan tidak ketika tidur.

88% aktivitas seseorang dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar. Pernahkah Anda menangis sesengukkan saat menonton film sedih atau muka menjadi kecut saat melihat belimbing wuluh dimakan mentah mentah oleh orang lain? Itu terjadi karena pikiran bawah sadar. Dengan hypnosis kita dapat mempengaruhi pikiran bawah sadar diri sendiri maupun orang lain. Hal itu akan mengubah cara pandang. Cara pandang seseorang dapat mengubah prilakunya, Jika prilaku itu berulang terus menerus maka akan menjadi karakter. Karakter yang baik akan menghasilkan sebuah kesuksesan. Dan kesuksesan akan dapat mengubah hidup seseorang. Sebaik baik orang adalah orang yang bermanfaat untuk orang lain. Kita harus bisa mengubah hidup kita lebih baik dari hari ke hari. Anak anak kita, keluarga kita, karier kita, spiritual kita juga harus lebih baik dari hari ke hari. Hypnosis dapat membantu itu semua.

Itu sedikit pengantar materi training hypnosis dan hypnotherapy yang akan dilakukan pada:
Hari       : Sabtu
Tanggal : 27 Januari 2018
Pukul     : 20.00 WIB

Media    : Group FB. Silahkan bergabung di Training Hypnosis dan Hypnotherapy Online Bersama Uni Yesi Elsandra

Sebelum training kita mulai, materi selanjurnya akan saya posting di blog ini. Training ini tidak dipunggut biaya, tetapi ada ketentuan yang berlaku :

1. Follow Facebook Yesi Elsandra Di Sini
2. Follow Instagram Yesi Elsandra Di Sini
3. Share dan tag materi ini di sosial media teman teman. 
4. Setelah ketiga langkah di atas dilakukan, kami akan memferivikasi dan mengapprove permintan bergabung di group. Untuk bergabung silahkan klik Di Sini
5. No. 1 dan No. 2 boleh salah satu. No 3. Wajib



Siapa Sih Dr. Yesi Elsandra., CH, CHt, CMH?
1. Ibu Rumah Tangga
2. Dr. Dari Bidang Studi Manajemen Pascasarjana Universitas Padjadjaran
3. CH. Certified Hypnotist dari The Indonesian Board of hypnotherapy 
4. CHt. Certified Hypnotherapy dari The Indonesian Board of hypnotherapy
5. CM.H. Certified Master Hypnotist dari Smart Hypnosis
6. Pegiat Parenting
7. Konsultan Pendidikan dan Keluarga
8. Dosen PTS dan PTN di Sumbar

Sampai ketemu di materi hypnosis brikutnya.

Friday, January 5, 2018

Tidak Lagi Mendapat Gaji Sebagai Dosen, Sekarang Mendapat Penghasilan dari Google


yesielsandra.com. Menjadi ibu rumah tangga adalah anurgrah, sedangkan menjadi ibu bekerja adalah pilihan. Kurang lebih sudah 20 tahun perjalanan karier saya sebagai dosen. Saya pekerja keras, dan berusaha profesional dalam karier saya. Seperti yang diamanatkan undang undang, dosen harus bergelar doktor dan melaksankan tri dharma perguruan tinggi yaitu mengajar, meneliti, dan melakukan pengabdian kepada masayrakat. Sayapun memenuhi syarat tersebut dengan menuntaskan pendidikan doktor saat usia saya masih sangat muda, bahkan belum menikah saya berangkat sekolah. Begitu juga dalam hal penelitian, saya satu satunya dosen di kampus kami yang mendapat hibah penelitian multi tahun dari Dikti. Dan saya juga dosen yang pertama sekali mendapat dana hibah pengabdian masyarakat dari Dikti. Saya ingin total dalam bekerja dan berusaha memberikan yang terbaik untuk kampus, bangsa dan negara.

Tapi saya hanya manusia biasa, walau karier bagi saya adalah sesuatu yang harus diperjuangkan, tapi keluarga tetaplah menjadi prioritas utama. Saat ini saya mundur sejenak dari rutinitas wanita karier untuk menunaikan kewajiban peradaban yang lebih mulia, menjadi istri sepenuhnya yang menemani suami tugas belajar di Jepang. Untuk itu saya mengikhlaskan tidak mendapatkan lagi gaji, tidak mendapatkan lagi tunjangan sertifikasi dosen, tidak mendapatkan lagi dana hibah, tidak mengajar lagi di pascasarjana, tidak lagi menjadi pembicara publik di Sumatera Barat. Semua yang berkaitan dengan uang, yang orang banyak mati matian mencarinya "terpaksa" saya tinggalkan.

Rugi ngak?, secara material jelas penghasilan saya berkurang, tetapi secara spiritual, moral dan wawasan, jelas saya sangat bersyukur. Saya mendapatkan pengalaman baru bagaimana hidup di negeri orang. Merasakan 4 musim yang dahsyat. Melihat secara langsung bagaimana negara maju mengelola pendidikan dan kesehatan bagi rakyatnya jelas tak ternilai dengan uang. Sedangkan uang, kapan saja, dimana saja bisa kita dapatkan asal kita mau berusaha dan tak putus berdoa. Bahkan tanpa harus keluar rumah.

Masa sih? Eh ngak percaya. Saya sudah membuktikanya. Awal tahun ini usaha saya membuahkan hasil. Saya mulai mendapakat penghasilan dari Google Adsense. Apa sih Google Adsense, nanti saya tulis tentang GA lebih lanjut. Ngak perlu keluar rumah, ngak perlu jualan. Saya yakin teman teman yang total menjadi ibu rumah tangga juga dapat produktif menghasilkan uang. Asal ada kemauan, pasti ada jalan.

Selain dari Google Adsense saya mendapat penghasilan dengan menjadi konsultan pendidikan dan keluarga. Semua ini saya lakukan tanpa keluar rumah, hanya mengandalkan laptop atau HP yang ada di tangan. Apakah ibu rumah tangga lainya bisa juga mendapatkan pengahsilan dari Google? Insya Allah pasti bisa. Jika teman teman mau, saya senang berbagi. Memang sudah ada suami yang memberi kita nafkah, tapi kalau uang itu berasal dari keringat kita sendiri ada kepuasan batin lainya yang tak terkira.

sumber foto : http://www.seosiren.com

Sunday, November 12, 2017

Perempuan dan Adat Minagkabau


yesielsandra.com. Perempuan dalam adat Minangkabau memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan penting. Berbeda dengan kebanyakan suku di Indonesia, suku Minangkabau memposisikan perempuan sebagai Limpapeh rumah nan gadang, yang artinya perempuan dianggap sebagai simbol baik dan buruknya kaum, bangun dan runtuhnya kaum, maju dan mundurnya kaum.

Begitu tingginya kedudukan perempuan dalam Minangkabau, perempuan dianggap sebagai Bundo kanduang yaitu julukan yang diberikan kepada perempuan yang memimpin suatu keluarga dalam Minangkabau baik sebagai ratu maupun selaku ibu dari raja. Dalam Wikipedia, Bundo Kanduang secara estimologi diartikan sebagai ibu sejati atau ibu kanduang tetapi secara makna Bundo Kanduang adalah pemimpin wanita di Minangkabau, yang menggambarkan sosok seorang perempuan bijaksana yang membuat adat Minangkabau lestari semenjak zaman sejarah Minanga Tamwan hingga zaman adat Minangkabau. Gelar ini diwariskan secara turun-menurun di Minangkabau dan dipilih pada lembaga Bundo Kanduang Sumatera Barat. Istri seorang Datuk kadang-kadang juga disebut sebagai Bundo Kanduang untuk level klan / suku. Namun setiap ibu dapat dikatakan sebagai bundo kanduang dalam keluarganya.

Dalam kato pusako peran Bundo Kanduang ini dijelaskan sebagai berikut:

Dalam kato pusako, kedudukan ibu sebagai bundo kanduang dijelaskan sebagai berikut :
Bundo kanduang
Limpapeh rumah nan gadang
Sumarak dalam nagari
Hiasan di dalam kampuang
Nan tahu di malu sopan
Kamahias kampuang jo halaman
Sarato kato jo nagari
Sampai ka balai jo musajik
Sarato jo rumah tanggo
Dihias jo budi baiak
Malu sopan tinggi sakali
Baso jo basi bapakaian
Nan gadang basa batua
Kok hiduik tampek banazar
Kok mati tampek baniat
Tiang kokok budi budi nan baiak
Pasak kunci malu jo sopan
Hiasan dunia jo akhirat
Auih tampek mintak aia
Lapa tempek mintak nasi

Kato Pusako tersebut bermakna bahwa Bundo Kanduang adalah sosok perempuan yang bijak lagi memiliki kepribadian yang sopan. Memiliki pengetahuan agama yang baik. Bundo kanduang dianggap sebagai tempat meminta nasehat, meminta pendapat. Buruk baik kaum ditentukan oleh perangai bundo kanduang.


Selain dianggap sebagai bundo kanduang, kedudukan perempuan yang membedakanya dengan suku lain di Indoensai adalah Ibu sebagai pemilik harta. Hal ini sangat menarik karena di Minangkabau harta pusako jatuh ke tangan perempuan. Makanya ada yang mengatakan kalau menikah dengan perempuan Minangkabau akan untung, karena akan mewarisi seluruh harto pusako.

Harto pusako adalah warisan yang diperoleh dari orang tua terahulu. Mamak atau paman akan mewariskan kepada kemenakan perempuanya untuk dijaga dan dipelihara.

Menarik memang jika kita telisik lebih jauh tentang perempuan dan adat Minangkabau. Ada yang mengatakan mengenai harta ini tidak sesuai dengna hukum Islam yang seharusnya 2/3 bagian untuk laki laki, sisanya baru untuk perempuan. Tetapi di Minangkabau perempuan menerima seluruh harto pusako.

Inilah kekayaan budaya tanah air dengna berbagai macam adat dan budaya. Untuk mengenal lebih jauh tentang adat di Indonesia yuk lihat di Kumpulan Emak Blogger. 

Tulisan ini bercerita tentang adat batak yang ditulis oleh mbak Tika Samosir sebagai post trigger #KEBloggingCollab untuk kelompok Susi Pudjiastuti.

foto: http://bungamanggiasih.com

Wednesday, October 4, 2017

Agar Aqil dan Baligh Anak Selaras Datangnya


yesielsandra.com. Perlahan tapi pasti anak anak kita yang kecil hari akan tumbuh menjadi manusia dewasa. Dalam agama dinamakan Aqil Balig. "Aqil" berarti berakal. Dikatakan berakal jika anak anak kita sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. "Baligh" berarti sampai, yaitu telah sampai pada umur dimana beban dan tanggung jawab syariat telah dibebankan kepadanya, oleh karena itu catatan amalan perbuatannya mulai dicatat oleh malaikat.  Ketika anak anak kita sudah mencapai tahap ini berlakulah hukum Islam pada diri mereka.

Aqil baligh pada laki laki ditandai dengan "mimpi basah" dan pada perempuan ditandai dengan sudah "menstruasi". Setiap anak tidak sama waktu aqil balighnya, kira kira usia 9 sampai 15 tahun. Jika terlalu cepat atau terlalu lmbat bisa jadi disebabkan karena nutrisi yang lebih baik, stress karena lingkungan dan bahan kimia yang teralu banyak dikonsumsi dalam makanan. 

Ada kalanya anak anak itu sudah aqil, tetapi belum baligh. Begitu juga sebaliknya. Pola asuh dan lingkungan bisa jadi penyebab tidak selarasnya kedua hal ini. Harapannya antara aqil dan baligh sebaiknya selaras datangnya.

Pada zaman Rasulullah atau para sahabat usia belasan tahun sudah memiliki pemikiran yang tajam dan jauh ke depan. Bahkan diantara mereka sudha ada yang menjadi pemimpin perang.

Misalnya Usamah r.a. Ketika usianya 18 tahun ia sudah diamanahi untuk memimpin pasukan perang kaum Muslimin melawan tentara Romawi. la berkulit hitam dan memiliki nama lengkap Usamah bin Zaid bin Haritsah bin Syurahbil bin Ka'ab bin Abd Al-Uzza Al-Kalbi. la juga biasa dipanggil Abu Muhammad. la memiliki gelar Hibb Rasulullah (jantung hati Rasulullah) dan Ibnu Hibb Rasulullah (putra dari jantung hati Rasulullah). Ayahnya adalah Zaid bin Haritsah r.a, anak angkat Rasulullahyang sangat beliau cintai. Ibunya adalah Ummu Aiman, seorang budak hitam yang mengasuh Muhammad kecil dan dimerdekakan oleh Rasulullah saw.

Luar biasa. Apakah gerangan yang telah dilakukan orang tua Usamah hingga bisa membentuk kepribadian muslim yang utuh pada diri Usamah. Apa pula yang dilakukan Rasulullah sehingga pemuda itu bisa memimpin perang dalam usia yang masih sangat muda?

Lihatlah pemuda hari ini, apa kira kira yang bisa dilakukan anak anak usia belasan tahun hari ini? Yang kita tahu secara finansial anak anak seusia Usamah masih sangat tergantung pada orang tua. Keimanan anak anak kita masih labil, ini terlihat tingginya anak anak usia segitu yang melakukan sex bebas, narkoba, dan tawuran.

Mungkinkah kita bisa melahirkan anak anak yang memiliki prestasi gemilang? Anak anak yang kecintaan dan ketakutannya begitu tinggi kepada Allah. Anak anak yang pemikiranya melesat jauh ke depan. Anak anak yang telah memiliki kebebasan fiannsial, minimal tidak tergantung lagi pada orang tuanya?

Anak anak seperti itu yang kita rindukan. Mudah mudahan lahir dari keluarga keluarga kita. Untuk itu sebagai orang tua saya berusaha maksimal, berusaha menemukan potensi unggul mereka, memfasilitasi berbagai upaya bagi kreatifitas mereka.

foto: sahabatkeluarga.kemendikbud.com

Saturday, September 30, 2017

Apa sih Me Time Itu, Perlukah Bagi Seorang Ibu?

yesielsandra.com. Semua manusia memiliki waktu yang sama, 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Tetapi setiap orang memiliki cara yang berbeda mengisi dan memanfaatkan waktunya. Ada yang merasa 24 jam rasanya kurang, tetapi tidak sedikit yang merasakan lama sekali waktu berlalu.

Mengelola waktu adalah seni. Seperti kisah 4 orang mahasiswa yang sedang menunggu antrian bimbingan dengan dosennya. Mahasiswa yang pertama mengerutu dan kesal karena mengantri lama sekali. mahasiswa kedua memanfaatkan waktu menunggu itu dengan membaca banyak buku kuliah. Mahasiswa ketiga bernyanyi untuk menghilangkan kebosanannya. Sedangkan mahasiswa keempat menghafal Alquran.

Apa yang terjadi pada keempat orang mahasiswa tersebut setelah tamat kuiah? Mahasiswa pertama sulit mendapat pekerjaan karena selalu berfikir negatif. Mahasiswa kedua menjadi asisten dosen karena wawasannya luas dan pintar. Mahasiswa ketiga berhasil mengikuti audisi penyanyi di sebuah televisi swasta dan mahasiwa keempat berhasil menjadi Hafidz Quran.

Menunggu pastinya adalah sesuatu yang sangat membosankan. Empat orang mahasiswa berada dalam situasi yang sama tetapi berbeda cara mengisi dan memafaatkan waktunya. Lihatlah hasilnya yang berbeda pula.

Begitupun bagi seorang ibu, apakah ibu tersebut full di rumah mengurus aktivitas domestik atau ibu tersebut juga adalah seorang ibu rumah tangga yang tentunya urusan domestik menjadi tanggung jawabnya tetapi ia juga aktif di publik. Perlu "Me Time" bagi seorang ibu agar tetap waras menjalankan aktivitas domestik maupun publiknya.

Apa Itu Me Time

Secara sederhana, Me Time dapat dikatakan sebagai waktu untuk diri sendiri. Waktu ini dapat kita gunakan untuk memperhatikan diri kita sendiri, baik fikriyah kita, ruhiyah kita maupun jasadiyah kita.

Sebagian orang memahami Me Time sebagai waktu dimana orang menjauh dari aktifitas rutin yang menjemukan, lepas dari urusan sumur dapur kasur. Lepas dari customer, bos, laporan, dan urusan kantor lainya.

Ada juga sebagian ibu yang memaknai Me Time itu sebagai waktu yang bebas dari suami dan anak anak. Waktu untuk tidak disibukkan dengan renggekkan anak, dan ajakan bercinta dari suami.

Me Time dipahami juga oleh sebagian Ibu sebagai waktu untuk memanjakan diri di tempat tempat tertentu seperti ke salon, ke mall, ke gym, ke luar kota sendirian dan lain lain.

Tidak sedikit pula ibu yang memahami Me Time sebagai waktu untuk bersenang senang ke luar negeri bersama teman teman atau menikmati indahnya pantai. Setiap orang memandang Me Time dengan cara yang berbeda beda. Terlepas dari cara pandang yang berbeda tersebut, sebaiknya Me Time itu benar benar harus menjadi booster yang memberi energi dan semangat baru dalam menjalankan aktifitas sehari hari.

Perlukan Me Time Bagi Ibu?

Tentu perlu. Seorang ibu yang rutin menjalankan aktifitas domestik seperti bangun tidur, memasak, menyiapkan sarapan, cuci piring, beres beres rumah, menyapu dan ngepel, menyetrika pakaian, memandikan anak, mengantar dan menjemput anak sekolah, begitu setiap hari berulang ulang. Suatu saat mungkin merasa jenuh dengan rutinitas tersebut. Apalagi jika ibu itu juga adalah seorang ibu bekerja yang melaksankana rutinitas kantor. Belum lagi jika beban kerja yang telalu berat, tuntuan kerja yang tinggi, lingkungan kantor yang tidak kondusif, pertikaian pendapat dengan teman sekantor dan lain lain. Bagaimana ibu memandang semua rutinitas tersebut, apakah sebagai sesuatu yang harus disyukuri atau rutinitas yang memberatkan? Semua tergantung cara pandang ibu.

Jika ibu terus dalam keadaan tertekan, bosan karena padatnya aktifitas sehari hari maka ibu dapat mengalami depresi dan stres. Ibu akan mudah marah pada anak dan suami. Ibu akan mudah lelah fisik dan pikiran termasuk lelah hatinya. Maka perlu bagi ibu memiliki Me Teme sebagai booster agar memiliki energi baru, agar pikiran senantiasa fresh, agar hubungan dengan anak dan suami terus harmonis, agar pekerjaan kantor dapat diselesaikan dengan baik, agar semua aktifitas dapat bermanfaat dan menjadi amal ibadah yang bernilai ibadah di mata Allah.

Hindari Me Time yang bernilai sia sia, seperti :


  1. Menghambur hamburkan uang atau cenderung boros dan berfoya foya.
  2. Meninggalkan kewajiban utama mendidik anak dan melayani suami.
  3. Menimbulkan fitnah dan membahayakan diri sendiri.
  4. Lupa pada ibadah wajib.
  5. Lupa waktu


Agar pikiran kita tidak terbebani, pandanglah urusan doemstik dan publik kita sebagai suatu kesempatan untuk merenda amal ibadah. Sebagai suatu value yang harus kita syukuri. Jika kita mengalami kejenuhan dan bosan, kita dapat berkontemplasi, menata kembali hati dan pikiran agar tenang dan jernih dalam berfikir.

Bagi saya Me Time tidak harus ke luar rumah atau mengeluarkan biaya besar. Me Time yang paling memberi energi bagi saya adalah berkontemplasi di sepertiga malam. Sholat malam, mengaji dan berdoa memberi saya energi untuk bergerak. Me Time yang tak kalah asiknya buat saya adalah tidur. Setelah bangun badan pikiran fresh kembali. Me Time lainnya yang saya lakukan adalah bekam di rumah sehat atau facial atau potong rambut di sebuah salon. Bersepeda mengelilingi kota Kanazawa juga merupakan Me Time tersendiri. Banyak tempat yang bisa disingahi, bebas polusi dan macet.

Banyak cara yang dapat kita lakukan. Silahkan mencari waktu yang pas dan mengisinya dengan kegiatan positif. Manfaatkan Me Time kita benar benar untuk men charge ruhiyah, jasadiayah dan fikriyah kita. Sehingga kita menjadikan Me Time sebagai Continual Improvement Process sehingga menjadikan kita sebagai ibu yang profesional dan berkualitas baik di ranah domestik dan juga di publik.

Tulisan menarik mengenai Me Time dapat di lihat di sini yang ditulis sangat apik oleh Mak Ima Rochmawati. Tulisan tersebut merupakan pos trigger #KEBloggingCollab dari kelompok Susi Pudjiastuti.

Wednesday, September 13, 2017

Haruskah Ibu Rumah Tangga Menjadi PNS?

yesielsandra.com. Hampir di seluruh jaringan sosial media yang saya punya berseliweran informasi mengenai penerimaan Aparatur Sipil Negara atau Pegawai Negeri Sipil atau yang lebih dikenal dengan singkatan PNS. Tidak tanggung tanggung jika di total seluruhnya bisa mencapai puluhan ribu posisi dengan berbagai latar belakang, penerimaan tersebut hampir merata di seluruh Indonesia..

Banyaknya jumlah PNS yang akan direkrut ini membawa angin segar karena beberapa tahun terakhir ini tidak terdengar ada pengangkatan PNS. Ratusan ribu sarjana mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan dokumen sebagai syarat untuk mengikuti tes PNS.

Diantara ratusan ribu yang harap harap cemas itu mungkin salah satunya adalah ibu rumah tangga seperti kita. Selama ini kita hanya mengurus sumur dapur kasur, berjibaku mengurus anak anak di rumah. Ingin juga seperti tetangga sebelah yang setiap hari rapi berangkat kerja dan mendapat gaji bulanan.

Tiba tiba kita ingat ijazah yang telah lama tersimpan di sudut lemari. Jurusan yang tawarkan ada yang cocok dengan jurusan kita, posisi yang ditawarkan juga cocok dengan impian kita. Apalagi IPK kita lebih dari tiga koma, tidak jelek jelek amat, sepertinya kita sangat layak untuk ikut bersaing dengan ratusan ribu pencari kerja lainya.

Dalam pandangan umum menjadi PNS adalah prestise. Hampir seluruh orang tua mengingginkan anaknya menjadi PNS. Saking pengenya, ada cerita tetangga saya yang perlu dijadikan pelajaran. Anak tetangga saya ini tamat SMK. Ada "Orang dalam" yang katanya bisa membantu anaknya menjadi PNS di sebuah Pemda. Uang puluhan juta sudah disetor ke orang dalam tadi. Baju seragam PNS juga sudah dikasih ke anak tetangga saya tadi. Namun sampai hari ini SK pengangkatan PNS tak pernah ada. Berbagai cara dilakukan orang agar bisa mengambil keuntungan dengan menipu masyarakat yang ingin sekali menjadi PNS. Jangan sampai ketipu ya...

Haruskah kita jadi PNS?

Suami saya PNS, mertua saya keduanya PNS, uni saya juga ada yang PNS. Tulisan ini tidak bermaksud mengompori orang untuk jadi PNS, apalagi mempengaruhi orang untuk tidak jadi PNS. Saya sendiri bukan PNS. Menjadi PNS atau tidak adalah pilihan hidup kita masing masing.

Saya hanya ingin menyampaikan bahwa rezeki Allah itu luas. Kalau satu pintu rezeki tertutup, maka Allah SWT akan membukakan pintu rezeki lain yang bisa jadi lebih lebar dan lebih luas. Menjadi PNS itu menarik, karena resikonya sangat kecil. Sangat kecil kemungkinan negara bangkrut. Yang membuat orang tertarik menjadi PNS biasaya karena ada jaminan kesehatan dan jaminan hari tua.

Tidak bermaksud tidak beryukur, walau tampaknya save, di luar tunjangan, gaji PNS itu termasuk rendah loh. Saya contohkan suami saya dosen PNS di Universitas Andalas golongan IIIB. Karena sedang tugas belajar saat ini "hanya" menerima gaji pokok kurang lebih 3,1 juta. Jika ada tunjangan tidak lebih dari 4 juta. Cukup ngak untuk biaya hidup sebulan dengan 4 anak?

Jawabanya relatif. Rezeki itu tergantung berkahnya, jika berkah berapapun akan mampu mencukupi keluarga kita. Tetapi jika tidak berkah berapapun banyaknya tidak akan pernah terasa cukup.

Perlu diingat, kebutuhan dan biaya hidup sekarang ini memang tinggi. Harga harga mahal termasuk listrik dan air. Kita butuh makan makanan yang bergizi. Kita tentu butuh anak anak sekolah di tempat yang terbaik, tentu uang masuk dan SPP nya tidak murah. Kita butuh rumah yang lapang untuk anak anak bermain ke sana kemari. Kita butuh pakaian yang layak. Kita butuh kendaraan untuk transportasi. Kendaraan itu bukan barang mewah ya, bagi yang banyak anak seperti saya kendaraan roda empat itu kebutuhan. Dengan kebutuhan primer seperti itu rasanya sulit dengan gaji "hanya" 4 juta bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Kalau hanya mengandalkan gaji PNS tok, sungguh para PNS masih jauh dari sejahtera.

Bagi ibu rumah tangga yang berminat menjadi PNS mungkin hal ini perlu difikirkan masak masak lagi. Sudah seimbangkah pengorbanan kita meninggalkan anak anak dengan gaji kurang lebih 4 juta per bulan? Kalau baru CPNS malah ngak sampai 4 juta an. Kemungkinan "hanya" 2 juta koma.

Ketika kita bekerja di luar, akan ada biaya yang harus kita keluarkan. Misalnya menitipkan anak di day care kurleb 1 juta perbulan. Kalau anaknya 2 orang tentu lebih besar lagi biaya day carenya. Biaya transportasi, biaya konsumsi, dan oportunity cost yang tentunya tak bisa diuangan berapapun jumlahnya. Biaya kehilangan kesempatan kita bercengkrama dengan anak, bermain dengan anak dll. Belum lagi fisik kita akan terkuras, beban kerja yang tinggi, kita jadi sibuk, kadang jadi emosian ke anak dan suami.

Jika ada substitusi untuk menjaga anak dan "hitung hitungan" bekerja atau menjadi PNS jauh lebih memberikan value untuk keluarga dan masyarakat,  menurut saya tidak ada salahnya kita mencoba peruntungan menjadi PNS atau bekerja di luar rumah. Tetapi jika tidak ada, fokus mendidik anak menurut saya itu lebih utama.

Mencari nafkah betul kewajiban suami, tetapi menghasilkan uang itu adalah hak suami dan istri. Ibu rumah tangga bisa kok mendapatkan penghasilan tanpa harus bekerja di luar rumah atau menjadi PNS. Tidak sedikit aktivitas yang dapat dilakukan hanya di rumah yang bisa menghasilkan uang jutaan rupiah. Saya sendiri pernah jualan online yang bisa menghasilkan kurang lebih 2 juta perbulan. padahal itu hanya kerja sampingan, kalau diseriusi mungkin penghasilanya bisa lebih besar lagi. Ada juga teman saya yang bisa menghasilkan uang dari rumah dengan menulis. Teman saya yang lain menjadikan rumahnya sebagai day care, dia bisa mengasuh anaknya, uangpun datang.

Silahkan ditimbang baik baik, untung ruginya, positif negatifnya, baik buruknya, apakah kita bekerja di luar rumah dengan menjadi PNS atau fokus di rumah mendidik anak anak kita tanpa lupa untuk terus continuous improvement meningkatkan kualitas diri kita.

Yang pasti, PNS bukanlah satu satunya wadah untuk mengaktualisasikan diri, bukan satu satunya sumber rezeki. Di luar sana banyak terbentang kesempatan untuk mengaktualisasikan diri, banyak waktu dan kesempatan untuk menghasilkan uang. Sepanjang sesuatu itu membuat kita happy, kita enjoy mengerjakanya, dan kita bersyukur maka kita tidak akan pernah merasa miskin dan tertinggal. Hidup ini akan terasa indah dan penuh makna jika kita banyak memebri manfaat untuk anak, suami, keluarga dan masyarakat.

Sumber foto : mardiyas.com

Baca juga artikel menarik ini : Pilih mana Homeschooling atau Public School?





Tuesday, September 5, 2017

Pilih Mana Homeshooling Atau Public School?


yesielsandra.com. Setiap orang tua pasti ingin meberikan yang terbaik untuk anaknya. Coba tanya orangtua yang pontang panting bekerja, pergi pagi buta, pulang tengah malam gepap. Apa yang cari? jawabanya tidak jauh dari untuk menghidupi keluarga dan membiayai kebutuhan anak. Apapaun akan orang tua lakukan demi anak. Termasuk mengeluarkan biaya puluhan bahkan mungkin ratusan juta untuk pendidikan anak.

Sebenarnya tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk pendidikan dasar dan menengah. karena pemerintah sudah mewajibkanya. Di sekolah negeri tidak ada uang pangkal dan pungutan SPP. Setiap murid baik di sekolah negeri maupun swasta juga mendapatkan dana BOS. Tapi kenapa ya rasanya pendidikan saat ini terasa begitu mahal.

Walau gratis tetapi tidak sedikit orang tua yang ragu menyekolahkan anaknya di sekolah negeri.  Maka tak heran menjamurlah sekolah sekolah swasta dengan berbagai label. Padahal biayanya mahal sekali. Ditengarai rendahnya kualitas belajar mengajar, kurikulum yang terlalu berat, fasilitas sekolah yang ala kadarnya, dan kekerasan verbal dan fisik yang sering terjadi pada murid menyebabkan orang tua berfikir dua kali menyekolahkan anaknya di sekolah formal.

Maka tak heran orang tua saat ini mencari alternatif pendidikan selain sekolah formal. Salah satunya adalah homeschholing.

Apa Itu Homeschooling?

Homeschooling dapat juga dikatakan sebagai sekolah rumah. Mengapa disebut sekolah rumah? karena aktifitas belajar anak anak dilakukan di rumah. Orang tua memiliki peran dominan menjadi guru bagi anak. Anak belajar secara otodidak, bisa dipandu langsung orang tua atau didatangkan tutor sesuai kebutuhan belajar anak. Anak anak pun bisa memilih pelajaran yang disukainya.

Homeschooling dan sekolah formal sama legalitasnya sesuai dengan UU No 20 tahun 2003 pasal 27 tentang Pendidikan Nasional. Keduanya sama sama mengikuti ujian naional untuk mendapatkan ijazah sesuai jenjang pendidikan.

Sama dengan di Indonesia, wajib belajar di Jepang juga 9 tahun. Hanya bedanya, kualitas dan fasilitas sekolah benar benar diperhatikan. Seluruh anak terdata di kantor pemerintah yang mengurusi pendidikan. Secara otomatis ketika anak akan memasuki usia 6 tahun per 1 April akan mendapat surat panggilan dari City Hall untuk mendaftar di sekolah terdekat yang sudah ditentukan. Orang tua tidak bisa memilih karena sekolah anak ditentukan berdasakan jarak sekolah dengan tempat tinggal. Tidak ada uang pangkal tetapi SPP tetap ada. Kalau di Indonesia SPP gratis.

Setelah tamat SD anak anak secara otomatis akan masuk ke SMP yang telah ditentukan pemerintah. Lagi lagi berdasarkan jarak tempuh rumah dan sekolah. Tidak ada ujian saringan masuk. Tidak ada anak yang tidak kebagian sekolah. Seluruh sekolah kualitas dan proses belajar mengajarnya seragam.

Maka tak heran, di Jepang homeschooling tidak populis. Kalaupun ada anak yang homeschooling itu biasanya karena Ijime atau bully. Karena menurut anak saya sekolah di Jepang sangat asik. Banyak diajarkan keterampilan, banyak mengeksplorasi, mengamati, diskusi, presentasi. Walau setiap hari ada PR tetapi PR nya tidak lah yang sulit sulit yang menghabiskan energi anak. Berikut contoh PR anak kelas 1 SD.



Pilih Mana Sekolah Formal atau Homeschooling?

Lantas saya sendiri bagaimana? Ketika di Indoensia anak saya pernah sekolah formal dan homeschooling. Kedua duanya memiliki sisi positif dan negatif. Sekarang 3 orang anak saya sekolah formal di SD Morinosato milik pemerintah Jepang. Yang bungsu belum saya masukkan Hoikuen atau Youchien. Hoikuen artinya daycare, semacam tempat penitipan anak. Sedangkan Youchien adalah taman kanak kanak atau TK yang dimulai sejak usia 3-5 tahun sebelum masuk SD. Saat ini yang bungsu homeschooling dan saya bersyukur dan bangga bisa menjadi gurunya.

Menurut saya sekolah formal atau tidak itu sangat tergantung kepada kondisi anak dan orang tua. jangan sampai karena kita sibuk padahal anak kita sebenarnya cocoknya homeschooling tetapi tidak kita arahkan ke sana, Atau sebaliknya kita ngak sibuk, ngak kerja banyak di luar, kita tidak punya program pendidikan yang baik,  anak kita kebutuhanya sekolah formal, eh kita ngak masukkan anak kita ke sekolah formal. Kesadaran orang tua dan anak menjadi kunci keberhasilan pendidikan anak, apakah anak itu sekolah formal atau homeschooling.

Kelebihan Homeschooling

1. Menghindari anak dari pengaruh negatif dari lingkungan sekolah seperti bully.
2. Menghindari anak stress akibat terlalu tingginya beban kurikulum dari sekolah
3. Menghindari kejenuhan anak akibat rutinitas pergi dan pulang sekolah
4 Menjauhkan anak dari nilai nilai yang tidak sama dengan nilai yang diajarkan di rumah
5. Anak memiliki waktu yang lebih fleksibel
6. Lebih dekat dengan orangtuanya secara fisik dan emosional
7. Lebih fleksibel, sesuai kebutuhan anak dan kondisi keluarga

Kekurangan Homeschooling

1. Kemungkinan akan menghadapi kesulitan beradabtasi jika melanjutkan ke sekolah formal.
2. Sosialisasi dan interaksi dengan teman seumuran lebih rendah
3. Tidak terbiasa bekerja dalam tim
4. Kadang kadang anak dan orang tua tidak konsisten
5. Karena fleksibel kadang kurang menekankan kedisiplinan
6. Anak kurang memiliki daya juang dalam berkompetisi dengan teman sebaya
7. Kadang bisa jadi biaya jauh lebih malah dari sekolah formal.

Sekolah formal juga memiliki kelebihan dan kekuarangan. Secara garis besar kebalikan dari homeschooling. Sebelum memutuskan apakah anak anak kita akan di masukkna ke sekolah formal atau homeschooling pikirkan baik baik. Jangan asal mengikuti trend. Karena anak kita tidak sama dengan anak orang lain. Pilihan orang lain belum tentu baik untuk kita, begitu pun sebaliknya.

Tidak sedikit anak yang gagal di sekolah formal, tetapi lihatlah betapa banyak yang berhasil hidupnya melalui sekolah formal. Begitupun dengan homeschooling. Banyak anak yang berhasil meraih masa depanya melalui homeschooling.

Saya pernah membaca tulisan orang tua yang anaknya homeschooling, menurutnya jika anak kita tidak ada masalah dengan lingkungan sekolahnya, dia menikmati proses belajar mengajar di sekolah, senang berinteraksi dengan teman teman sekolahnya, lebih baik anaknya disekolahkan. Karena butuh konsentrasi besar, pemikiran yang besar, tenaga yang besar dan mungkin dana yang besar untuk menghomeschoolingkan anak. Termasuk dibutuhkan komitmen yang besar antara suam istri dalam mendampingi anak anak homeschooling.

Jika masalahnya adalah soal bullying, sampaikan kepada anak bahwa hidup ini tidak selalu seperti apa yang diharapkan. Kita akan menemui orang orang baik dan jahat. orang orang yang bermulut manis dan suka menolong. Ajarkan anak kita untuk melakukan tindakan preventif, ajarkan ia apa yang harus dilakukan jika dia dibully. Ajarkan anak untuk melapor ke guru jika ada yang membullynya. Ajarkan anak kita bagaimana mengelola emosianya. Dengan begitu dia akan belajar bagaimana mempertahankan hidup.

Saya juga membaca kisah anak yang dulunya dianggap bodoh di sekolah karena dianggap guru tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah. Sering bolos, baginya sekolah adalah mimpi buruk. Anak ini sesungguhnya jutsru pintar karena sebenarnya tidak ada anak yang bodoh. Akhirnya anak ini ditarik dari sekolah oleh orang tuanya dan menjalankan homeschooling. Akhirnya dia sukses menemukan potensi unggulnya.

Sekali lagi homeschholing atau tidak itu pilihan orang tua dan anak. Karena orang tua dan anak yang lebih tau apa yang terbaik untuk dirinya. Yang penting jangan ikut ikutan. Libatkan Allah SWT dalam setiap keputusan. Karena pendidikan adalah hak anak dan tanggung jawab yang harus diperjuangan orang tua.

Sumber foto : theunextreme.com


Monday, September 4, 2017

Ini Loh Benefit Yang Kita Peroleh Kalau Asik Ngeblog




yesielsandra.com. Era internet memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mengaktualsiaksikan diri melalui tulisan. Kalau dulu kita hanya bisa mengirimkan tulisan ke koran atau majalah agar bisa dibaca banyak orang, itupun tidak semua tulisan bisa dimuat. Tetapi sekarang tidak, dalam hitungan detik setelah kita posting, orang bisa membaca tulisan kita hingga ratusan ribu orang bahkan mungkin jutaan.

Bagi saya menulis adalah rekreasi tersendiri bagi jiwa saya. Senang bisa menumpahkan isi hati dan pikiran lewat tulisan. Ketika saya baru kenal internet tahun 1998, saya banyak menulis di yahoogroups.com. Selain di yahoogroup, saya menjadi kontributor lepas di eramuslim.com.  Salah satu tulisan saya yang masih tersimpan di eramuslim.com adalah Investasi. Tulisan ini dipublikasikan tanggal 9 Agusutus 2007, percis 10 tahun yang lalu. Karena keseringan nulis di Eramuslim, saya bertemu jodoh. Mau tau ceritanya, insya Allah nanti akan saya tulis di episode yang lain.

Selain di eramuslim.com saya juga menjadi kontributor di dakwatuna.com. Salah satu tulisan saya yang masih tersimpan di dakwatuna.com adalah Antara Facebook Dan Manusia Produktif. Dipublikasikan bulan Mei tahun 2009. Kedua tulisan ini banyak dibaca dan dishare orang ketika itu.

Saya sendiri baru memiliki blog sejak tahun 2009, waktu itu masih menggunakan domain gratisan. Tulisan pertama yang saya publikasikan Menyelesaikan Program Doktor Tanpa Lupa Memberi ASI. Sayang waktu itu saya masih "Anggek anggek ciek ayam" Pertama tama saja semangat, setelah itu blognya ngak dikelola dengan baik. Sejak menggunakan domain berbayar pada Maret 2017 saya ingin istiqomah menulis di blog sendiri.

Perkembangan blog ini sangat pesat. Jumlah visitor sudah mencapai ratusan ribu orang. Padahal baru aktif pertengahan maret 2017 ini. Kesempatan nulis agak terbatas karena saya hanya mengandalkan laptop nebeng punya suami. Dan blog ini sempat mati suri sejenak ketika saya pulang ke Padang selama 1 bulan. Baru setelah saya dibelikan laptop oleh suami sebulan yang lalu saya blog ini aktif lagi. Setiap hari visitor dan follower semakin bertambah.

Tidak sedikit tulisan di blog ini di share netizen di sosmednya. Kok bisa dishare banyak orang? Wah ngak tau juga ya. Saya mempromosikan blog ini di sosmed dan bergabung dengan berbagai  komunitas blogger. Salah satu komunitas yang kece adalah Kumpulan emak emak blogger.

Apa sih asiknya ngeblog? Kalau menurut saya sih asik banget. Bagi saya menulis adalah rekreasi bagi hati dan pikiran. Saya dapat menyampaikan apa yang ingin saya sampaikan yang tak dapat saya ucapkan dan didengar banyak orang. Dengan menuliskanya di blog orang dapat membaca dan mengetahuinya. Apalagi value yang saya dapat ketika menjadi kontributor di eramuslim.com adalah ketemu jodoh.

Ada rasa bahagia ketika tulisan kita selesai dibuat. Akan lebih bahagia lagi jika tulisan itu memberi banyak manfaat bagi banyak orang. Taunya bermanfaat dari mana, pertama, dari banyaknya komentar di blog, kedua dari banyaknya yang membaca dan menshare, ketiga dari banyaknya yang inbox.

Apa yang didapat setelah itu? Bagi saya yang utama adalah kepuasan batin yang tidak bisa dinilai dengan uang atau materi apapun. Pergaulan kita menjadi luas karena kita akan banyak berkenalan dengan banyak orang. Yang tidak kalah asiknya dari ngeblog adalah kita bisa mendapat uang.

Tidak sedikit orang yang menjadikan ngeblog sebagai pekerjaan utama. Dari ngeblog mereka mendapat banyak uang. Saya sendiri baru kemaren siang mendaftarkan blog ini ke Google Adsense. Mudah mudahan blog ini bisa menjadi salah satu sumber penghasilan.

Tetapi menurut saya yang terpenting adalah bukan seberapa banyak uang yang kita dapatkan dari ngeblog. Tetapi bagaimana kita dapat menyalurkan hobi kita. Kalaupun akhirnya kita dapat uang dari ngeblog, anggaplah itu bonusnya.

Bagaimana agar kita terus asik menulis di blog dan pembacanya banyak?
  1. Niatkan aktifitas ngeblog ini sebagai amal sholeh dan ibadah. Bukan untuk tujuan yang lain. Segala sesuatu itu tergantung pada niatnya.
  2. Pilih tema blog yang sesuai dengan passion kita. Walau sebenarnya pendidikan formal saya marketing, saya lebih memilih tema parenting dan pendidikan sebagai niche blog ini.
  3. Kata orang minang "Salero condong ka nan rancak" Artinya orang suka pada sesuatu yang cantik. Percantik blog kita agar kita betah menulis dan yang membacapun senang melihat tampilan blog kita.
  4. Promosikan blog kita di sosmed dan ikut komunitas blogger. Jika ingin orang lain banyak membaca blog kita maka promosikan blog kita dan bergabung dengan komunitas blogger.
  5. Sediakan waktu khusus untuk ngeblog. Usahakan kita memiliki waktu khusus untuk ngeblog. Kalau saya biasanya malam setelah anak anak tidur agar dapat menulis dengan nyaman dan santai. Kadang pas ada waktu senggang ngeblog juga. 
Benefit apa sih yang bisa kita dapatkan jika kita asik ngeblog? Menurut saya banyak sekali nilai positif yang akan kita raih kalau kita ngeblok diantaranya:

  1. Kepuasan batin. Kita akan mendapatkan kepuasan batin tersendiri setelah berhasil merampungkan sebuuah tulisan. Apalagi kalau tulisan itu dibaca dan bermanfaat banyak bagi orang lain.
  2. Menambah teman baru dan memperluas jaringan. Dengan ngeblog dan bergabung bersama komunitas blogger kita akan mendapat banyak teman dan memperluas jaringan.
  3. Menambah ilmu dan wawasan. Sebelum menulis tentunya kita akan membaca, mencari referensi serta rujukan dari tulisan orang lain. Mustahil kita bisa menulis kalau kita tak pernah membaca. Dan tau sendirikan membaca adalah jendelanya dunia.
  4. Menjadi sumber penghasilan. Sudah banyak orang yang mendapatkan uang dari aktifitas ngeblog. Sumber penghasilan bisa jadi dari menjual produk di blog, mereview produk orang lain, menjadi patner Google Adsense, menerima iklan dari orang lain dan sebagainya.
  5. Jika blog kita bermanfaat bagi orang lain, tentunya kita akan mendapatkan amal pahala. Menjadi amal sholeh. Bukanakah salah satu amal yang tak kan terputus sampai kita menigngal adalah ilmu yang bermanfaat buat orang lain. Nah yang ke lima ini yang paling saya cari.
  6. Bertemu jodoh. Ea...Kalau ini mah bonus banget. Nanti kalau ada kesempatan saya tulis kronologis bertemu jodoh gara gara tulisan.
    Nah babagaimana, apakah teman teman tertarik untuk ngeblog? atau bagi teman teman yang sudah punya blog tetapi maju mundur, kadang semangat 45 kadang ngak, yuk aktif lagi, saling menguatkan. Semoga aktifitas ini menjadi amal sholeh.
    Banyak orang yang sudah merasakan manfaat ngeblog. Salah satunya adalah mbak Dian. Cerita keasikan ngeblog beliau diikutsertakan dalam collaboration Kumpulan emak emak blogger. Asik membaca keseruan mbak Dian dengan blognya.