27.4.17

Seperti ini Bis di Jepang, Bayar Ongkos dan Menukarkan Uang di Mesin.

Tempat menukarkan uang
Naik bis di Jepang seperti naik kereta api di Indonesia, tepat waktu dan banyak melewati halte. Sangat nyaman dan aman. Bisnya besar seperti bis NPM Jurusan Padang Jakarta. Mungkin seperti bis Trans Jakarta, tapi saya belum pernah menaikinya. Ada Kursi khusus untuk orang tua, ibu hamil, ibu yang membawa anak kecil dan untuk penyandang cacat. Ada pegangan tangan untuk mereka yang berdiri jika kursi sudah penuh. Setiap kursi ada bel yang bisa ditekan jika kita ingin berhenti di suatu halte.

Di Padang juga ada Trans Padang, mobilnya 3/4. Tapi jadwalnya tidak menentu dan sistem pembayaranya walaupun bisa pakai kartu tapi sebagian besar masih manual. Penumpang membayar kepada Kenek dengan sebuah lembaran karcis sebagai bukti pembayaranya. Kenek akan berteriak menyebutkan setiap halte yang akan disinggahi, kemudian menekan bel tanda berhenti jika ada yang ingin berhenti.

Baca juga : Begini Cara Orang Jepang Buang Sampah

Bis di Jepang tidak ada kenek sama sekali. Hanya ada sopir. Sopirnya terlihat keren dengan pakaian yang necis dan rapi, pakai dasi dengan kemeja putih serta topi. Percis seperti pilot pesawat terbang. Saya pernah melihat ada perempuan juga yang menjadi sopirnya.

Jika tidak ada kenek bagaimana pembayaran ongkosnya? Nah itu dia yang menarik buat saya. Pembayaran ongkos bisa menggunakan kartu yang bisa kita isi ulang di dalam bis menggunakan mesin serba guna. Selain bisa untuk mengisi ulang dana kita di kartu itu, mesin ini juga berguna untuk menukarkan uang. Dan pastinya di mesin ini jugalah kita membayar ongkosnya dengan memasukkan sejumlah koin ke dalam lubang yang ada di mesin tersebut. Orang Jepang jujurnya kebangetan, jadi saya yakin tidak ada yang tidak bayar ongkos.

Baca juga : Lucunya Meja dan Kursi Anak Sekolah di Jepang

Kartu bis ICa bisa diunakan untuk seluruh rute di dalam kota

Itu gambar kartunya. Anak anak juga bisa memiliki kartu itu. Ongkos untuk anak anak separuh ongkos orang dewasa. Ongkos ditentukan dari jarak tempuh. Semakin jauh jaraknya maka ongkos juga akan semakin mahal. Ketika kita naik bis kartu itu di tempelkan pada mesin yang ada di dekat pintu masuk. Bagi yang tidak ada kartu bisa mengambil karcis yang juga otomatis keluar dari mesin dekat pintu masuk. Di karcis itu akan ada no yang menunjukkan berapa ongkos nanti yang harus dibayar ketika turun di sebuah halte. Di depan bis ada petunjuk berapa ongkos harus dibayar sesuai no di karcis.

Baca juga : Dua Kali Gagal, Akhirnya Diterima Di Jepang

Di dalam bis ada informasi otomatis dari rekaman suara seorang perempuan yang menginformasikan halte terdekat.  Di depan bis juga ada pengumuman bis akan berhenti di halte apa. Jika kita ingin berhenti cukup menekan tombol, sopir akan memberhentikan bis di halte itu. Jadi tidak ada yang teriak teriak minta berhenti di sutau tempat. Karena bis juga tidak bisa sembarangan berhenti. Ia hanya berhenti di halte.

Tanda biru tempat menempelkan kartu.
Setelah mobil berhenti penumpang dapat menempelkan kembali kartunya pada mesin yang ada di sebelah sopir. Menempelkanya di panah yang berwarna biru. Setelah kita tempelkan secara otomatis uang saldo kita di kartu akan berkurang sebanyak ongkos yang harus dibayar sesuai jarak tempuh. Keuntungan pakai kartu adalah penumpang tidak ribet bawa uang koin, penumpang tidak harus menukar uang di mesin, penumpang juga dapat bonus kurang lebih 10% dari sejumlah uang yang kita masukkan di dalam kartu. Kartu ini juga dapat kita gunakan untuk berlangganan. Misalnya kita berlangganan kartu 4 bulan ke kampus hanya membayar 16.000 Yen per 4 bulan. Penumpang bebas naik bis rute yang telah ditentukan kapan saja, sesering apapun.

 Baca juga : Apa sih Hanamian di Jepang
 
Jika tidak punya kartu kita dapat membayar pakai koin. Panah warna biru dalam foto berikut ini adalah tempat penumpang memasukkan ongkos. Jika kita tidak ada uang pas maka kita dapat menukarkan uang lebih besar ke pecahan yang lebih kecil. Misalnya menukarkan uang 1000 Yen. Nanti akan keluar uang koin 100 Yen dan beberapa uang 10 Yen atau 50 Yen. Jadi jangan khawatir soal pembayaran ongkos di dalam bis walaupun tidak ada kenek di dalamnya. Tempat menukarkan uang di tanda panah foto paling atas.
Tanda panah biru, tempat memasukkan ongkos

Di dalam bis hampir dipastikan tidak ada yang ngobrol keras keras sambil tertawa terbahak bahak dengan teman temanya. Sebagian besar penumpang cenderung asik dengan HP nya. Beda dengan saya dan teman teman yang masih suka ngobrol walapun pelan pelan di dalam bis.

Ongkos bis di Jepang termasuk mahal. Perjalanan saya pergi ke tempat les Nihonggo kurang lebih 10 Km dengan waktu antara 10-15 menit, ongkosnya 240 Yen, sekitar 30.000 rupiah. Makanya banyak orang bersepeda di Jepang. Selain ramah lingkungan bersepeda sangat kondusif di sini. Jalan bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda hampir sama besarnya dengan jalan bagi pengendara mobil. Jika cuaca sedang bagus saya ke tempat les atau ke supermnaket atau kemana saja menggunakan sepeda.

Kemana mana bersepeda







21.4.17

Cita Cita Kartini Pendidikan Bagi Fitrah Perempuan


Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai hari Kartini. Kartini adalah tokoh penggerak kemajuan bagi perempuan pada masanya. Ada pro dan kontra mengapa tanggal lahir kartini yang diperingati. Bukankah banyak juga tokoh perempuan yang tidak kalah hebat dari Kartini. Misalnya dari Aceh ada Cut Nyak Dien, atau dari Sumatera Barat ada Rohana Kudus.
Terlepas dari perdebatan siapa yang paling pantas tanggal lahirnya diperingati, pemikiran dan tindakan Kartini dan juga tokoh perempuan lain pada masa itu, agar perempuan mendapat pendidikan setara dengan laki laki adalah sebuah langkah yang luar biasa menginggat pada masa itu bahkan sampai hari ini perempuan masih terbatas mengakses pendidikan formal termasuk masih terbatas pengetahuan berkaitan dengan fitrah nya sebagai perempuan

Baik buruknya sebuah negara tidak terlepas dari pendidikan. Pendidikan adalah modal awal kemajuan bangsa. Bangsa yang maju hampir dipastikan memiliki perhatian yang tinggi terhadap pendidikan. Bicara pendidikan bukan hanya masalah jenjang akademik di sekolah formal belaka, tetapi bagaimana perempuan selain memiliki pendidikan formal juga diharapkan memiliki ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan peran yang diamanahkan langit dan bumi padanya, sebagai ibu yang mengadung, melahirkan, menyusui dan mendidik anak anaknya.

Itulah mengapa dalam Al-Quran ada satu surat khusus membicarakan perempuan, yaitu surat An Nisa. Allah yang menciptakan sangat tahu bahwa perempuan adalah makhluk spesial. Ada yang mengatakan perempuan itu lemah, tetapi kenyhataanya dia bisa kuat mengendong anaknya lebih dari sepuluh kilo berjam jam. Perempuan sanggup mengerjakan pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, menyapu dan pekerjaan rumah lainnya dalam waktu yang bersmaan padahal di satu sisi dia juga adalah seorang ibu bekerja di luar rumah. Perempuan juga disandingkan dengan harta dan tahta yang dapat membuat seseorang tinggi kedudukanya atau sebaliknya dapat jatuh terhina. Perempuan memang sangat special.

Maka tidak salah, Allah mengatur kehidupan perempuan sedemikian rupa agar perempuan dapat menjalankan misi kehidupanya yaitu melahirkan sekaligus mendidik generasi yang berakhlak, generasi yang baik secara fisik sekaligus baik juga fikroh atau pemikiranya.
Kartini menangkap pesan ini dengan kebeningan iman, hal itu dia sampaikan pada sahabat korespondenya, Stella, 18 Agustus 1899. “Bagi saya hanya ada dua macam keningratan, keningratan fikiran (fikroh) dan keningratan budi (akhlak). Tidak ada manusia yang lebih gila dan bodoh menurut persepsi saya dari pada melihat orang membanggakan asal keturunannya. Apakah berarti sudah beramal sholih orang yang bergelar macam Graaf atau Baron?… Tidaklah dapat dimengerti oleh pikiranku yang picik ini,…”

Mengapa peran ini begitu penting dimainkan oleh perempuan? Karena kehidupan awal manusia ada dalam rahimnya, kemudian ada dalam dekapannya saat disusui hinggga suatu saat anak itu memiliki kemandirian. Perempuan yang memiliki ilmu pengetahuan akan sadar pada saat tiga bulan pertama kehamilan kemungkinan badanya tidak akan nyaman, mungkin pusing, muntah bahkan ada yang bedrest total. Jika ia menyadari ini maka ia akan mampu mengelola ketidaknyaman ini dengan baik. Misalnya saat hamil banyak makan makanan bergizi, banyak berdialog dengan bayi, mengusap perut dengan lembut atau banyak mengaji dan mendengarkan muratal Al Qurn. Jika itu dilakukan maka bayi di dalam perut akan tenang dan tumbuh sehat. Begitupun ketika bayi lahir, segera diinisiasi menyusu dini, kemudian diberi ASI ekslusif hingga 6 bulan. Selanjutnya memberi MPASI atau makanan pendamping ASI dengan menu seimbang yang bergizi dan sesuai teksturnya dengan umur bayi. Belum lagi pengetahuan bagaimana berkomunikasi dengan suami agar tidak muncul banyak masalah yang berakibat perceraian. Serta yang tidak kalah penting bagaimana pola asuh antara orang tua dan anak yang sekarang lebih dikenal dengan ilmu parenting.


Pengetahuan dasar yang berkaitan dengan fitrah perempuan ini jauh lebih penting harus dimiliki perempuan. Karena pengetahuan seperti ini belum tentu didapatkan dalam bangku kuliah di perguruan tinggi. Sedangkan realitasnya sehari hari banyak problem dalam rumah tangga dan anak sehingga dapat merusak hubungan suami istri atau ketidak mampuan mendidik anak.

Surat Kartini pada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1901 agar perempuan mendapat pendidikan bukan karena perempuan lebih tinggi dari laki laki atau menjadi saingan laki laki, tetapi lebih kepada agar perempuan memiliki kemampuan dan keterampilan menjalankan firahnya seperti hamil, melahirkan, menyusui, mendidik anak. “Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya : menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama”.
Pendidikan yang dicita citakan Kartini bukan pendidikan formal semata seperti saat ini harus S1, S2 atau S3. Tetapi bagaimana perempuan juga harus diberikan pendidikan berkaitan dengan kewajiban yang diserahkan alam yang ke dalam genggamanya, seperti pengetahuna tentang kehamilan, pengetahuna manajemen ASI dan MPASI, parenting dan lain lain.

Jika perempuan memiliki pendidikan formal yang bak dan dia juga memiliki pengetahuan berkaitan dengan fitrahnya dengan baik, maka dapat dipastikan akan lahir keluarga keluarga yang harmonis. Dari keluarga keluarga itu lahir anak anak yang memiliki kepribadian dan karakter yang baik. Jika hal itu terjadi maka peradaban sebuah bangsa dapat dipastikan akan menjadi baik pula.

Mungkin perlu perjuangan yang sangat keras agar pemerintah dapat memfasilitasi dan memberikan pelayanan berkaitan dengan pendidikan yang yang menyangkut fitrah perempuan ini. Tetapi masyarakat luas seperti LSM, Ormas atau komunitas dapat mengupayakan lembaga pendidikan non formal bagi perempuan dimana materinya khusus membahas pendidikan dan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan firah perempuan. Masalahnya kita mau atau tidak.

Baca juga Pengalaman Menjadi Nara Sumber di RRI Nasional

20.4.17

Wah, Kok Bisa Gara Gara Menulis Bertemu Jodoh, Jadi Publik Speaker, dan Dapat Uang


Kata orang asam di gunung, garam di laut, kalau sudah jodoh akan bertemu juga. Nah mungkin kalimat ini sangat pas buat saya. Tak pernah terlintas dalam pikiran saya akan berjodoh denganya. Wah gara gara hobi menulis akhirnya mengantarkan saya bertemu jodoh.



Walau saya bukan penulis profesional, tetapi hobi ini telah memberi saya banyak benefit. Selain bertemu jodoh, menulis juga telah memberi saya banyak kesempatan. Saya pernah menjadi pemimpin redaksi sebuah media gara gara sering nulis di Yahoo groups waktu itu. Dari menulis saya berkesempatan menjadi membicara di depan publik hampir di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat. Dari menulis saya pernah diundang menjadi pembicara disebuah seminar di provinsi tetangga. 


Menulis juga mengantarkan saya jadi narasumber radio RRI Nasional. Tulisan juga membawa saya menjadi pengasuh acara Parenting Clinic di Radio Sipp FM 105.8 FM Padang. Semua terjadi begitu saja, mengalir saja. Padahal saya nulisnya ngak di koran, saya hanya punya blog yang tidak terawat, kirim tulisan ke beberapa situs dan menulis di facebook. Saya tidak punya target muluk muluk, yang penting bisa menulis itu sudah cukup membuat saya bahagia.


Mungkin ada yang bertanya, bagaimana ceritanya kok bisa dapat jodoh dari tulisan. Saya mulai kenal internet sejak tahun 1998. Saya bergabung dengan beberapa Yahoo groups. Dulu media sosial yang cukup terkenal adalah Yahoo groups. Sekitar tahun 2001 saya mulai mengirimkan tulisan ke situs berita. Dari sering kirim tulisan saya jadi kenal dengan redakturnya, walaupun tak pernah bertatap muka. Nah salah seorang redaktur situs ini tiba tiba mengenalkan temannya pada saya. Singkat cerita kami akhirnya ta'aruf, dan menikah deh.

Saya nggak pernah menyangka akan berjodoh gara gara tulisan. Padahal bagi saya menulis hanya jalan bagi saya agar bisa berbagi, bisa menumpahkan ide dan pikiran. Orang menilai kita dari apa yang kita tulis. Redaktur itu percaya pada saya, sayapun demikian sehingga mau dikenalkan pada temanya.

Dimana saja kita bisa menulis. Bahkan status status kita di Facebook juga dapat menjadi portofolio yang mendatangkan benefit. Dari status di Facebook saya pernah diundang mengisi seminar di sebuah kampus di Pekanbaru. Padahal ngak kenal dan belum pernah bertatap muka dengan panitianya.

Kesenangan menulis juga membuat saya dapat rezeki berupa uang. Saya menulis proposal riset dan Alhamdulillah kontrak dengan Dikti. Semua tidak terjadi secara tiba-tiba tiba. Perlu waktu bertahun-tahun tahun dan juga latihan terus menerus. Sampai hari ini saya masih merasa tulisan saya belum maksimal. Kadang kalau saya baca suka merasa gimana gitu. Kok nulisnya gitu sih, duh tulisannya kok lebai banget, banyak salah ketik, EYD yang belum benar. Kadang saya merasa ingin mendelet nya saja.

Saya menguatkan diri saya sendiri agar terus menulis. Buatlah tulisan yang bergizi, bermanfaat untuk pembaca dan diri sendiri. Nanti uang dan reputasi akan datang dengan sendirinya.

Baca juga : Menjadi Narasumber di radio RRI Nasional



19.4.17

Oh, Pantas Bersih, Begini Cara Orang Jepang Membuang Sampah

Kebersihan di negara Jepang tidak diragukan lagi. Hampir dipastikan tidak ada sampah berserakan di jalan. Jangankan di jalanan atau diperumahan penduduk,  di tempat wisatapun sampah tidak kita temukan.

Baca juga: Lucunya Meja dan Kursi Anak SD di Jepang

Pemerintah mengatur sedemikian rupa Pembuangan sampah ini.  Masyarakat diedukasi untuk memisahkan mana sampah plastik,  mana sampah kaleng, mana sampah basah rumah tangga dan lain lain. Setiap rumah atau apartemen ada pengumuman mengenai bagaimana membuang sampah ini disertai ilustrasi bentuk sampahnya.

Masyarakat telah memiliki kesadaran yang tinggi bagaimana membuang sampah. Mereka akan memisahkan dengan sendiri sampah sesuai kategorinya. Kebersihan sudah menjadi karakter masyarakat Jepang.

Baca juga : Dua Kali Gagal, Akhirnya Diterima di Jepang

Waktu Pembuangan sampah juga diatur pemerintah sedemikian rupa. Misalnya hari senin hanya boleh membuang sampah basah rumah tangga. Hari selasa waktunya membuang sampah kaleng,  hari rabu waktunya membuang sampah plastik dan seterusnya. Zona pembuangan sampah juga di atur. Misalnya rumah kita di daerah A, maka tempat membuang sampahnya di lokasi B. Tidak boleh membuang sampah di wilayah yang bukan zonanya. Jumlah tempat Pembuangan sampah sangat banyak sekali.  Sehingga tidak ada penumpukan sampah pada satu tempat.

Baca tentang saya di : Satu Lagi Putri Saniangbaka Meperoleh Gelar Doktor dari Unpad

Sebelum dibuang,  sampah sampah seperti botol bekas saus atau kecap harus dibersihkan dulu. Pantas saja comberan disini airnya tetap jernih. Sampah sampah harus dimasukkan dalam kantong plastik yang diikat. Jika sampahnya besar,  harus membayar ke pengelola dengan membeli sticker ditempat khusus.

Baca juga : Bagaimana Cara Bisa Kuliah di Jepang

Tempat sampahnya tertutup rapi dan tidak ada yang tercecer. Kalau kita lewat dekat tempat Pembuangan Sampah tidak akan merasakan bau yang tidak sedap. Oh pantesan negaranya bersih.

18.4.17

Lucunya Meja dan Kursi Anak SD di Jepang

Majunya sebuah negara tidak terlepas dari perhatian pemerintahnya yang besar terhadap pendidikan. Seperti di Jepang ini, saya melihat fasilitas sekolah yang sangat lengkap. Di SD Negeri Monorisato tempat anak saya sekolah sangat luas, ada lapangan in door dan out door yang sangat luas.

Sekolahnya terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama ada ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang kepegawaian, rak sepatu, tempat gantungan jaket, tempat payung yang berjajar rapi. Dilantai satu ini juga disediakan ruangan untuk sholat yang sangat representatif. Di SD ini kebetulan banyak orang Indonesia, sekolah sangat toleran dan menyediakan ruangan untuk sholat. Lantai dua ruangan kelas untuk kelas satu sampai kelas tiga. Anak kelas empat sampai kelas enam berada di lantai tiga. Ruangan kelasnya sangat besar besar dengna pintu yang sangat lebar. Dilantai dua dan tiga ini ada sedikit taman. Di lantai empat ada kolam renang. Biasanya digunakan saat musim panas. Seperti apa sekolah dasar di Jepang Klik di sini.

Setiap anak duduk sendiri sediri di meja dan kursi yang telah disediakan. Meja dan kursinya terbuat dari kayu yang berkualitas baik. Sangat ringan sehingga mudah digeser geser. Lucunya, seluruh kaki kursi dan meja dikasih alas seperti bola tenis. Mungkin tujuanya agar tidak mengores lantai yang terbuat dari kayu.

Saat Penyambutan kelas 1 SD di Aula
Saat penyambutan kelas satu SD di Ruang Aula, anak kelas lima dan enam ikut menghadiri. Mereka bertugas menyayikan lagu kebangsaan Jepang dan lagu mars sekolah. Setiap anak mengangkat sendiri kursi dari kelas ke ruangna. Mungkin itu salah satu gunanya kenapa kursinya sangat ringan. Anak anak itu sangat tertib. Walau mengangkat kursi, tidak terdengar keributan dan kericuhan. Semua berbaris dan berjalan secara teratur.

Anak mengangkat kursi sendiri
Baca juga Seperti Apa Hari Pertama Anak Kelas 1 SD di Jepang

Seperti itulah kursi anak SD di sekolah anak saya. Sangat menarik ya. Menurut anak anak saya mereka sangat menikmati sekolah. Alhamdulillah belum pernah mogok. Dan saya juga bersyukur mereka di sini tidak di bully oleh teman temanya. Karena menurut beberapa teman di Jepang ini anak anak tidak lepas dari bully membully baik secara fisik maupun verbal.

Semoga pendidikan di Indonesia kedepan lebih baik. Tidak ada lagi sekolah yang bocor dan rusak. Sehingga sekolah menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak anak.



17.4.17

Dua kali gagal, akhirnya diterima di Jepang

Kata orang bijak, kegagalan adalah kesuksesan yang tetunda. Ada juga yang mengatakan, jika kamu ingin sukses, maka bersiaplah dengan kegagalan. Tampaknya hal ini berlaku bagi suami saya.

Sejak lama kami merencakan bisa kuliah di luar negeri dengan beasiswa. Harapan terbesar ada pada suami saya, karena beliau belum S3. Saya selalu memberi semangat dan berusaha membantu mencarikan informasi kampus dan beasiswa.

Target semula, kami berencana mencari kampus di Eropa, jika tidak dapat di Asia saja, bisa Jepang atau Singapura. Sepertinya suami saya tidak terlalu semangat melanjutkan studi, sayanya saja yang terus mengebu gebu dan mendorong dorong. Dia santai saja. Sepertinya dia lebih asik menjadi struktural di LPTIK Unand. Katanya lebih menantang.

Dengan sabar saya terus mendorong. Baru tahun 2014 suami mencoba mengikuti tes di Kanazawa University. Mungkin belum rezekinya, suami saya belum lolos seleksi. Saya tidak kecewa, tetap terus mendorong dan berusha mencari informasi dan menyemangati. Saya merasa berkewajiban mendorongnya untuk terus tumbuh dan berkembang,

Tahun berikutnya dicoba lagi apply disebuah universitas di Inggris, tetapi gagal lagi. Sejak saat itu saya sarankan suami kursus TOEFL. Karena syarat untuk bisa lulus di luar negeri dan mendapatkan beasiswa, TOEFL minimal 550. Jadilah ditengah kesibukannya suami ikut kursus TOEFL. Alhamdulillah TOEFL naik sedikit. Minimal dapat batas yang disyaratkan.

Awal tahun 2016, suami coba lagi ikut tes di Kanazawa University. Alhamdulillah beliau akhirnya lulus dan mendapat LoA dari profesor di kampus itu. Tapi belum bisa tenang karena beasiswa belum dapat. Masih harus berjuang lagi, bersaing dengan ribuah dosen di seluruh tanah air untuk mendapatkan beasiswa LPDP-BUDI.

Kebetulan tahun 2016 beasiswa luar negeri yang biasa dikelola Dikti sekarang dikelola LPDP. Syarat untuk mendapatkan beasiswa ini diantaranya, harus memiliki LoA, TOEFL di atas 550, membuat tulisan berkaitan dengan motivasi diri dan beberapa syarat lain. Tidak ada tes tertulis. Hanya ada tes wawancara di Jakarta. Saya mendampingi semua proses itu, memberi semangat dan tentunya tak lupa mendoakan agar diberikan yang terbaik.

Ada 3 oang yang melakukan wawancara. 1 orang dari LPDP, 1 orang dari DIKTI dan 1 orang lagi psikolog. Wawancara menggunakan bahasa inggris. Kata suami saya pertanyaan nya seputar topik riset.

Alhamdulillah setelah melalui wawancara yang cukup menegangkan, bersaing dengan ribuan dosen, akhirnya suami saya mendapatkan beasiswa luar negri LPDP-BUDI tahun 2016. Bulan September beliau berangkat duluan. Kami menyusul bulan Desember.

Jika teman teman pernah gagal jangan kecewa. Teruslah berusaha. Karena tidak ada yang instan di muka bumi ini. Mi rebus instan aja perlu ada usaha untuk memakanya. Jangan menyerah, jika hari ini gagal, besok coba lagi. Jangan putus asa, teruslah berusaha, dan jangan lupa berdoa. Karena bisa jadi keberhasilan sudah di depan mata.

Salam hangat...










11.4.17

Hanami 2017 Persatuan Pelajar Indonesia di Kanazawa

Salam teman teman, terimakasih telah mengunjungi situs saya ini.

Saya ingin bercerita tentang Hanami Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Kanazawa tanggal 9 April 2017 lalu. Apa sih Hanami itu? Saya kutip dari Wikipedia, Hanami artinya melihat bunga, atau ohanami adalah tradisi Jepang dalam menikmati keindahan bunga, khususnya bunga sakura. Mekarnya bunga sakura merupakan lambang kebahagiaan telah tibanya musim semi. Selain itu Hanami juga berarti piknik dengan menggelar tikar untuk pesta makan makan di bawah pohon sakura.

Hanami tahun ini dilaksanakan dipinggir sungai Asanogawa yang cantik. Sungai ini sangat jernih airnya. Sungainya lebar, sepanjang sungai banyak sekali pohon sakura. Kadang saya melihat bebek berenang di sini. Damai sekali jika melewati sungai ini.

Pagi sekali sudah terbentang tikar warna biru, sepertinya semalam sebelum Hanami, panitia sudah meletakan tikar di pinggir sungai ini. Karena banyak yang hanamian di lokasi ini, sebaiknya memang harus nge tek lokasi lebih awal agar dapat yang strategis. Lokasi yang dipilih panitia sangat cantik, ada tangga tidak terlalu tinggi di bawah pohon sakura. Saya sendiri datang sekitar jam 11.00.

Layaknya sebuah pesta, banyak sekali makanan dan minuman. Bapak bapak membakar ikan yang sebelumnya sudah dilumuri bumbu oleh ibu ibu. Ada juga asinan, bubur kacang hijau, puding buah dan beraneka makanan kecil lainya. Walau mendung, tidak menyurutkan teman teman untuk hadir. Kurang lebih 100 orang hadir dalam pesta ini ditambah anak anak. Di Kanazawa banyak student baik S1, S2 maupun S3 beserta keluarganya di Kanazawa.

Panitia menyelenggarakan permainan untuk anak anak. Mereka sangat menikmati kegembiraan ini, apalagi ada hadiahnya bagi yang menang. Yang lain bersenda gurau, berdiskusi, saling sapa antara satu dengan lainya. Sebagian yang lain asik foto foto dengan sakura.

Walau matahari tak tampak, tapi Hanami 2017 terasa hangat. Selalu terasa kehangatan saat bersama warga Indonesia di sini. Kami sudah seperti keluarga sendiri. Setiap ada acara ibu ibu gotong royong menyiapkan makanan. Sehingga Hanami kali ini sangat banyak makanan khas indonesia. Hanami berakhir sekitar jam 14.

Semoga keindahan sakura membawa kebahagiaan dan musim semi ini menjadi penyemangat bagi mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang menuntut ilmu. Dan semoga kita bisa bertemu di Hanami tahun esok....

Terimakasih panitia, terimakasih pengurus PPI yang telah menyelenggarakan Hanami tahun ini. Foto dari PPI.

10.4.17

Seperti Apa Sekolah Dasar di Jepang?
















Salam semuanya....

Anak sekolah di Jepang tidak boleh diantar dan dijemput. Anak SD harus berjalan kaki berangkat dan pulang sekolah walaupun sekolah agak jauh dari rumah. Anak anak kami bersekolah di SD Morinosato, Alhamdulillah cukup dekat dari apartemen hanya berjarak kira kira 300 meter. Kebetulan apartemen kami cukup strategis, dekat dengan 3 halte bis dan posisinya percis diperempatan jalan. Tapi sewanya cukup mahal.

Hari pertama orang tua harus datang bersama anak ke sekolah. Lucunya hari pertama sekolah di sini bukan hari Senin, tapi hari Jumat jam 10.00. sedangkan anak kelas 2 sampai kelas 6 seperti biasa masuk jam 8.00 hari Jumat juga. Tetapi anak kelas 2 sampai kelas 4 pulang jam 9. Sedangkan kelas 5 dan 6 pulang jam 12. Anak kelas 5 dan 6 ikut pembukaan siswa baru di aula, mereka disiapkan untuk menyanyikan lagu kebangsaan Jepang dan sebagian bertugas memainkan alat musik pendukung.

Sebagian besar perlengkapan sekolah disediakan. Sekolah juga menyediakan label nama anak, karena semua perlengkapan itu harus dilabeli nama anak masing masing. Semua itu gratis. Subhanallah ya. Banyak gretong ya di sini. Sudahlah sekolah gratis, jas, rok dan topi gratis, perlengkapan sekolah juga dikasih. Sungguh saya bersyukur bisa berada di negara maju ini. 

Fasilitas sekolah lengkap sekali. Ruangan kelas besar dengan pintu yang sangat lebar. Kenapa pintunya lebar tidak seperti pintu kamar? Karena setiap dua bulan sekali ada kegiatan kunjungan orang tua ke sekolah. Ortu bisa melihat secara langsung proses belajar mengajar di luar maupun di dalam kelas.

Fatiya hari ini berangkat sekolah bersama kakaknya. Saya menjemput jam 10.30. Aduh saya jadi malu, karena ngak ada ortu Jepang yang menjemput anak nya kecuali saya bertemu dengan ortu dari Mesir yang anaknya sekelas dengan saya. 

Saya berdiri di pinggir pagar. Sayaelihat anak anak berbaris berkelompok. Rupanya anak anak itu dikelompokkan sesuai arah rumahnya. Untuk arah rumah ini masing masing anak diberi stiker di kartu namanya dan juga di peta yang dibuat sekolah. Peta itu diberi stiker nama anak kita dialamat rumahnya. Sedangkan anak kita diberi stiker berbagai warna. Anak saya warna abu abu kalau ngak salah.

Semua anak kelas satu ini berkelompok sesuai arah rumahnya, ada yang ke Utara,, ke barat, timur dan selatan.  D masing masing ada sensei yang memimpin. Anak anak berbaris dua dan mereka saling bergandengan. Di barisan paling depan sensei mengatur komando. Anak anak itu tertib. Tidak ada yang melepaskan tangan. Subhanallah. 

Saya mengikuti dari belakang. Dalam hati saya salut banget. Seperti ini kah orang Jepang mendidik kemandirian anak anak mereka? Pantesan anak anak pakai topi kuning yang ngejreng, mungkin supaya mereka mudah dikenali. 

Nantikan cerita selanjutnya ya...

7.4.17

Seperti Apa Hari Pertama Anak Kelas 1 SD di Jepang?

Tanggal 7 April 2017 hari ini adalah tahun ajaran baru anak sekolah di Jepang. Fatiya anak kami tahun ini masuk kelas 1, umurnya 6.5 tahun. Di Jepang syarat anak masuk SD minimal umur 6 tahun. Tidak boleh kurang walau seharipun. Anak anak harus bersekolah di sekolah negeri dekat rumahnya. Karena dekat anak SD harus berjalan kaki, walaupun jarak sekolah dari rumah cukup jauh. Tidak ada tes calistung, psikotes, atau tes tes lainya. Sekolah negeri di Jepang gratis termasuk untuk siswa asing.

Fatiya semangat sekali sekolah. Sejak subuh sudah siap siap. Dengan langkah tegap dan mantap ia mengayunkan kaki penuh semangat. Orang tua wajib mengantar hari pertama dengan pakaian formal. Ayah pakai jas dan ibu disarankan pakai kimono. Fatiya merupakan anak baru yang satu satunya pakai jilbab. Dia sekelas dengan anak dari Mesir.

Di depan pagar sekolah sudah menunggu beberapa sensei dan petugas sekolah. Orang tua dan anak kemudian meletakkan sepatu di rak sepatu yang telah ditentukan. Ada juga disediakan gantungan jaket dan tempat payung. Semua tertata rapi.

Sebelum masuk kelas yang sudah ditentukan, anak anak diabsen disebuah meja khusus. Di situ berdiri kakak kakak kelas yang akan mengantarkan anak anak baru ini ke kelas sampai tempat duduk masing masing. Kakak kelas juga menunjukkan loker tempat barang barang nantinya diletakkan.

Setelah semua anak hadir, kami para orang pergi ke Taikukang, semacam GOR indoor. Di dalamnya sudah duduk anak kelas 5 dan 6 yang nantinya akan menyayikan lagi kebangsaan Jepang. Tidak lama datang anak kelas 1 SD dibimbing sensei duduk paling depan dibangkitkan yang telah disediakan. Upacara pembukaan siswa baru inipun dimulai. Ada kata sambutan dari kepala sekolah dan beberapa tamu undangan, sepertinya mereka orang penting di bidang pendidikan. 

Setelah upacara selesai, anak baru dan orang tua kembali ke kelas. Di kelas disampaikan informasi informasi berkaitan dengan proses belajar mengajar, peralatan sekolah dan beberapa hal yang harus dipersiapkan anak anak.

Tidak ada anak yang menangis. Semua proses tertata rapi. Orang tua terlibat secara langsung dan mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan siswa. Pelayanan mereka sangat baik sekali kepada kami. Anak anak tampak gembira dihari pertama mereka sekolah. 

Dalam beberapa hal ada yang perlu kita duplikasi seperti melibatkan kakak kelas dalam membimbing siswa baru. Banyak lagi yang ingin saya ceritakan. Tunggu cerita selanjutnya.





6.4.17

Bagaimana Cara Bisa kuliah di Jepang?

Bagaimana caranya agar bisa kuliah di Jepang? Ini pertanyaan yang akhir akhir ini banyak ditujukan kepada saya. Saya tidak pernah kuliah di Jepang, saat ini hanya menemani suami Phd student di Kanazawa University. S1, S2 dan S3 saya di Indonesia.

Dari hasil browsing dan pengalaman suami mendaftar dulu saya coba uraikan. Untuk lebih lengkapnya teman teman bisa browsing sendiri ya. Karena sebenarnya bagaimana cara agar bisa kuliah di Jepang sudah banyak ditulis.

Sebelum memutuskan kuliah di Jepang, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa Jepang memiliki 4 musim. Saat musim dingin dan salju di berbagai daerah ada yang sampai minus 17°. Bayangkan betapa dinginnya. Dan saat musim panas juga sangat panas bisa lebih 40°. Kira kira teman teman kuat ngak dengan kondisi ini. Perlu difikirkan dampaknya, bagi yang alergi dingin ini tentu cukup menyulitkan.

Tentukan juga bidang apa yang ingin diambil. Jangan sampai mau kuliah di Jepang tapi ngak tau mau ambil jurusan apa. Tentukan juga kita mau kuliah di kota apa. Karena biaya hidup di kota seperti Tokyo atau Osaka sangat tinggi. Di daerah lain bisa lebih rendah seperti di Kanazawa tempat kami tinggal. Dan yang perlu juga harus ditentukan adalah kita mau kuliah di universitas apa. Universitas swasta dan negeri di Jepang sama baiknya. Tapi biaya di universitas swasta sedikit lebih mahal. Untuk pertanyaan di atas bisa dibrowsing masing masing universitas untuk mengetahui syarat apa saja yang harus dipenuhi. Dalam hal biaya, ada beberapa cara agar kita bisa kuliah di sini.

1. Biaya sendiri.

Jika ada dana banyak teman teman dapat kuliah dengan biaya sendiri. Uang kuliah dan biaya hidup sendiri. Jika ingin menabung bisa kerja part time. Cara seperti ini tentu agak berat ya mengingat biaya hidup sangat tinggi di Jepang.

2. Beasiswa dari Universitas

Biasanya setiap universitas mempunyai program beasiswa untuk mahasiswa asing. Tentukan universitas mana yang akan dipilih. Kunjungi situsnya dan pelajari apa saja syarat yang harus dipenuhi agar kita bisa dapat beasiswa dari universitas tersebut.

3. Beasiswa Monbukagakusho (MEXT)

Beasiswa MEXT ini dari pemerintah Jepang. Syaratnya cukup tinggi. TOEFL minimal 550. Beasiswa ini diberikan untuk mahasiswa asing mulai dari jenjang S1 sampai S3. Jumlah beasiswa yang diberikan cukup banyak untuk bisa hidup di Jepang. Kalau kita berhemat dan tinggal di kota yang tidak terlalu padat akan bisa menabung. Untuk lengkapnya dapat dilihat di sini http://www.studyjapan.go.jp

4. Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)

Beasiswa LPDP dari pemerintah negara kita. Suami saya dapat beasiswa ini. Kerjasama dengan Dikti. Menariknya beasiswa ini lebih besar dari MEXT. Syaratnya juga TOEFL di atas 550. Siapa saja warga Indonesia yang memenuhi syarat dapat memperoleh beasiswa ini. Tidak harus memiliki instansi dan tidak terikat dengan LPDP. Untuk info lengkapnya silahkan buka webitenya. http://www.lpdp.kemenkeu.go.id

5. Beasiswa dari perusahaan Jepang.

Perusahaan perusahaan Jepang cukup royal memberikan beasiswa baik bagi warga Jepang sendiri maupun warga asing. Salah satu rusahaan yang memberikan beasiswa adalah Panasonic​. Untuk lebih lengkapnya silahkan kunjungi situs nya. http://www.panasonicscholarship.com

Nah untuk teman teman yang ingin melanjutkan studi di Jepang, yuk siapkan diri sebaik baiknya. Silahkan tinggalkan komentar jika teman teman ingin mengetahui lebih detail. Insya Allah jika banyak permintaan akan saya lanjutkan.


5.4.17

Pengalaman Nyasar di Jepang

Hari ini jadwal saya les bahasa Jepang di internasional lounge. Orang asing gratis belajar nihonggo di sini. Biasanya saya les setiap hari Senin jam 14.30. Tapi mulai Minggu ini sensei (guru) memindahkan kelas kami ke hari Rabu jam 13.15

Perjalanan ke internasional lounge menggunakan bis kota kira kira 10 - 15 menit. Jika dengan sepeda kira kira 25 menit. 

Jam 12.40 saya keluar dari apartemen, di bawah telah menunggu Mbak Uni teman les saya. Mbak Uni dari Palu. Suaminya juga Phd student di Kanazawa University seangkatan dengan suamiku. Ada lagi orang Indonesia teman les yaitu Mbak Via dan Mbak Hasnah orang Indonesia juga.

Kami tidak memperhatikan nomor bis, pas jam 12.45 saat ada bis lewat kami langsung naik. Rupanya bis yang kami naiki ini tidak melewati halte Hirosaka tempat berhenti jika ingin ke international lounge. Alamak, bagaimana ini. Saya berfikir ikuti saja terus sampai bis ini berhenti di Kanazawa Eki (stasiun kereta api). 

Saya SMS suami, kata suami kemungkinkan bis yang kami tumpangi tidak ke Kanazawa Eki. Akhirnya kami mutuskan turun di sebuah halte. 

Tidak jauh dari dari halte itu ada halte lagi diseberangnya. Saya lihat ada bis nomor 22 akan lewat sekitar 40 menit lagi. Tapi ngak tau entah kemana tujuannya. Untungnya cuaca tidak terlalu dingin, sekitar 20°. Biasanya berkisar 8° sampai 12°.

Suami saya nelpon, dia bilang jalan kaki saja, telpon terputus karena HP saya mati karena low. Mbak Uni usul agar kami naik taksi. Saya bilang, ngak usah naik taksi. Kita coba naik bis 22. Seru berpetualang di negeri orang. Tepat pukul 13.32 bis nomor 22 datang. Dan saya bertanya apakah bis ini ke Kanazawa Eki. Sopirnya bilang iya. Alhamdulillah.

Dalam perjalanan saya mengenali pertokoan di pinggir jalan. Rupanya bis ini lewat Korinbo dan pasar tradisional Omico. Saya sudah beberapa kali ke sini mengantar anak anak ke perpustakaan anak dekat pasar ini. Hore kami tidak terlalu jauh nyasar. Saya bilang ke Mbak Uni kita turun di sini saja. 

Saat membayar ongkos dan lewat di samping sopir, sopirnya bicara dalam bahasa Jepang yang artinya kira kira "ini bukan Kanazawa Eki". Saya menunjuk ke pasar dan bilang mau ke pasar Omico.

Akhirnya kami belanja di pasar tradisional Jepang. Ngak terlalu tradisional juga sebenarnya. Tapi di sini banyak ikan. Saya beli ikan banyak sekali hanya 250 ¥. Beli apel 6 buah hanya 400 ¥, beli pisang isi 5 cukup besar hanya 200¥. Kalau di supermarket seperti Aeon ngak akan dapat segitu. Dan kami juga beli jeruk Sunkist yang sudah di bolongi tengahnya dan kita tinggal hisap airnya menggunakan sedotan, cukup mahal, 300 ¥. Ngak papalah, sekali kali nyobain minum jeruk langsung dari buahnya.

Akhirnya menggunakan bis nomor 95 dari pasar Omico ke Asahimachi sampai juga saya di apartemen sekitar jam 15.30. Seru juga nyasar kali ini. Rencana mau belajar malah jadi ke pasar.

Kanazawa, Jepang
5 April 2017




4.4.17

Menjadi Narasumber RRI Nasional

Hari Minggu tanggal 2 April 2017, saya diberi kesempatan oleh RRI Pro 3 Nasional untuk sharing mengenai ASI. Sebagai founder Komunitas Sumbar Peduli ASI dan MPASI saya berterimakasih kepada RRI yang sudah beberapakali mengundang saya untuk sharing di RRI dan menjadikan saya sebagai narasumber tingkat nasional.

Kenapa sih saya yang bukan dokter atau tenaga kesehatan ini mengajak ibu ibu untuk menyusui?, karena ASI adalah cairan terbaik untuk daya tahan, kecerdasan dan tumbuh kembang anak. Seberapapun tingginya pendidikan dan karier kita hayuk susui anak kita sebagai bentuk investasi dan tanggung jawab sebagai orang tua.

Selamat kepada bunda Siti Balqis Soraya dan Bapak Hendrizal MPd. Terimakasih telah tag dan share flyer saya. Ada gift nanti ya dari Jepang. Saya berikan insya Allah bukan Mei saat saya pulang ke Indonesia.


www.yesielsandra.com

WELCOME


Akhirnya kesampaian juga punya websitenya pribadi dengan alamat www.yesielsandra.com.

Bismillah, semoga kedepannya lebih konsisten menggunakan websitenya ini sebagai tempat dokumentasi dan pengembangan diri saya. Termasuk sarana silaturahim dengan teman teman dimanapun berada. 

Kanazawa, Jepang
4 April 2017
Mengisi Pelatihan Marketing Binis bagi Mitra Binaan CSR PT Semen Padang