20.4.17

Wah, Kok Bisa Gara Gara Menulis Bertemu Jodoh, Jadi Publik Speaker, dan Dapat Uang


Kata orang asam di gunung, garam di laut, kalau sudah jodoh akan bertemu juga. Nah mungkin kalimat ini sangat pas buat saya. Tak pernah terlintas dalam pikiran saya akan berjodoh denganya. Wah gara gara hobi menulis akhirnya mengantarkan saya bertemu jodoh.



Walau saya bukan penulis profesional, tetapi hobi ini telah memberi saya banyak benefit. Selain bertemu jodoh, menulis juga telah memberi saya banyak kesempatan. Saya pernah menjadi pemimpin redaksi sebuah media gara gara sering nulis di Yahoo groups waktu itu. Dari menulis saya berkesempatan menjadi membicara di depan publik hampir di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat. Dari menulis saya pernah diundang menjadi pembicara disebuah seminar di provinsi tetangga. 


Menulis juga mengantarkan saya jadi narasumber radio RRI Nasional. Tulisan juga membawa saya menjadi pengasuh acara Parenting Clinic di Radio Sipp FM 105.8 FM Padang. Semua terjadi begitu saja, mengalir saja. Padahal saya nulisnya ngak di koran, saya hanya punya blog yang tidak terawat, kirim tulisan ke beberapa situs dan menulis di facebook. Saya tidak punya target muluk muluk, yang penting bisa menulis itu sudah cukup membuat saya bahagia.


Mungkin ada yang bertanya, bagaimana ceritanya kok bisa dapat jodoh dari tulisan. Saya mulai kenal internet sejak tahun 1998. Saya bergabung dengan beberapa Yahoo groups. Dulu media sosial yang cukup terkenal adalah Yahoo groups. Sekitar tahun 2001 saya mulai mengirimkan tulisan ke situs berita. Dari sering kirim tulisan saya jadi kenal dengan redakturnya, walaupun tak pernah bertatap muka. Nah salah seorang redaktur situs ini tiba tiba mengenalkan temannya pada saya. Singkat cerita kami akhirnya ta'aruf, dan menikah deh.

Saya nggak pernah menyangka akan berjodoh gara gara tulisan. Padahal bagi saya menulis hanya jalan bagi saya agar bisa berbagi, bisa menumpahkan ide dan pikiran. Orang menilai kita dari apa yang kita tulis. Redaktur itu percaya pada saya, sayapun demikian sehingga mau dikenalkan pada temanya.

Dimana saja kita bisa menulis. Bahkan status status kita di Facebook juga dapat menjadi portofolio yang mendatangkan benefit. Dari status di Facebook saya pernah diundang mengisi seminar di sebuah kampus di Pekanbaru. Padahal ngak kenal dan belum pernah bertatap muka dengan panitianya.

Kesenangan menulis juga membuat saya dapat rezeki berupa uang. Saya menulis proposal riset dan Alhamdulillah kontrak dengan Dikti. Semua tidak terjadi secara tiba-tiba tiba. Perlu waktu bertahun-tahun tahun dan juga latihan terus menerus. Sampai hari ini saya masih merasa tulisan saya belum maksimal. Kadang kalau saya baca suka merasa gimana gitu. Kok nulisnya gitu sih, duh tulisannya kok lebai banget, banyak salah ketik, EYD yang belum benar. Kadang saya merasa ingin mendelet nya saja.

Saya menguatkan diri saya sendiri agar terus menulis. Buatlah tulisan yang bergizi, bermanfaat untuk pembaca dan diri sendiri. Nanti uang dan reputasi akan datang dengan sendirinya.

Baca juga : Menjadi Narasumber di radio RRI Nasional



Reaksi:

10 comments:

  1. wah namanya rejeki ya mbak .. pasti gak akan pernah ketuker ..... semangat terus pantang menyerah ayok terus nulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul sekali pak. Pada akhirnya Monet follow. Trimakasih hsudsh mampir.

      Delete
  2. Hahahah... betul banget, mba... menulis membuka salah satu jalan rejeki ya mba....

    ReplyDelete
  3. Menulis membuka banyak kejutan yang tidak terduga, nggak cuma membuat diri menjadi tenang, tapi bisa mendatangkan rejeki dan banyak hal lainnya.

    ReplyDelete
  4. Bener ya mba.. Jodoh memang rahasi Tuhan deh.. Ga nyangka2 aja bisa ketemu darimana :) ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, asam di gunung garam di laut kalau dah jodoh ketemu juga...

      Delete
  5. Alhamdulillah dan luar biasa. Memacu semangat menulis bagi yang lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat menulis mbak. Terimakasih sudah mampir.

      Delete