Wednesday, April 5, 2017

Pengalaman Nyasar di Jepang

Hari ini jadwal saya les bahasa Jepang di internasional lounge. Orang asing gratis belajar nihonggo di sini. Biasanya saya les setiap hari Senin jam 14.30. Tapi mulai Minggu ini sensei (guru) memindahkan kelas kami ke hari Rabu jam 13.15

Perjalanan ke internasional lounge menggunakan bis kota kira kira 10 - 15 menit. Jika dengan sepeda kira kira 25 menit. 

Jam 12.40 saya keluar dari apartemen, di bawah telah menunggu Mbak Uni teman les saya. Mbak Uni dari Palu. Suaminya juga Phd student di Kanazawa University seangkatan dengan suamiku. Ada lagi orang Indonesia teman les yaitu Mbak Via dan Mbak Hasnah orang Indonesia juga.

Kami tidak memperhatikan nomor bis, pas jam 12.45 saat ada bis lewat kami langsung naik. Rupanya bis yang kami naiki ini tidak melewati halte Hirosaka tempat berhenti jika ingin ke international lounge. Alamak, bagaimana ini. Saya berfikir ikuti saja terus sampai bis ini berhenti di Kanazawa Eki (stasiun kereta api). 

Saya SMS suami, kata suami kemungkinkan bis yang kami tumpangi tidak ke Kanazawa Eki. Akhirnya kami mutuskan turun di sebuah halte. 

Tidak jauh dari dari halte itu ada halte lagi diseberangnya. Saya lihat ada bis nomor 22 akan lewat sekitar 40 menit lagi. Tapi ngak tau entah kemana tujuannya. Untungnya cuaca tidak terlalu dingin, sekitar 20°. Biasanya berkisar 8° sampai 12°.

Suami saya nelpon, dia bilang jalan kaki saja, telpon terputus karena HP saya mati karena low. Mbak Uni usul agar kami naik taksi. Saya bilang, ngak usah naik taksi. Kita coba naik bis 22. Seru berpetualang di negeri orang. Tepat pukul 13.32 bis nomor 22 datang. Dan saya bertanya apakah bis ini ke Kanazawa Eki. Sopirnya bilang iya. Alhamdulillah.

Dalam perjalanan saya mengenali pertokoan di pinggir jalan. Rupanya bis ini lewat Korinbo dan pasar tradisional Omico. Saya sudah beberapa kali ke sini mengantar anak anak ke perpustakaan anak dekat pasar ini. Hore kami tidak terlalu jauh nyasar. Saya bilang ke Mbak Uni kita turun di sini saja. 

Saat membayar ongkos dan lewat di samping sopir, sopirnya bicara dalam bahasa Jepang yang artinya kira kira "ini bukan Kanazawa Eki". Saya menunjuk ke pasar dan bilang mau ke pasar Omico.

Akhirnya kami belanja di pasar tradisional Jepang. Ngak terlalu tradisional juga sebenarnya. Tapi di sini banyak ikan. Saya beli ikan banyak sekali hanya 250 ¥. Beli apel 6 buah hanya 400 ¥, beli pisang isi 5 cukup besar hanya 200¥. Kalau di supermarket seperti Aeon ngak akan dapat segitu. Dan kami juga beli jeruk Sunkist yang sudah di bolongi tengahnya dan kita tinggal hisap airnya menggunakan sedotan, cukup mahal, 300 ¥. Ngak papalah, sekali kali nyobain minum jeruk langsung dari buahnya.

Akhirnya menggunakan bis nomor 95 dari pasar Omico ke Asahimachi sampai juga saya di apartemen sekitar jam 15.30. Seru juga nyasar kali ini. Rencana mau belajar malah jadi ke pasar.

Kanazawa, Jepang
5 April 2017




Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment