Friday, April 7, 2017

Seperti Apa Hari Pertama Anak Kelas 1 SD di Jepang?

Tanggal 7 April 2017 hari ini adalah tahun ajaran baru anak sekolah di Jepang. Fatiya anak kami tahun ini masuk kelas 1, umurnya 6.5 tahun. Di Jepang syarat anak masuk SD minimal umur 6 tahun. Tidak boleh kurang walau seharipun. Anak anak harus bersekolah di sekolah negeri dekat rumahnya. Karena dekat anak SD harus berjalan kaki, walaupun jarak sekolah dari rumah cukup jauh. Tidak ada tes calistung, psikotes, atau tes tes lainya. Sekolah negeri di Jepang gratis termasuk untuk siswa asing.

Fatiya semangat sekali sekolah. Sejak subuh sudah siap siap. Dengan langkah tegap dan mantap ia mengayunkan kaki penuh semangat. Orang tua wajib mengantar hari pertama dengan pakaian formal. Ayah pakai jas dan ibu disarankan pakai kimono. Fatiya merupakan anak baru yang satu satunya pakai jilbab. Dia sekelas dengan anak dari Mesir.

Di depan pagar sekolah sudah menunggu beberapa sensei dan petugas sekolah. Orang tua dan anak kemudian meletakkan sepatu di rak sepatu yang telah ditentukan. Ada juga disediakan gantungan jaket dan tempat payung. Semua tertata rapi.

Sebelum masuk kelas yang sudah ditentukan, anak anak diabsen disebuah meja khusus. Di situ berdiri kakak kakak kelas yang akan mengantarkan anak anak baru ini ke kelas sampai tempat duduk masing masing. Kakak kelas juga menunjukkan loker tempat barang barang nantinya diletakkan.

Setelah semua anak hadir, kami para orang pergi ke Taikukang, semacam GOR indoor. Di dalamnya sudah duduk anak kelas 5 dan 6 yang nantinya akan menyayikan lagi kebangsaan Jepang. Tidak lama datang anak kelas 1 SD dibimbing sensei duduk paling depan dibangkitkan yang telah disediakan. Upacara pembukaan siswa baru inipun dimulai. Ada kata sambutan dari kepala sekolah dan beberapa tamu undangan, sepertinya mereka orang penting di bidang pendidikan. 

Setelah upacara selesai, anak baru dan orang tua kembali ke kelas. Di kelas disampaikan informasi informasi berkaitan dengan proses belajar mengajar, peralatan sekolah dan beberapa hal yang harus dipersiapkan anak anak.

Tidak ada anak yang menangis. Semua proses tertata rapi. Orang tua terlibat secara langsung dan mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan siswa. Pelayanan mereka sangat baik sekali kepada kami. Anak anak tampak gembira dihari pertama mereka sekolah. 

Dalam beberapa hal ada yang perlu kita duplikasi seperti melibatkan kakak kelas dalam membimbing siswa baru. Banyak lagi yang ingin saya ceritakan. Tunggu cerita selanjutnya.





Reaksi:

17 comments:

  1. Replies
    1. Seru sekali mbak, saya melihat antusiasme dan mata yang berbinar binar..Terimakasih telah mampir...

      Delete
  2. Seru ya mb.. Anak2 jln kaki, seperti sekolah jaman dulu. Sekarang dekat aja pd diantar-jemput..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mbak. Trimakasih sudah mampir.

      Delete
  3. Ditunggu mbak cerita selanjutnya, gak sabar nih hihihi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah mbak, hari kedua ini juga seru pulangnya..

      Delete
  4. Sepertinya seru sekali ya pengalaman Fatiya. Ditunggu kelanjutan ceritanya ya, Mbak. :D

    ReplyDelete
  5. Kalau bisa Di Padang mode tu lo sakolahnyo ndak si.

    ReplyDelete
  6. Dulu suamiku pas sekolah di jepang saat msh TK sampe SD kls 2.. Dia memang ga begitu inget, tp mama mertua cerita kalo di sana memang sistemnya bagus.. Dan suamiku sendiri dulu jg slalu semangat tiap waktunya sekolah.. Pengen yaa sistem sekolah di indo bisa sama bgsnya begitu.. Bisa bikin anak2 jd semangat gt utk belajar dan sekolah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul bu...wah pasti suaminya masih ingat momen2 ketika sekolah di jepang ya...di kota mana tinggalnya bu?

      Delete
  7. Keren... saya mendamba sekolah di Jepang... hahahaha... aamin... salam kenal ya mba....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mbak, semoga suatu saat bisa ya...

      Delete