10.4.17

Seperti Apa Sekolah Dasar di Jepang?
















Salam semuanya....

Anak sekolah di Jepang tidak boleh diantar dan dijemput. Anak SD harus berjalan kaki berangkat dan pulang sekolah walaupun sekolah agak jauh dari rumah. Anak anak kami bersekolah di SD Morinosato, Alhamdulillah cukup dekat dari apartemen hanya berjarak kira kira 300 meter. Kebetulan apartemen kami cukup strategis, dekat dengan 3 halte bis dan posisinya percis diperempatan jalan. Tapi sewanya cukup mahal.

Hari pertama orang tua harus datang bersama anak ke sekolah. Lucunya hari pertama sekolah di sini bukan hari Senin, tapi hari Jumat jam 10.00. sedangkan anak kelas 2 sampai kelas 6 seperti biasa masuk jam 8.00 hari Jumat juga. Tetapi anak kelas 2 sampai kelas 4 pulang jam 9. Sedangkan kelas 5 dan 6 pulang jam 12. Anak kelas 5 dan 6 ikut pembukaan siswa baru di aula, mereka disiapkan untuk menyanyikan lagu kebangsaan Jepang dan sebagian bertugas memainkan alat musik pendukung.

Sebagian besar perlengkapan sekolah disediakan. Sekolah juga menyediakan label nama anak, karena semua perlengkapan itu harus dilabeli nama anak masing masing. Semua itu gratis. Subhanallah ya. Banyak gretong ya di sini. Sudahlah sekolah gratis, jas, rok dan topi gratis, perlengkapan sekolah juga dikasih. Sungguh saya bersyukur bisa berada di negara maju ini. 

Fasilitas sekolah lengkap sekali. Ruangan kelas besar dengan pintu yang sangat lebar. Kenapa pintunya lebar tidak seperti pintu kamar? Karena setiap dua bulan sekali ada kegiatan kunjungan orang tua ke sekolah. Ortu bisa melihat secara langsung proses belajar mengajar di luar maupun di dalam kelas.

Fatiya hari ini berangkat sekolah bersama kakaknya. Saya menjemput jam 10.30. Aduh saya jadi malu, karena ngak ada ortu Jepang yang menjemput anak nya kecuali saya bertemu dengan ortu dari Mesir yang anaknya sekelas dengan saya. 

Saya berdiri di pinggir pagar. Sayaelihat anak anak berbaris berkelompok. Rupanya anak anak itu dikelompokkan sesuai arah rumahnya. Untuk arah rumah ini masing masing anak diberi stiker di kartu namanya dan juga di peta yang dibuat sekolah. Peta itu diberi stiker nama anak kita dialamat rumahnya. Sedangkan anak kita diberi stiker berbagai warna. Anak saya warna abu abu kalau ngak salah.

Semua anak kelas satu ini berkelompok sesuai arah rumahnya, ada yang ke Utara,, ke barat, timur dan selatan.  D masing masing ada sensei yang memimpin. Anak anak berbaris dua dan mereka saling bergandengan. Di barisan paling depan sensei mengatur komando. Anak anak itu tertib. Tidak ada yang melepaskan tangan. Subhanallah. 

Saya mengikuti dari belakang. Dalam hati saya salut banget. Seperti ini kah orang Jepang mendidik kemandirian anak anak mereka? Pantesan anak anak pakai topi kuning yang ngejreng, mungkin supaya mereka mudah dikenali. 

Nantikan cerita selanjutnya ya...

Reaksi:

6 comments:

  1. Kapan Indonesia bisa seperti ini yah Bu. Subhanallah senang sekali baca tulisan2an ibu.

    ReplyDelete
  2. Kapan Indonesia bisa seperti ini yah Bu. Subhanallah senang sekali baca tulisan2an ibu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga suatu saat indonesia bisa seperti ini ya bu. Terimakasih telah berkunjung...

      Delete
  3. Kasian anak anak sd kita di Indonesia. Pergi sekolah harus bawa tas seperti orang mau naik gunung dan dijejali dgn terlalu banyak ilmu yg tdk semua akan dipakai dalam kehidupan nyata.

    ReplyDelete
  4. Kasian anak anak sd kita di Indonesia. Pergi sekolah harus bawa tas seperti orang mau naik gunung dan dijejali dgn terlalu banyak ilmu yg tdk semua akan dipakai dalam kehidupan nyata.

    ReplyDelete