29.7.17

Ibu, Semangat Ya, La Tahzan....



yesielsandra.com. Ibu, dulu mungkin engkau wanita aktif, enerjik, bintang kampus yang penuh pesona. Waktu terus bergulir, Engkaupun akhirnya wisuda, sebagian mungkin bekerja dan dipuncak kebebasanmu engkau merindukan hadirnya seseorang yang bisa menemani hari harimu, menemani sepimu. Engkau merindukan hadirnya seorang laki laki yang dapat melindungi mu, tampan dan mungkin juga mapan.

Allah mengabulkan doamu. Kini engkau seorang istri. Permintaanmu bertambah pada Tuhan. Engkau ingin punya anak yang lucu dan pintar. Allah maha pengasih dan penyayang, dia kabulkan lagi doamu. Kini hadir tidak hanya satu atau dua anak yang lucu. Sebagian memiliki lebih dengan jarak kelahiran rapat.

Disini engkau mulai diuji. Anak anak yang lucu itu memaksamu menyimpan ijazah mu jauh di sudut lemari. Anak anak yang engkau rindu rindukan itu membuat engkau sibuk tak terkira. Jangankan untuk beribadah, bersolek saja engkau sering tak lagi memiliki waktu. Pagi sudah mulai sibuk di dapur, siang sibuk dengan kain, malam suami sudah pula menunggu. Tak ada waktu istirahat sejenak saja, tak lagi kau nikmati waktu bermain main bersama geng mu waktu SMA atau kuliah dulu. Bahkan engkau tak lagi tau apa yang terjadi di luar karena urusan mu di dalam rumah sudah sangat menyita waktumu.

Kadang anak anakmu tak seperti yang engkau harapkan. Katamu mereka nakal, mereka selalu berantem, selalu merengek minta di gendong. Belum lagi tingkah polanya yang lain yang selalu manjat, Jingkrak Jingkrak di kursi dan tempat tidur, mandi tiap sebentar di kamar mandi, air yang tumpah, mainan yang berserakan, ah itu semua membuat kepalamu pening dan pusing.

Dan suamimu, ah dia yang dulu kau rindu rindukan, belum bisa memenuhi seluruh kebutuhanmu. Engkau berharap dia memberi rumah yang luas dan nyaman, kendaraan yang bagus. Ternyata semua masih mimpi dan angan angan. Kadang suamimu seperti cuek bebek dengan sibuk mu. Dia tak sedikitpun membantu meringankan bebanmu. Dan akhirnya engkau semakin terpuruk, tangis mu akhirnya tumpah. Tapi percayalah sahabatku, dunia belum berakhir....

La tahzan. Bersyukurlah engkau punya suami. Betapa di luar sana banyak saudari kita yang sujud tersungkur mengharap diberikan pendamping tapi belum dikabulkan Allah. Mereka sepi dalam kesendirian hingga usia terus berkurang.

La tahzan. Bersyukur engkau memiliki anak. Banyak saudari kita di luar sana rahimnya belum dipercaya Allah mengandung janin. Ketika kita memiliki anak yang rewel, ribut terus, berkelahi terus, berantakan rumah terus, kita juga harus bersyukur karena mereka masih bisa beraktivitas, mereka kreatif dan aktif. Banyak di luar sana anak tergolek tak berdaya di dipan rumah sakit. Banyak anak di luar sana tubuhnya terpasang selang dan tiap sebentar jarum suntik menusuknya.
Bunda jika hari ini engkau sering marah marah, kesal tak menentu, sering memukul, mencubit anak anakmu, mungkin engkau lelah. Bicaralah dari hati ke hati dengan suamimu. Berbagi peranlah dengannya.

Dan engkau wahai para suami, lihatlah istrimu. Bukan mereka tak mencintai dirimu dan buah hati kalian. Istrimu mungkin lelah, ambil alihkan tugas mereka, berikan istrimu kesenangan lain yang diinginkannya walau itu tidak tiap hari. Bahagiakanlah dia, dengarlah curahan isi hatinya yang terdalam, karena rahimnya telah mengandung anakmu dalam keadaan letih dan lelah. Engkau Harus berterima kasih, melindungi dan menyayanginya.

Duhai engkau para suami. Berikanlah kesempatan istrimu memanjakan dirinya sejenak. Agar mereka memiliki energi untuk mendidik anak anakmu. Berikanlah kesempatan ia menuntut ilmu agar ia bisa menjadi madrasah yang terbaik bagi anak anakmu.

28.7.17

Rahasia mendidik anak 0-7 tahun



yesielsandra.com. Memilih pendidikan berbasis rumah adalah konsekwensi yang tidak mudah bagi orang tua. Diperlukan kreatifitas, kesabaran, keikhlasan dan ilmu yang terus ter up date agar kita tetap waras dan Istikomah menjalankan misi peradaban.

Anak anak 0-7 tahun adalah masa yang sangat penting sekali dalam tumbuh kembangnya. Pada saat ini bermain adalah kegiatan dominan. Anak anak pada usia ini belum memiliki tanggung jawab baik secara sosial, moral dan hukum.

Baca juga :

Ibu, Semangat, La Tahzan....

Walau begitu sebaiknya orang tua memiliki kurikulum yang dapat mengarahkan dirinya agar bisa menjadi fasilitator sekaligus agar bisa mendokumentasikan kegiatan anak. Sehingga akan terlihat apa yang sudah dan belum diajarkan kepada anak. Kurikulum anak usia 2-6 tahun silahkan Klik di sini

Pada usia 0-7 tahun, menurut Ustadz Harry Santosa, ada 3 fitrah anak yang sebaiknya menjadi perhatian orang tua agar bisa dibangkitkan dan dikelola secara maksimal, yaitu fitrah keimanan, fitrah belajar dan fitrah bakatnya.

Baca juga tulisan menarik ini:

Ingin Anak Kreatif Inovatif dan Prestatif?

Fitrah keimanan adalah membangkitkan kesadaran dan pengetahuan anak bahwa Allah SWT adalah Rabb yang menciptakan. Caranya adalah dengan keteladanan dan menceritakan kisah inspiratif. 

Contoh yang saya lakukan adalah, ketika bayi, saat menyusui saya bisikkan di telinganya kalimat, "La ila haillallah". Sebelum menyusui ajak baca bismillah. "Mau mimik ya sayang, yuk baca bismillah dulu". Setelah mimik, saya bilang, "Alhamdulillah, trimakasih Allah". Dari bayi dia sudah terbiasa mendengar kata "Allah"

Ketika memasak, jalan jalan atau melihat tumbuhan dan binantang, saya sampaikan semua Allah yang menciptakan. Setelah dia mengenal dirinya, namanya, anggota tubuhnya, sampaikan kalau semua Allah yang menciptakan. Sekali kali nanti tanya, siapa yang menciptakan Rabia? Dia jawab cepat sekali, "Allah". Siapa yang menciptakan kambing, dia akan segera menjawab dengan lantang, "Allah".

Kita juga dapat membuat improvisasi cerita inspiratif atau mendongeng. Atau bahkan membuat lagu karya sendiri. Misalnya, satu satu Rabia sayang Allah, dua dua Rabia sayang Rasulullah, tiga tiga sayang Abi bunda, satu dua tiga sayang semuanya.

Membangkitkan fitrah keimanan dapat juga dengan mengajak anak sholat. Ketika bayi anak kami sekali kali diajak ke mesjid oleh Abi nya. Di rumah juga selalu diajak dan dikenalkan tanpa memaksa dan mentargetkan. Biasanya hanya ngajak. "Sholat yuk". Kadang dia mau, kadang tidak. Kadang bahkan dia sholat sendirian sambil komat kamit entah apa yang disebut. 

Itu semua sangat membantu anak untuk bisa mandiri dalam sholat. Tidak perlu teriak teriak lagi nyuruh anak sholat. Apalagi sholat subuh. Orang dewasa saja sulit bangun subuh. Tapi jika fitrah keimanan anak sudah bangkit akan sangat mudah sekali menyuruh anak sholat termasuk sholat subuh ke mesjid. Saya sampaikan ke anak laki laki, jika kamu bisa mudah ke mesjid sholat subuh, insya Allah dunia dan seisinya akan sangat mudah kamu genggam ketika kamu dewasa.

Membangkitkan fitrah belajar dapat dilakukan melalui logika dasar dan bahasa ibu. Setiap aktivitas harian yang orang tua lakukan dapat dijadikan sarana belajar. Lagi memasak bisa jadi sarana belajar mengenal warna, mengenal bentuk, mengenal proses. Dari anggota tubuh anak juga dapat belajar berhitung. 

Jika memungkinkan orang tua dapat investasi menyediakan sarana belajar yang lebih modern. Menyediakan buku yang berbahan tebal, menyediakan kertas origami, pensil warna atau crayon, Lego, melakukan percobaan sederhana dll. Tetapi tanpa itupun anak anak bisa belajar. Belajar di alam, pergi ke taman, ajak keliling kampung, itu semua adalah sarana belajar yang luar biasa.

Dari semua diatas, berlahan dan simultan kelak kita dapat melihat kemana bakat anak kita. Dokumentasikan seluruh kegiatan anak, nanti bisa ditarik benang merahnya. Tidak mudah dan tidak singkat memang. Perlu kesabaran, perlu keikhlasan, perlu pengorbanan. Sepanjang anak kita melakukan sesuatu itu dengan enjoy, exspert, earn, exellence bisa jadi itu bakat dan potensi unggul anak kita. 

Jika fitrah keimanan anak kita bangkit maka anak kita akan beriman kepada Allah SWT selamanya, jika fitrah belajarnya bangkit maka anak kita akan menjadi pembelajar seumur hidupnya. Dan jika pekerjaan anak kita sesuai dengan bakat dan potensinya maka dia akan menjadi manusia yang produktif berkarya, dia akan menjadi manusia pembaharu yang luar biasa manfaatnya bagi dirinya, lingkunganya dan alam semesta. 

Baca Juga :
minat kuliah dii jepang ini beasiswa yang bisa diikuti

27.7.17

Minat Kuliah Di Jepang? Ini Beasiswa yang Dapat Diikuti



yesielsandra.com. Apakah Anda berminat kuliah di Jepang? Walaupun saya hanya mengikuti suami tugas belajar di Kanazawa University, saya ingin sekali agar orang Indonesia banyak yang bisa kuliah di sini. Menurut saya kehidupan di Jepang sangat menarik. Baik dari sisi budaya, sosial maupun pendidikanya.

Menariknya di Jepang ini menurut saya adalah pelayananya. Pelayanan publiknya sangat ramah. Walau kita orang asing tapi diperlakukan sama dengan warga Jepang. Jangan khawatir jika kita dan anggota keluarga tidak bisa bahasa Jepang. Di sini teman teman nanti bisa les bahasa Jepang gratis di International Lounge.

Atau bagi yang memiliki anak sekolah ada volunteer di sekolah yang akan mengajarkan bahasa Jepang untuk anak sekolah dan juga orang tuanya. Semuanya gratis.

Dan yang lebih menarik lagi adalah ada tunjuangan untuk anak. Walau kita orang asing, alhamdulillah dapat juga. Anak pertama dan kedua dapat 10.000 Yen. Anak ketiga, keempat dan seterusnya dapat 15.000 Yen perbulan. Anak kami 4 orang, hitung aja dapat tunjanganya berapa sebulan. Alhamdulillah dapat 50.000 Yen perbulan. Bener ya, banyak anak banyak rezeki.

Suami saya dapat beasiswa LPDP-BUDI. Selain beasiswa untuk mahasiswa, ada juga tunjangan untuk keluarga dari LPDP. Jumlahnya 50% dari beasiswa. Jika teman teman bisa kuliah di Jepang income teman teman bisa diperoleh dari beasiswa, tunjangan keluarga dan tunjangan anak.

Ini beberapa Link yang bisa temen temen kunjungi untuk mendapatkan beasiswa.

Beasiswa Ristekdikti dari Indonesia
Beasiswa LPDP Dari Pemerintah Indonesia
Beasiswa MEXT Dari Pemerintah Jepang
Beasiswa Mitsui Bussan Scholarship
Beasiswa Panasonic

10 Tips Agar Mendapat Jodoh dan Apa Yang Harus Dilakukan Jika Belum Datang



Yesielsandra.comBanyak sekali yang merindukan datangnya jodoh. Salah satu konsultasi yang masuk kali ini berkaitan dengan jodoh. Kurang lebih masalahnya seperti ini:

Saya Putri, bukan nama sebenarnya, 31 tahun. Saya ingin sekali menikah. Beberapa kali taaruf selalu gagal. Saat ini saya ada perasaan ke seseorang, tapi saya pesimis karena umurnya jauh lebih muda dari saya. Tuntutan orang tua dan lingkungan membuat saya stress dan rasanya ingin mati saja agar beban pikiran saya berakhir.

Permasalahan di atas tidak saja terjadi pada Putri. Saya yakin banyak perempuan yang sudah berumur tetapi belum bertemu dengan jodohnya. Tapi sebenarnya tidak hanya perempuan yang banyak belum bertemu jodoh. Saya mengenal beberapa laki laki dewasa juga belum bertemu jodohnya. Padahal teman teman saya itu telah memiliki pekerjaan yang baik. Jodoh benar benar rahasia Allah.

Saya sangat memahami apa yang Putri rasakan hari ini, karena sayapun pernah dalam kondisi seperti itu. Umur sudah semakin banyak, pekerjaan sudah mapan, pendidikan juga baik tapi belum bertemu jodoh. Orang tua dan lingkungan selalu bertanya, kapan menikah? Aduh pusing sekali menjawabnya.Kalau ada yang bertanya kapan nikah, pengen nonjok rasanya. Buat teman teman, tolong, please, jangan tanya kepada perempuan lajang, kapan menikah. Sulit menjawabnya. Karena perempuan itu sifatnya pasif. Beda dengan laki laki. 

Sebenarnya jodoh itu tidak disegerakan, tidak juga diperlambat oleh Allah. Ia datang pada saat yang tepat. Berprasangka baiklah kepada Allah. 

Baiklah, teman teman yang hari ini belum bertemu jodoh, jangan bersedih, jangan stress apalagi sampai mau mati saja. Menikah bukanlah satu satunya jalan kebahagiaan. Tidak sedikit orang yang telah menikah justru tercabik kebahagiaanya karena banyaknya masalah dalam pernikahan. Apakah itu dengan suami, istri, ipar, mertua, anak, lingkungan dsb. Tapi jangan juga takut menikah, karena menikah atau tidak kita akan selalu berhadapan dengan persoalan persoalan hidup.

Baiklah, lantas apa tips agar mendapat jodoh dan apa yang harus dilakukan jika belum datang?

1. Luruskan niat

Sesungguhnya amalan itu tergantung pada naitnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan sesuai apa yang diniatkan, barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang akan didapatkanya atau karena wanita yang akan dinikahkanya, maka hijrahnya sesuai dengna apa yang diniatkanya *HR Bukhari Muslim.

Luruskan dan benarkan niat kita menikah hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Niatkan kita menikah karena ingin menyempurnakan dien kita. Niatkan kita menikah karena ingin menjaga kehormatan diri kita. JIka niat kita baik dan baik dan benar, prosesnya baik dan benar maka hasilnya akan baik juga. 

2. Perbaiki kualitas diri, amal dan ibadah kita terus menerus.

Tidaklah cinta itu bergerak ke arah yang satu frekwensi dengannya. Perempuan yang baik akan bertemu dengan laki laki yang baik. Jodoh kita akan datang seiring kita memperbaiki kualitas diri, amal dan ibadah secara terus menerus.

3. Tidak meninggikan kriteria

Ukur diri kita. Jangan muluk muluk menargetkan jodoh kita. Ada 4 faktor menikahi seseorang, karena hartanya, kecantikanya, nasabnya, dan agamanya. pilihlah pertimbangan kita menikah dengan seseorang karena agamanya. Bukan hanya sekedar sholat dan puasanya, tapi lihat juga fikrah islamiyahnya. Dahulukan kriteria yang berkaitan dengan akhirat, bukan hanya dunia, seperti pendidikanya, kerjaanya, gajinya, dll.

Tetapi jangan juga merendahkan diri kita. Misalnya karena umur sudah semakin bertambah, akhirnya kita bebas saja menikah dengan siapa saja tanpa mempertimbangkan kemslahatan bersama.

Saya ingat waktu memutuskan menikah dengan suami dulu. Beliau hanya tamat D3, sedangkan saya sedang kuliah S3. Penghasilan hanya 800 ribu perbulan. Bulan madu hanya di sebuah kontrakan kecil berupa kamar 3 x 3 dimana semua ada di kamar itu termasuk tempat tidur, dapur, kamar mandi dan WC.

4. Perbanyak ibadah sunnah

Jodoh itu rahasia Allah. Mendekatlah kepada Allah lebih dekat lagi. Berlarilah kepada Allah lebih kencang lagi. Sebutlah nama Allah lebih banyak lagi. Berdoalah kepada Allah lebih khusuk lagi. Sibukkan diri kita dengan memperbanyak ibadah sunnah seperti sholat rawatib, tahajud di sepertiga malam, sholat duha, sholat hajat. Perbanyak ibadah puasa senin kamis, puasa daud. Perbanyak infak dan sedekah. 
 
5. Luaskan pergaulan

Luaskan pergaulan kita agar kita memiliki banyak teman dan kenalan. Bergabung dengan komunitas komunitas yang sesuai dengan minat atau profesi kita. Aktif di forum forum atau organisasi. Jika kita memiliki banyak teman dan kenalan, maka peluang jodoh kita akan semakin besar. Jangan batasi pergaulan kita hanya pada satu golongan.

6. Lakukan hal hal baru yang bersifat positif

Agar pikiran kita tidak hanya fokus menanti datangnya jodoh, lakukan hal hal baru yang bersifat positif. Misalnya menjadi volunteer, berkebun, memasak resep baru, menulis, menjahir dll.

Saya dulu menyibukkan diri dengan menulis. Ngak nyangka ternyata dengan menulis alhamdulillah akhirnya bertemu jodoh.

7. Silaturahim

Percaya tidak silaturahim dapat mendatangkan jodoh. Bersilaturahim bisa mengunjungi, mengirim SMS, menelpon. Dari hasil ceirta cerita dan ngobrol ngobrol, teman kita tau kalau kita sedang menunggu jodoh. Barangkali teman kita itu memiliki teman yang juga sedang menunggu jodoh. Dengan bersilaturahim peluang kita mendapatkan jodoh semakin besar.

8. Menolong orang yang sedang kesusahan.

Allah akan memudahkan urusan hamba-Nya, jika hamba itu memudahkan urusan saudaranya. Bantulah teman kita yang sedang kesulitan. Mudah mudahan itu menjadi sebab bertemunya jodoh kita.

9. Menurtup Aurat

Menutup aurat adalah kewajiban kepada Allah. Allah akan mengabulkan doa hamba yang taat pada perintah-Nya. Mudah saja bagi Allah mempertemukan jodoh kita sepanjang kita berdoa dan taat pada Allah SWT.

10. Meminta bantuan kepada orang lain.

Orang tua adalah orang yang sangat peduli terhadap jodoh anaknya. Tetapi tidak ada salahnya kita meminta bantuan kepada orang lain. Seperti atasan, teman, murabbi, tetangga dls. Barangkali orang orang tersebut memiliki informasi orang yang juga sedang mencari jodoh. Sepanjang orang tersebut bisa amanah menjaga rahasia kita, sampaikanlah niat kita kepadanya agar dibantu barangkali memiliki teman atau saudara yangjuga sedang mencari jodoh.

Selain tips tips di atas, yang dapat dilakukan teman teman agar bertemu jodoh adalah dengan memperbanyak istigfar. Memperbanyak ampunan kepada Allah Allah atas segala khilaf dan dosa. Perbanyak doa kepada Allah. Merengek lah kepada Allah dalam doa doa kita. Biarkan tangis itu tumpah dan biarkan Allah menyeka air mata kita. Allah sangat tahu kapan waktu yang pas dan siapa jodoh yang pantas bagi kita. 

Jika jodoh belum juga tiba, bertahanlah di frekwensi yang baik. Percayalah menikah bukan satu satunya jalan menuju syurga Allah. Bertahanlah dengan kesholehan kita, bertahanlah dengan idealisme kita untuk selalu menebar kebaikan di muka bumi bagaimanapun keadaan kita. Bertahanlah dengan jalan kebahagiaan yang ada hari ini. Jangan rendahkan diri kita di hadapan manusia dengan perbuatan perbuatan yang dibenci dan dilarang Allah.

Saya doakan, semoga yang membaca tulisan ini bertemu jodoh yang baik untuk dunia dan akhiratnya.

Doa kepada Allah agar diberikan jodoh :

ROBBI HABLII MIN LADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH, artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat.












25.7.17

Ibunya Doktor Kenapa Anaknya Tidak Sekolah?




yesielsanndra.com. Trimakasih sudah berkunjung ke blog ini. Saya akan posting tulisan lama, sedikit saya edit. Mudah mudahan tulisan ini dapat memberi sedikit pencerahan kepada teman teman.

Belajar adalah fitrah manusia sejak bayi. Fitrah itu ada dalam setiap diri manusia. Hanya saja sebagian orang sering memaknai belajar hanya sebatas sekolah formal. Padahal dimana saja, kapan saja setiap manusia bisa belajar dan outputnya bisa menjadi value baginya untuk bisa bertahan hidup. Ammyah dan ibu adalah tempat belajar pertama dan utama.

Anak anak kami (saat tulisan ini dibuat) tidak kami sekolahkan di sekolah formal. Bahasa kekinianya Home Schooling (HS). Kenapa ngak sekolah? padahal ibunya Doktor, ayahnya insya Allah kandidat Doktor juga. Apa masalahnya?

Itu pertanyaan yang sering diajukan teman teman kepada saya. Seolah olah anak HS adalah anak yang bermasalah. Begitu banyak pertanyaan teman teman. Sabar ya, akan saya jawab satu satu....

Anak anak Home Schooling bukan berarti anak yang bermasalah. Kami mengambil keputusan HS karena kesadaran yang sangat tingggi. Bukan, bukan karena ngak percaya dengan institusi sekolah, bukan juga karena mau ikut ikutan tren. Bukan karena ada masalah pada anak anak kami, apa lagi ada masalah ekonomi sehingga kami tidak mampu bayar SPP sekolah nya yang cukup mahal di salah satu SDIT favorit di kota Padang.

Sebelum saya jawab, saya ingin menyampaikan bahwa kebutuhan setiap orang itu berbeda beda. Sekolah adalah tempat yang baik bagi anak anak yang cocok dengan sistem sekolah. tetapi sekolah bisa menjadi tempat yang justru menghancurkan anak kita jika sekolah tersebut tidak memberi ruang untuk anak anak menyalurkan kreativitasnya.

Lantas kenapa anak bu doktor ini tidak sekolah? Oke akan segera saya jawab. Setelah informasi beasiswa LPDP-BUDI suami saya keluar, besok nya anak anak kami berhentikan dari sekolah. Tepatnya hari kedua tahun ajaran baru 2016. Suami saya melanjutkan studi S3 di Jepang dan kami berencana sekeluarga ikut. Karena biasanya sekolah anak anak full day, ada les renang juga, tentu sulit bagi anak anak kami untuk belajar bahasa Jepang. Akhirnya sebelum keberangkan kami ke Jepang anak anak kami HS kan. Mereka fokus belajar bahasa Jepang dan matermatika dengan mengundang guru ke rumah.

Sejak HS, anak anak lebih dewasa cara berfikirnya, lebih mudah diarahkan dan lebih ringan membantu saya mengurus rumah tangga, maklum saya ibu bekerja tidak ada asisten, jauh juga dari keluarga. Dan yang membuat saya agak tenang adalah kalau pagi pagi tidak perlu grasak grusuk menyiapkan sarapan dan bekal sekolah. Sekarang anak saya yang umur 3 tahun tak perlu juga dititipkan di Tempat Penitiapan Anak, karena kakaknya sudah masuk tahap aqil, sangat bisa diandalkan menitip adiknya jika saya mengajar.

Lantas nanti di Jepang bagaimana, apakah HS juga? Saya tidak berniat meng HS kan anak nanti di sana. Saya ingin anak anak mengenal lebih jauh budaya Jepang melalui sekolah. Konon kabarnya anak anak Jepang sangat disiplin dan bersih. Saya berharap melalui sekolah anak anak kami bisa menduplikasi hal hal positif dari anak anak sekolah Jepang. Yang penting tetap melakukan Home Educatioan.

Jadi intinya HS atau sekolah formal itu sesuaikan dengan kebutuhan kita. Kalau kita bisa komitmen mendidiknya dengan tangan sendiri silahkan HS. Tapi kalau rasanya tak sanggup, tidak punya referensi yang cukup sebaiknya bekerja sama dengan sekolah yang kita anggap dekat dengan konsep kita.

24.7.17

Jadwal Kegiatan Homeducation


yesielsandra.com. Saya tidak menyangka banyak sekali yang mendowload kurikulum homeschooling yang saya posting kemaren. Baiklah hari ini saya lanjutkan dengan berbagi jadwal kegiatan anak anak kami. Saya membuat jadwal ini terutama untuk liburan musim panas. Kebanyakan kegiatan dalam jadwal ini adalah kegiatan rutin anak anak kami sehari hari.

Realisasinya tidak terlalu saklek. Sesuaikan dengna kemampuan dan kebutuhan kita. Minimal jadwal ini dapat dijadikan panduan agar kita memiliki pedoman setiap hari dalam menjalankan aktiftas sehari hari.

Dibutuhkan komitmen dan konsistensi yang tinggi. Kadang kita sendiri orang tua yang tak dapat menjalankan jadwal karena kesibukan mendadak. Jadwal dapat diganti harinya ke hari yang lain. Semuanya tergantung kecerdasan kita mengaturnya. 


Yang terpenting adalah setiap hari harus ada outpun yang dikerjakan anak. jangan habiskan hari harinya tanpa value. Dan jika diperlukan dapat didokumentasikan sedemikian rupa sehingga kita memiliki portofolio yang baik terhadap anak anak kita.

Jadwal ini sangat memerlukan pendampingan dari orang tua. Teman teman dapat menduplikasi jadwal kegiatan ini dan sesuaikan dengan kebutuhanya. Silahkan Klik di Sini


Semoga bermanfaat ya...

Salam dari negeri Sakura

23.7.17

Kurikulum Homeschooling Untuk Anak Usia 2-6 Tahun



Assalamualaikum...

Terimaksih telah berkunjung ke blog saya ini. Kali saya ingin sharing sekaligus menguatkan hati agar senantiasa komitmen dan istiqomah serta gembira membersamai anak kami Rabia Hasna yang sekarang berusia 4 tahun. 

Karena selama di Jepang saya tidak bekerja dan Rabia juga tidak sekolah jadi saya memiliki waktu yang cukup banyak bersamanya. Saya berusaha agar kebersamaan ini dapat saya gunakan sebaik baiknya untuk membangkitkan segala fitrahnya.

Baca juga :
Ibu Ibu Ini Melahirkan Orang Orang Yang Luar Biasa
Cara Jitu Membuat Anak Mudah Diatur
Ibu, Semangat, La Tahzan....

Sebenarnya tidak ada kurikulum yang standar dan baku bagi anak usia 2-6 tahun. Setiap anak berbeda kebutuhanya, begitupun dengan ibunya, setiap ibu berbeda kesibukannya. Kurikulum yang saya buat ini belum tentu sesuai dengan kebutuhan teman teman. Kurikulum ini ada yang sudah dikuasai oleh Rabia dan ada juga mungkin nanti yang tidak tercapai. Ngak masalah, yang penting kita orang tua punya sedikit panduan. Ngak masalah juga berapa persen hasil yang dicapai, yang penting proses sudah kita ikhtiarkan. Untuk membuka file kurikulum tersebut silahkan klik di sini.

Baca juga tulisan menarik berikut ini:
Ingin Anak Kreatif Inovatif dan Prestatif?


Untuk worksheet teman teman dapat bebas berkereasi sesuai dengan minat dan bakat anak. Untuk melatih motorik halus anak anak dapat dikenalkan pensil warna dan biarkan dia bebas mencoret coret apa yang dia mau. Jika ingin menulisnya terarah dapat mengunakan kertas kerja yang bisa diperoleh gratis dari berbagai situ, download sesuai kebutuhan. Contoh kertas kerja silahkan klik di sini

Untuk Jadwal kegiatan sangat fleksibel. Saya membuat jadwal kegiatan si bungsu yang homeschooling dan 3 kakaknya yang sekolah. Kebetukan 3 kakak nya sekarang sedang  libur musim panas. Jadwalnya saya buat menjadi 1 tabel. Silahkan Klik di sini

Semoga bermanfaat ya....

Baca juga tulisan menarik berikut ini:
Anak Anda Malas Belajar dan Bermasalah? Yuk Lakukan Assesseement ini
Pesan Rasulullah Kepada Orang Tua Yang
Yuk Lihat Aktifitas Anak Homeschooling Usia 2-6 Tahun
Rahasia- Mendidik Anak 0-7 Tahun
Ibunya Doktor Kenapa Anaknya Tidak Sekolah?

Salam dari negeri Sakura.