25.7.17

Ibunya Doktor Kenapa Anaknya Tidak Sekolah?




yesielsanndra.com. Trimakasih sudah berkunjung ke blog ini. Saya akan posting tulisan lama, sedikit saya edit. Mudah mudahan tulisan ini dapat memberi sedikit pencerahan kepada teman teman.

Belajar adalah fitrah manusia sejak bayi. Fitrah itu ada dalam setiap diri manusia. Hanya saja sebagian orang sering memaknai belajar hanya sebatas sekolah formal. Padahal dimana saja, kapan saja setiap manusia bisa belajar dan outputnya bisa menjadi value baginya untuk bisa bertahan hidup. Ammyah dan ibu adalah tempat belajar pertama dan utama.

Anak anak kami (saat tulisan ini dibuat) tidak kami sekolahkan di sekolah formal. Bahasa kekinianya Home Schooling (HS). Kenapa ngak sekolah? padahal ibunya Doktor, ayahnya insya Allah kandidat Doktor juga. Apa masalahnya?

Itu pertanyaan yang sering diajukan teman teman kepada saya. Seolah olah anak HS adalah anak yang bermasalah. Begitu banyak pertanyaan teman teman. Sabar ya, akan saya jawab satu satu....

Anak anak Home Schooling bukan berarti anak yang bermasalah. Kami mengambil keputusan HS karena kesadaran yang sangat tingggi. Bukan, bukan karena ngak percaya dengan institusi sekolah, bukan juga karena mau ikut ikutan tren. Bukan karena ada masalah pada anak anak kami, apa lagi ada masalah ekonomi sehingga kami tidak mampu bayar SPP sekolah nya yang cukup mahal di salah satu SDIT favorit di kota Padang.

Sebelum saya jawab, saya ingin menyampaikan bahwa kebutuhan setiap orang itu berbeda beda. Sekolah adalah tempat yang baik bagi anak anak yang cocok dengan sistem sekolah. tetapi sekolah bisa menjadi tempat yang justru menghancurkan anak kita jika sekolah tersebut tidak memberi ruang untuk anak anak menyalurkan kreativitasnya.

Lantas kenapa anak bu doktor ini tidak sekolah? Oke akan segera saya jawab. Setelah informasi beasiswa LPDP-BUDI suami saya keluar, besok nya anak anak kami berhentikan dari sekolah. Tepatnya hari kedua tahun ajaran baru 2016. Suami saya melanjutkan studi S3 di Jepang dan kami berencana sekeluarga ikut. Karena biasanya sekolah anak anak full day, ada les renang juga, tentu sulit bagi anak anak kami untuk belajar bahasa Jepang. Akhirnya sebelum keberangkan kami ke Jepang anak anak kami HS kan. Mereka fokus belajar bahasa Jepang dan matermatika dengan mengundang guru ke rumah.

Sejak HS, anak anak lebih dewasa cara berfikirnya, lebih mudah diarahkan dan lebih ringan membantu saya mengurus rumah tangga, maklum saya ibu bekerja tidak ada asisten, jauh juga dari keluarga. Dan yang membuat saya agak tenang adalah kalau pagi pagi tidak perlu grasak grusuk menyiapkan sarapan dan bekal sekolah. Sekarang anak saya yang umur 3 tahun tak perlu juga dititipkan di Tempat Penitiapan Anak, karena kakaknya sudah masuk tahap aqil, sangat bisa diandalkan menitip adiknya jika saya mengajar.

Lantas nanti di Jepang bagaimana, apakah HS juga? Saya tidak berniat meng HS kan anak nanti di sana. Saya ingin anak anak mengenal lebih jauh budaya Jepang melalui sekolah. Konon kabarnya anak anak Jepang sangat disiplin dan bersih. Saya berharap melalui sekolah anak anak kami bisa menduplikasi hal hal positif dari anak anak sekolah Jepang. Yang penting tetap melakukan Home Educatioan.

Jadi intinya HS atau sekolah formal itu sesuaikan dengan kebutuhan kita. Kalau kita bisa komitmen mendidiknya dengan tangan sendiri silahkan HS. Tapi kalau rasanya tak sanggup, tidak punya referensi yang cukup sebaiknya bekerja sama dengan sekolah yang kita anggap dekat dengan konsep kita.

Reaksi:

6 comments:

  1. Setujuuuu,
    Sesuai kebutuhanlah yah Mak, bukan karena begini begitu apalagi karena anak bermasalah. Deuuhhh
    Tengkiu share tulisan kecenya, mencerahkan, :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sama mbak, semoga bermanfaat ya.

      Delete
  2. setuju mbak, belajar itu sesuai kebutuhan saja, biar maksimal menyerap ilmunya dan langsung berguna karena bisa dipraktekkan.. .

    ReplyDelete
  3. nice reminder disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan tentunya y mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, bukan disesuaikan dengan pandangan orang lain, hehe.

      Delete