Friday, July 28, 2017

Rahasia mendidik anak 0-7 tahun



yesielsandra.com. Memilih pendidikan berbasis rumah adalah konsekwensi yang tidak mudah bagi orang tua. Diperlukan kreatifitas, kesabaran, keikhlasan dan ilmu yang terus ter up date agar kita tetap waras dan Istikomah menjalankan misi peradaban.

Anak anak 0-7 tahun adalah masa yang sangat penting sekali dalam tumbuh kembangnya. Pada saat ini bermain adalah kegiatan dominan. Anak anak pada usia ini belum memiliki tanggung jawab baik secara sosial, moral dan hukum.

Baca juga :

Ibu, Semangat, La Tahzan....

Walau begitu sebaiknya orang tua memiliki kurikulum yang dapat mengarahkan dirinya agar bisa menjadi fasilitator sekaligus agar bisa mendokumentasikan kegiatan anak. Sehingga akan terlihat apa yang sudah dan belum diajarkan kepada anak. Kurikulum anak usia 2-6 tahun silahkan Klik di sini

Pada usia 0-7 tahun, menurut Ustadz Harry Santosa, ada 3 fitrah anak yang sebaiknya menjadi perhatian orang tua agar bisa dibangkitkan dan dikelola secara maksimal, yaitu fitrah keimanan, fitrah belajar dan fitrah bakatnya.

Baca juga tulisan menarik ini:

Ingin Anak Kreatif Inovatif dan Prestatif?

Fitrah keimanan adalah membangkitkan kesadaran dan pengetahuan anak bahwa Allah SWT adalah Rabb yang menciptakan. Caranya adalah dengan keteladanan dan menceritakan kisah inspiratif. 

Contoh yang saya lakukan adalah, ketika bayi, saat menyusui saya bisikkan di telinganya kalimat, "La ila haillallah". Sebelum menyusui ajak baca bismillah. "Mau mimik ya sayang, yuk baca bismillah dulu". Setelah mimik, saya bilang, "Alhamdulillah, trimakasih Allah". Dari bayi dia sudah terbiasa mendengar kata "Allah"

Ketika memasak, jalan jalan atau melihat tumbuhan dan binantang, saya sampaikan semua Allah yang menciptakan. Setelah dia mengenal dirinya, namanya, anggota tubuhnya, sampaikan kalau semua Allah yang menciptakan. Sekali kali nanti tanya, siapa yang menciptakan Rabia? Dia jawab cepat sekali, "Allah". Siapa yang menciptakan kambing, dia akan segera menjawab dengan lantang, "Allah".

Kita juga dapat membuat improvisasi cerita inspiratif atau mendongeng. Atau bahkan membuat lagu karya sendiri. Misalnya, satu satu Rabia sayang Allah, dua dua Rabia sayang Rasulullah, tiga tiga sayang Abi bunda, satu dua tiga sayang semuanya.

Membangkitkan fitrah keimanan dapat juga dengan mengajak anak sholat. Ketika bayi anak kami sekali kali diajak ke mesjid oleh Abi nya. Di rumah juga selalu diajak dan dikenalkan tanpa memaksa dan mentargetkan. Biasanya hanya ngajak. "Sholat yuk". Kadang dia mau, kadang tidak. Kadang bahkan dia sholat sendirian sambil komat kamit entah apa yang disebut. 

Itu semua sangat membantu anak untuk bisa mandiri dalam sholat. Tidak perlu teriak teriak lagi nyuruh anak sholat. Apalagi sholat subuh. Orang dewasa saja sulit bangun subuh. Tapi jika fitrah keimanan anak sudah bangkit akan sangat mudah sekali menyuruh anak sholat termasuk sholat subuh ke mesjid. Saya sampaikan ke anak laki laki, jika kamu bisa mudah ke mesjid sholat subuh, insya Allah dunia dan seisinya akan sangat mudah kamu genggam ketika kamu dewasa.

Membangkitkan fitrah belajar dapat dilakukan melalui logika dasar dan bahasa ibu. Setiap aktivitas harian yang orang tua lakukan dapat dijadikan sarana belajar. Lagi memasak bisa jadi sarana belajar mengenal warna, mengenal bentuk, mengenal proses. Dari anggota tubuh anak juga dapat belajar berhitung. 

Jika memungkinkan orang tua dapat investasi menyediakan sarana belajar yang lebih modern. Menyediakan buku yang berbahan tebal, menyediakan kertas origami, pensil warna atau crayon, Lego, melakukan percobaan sederhana dll. Tetapi tanpa itupun anak anak bisa belajar. Belajar di alam, pergi ke taman, ajak keliling kampung, itu semua adalah sarana belajar yang luar biasa.

Dari semua diatas, berlahan dan simultan kelak kita dapat melihat kemana bakat anak kita. Dokumentasikan seluruh kegiatan anak, nanti bisa ditarik benang merahnya. Tidak mudah dan tidak singkat memang. Perlu kesabaran, perlu keikhlasan, perlu pengorbanan. Sepanjang anak kita melakukan sesuatu itu dengan enjoy, exspert, earn, exellence bisa jadi itu bakat dan potensi unggul anak kita. 

Jika fitrah keimanan anak kita bangkit maka anak kita akan beriman kepada Allah SWT selamanya, jika fitrah belajarnya bangkit maka anak kita akan menjadi pembelajar seumur hidupnya. Dan jika pekerjaan anak kita sesuai dengan bakat dan potensinya maka dia akan menjadi manusia yang produktif berkarya, dia akan menjadi manusia pembaharu yang luar biasa manfaatnya bagi dirinya, lingkunganya dan alam semesta. 

Baca Juga :
minat kuliah dii jepang ini beasiswa yang bisa diikuti

Reaksi:

5 comments:

  1. Inspirasitif sekali mba, saya dengan dua anak InsyaAllah juga mantap dengan suami akan memberikan pendidikan berbasis rumah kepada anak-anak kami berbasis fitrah dan berpedoman pada alquran dan hadits.terimakasih ilmunya mba yesi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Subhanallah, semoga Istiqomah ya mbak. Trimakasih telah berkunjung.

      Delete
  2. Terima kasih mbk artikelnya bermanfaat.
    Saya jg lg tertarik dg pendidikan berbasis fitrah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, semangat ya mbak. Terimakasih telah berkunjung.

      Delete
  3. Masyaallah untuk artikel tips mengatur Anak yang susah di atur inspiratif,ayo..semangat

    ReplyDelete