Saturday, July 29, 2017

Ibu, Semangat Ya, La Tahzan....



yesielsandra.com. Ibu, dulu mungkin engkau wanita aktif, enerjik, bintang kampus yang penuh pesona. Waktu terus bergulir, Engkaupun akhirnya wisuda, sebagian mungkin bekerja dan dipuncak kebebasanmu engkau merindukan hadirnya seseorang yang bisa menemani hari harimu, menemani sepimu. Engkau merindukan hadirnya seorang laki laki yang dapat melindungi mu, tampan dan mungkin juga mapan.

Allah mengabulkan doamu. Kini engkau seorang istri. Permintaanmu bertambah pada Tuhan. Engkau ingin punya anak yang lucu dan pintar. Allah maha pengasih dan penyayang, dia kabulkan lagi doamu. Kini hadir tidak hanya satu atau dua anak yang lucu. Sebagian memiliki lebih dengan jarak kelahiran rapat.

Disini engkau mulai diuji. Anak anak yang lucu itu memaksamu menyimpan ijazah mu jauh di sudut lemari. Anak anak yang engkau rindu rindukan itu membuat engkau sibuk tak terkira. Jangankan untuk beribadah, bersolek saja engkau sering tak lagi memiliki waktu. Pagi sudah mulai sibuk di dapur, siang sibuk dengan kain, malam suami sudah pula menunggu. Tak ada waktu istirahat sejenak saja, tak lagi kau nikmati waktu bermain main bersama geng mu waktu SMA atau kuliah dulu. Bahkan engkau tak lagi tau apa yang terjadi di luar karena urusan mu di dalam rumah sudah sangat menyita waktumu.

Kadang anak anakmu tak seperti yang engkau harapkan. Katamu mereka nakal, mereka selalu berantem, selalu merengek minta di gendong. Belum lagi tingkah polanya yang lain yang selalu manjat, Jingkrak Jingkrak di kursi dan tempat tidur, mandi tiap sebentar di kamar mandi, air yang tumpah, mainan yang berserakan, ah itu semua membuat kepalamu pening dan pusing.

Dan suamimu, ah dia yang dulu kau rindu rindukan, belum bisa memenuhi seluruh kebutuhanmu. Engkau berharap dia memberi rumah yang luas dan nyaman, kendaraan yang bagus. Ternyata semua masih mimpi dan angan angan. Kadang suamimu seperti cuek bebek dengan sibuk mu. Dia tak sedikitpun membantu meringankan bebanmu. Dan akhirnya engkau semakin terpuruk, tangis mu akhirnya tumpah. Tapi percayalah sahabatku, dunia belum berakhir....

La tahzan. Bersyukurlah engkau punya suami. Betapa di luar sana banyak saudari kita yang sujud tersungkur mengharap diberikan pendamping tapi belum dikabulkan Allah. Mereka sepi dalam kesendirian hingga usia terus berkurang.

La tahzan. Bersyukur engkau memiliki anak. Banyak saudari kita di luar sana rahimnya belum dipercaya Allah mengandung janin. Ketika kita memiliki anak yang rewel, ribut terus, berkelahi terus, berantakan rumah terus, kita juga harus bersyukur karena mereka masih bisa beraktivitas, mereka kreatif dan aktif. Banyak di luar sana anak tergolek tak berdaya di dipan rumah sakit. Banyak anak di luar sana tubuhnya terpasang selang dan tiap sebentar jarum suntik menusuknya.
Bunda jika hari ini engkau sering marah marah, kesal tak menentu, sering memukul, mencubit anak anakmu, mungkin engkau lelah. Bicaralah dari hati ke hati dengan suamimu. Berbagi peranlah dengannya.

Dan engkau wahai para suami, lihatlah istrimu. Bukan mereka tak mencintai dirimu dan buah hati kalian. Istrimu mungkin lelah, ambil alihkan tugas mereka, berikan istrimu kesenangan lain yang diinginkannya walau itu tidak tiap hari. Bahagiakanlah dia, dengarlah curahan isi hatinya yang terdalam, karena rahimnya telah mengandung anakmu dalam keadaan letih dan lelah. Engkau Harus berterima kasih, melindungi dan menyayanginya.

Duhai engkau para suami. Berikanlah kesempatan istrimu memanjakan dirinya sejenak. Agar mereka memiliki energi untuk mendidik anak anakmu. Berikanlah kesempatan ia menuntut ilmu agar ia bisa menjadi madrasah yang terbaik bagi anak anakmu.
Reaksi:

2 comments: