Thursday, August 3, 2017

Cara Jitu Membuat Anak Mudah Diatur....


yesielsandra.com. Saya sering menerima konsultasi orang tua yang mengeluh terhadap anak nya yang sulit sekali diatur, tidak disiplin, nakal, suka berantem, malas belajar, malas sholat dan prilaku negatif lainya. Karena itu terjadi setiap hari, otak bawah sadar kita dengan spontan akhirnya melabeli anak tersebut dengan label label negatif. Label tersebut akhirnya seolah menjadi kenyataan dan benar benar menjadi prilaku buruk keseharian anak anak kita.

Kadang tanpa sengaja di depan anak kita bilang ke tetangga, "Dia anaknya mah emang males". Atau kadang kita ngomong di depan anak kita ke teman, "Anak saya malas banget kalau di suruh belajar" atau mungkin kita mengatakan hal yang lebih buruk kepada orang lain baik dihadapan anak maupun tidak.

Baca juga : Ingin Anak Kreatif Inovatif dan Prestatif?

Coba dalami kembali teman teman, apakah prilaku buruk itu bener bawaaan anak kita? Apakah prilaku buruk ini terjadi secara tiba tiba? Jawabanya pasti TIDAK. Karena setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah. Tidak ada anak yang pembawaan dari sononya buruk, nakal, malas, dan prilaku negatif lainya. Siapakah yang telah membuat anak kita seperti itu? Lingkungan atau kita sendiri sebagai orang tua menginggat orang tua berperan dominan menjadikan anak memiliki prilaku baik maupun buruk.

Bagaimana membuat anak anak agar disiplin dan terbebas dari prilaku buruk tersebut? Jawabanya ada pada konsistensi orang tua. Buat aturan di rumah kita. Tetapi aturan itu harus benar benar dijalankan. Tidak ada kata tega atau kasihan bilamana anak melanggar aturan yang telah kita buat.

Aturan yang kita buat (SOP) harus sesuai dengan umur anak dan sesuai juga dengan kebutuhan keluarga kita. Setiap keluarga bisa saja berbeda beda aturanya, yang penting aturan yang kita buat itu ada efek jeranya. Nany 911 menyebutnya time out, yaitu mengasingkan anak ke suatu tempat. Bahasa Abah Ikhsan diisolasi. Jika prilaku buruk itu terjadi bisa  juga kita cabut kesenanganya atau kita kurangi haknya.

Sekarang mari kita coba buat beberapa contoh SOP untuk beberapa kasus.
  1. Anak anak yang suka beli mainan, ngak tentu waktu. Setiap pergi ke luar minta mainan. Padahal baru kemaren beli mainan, trus mainan itu paling juga dipakai sebentar, cepat rusak pula lagi. Nah aturanya, orang tua bisa membuat jadwal beli mainan. Misalnya anak anak hanya boleh beli mainan sebulan sekali. Diskusikan tanggal yang diinginkan untuk beli mainan tersebut. Misalnya setiap tanggal 5. Nah kita orang tua juga harus konsisten, setiap tanggal 5 harus menepati janji membelikan mainan. Untuk harganya, sesuaikan dengan kantong kita masing masing.
  2. SOP untuk beli buku juga bisa seperti SOP membeli mainan. Boleh berdasarkan tanggal, atau berdasarkan hari tertentu, misalnya setiao sabtu atau minggu jadwak ke toko buku.
  3. Anak anak suka nonton/main game ngak tau waktu. Buat aturan, nonton maksimal sehari hanya 2 jam. Terserah mau 1 jam pagi atau 1 jam siang/sore, Kadang waktu nonton anak anak berebut remot. Buat jadwal pemegang remot. Misal hari senin kakak, selasa abang, rabu adik, kamis suit, sabtu suit dst. Buat juga aturan hanya boleh nonton film apa. Saat nonton orang tua wajib menemani agar kita bisa memantau apa yang di tonton anak.
  4. Sering berantem karena berebut sesuatu. Lagi lagi buat SOP nya. Misalnya, yang pertama benda yang diperebutkan ini milik siapa. Kalau kakak merebut punya adik maka katakan dengan kembalikan barang itu karena itu punya adik. Begitu pun sebaliknya. Kefua, siapa duluan yang memegang benda ini. Misalnya ternyata yang duluan duduk di kursi depan adik, maka kakak harus dikasih tau adik berhak duluan atas kursi itu. Setelah itu ajarkan mereka teknik yang ketiga yaitu gentian. Sebelum berantem itu terjadi ajarkan anak untuk bicara , yaitu menyelesaikan masalah, jika tidak bisa ajarkan anak untuk lawan, artinya jika anak kita diserang jangan diam saja, tapi lawan, anak harus tau bagaimana membela diri. Selanjutnya ajarkan anak untuk melapor, misalnya ke ortu atau guru dan setelah itu lebih baik menghindar atau lari agar berantem tidak lebih parah. Jika tidak melibatkan fisisk latih anak untuk mengambil keputusan saat berantem itu. Berantem adalah latihan bagi anak untuk menghadapi konflik dimasa yangakan datang. Jangan seselsaikan oleh oran gtua. Tetapi beri kesempatan anak menyelesaikan konfliknya dengna saudara atau temanya.
  5. Anak yang suka ngamuk di tempat umum. Jika itu terjadi jauhkan anak dari pandangan kita. Jangan pernah liahat anak ngamuk di depan mata kita. Jika kita perhatikan anak akan berteriak teriak atau ngamuk. Jika dia merusak, biarkan dia merusak sepanjang tidak membahayakan, hentikan uang belanjanya atau kurangi jatah nontonya. Jika dia mengambil pisau, ambil pisaunya dan katakan dengna tegas dan lantang "mama tidak suka".
  6. Anak sulit diajak sholat. Mudah saja, malam sebelum tidur tanya ke anak, bagaimana cara membangunkanya yang paling dia sukai? Sulit diajak ke mesjid sholat subuh? Ceritakan kebaikan kebaikan sholat subuh di mesjid bagi anak laki laki. WARNING, jangan memaksa anak sholat apalagi memaksa dia pergi kemesjid. Ajak dengna cara yang lembut dan beri contoh dengan ketauladanan. Kalau dari semalam sudah clear rencana sholat, anak akan sangat mudah diajak sholat.
Itu beberapa contoh cara yang dapat orang tua lakukan agar anak mudah disiplin dan mudah diatur dan diarahkan. Percayalah ayah dan bunda, dengan SOP kita tidak akan berurat leher kita mengajaknya melakukan kebaikan.

Baca juga : Ibu, Semangat, La Tahzan.

Butuh proses, mungkin diawal awal akan ada kendala, tetapi sepanjang kita komnsisten dan terus bersuaha serta berdoa, insya Allah anak anak kita akan maksimal fitrah yaitu anak anak yang beriman kepada Rabb nya, anak anak yang gemar belajar, anak anak yang baik.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment