1.8.17

Ingin anak kreatif, inovatif dan prestatif?



yesielsandra.com. “Kullu mauluudin yuladu alal fitrah” artinya setiap anak lahir dalam keadaan fitrah. Fitrah berarti penuh kebaikan, suci. Berarti setiap anak yang dilahirkan pada dasarnya adalah baik. Tetapi dalam proses tumbuh kembangnya orang tua memiliki peran utama menjadikan apa anak itu kelak.

Anak yang suka berantem, menjambak, malas, pembohong, narkoba, sek bebas dll itu tidak terjadi secara instan atau kebetulan. Tetapi orang tualah yang selama ini berinvestasi atas prilaku anak tersebut. Begitupun sebaliknya, anak yang suka belajar, ibadah, baik hati, suka menolong, empati, berbagi dll itu juga tidak terjadi secara kebetulan. Tetapi orang tualah yang memiliki peran dalam membentuk karakter anak tersebut.

Prilaku negatif anak bermula dari orang tua yang tidak disiplin dan komitmen dalam mendidik anak. Sering antara anak dan orang tua akhirnya menjadi musuh juga disebabkan karena ulah orang tua yang lebih banyak bicara (tepatnya ngomel) ketimbang action. Menasehati anak tidak selamanya baik bagi jiwa mereka sebagaimana kita orang dewasa yang juga tidak suka jika terlalu sering diceramahi pasangan kita. Anak kita yang masih kecil kecil itu sebanarnya masih dalam proses menuju kebaikan, wajar saja mereka pernah melakukan kesalahan. Seringnya kesalahan yang dilakukan anak berujung pada kemarahan orang tua. Marah boleh tetapi yang tidak boleh adalah menyakiti jiwa dan fisik anak.

Kebiasaan negatif orang tua lainya adalah mengekang anak. Ini ngak boleh itu ngak boleh. Main pasir ngak boleh nanti cacingan, main hujan ngak boleh, nanti masuk angin, main loncat loncat ngak boleh nanti jatuh. Ngak boleh main gunting, nanti luka. dsb. Apa bener demikian? tepatnya mungkin tidak, tapi sebenarnya kita males. Malas untuk mendampingi anak anak kita. Karena kita lebih suka pegang HP, asik bersosial media, FBan WAan dsb. Sepanjang kita menemani dan memperhatikan, kemungkinan anak anak akan cedera, atau sakit akibat bermain akan dapat dihindari.

Sama halnya dengan kita, anak anak itu juga ingin kemerdekaan, mereka ingin bebas bereksplorasi. Mereka ingin bebas berkereativitas melalui permainan dan aktivitas sehari hari.  Beri kebebasan anak anak kita sepanjang:

1. Tidak membahayakan dirinya.

Sepanjang aktivitas yang dilakukan anak tidak berbahaya untuk dirinya biarkan anak dengan aktivifltasnya. Orang tua sering khawatir anak main gunting, main pisau, loncat loncat. Permainan itu sebenarnya penting untuk melatih kreativitas anak. Jika khawatir, beri pisau yang tidak tajam, beri gunting kecil.

Percayalah tidak akan melukai dan membuatnya mati jika anak anak bermain dan beraktivitas bersama orang tua. Begitu juga dengan loncat loncat naik tangga atau naik pohon. Sepanjang kita memperhatikan dan bersama anak, resiko anak kecelakaan dapat diatasi.


2. Tidak membahayakan orang lain.

Anak anak kita tidak mungkin hidup sendirian. Kadang karena khawatir berantem dengan anak orang lain kita isolasi anak kita dan tidak boleh bermain dengan teman temanya. Padahal anak berselisih itu biasa, anak yang berbeda pendapat itu biasa karena kehidupan kelak yang akan ia hadapi jauh lebih sulit dari perselisihan dan perbedaan pendapat karena permainanya di waktu kecil.

Sepanjang permainan dan aktivitas anak tidak membahayakan orang lain, tidak merugikan orang lain, tidak menganggu orang lain biarkan anak anak kita bermain dan bereksplorasi bersama teman temanya.


3. Tidak bertentangan dengan Allah

Sepanjang aktivitas anak kita tidak bertentangan dengan ajaran Allah dan Sunnah nabi hindari melarang anak ini dan itu.

Bebaskan anak anak kita bermain, berkreasi, bereksplorasi dengan tetap menanamkan nilai nilai tauhid. Jika fitrah keimanan anak kita tumbuh dengan baik dia akan beriman selamanya dan tidak akan melakukan hal hal yang dilarang Allah SWT

4. Tidak bertentangan dengan norma, budaya atau adat istiadat.

Satu lagi yang terpenting adalah tidak bertentangan dengan norma, budaya dan adat istiadat yang berlaku di tempat kita tinggal.

Karena kita hidup dengan lingkungan dan budaya yang berbeda, perhatikan budaya setempat dimana kita tinggal. Sepanjang aktivitas anak kita tidak bertentangan dengan norma, budaya atau adat istiadat di daerah tersebut biarkanlah anak anak bermain, beraktivitas, bereksplorasi.

Anak anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik jika tidak banyak dilarang, tidak banyak diatur, tidak banyak diperintah, dan tidak banyak juga ekspektasi kita padanya.

Berilah mereka kebebasan, sepanjang 4 hal diatas tidak dilakukanya. Lihatlah kelak mereka akan kreatif, imajinatif dan preastatif.


Reaksi:

6 comments:

  1. Setujuuuuu, Bun. Banyak melarang itu jadi mengekang kekreativitasan anak. Semoga kita bisa jadi orang tua yang terus berkomitmen dan konsisten dengan pendidikan anak kita untuk semakin lebih baik 😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju sekali mbak. Amin, sama sama berjuang ya. Semoga bisa menjadi ortu yang lebih baik. Trimakasih sudah mampir.

      Delete
  2. Intinya, nggak overprotective, tapi juga tetap dibatasi supaya nggak merugikan diri sendiri maupun orang lain, ya.

    ReplyDelete
  3. Sangat SETUJU sekali. Saya justru membiarkan anak saya melakukan aktifitas apa aja asalkan tidak berbahaya. Jangan takut kotor.

    ReplyDelete
  4. Sangat SETUJU sekali. Saya justru membiarkan anak saya melakukan aktifitas apa aja asalkan tidak berbahaya. Jangan takut kotor.

    ReplyDelete