22.8.17

Mengapa di Jepang Tidak Mengenal Homeschooling?


yesielsandra.com. Suatu hari saya bertanya pada teman yang sudah lama sekali tinggal di Jepang, apakah anak anak di Jepang ada yang homeschooling. Jawaban teman saya tersebut tidak ada. Menurut pengalaman dan pengetahuanya, hampir seluruh anak anak Jepang sekolah di sekolah formal yang telah disediakan pemerintah. Hanya sedikit sekali yang menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. Sebab sekolah swasta sangat mahal. Tidak puas dengan jawaban teman tersebut sayapun melakukan browsing dan tidak menemukan cerita atau pengalaman orang tua yang menghomeschoolingkan anaknya. 

Mengapa Orang Tua di Jepang Tidak Mengenal Homeschooling?

1. Anak anak wajib belajar 6 -15 tahun.

Wajib belajar di Jepang dimulai pada anak usia 6 tahun sampai 15 tahun. Karena sifatnya wajib jadi ada sangsi bagi orang tua yang tidak menyekolahkan anaknya. Seluruh anak yang berada di Jepang terdata secara lengkap. Tahun ajaran baru dimulai bulan April saat bunga sakura sedang mekar. Ketika anak berusia 6 tahun pada setiap tahun ajaran secara otomatis akan mendapat surat dari pemerintah untuk segera mendaftar ke sekolah terdekat yang sudah ditentukan pemerintah. Termasuk anak saya, walaupun kami hanya "numpang" belajar di sini, tetapi anak saya juga mendapat surat panggilan dimana surat tersebut langsung ditujukan kepada nama anak kami. Anak SD belajar selama 6 tahun, dimana setiap tahun dibagi menjadi 3 semester.




2. Otomatis di terima di SMP

Karena sifatnya wajib, maka anak anak secara otomatis setelah tamat SD akan di terima di SMP negeri milik pemerintah. Tanpa tes masuk tentunya. Beda ya dengna di Indonesia, anak SD harus belajar mati matian agar bisa diterima di SMP negeri. SMP ini pun orang tua tidak bisa memilih, tetapi sudah ditentukan pemerintah berdasarkan lokasi terdekat dengan rumah. Masuknya sama seperti di SD tidak membayar alias gratis. Kecuali beberapa perlengkapan sekolah seperti pakaian, tas, sepatu dan lain lain. SMP di Jepang sama dengan di Indonesia yaitu 3 tahun dan bagi menjadi 3 semester.



3. Semua sekolah sama fasilitas dan kualitasnya

Karena pemerintah mewajibkan belajar 6 sampai 15 tahun atau SD dan SMP, maka pemerintah juga konsisten dengan menyediakan sekolah yang sama standarnya. Seperti fasilitas gedungnya, kurikulumnya, gurunya, proses belajar mengajarnya. Boleh dikatakan fasilitas dan kualitas seluruh sekolah sama, sehingga orang tua tidak ragu menyekolahkan anaknya di sekolah yang telah ditetapkan pemerintah.

4. Kerja sama guru dan orang tua

Komunikas antara orang tua dan guru sangat lancar. Anak anak memiliki buku penghubung yang bisa diisi dan dibaca orang tua setiap anak mau berangkat atau pulang sekolah. Jika anak tidak masuk dan tidak ada kabar guru akan segera menelpon orang tua dan menanyakan kenapa anaknya tidak masuk sekolah. Jika tidak bisa dihubungi guru akan langsung mengunjungi rumah orang tua untuk mencari tau kenapa anak tidak masuk sekolah. Setiap 2 bulan sekali juga ada open class. Orang tua dapat melihat secara langsung proses belajar mengajar. Setelah itu biasanya ada pertemua dan diskusi antara orang tua dna guru.

Guru di Jepang tidak hanya bisa mengajar, tetapi semua guru juga harus memiliki kompetensi pendidik atau lisensi mengajar yang dikeluarkan oleh Education Board di setiap profinsi. Sehingga kualitas guru benar benar dapat diandalkan mengajar dan mendidik anak anak, seperti menanamkan nilai nilai moral, kejujuran, disiplin, tanggung jawab. Tak heran hidup guru juga sejahtera di sini.


5. Kurikulum yang handal

Sekolah di Jepang mempercayai bahwa selain nilai akademik, prioritas pendidikan adalah tentang moral yang baik, karakter yang baik. Anak anak diajarkan membersihkan laintai sekolah, menyiapkan makan siang untuk teman teman, bekerja sama, disiplin, jujur dan lain lain. Selain pelajaran umum, anak anak juga banyak belajar keterampilan, memasak, menjahit, musik, olah raga dan lain lain.

Proses belajar mengajar di sekolah tersebut melahirkan SDM yang berkualitas. Orang Jepang tidak akan mengambil sesuatu jika bukan hak nya. Mereka juga sangat teratur dalam hal antrian, bertanggung jawab, dan sangat menjaga kebersihan.

Hal hal yang baik dari Jepan layak kita contoh, buang hal yang buruk. karena kehidupan ini tidak ada yang sempurna. Jika sekolah berhasil menciptakan manusia manusia unggul tentu orang tua tidak khawatir menyekolahkan anaknya di sekolah formal milik pemerintah.



Baca Juga:

Tips Menyusui Saat Hamil
Pendidikan Terakhir Doktor Kenapa Hanya Menjadi Ibu Rumah Tangga Biasa
Seperti Apa Sekolah Dasar di Jepang

Reaksi:

18 comments:

  1. Aakkkk makasih sharingnya ya mak,
    Dah jd tahu nih aku gmn pendidikan di Jepang, pantesan aja menghasilkn bnyak sdm yg oke punya, secara fasilitas dan semua2nya di setiap sekolah serba sama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pendidikan seharusnya menajdid hak dasar setiap warga ya, dan pemerintah mempunyai kewajiban menyediakan fasilitas, sistem, kurikulum dan tenaga pengajar yang baik. Jika itu terpenuhi saya yakin bangsa itu akan maju dan berkembang.

      Delete
  2. mb maaf, itu setahun 3semester? 1thn ajaran 1.5tahun? atau 1tahun 3 periode alias cawu (catur wulan) spt jaman kita sekolah dulu?
    setau saya 1 semester=6bulan.
    cmiiw

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe iya ya, setiap catur wulan maksudnya mbak. setahun 3 kali. trimakasih mbak.

      Delete
  3. Senang baca artikel tentang pendidikan di Jepang

    ReplyDelete
    Replies
    1. sangat menginspirasi pendidikan di jepang, layak kita tiru

      Delete
  4. keren euy sistem pendidikan di Jepang. mereka nggak cuma mengajarkan ilmu tapi juga adab ya kayaknya

    ReplyDelete
  5. Senangnya ya, semoga pendidikan di Indo lebih baik lagi

    ReplyDelete
  6. Inspiratif sekali,wow banget ya dikasih surat panggilan.
    salam kenal mbk

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul, dan surat itu ditujukan ke anak kita sendiri. jadi anak merasa wow banget....

      Delete
  7. Semoga Pendidikan di Indonesia lebih baik mbak ...

    ReplyDelete
  8. Bagus ya, semoga nanti Indonesia bisa lebih bagus lagi, Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, yang bagusnya kita ambil untuk referensi pendidikan di Indonesia...

      Delete
  9. keren ya mba, smg kelak indonesia bisa seperti itu. Gak ada lg kata sekolah unggulan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin, mudah mudahan sautu saat pendidikan di indonesoa bisa menjadi lebih baik

      Delete