Sunday, August 13, 2017

Pengalaman Menjadi Konselor Menyusui di Jepang

yesielsandra.com. Menyusui adalah fitrah perempuan. Setiap perempuan setelah melahirkan secara otomatis perempuan memiliki air susu untuk makanan bayi.

Air susu Ibu (ASI) dalah makanan terbaik pertama dan utama untuk bayi hingga 6 bukan, kemudian dilanjutkan dengan memberi bayi makanan pendamping ASI dengan tetap melanjutkan ASI jingga 2 tahun. Itu adalah modal yang telah diinvestasikan orang tua untuk kesehatan, dan tumbuh kembang bayi di masa yang akan datang.

Pada pelaksanaanya, tidak semua ibu dapat menyusui dengan mudah. Begitupun bayi, tidak semua bayi dapat menyusu dengan baik. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab mengapa ibu dan bayi kadang menghadapi masalah dalam hal menyusui ini.

Menyusui anak pertama yang bermasalah menjadi pengalaman berharga dan menjadi catatan tersendiri dalam proses menyusui anak anak saya. Dan pengalaman itu menjadi penyebab mengapa akhirnya saya belajar dan ikut pelatihan konselor menyusui modul WHO 40 jam di sentral laktasi Indonesia (Selasih), Jakarta yang dipimpin dokter spesialis anak, ibu dr.Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM tahun 2009.

Puting saya pernah berdarah dan ke lecet. Kering, mengelupas, berdarah lagi. Malam malam bayi rewel. Payudara saya bengkak dan kerasnya minta ampun. Sakit sekali jika tersentuh. Anak saya yang lain pernah binggug puting. Kalau disusui ngak mau, rewel, nangis, dan badannya seperti mau dilipat kebelakang. Duh sedihnya tu di sini.

Kebetulan saya ibu bekerja, tidak bisa 24 jam bersama bayi. Saya menitipkan di day care. ASI saya perah manual pakai tangan. Sangat mudah sekali memerah ASI.

Tapi tak ada yang tak mungkin. Sepanjang kita berusaha, persoalan persoalan saat menyusui dapat kita atasi berkat ikhtiar dan doa kepada Allah SWT.

Kemaren saya dapat SMS dari seorang bapak, istrinya teman baik saya. Dia minta saya datang ke rumahnya, tapi tidak bilang untuk urusan apa. Karena hari itu saya ngajar anak anak ngaji, saya bilang habis ngajar ngaji saya ke rumahnya.

Rupanya saat saya ngajar, bapak tadi datang menjemput. Rupanya bayinya yang baru 2 bulan rewel terus. Ngak mau menyusu.

Tergopoh gopoh saya segera berangkat ke rumahnya menggunakan sepeda. Saya tinggalkan anak anak yang sedang belajar ngaji. Kebetulan guru ngaji ada 3 orang.

Sesampai dirumahnya, saya lihat bayi sedang terlelap dalam pangkuan ibunya. Mata ibu tampak sembab seperti habis menangis. Saya maklum sekali perasaanya karena saya juga pernah nangis gara gara puting berdarah dan anak bingung puting.

Saya amati, secara fisik tidak ada masalah dengan bayi. Sederhana aja ngeliat bayi itu sehat atau tidak. Lihat kulitnya, kalau tampak bersinar bisa dipastikan bayi sehat.
Kalau berat badannya naik minimal 600gram tandanya bayi normal dan sehat.

Kemudian saya pijat bayi teman saya pakai minyak bubut. Dan terakhir saya olesi sedikit minyak telon.

Nah masalah bayi teman saya tadi BAB nya berbusa. Dan menolak menyusu. Oh kalau BAB bayi berbusa itu biasa, karena proses pencernaan setiap bayi berbeda. Yang perlu dikhawatirkan kalau BAB nya berbusa dan hanya air saja. Sepanjang masih ada ampasnya jangan khawatir.

Kenapa bayi tidak mau menyusu? Nah kalau yang ini banyak penyebabnya. Bisa jadi bayi udah kenyang. Dia ngak nyaman, dia trauma menyusu karena dipaksa, dia lagi sembelit, atau bisa jadi pelekatan nya ngak pas.

Saya minta teman saya memerah ASI nya, kemudian perlahan saya sendoki. Alhamdulillah ASI teman saya itu banyak keluarnya dan bayipun dengan mudah mau disendoki.

Ngak lama bayipun tertidur. Kesimpulan saya ngak ada masalah dengan bayinya. Mungkin ibu baby blues. Karena jadi ibu baru itu memang memerlukan perjuangan yang hebat. Apalagi jauh dari kampung halaman. Dalam keadaan seperti ini dukungan dari suami dan orang terdekat sangat diperlukan.






Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment