Friday, August 4, 2017

Pesan Rasulullah Kepada Orang Tua yang Patut Kita Renungkan


yesielsandra.com. Kita sering mendengar anak durhaka kepada orang tuanya. Tapi adakah orang tua yang durhaka kepada anaknya? Menurut saya bisa saja ada. Seperti baru baru ini ada Ibu yang tega memasukkan bayi yang baru dilahirkanya ke dalam freezer sehingga membeku. Berita tersebut lihat di sini

Binatang saja tak tega membunuh anaknya, tapi manusia sekarang dengan mudah melakukan itu. Selain karena faktor ekonomi, hasil hubungan gelap, pemahan arti tanggung jawab sebagai orang tua banyak belum dipahami. 

durhaka orang tua terhadap anaknya tidak saja dalam bentuk pembunuhan secara fisik, tetapi juga pembunuhan secara mental. Orang tua tidak sedikit yang membunuh kreatifitas anaknya, membunuh fitrah belajar anaknya, membunuh keberanian anaknya, membunuh rasa percaya diri anaknya, membunuh harga diri anaknya. Melalui apa? Jawabanya bisa bermacam macam. Melalui pendidikan yang keliru, melalui kasih sayang yang keliru, melalaui lisan yang tajam, melalui amarah yang berlebihan, melalui sering membandingkan, dan lain sebagainya.

Konsekwensi menjadi orang tua adalah konsekwensi yang berhubungan dengan dunia akhirat. Beratnya tanggung jawab semenjak mengandung, melahirkan, menyusui, mendidik dan membesarkan semuanya mengandung konsekwensi pahala yang tak terkira. Jika pahalanya besar, tentu ujian dan tantangannya juga besar.

Orang tua mungkin akan menemui anaknya yang tidak sempurna secara fisik dan mental. Atau orang tua mendapati anaknya yangsulit diatur, nakal, pecandu narkoba, freesex, dan melakukan prilaku negatif lainya yang membuat orang tua pusing tujuh keliling. Semua itu adalah ujian kesabaran.

Ada beberapa penyebab mengapa anak anak tidak seperti yang kita harapnya. Pertama karena kita tidak memiliki ilmu parenting yang cukup, sehingga pola asuh kita kepada anak hanya mengandalkan ilmu turun temurun dari orang tua yang bisa jadi sudah tidak sesuai dengan zaman sekarang. Kedua karena lingkungan. Lingkungan pergaulan memberi andil yang cukup besar dalam menjerumuskan anak kita.

Agar anak anak kita tidak bisa menjadi anak yang sholeh, tidak terjerumus pergaulan bebas, tidak mengkonsumsi narkoba, tidak free sex, tidak nakal, tidak melakukan perbuatan yang membuat kita menjadi emosi, maka perlu kita teladani pesan nabi berikut ini. Menurut Fauzil Adhim, Nabi Muhamad SAW berpesan kepada kita bahwa, Allah SWT merahmati orang tua yang membantu anaknya berbakti kepadanya. Bagaimana cara membantu anak agar berrbakti kepada kita. Pesan Rasulullah yaitu, pertama, dia menerima yang sedikit darinya. Kedua, memaafkan yang menyulitkanya. Ketiga, tidak membebaninya. Keempat, tidak memakinya. Penjelasan dari pesan tersebut adalah sebagai berikut.


  1. Terimalah oleh orang tua yang sedikit dari anak. Maksudnya adalah apapun anak kita, terimalah anak kita dennga penuh kesyukuran dan bahagia. Jika kita menganggaapnya istimewa maka ia akan menjadi anak yang istimewa. Karena tidak ada produk gagal yang diciptakan Allah. Setiap anak adalah juara dan memiliki misi kehidupanya masing masing. Setiap anak berbeda kecerdasanya, setiap anak unik, setiap anak adalah juara yang jika dididik dan diarahkan oleh rang tua yang luar biasa maka anak akan tumbuh menjadi anak yang luar biasa pula. Jika kita memahami pesan nabi yang bertama ini maka kita akan menghargai setiap kelebihan dna kekuarangan anak kita. Kita tidak akan merasakan kesulitan mendidiknya. Kelak anak ini akan menjadi orang besar yang akan bisa merngubah wajah dunia dengan iman dan taqwa yang ada dalam dirinya.
  2. Memaafkan yang menyulitkanya. Tidak anak yang tidak pernah berbuat salah, sebagaimana ktidak ada orang tua yang tidak pernah berbuat salah pada anaknya. Setiap anak boleh salah, sebagai bagian dari proses pembeljaranya, tapi dari kesalahan itu anak akan belajar. Memaafkan akan membuat dada kita menjadi lapang dan tidak sesak. Jika dia melakukan kesalahan, beri tahu baik baik dengan kelembutan. Bukan dengan memberi hukuman fisik atau mental yang dapat melukai secara dalah hatinya. 
  3. Tidak membebani anak diluar kemampuanya. Jangan terlalu tinggi ekspetasi dan ambisi kita pada anak. Misalnya karena kita memiliki karier dan pendidikan yang baik maka anak kita juga harus sama seperti kita. karena kita dulu jago matematika dan selalu juara, kita juga ingin anak kita sama seperti kita. Sehinggga dia terbebani oleh nafsu dan harapan kita yang terlalu tinggi itu. Biarkan anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan kemampuanya. gali potensi dirinya, kelak dia akan menjadi anak yang dahsyat kemampuanya mengubah dunia menjadi lebih baik.
  4. Pesan terakhir Rasulullah yaitu jangan memarahi anak apalagi memarahi denngan cara berlebihan. Anak yang tumbuh dalam kemarahan maka jiwanya akan kososng. Anak yang selalu dicaci maki dia akan tumbuh menjadi anak yang rendah diri. Anak yang selalu mendapat omelan akan tumbuh menjadi anak yang tidka percaya diri. Anak anak yang selalu dimarahi akan dendam pada orang tuanya. Tidak akan tumbuh rasa kasih sayang diatara keduanya. Sehingga anak akan jauh dari kita. Anak anak kita akan semakin sulit diatur dan diarahkan. Jika ia melakukan kesalahan jangan segera memarahi, tetapi beri tau baik baik. Kemarahan tidak akan memberi banyak kebaikan dalam setiap persoalan.
Itulah pesan rasulullah yang dapat kita teladani dalam mendidik anak. Jika kita ridho pada anak kita, maka langit dan bumi akan membuka pintu pintu keberkahan untuk keluarga kita. Berdoalah terus kepada Allah agar kita diber hati yang lapang dalam mendidik anak anak kita. Sehingga anak anak kita menjadi anak yang sholeh, anak yang berbakti kepada akedua orang tuanya, serta anak yang dirindukan langit dan bumi untuk mengubah wajah dunia menjdi lebih baik.

Baca juga tulisan menarik berikut ini:
kurikulum homeschooling untuk anak usia 2-6 tahun
Reaksi:

2 comments:

  1. Esy, mantap mah si, uni banyak kurang dalam mandidik anak. Uni suko jo tulisan esy ko. Trim's yo si. Padohal uni dulu baru nikah rajin baco buku manganai parenting, tp apliksasinyo kurang.

    ReplyDelete
  2. Mokasih ni, udah mampir di blok ko. Hayuk semangat ni. Ikatlah Ilmu dengan menulis dan membagikannya.

    ReplyDelete