Monday, August 7, 2017

Suara Ibu Elly Risman Mewakili Keresahan Kami Para Ibu



yesielsandra.com.
Siapa yang tidak kenal ibu Elly Risman? Seorang psikolog senior sekaligus pakar parenting. Setiap orang tua yang peduli terhadap tumbuh kembang anaknya, pasti menjadikan Ibu Elly Risman sebagai salah satu rujukan dalam mengasuh anaknya, termasuk saya. Saya pernah mengikuti seminarnya di Padang Panjang. Setiap kata yang keluar dari mulutnya bukan hanya sebatas retorika khas publik speaker. Tetapi keluar dari hati seorang ibu yang tulus mengajak ibu lainya agar peduli kepada anaknya menginggat begitu besarnya bahaya dan ancaman dari predator terhadap anak anak kita. Setiap masalah remaja yang dia ungkap didasari data yang valid hasil penelitian Yayasan Kita dan Buah Hati yang dipimpinya. Dan itu fakta yang tak terbantahkan. Inilah realitas anak anak kita, menyedihkan, memilukan, menyakitkan.....


Misalnya Ibu Elly Risman pernah bercerita, bagaimana dengan mudahnya siswa sekolah mengajak temannya melalui SMS untuk making love atau ML. Aktifitas itu bisa dilakukan di tangga dalam waktu yang relatif cepat dan singkat karena foreplaynya telah dilakukan melalui chating.  Anak anak kita dengan mudah melakukan sex bebas bukan tanpa sebab. Maraknya industri pornografi dari berbagai media, seperti internet, televisi, komik, majalah, game, sinetron, dan sebagian artis artis mulai dari artis kelas kampung sampai artis kelas kakap yang berpakain minim, seksi, erotis menambah kontribusi bagi industri pornografi.

Baca Juga : Ibui Ibu Ini Melahirkan Orang Orang Yang Luar Biasa

Kebanyakan persoalan moral, kriminal, korupsi, dan persoalan akut lainya di negeri kita berawal dari industri pornografi dimana pemiliknya mendapatkan banyak keuntungan dari bisnis ini. Pemilik kapital industri pornografi ini akan melakukan segala cara agar bisnisnya terus bertahan dan mereka terus mendapatkan keuntungan, tanpa pernah berfikir kerusakan moral, aqidah, akhlak dan sosial dari korban korbanya, yaitu anak anak kita. Karena begitu kuatnya mereka baik modal, media dan jaringan, kita para orang tua tak kan mampu melawan. Dan Ibu Elly Risman, dengan lantang menyatakan perlawan terhadap industri pornografi. Ibu Elly seperti sebuah mata air yang menyejukkan, ia bantu kita para orang tua agar terbuka fikiran, akal dan hati agar menjaga anak anak kita dengan baik, melakukan tindakan preventif terhadap bahaya pornografi agar anak kita tidak menjadi korban. Dan jika mampu mari ikut serta melawan dan menyuarakan dengan lantang agar pemerintah memperhatikan persoalan ini dengan serius. 

Tidak banyak orang yang berani melakukan ini. Kalaupun ada mereka seperti berteriak di tengah lapangan yang luas. Teriakan itu belum banyak memiliki efek, karena terbukti industri pornografi terus berkembang. 

Baca juga : Ingin Anak Kreatif Inovatif dan Prestatif?

Yang menyedihkan sekarang Badan Ekonomi Kreatif berencana mengundang artis papan atas Korea, girl band SNSD yang kita lihat dalam kacamata Islam -karena sebagian besar bangsa Indonesia adalah muslim- tidaklah pantas untuk diundang oleh lembaga resmi pemerintah atau swasta dalam bentuk apapun acaranya, mau dalam rangka 17 Agustus atau Countdown to Asian Games 2018. Kenapa tidak pantas? Lihatlah pakaian artis tersebut dalam setiap aksi panggungnya yang memperlihatkan aurat, erotis dan sangat fulgar yang menjurus ke arah pornografi dan pornoaksi. Tidak sesuai dengan budaya Indonesia.

Menurut Bapak Dadang Hawari, yang saya kutip dari http://merangkai-kata.blogspot.jp/2013/02/pengertian-pornografi.html, pornografi mengandung arti penggambaran tingkah laku secara erotis dengan perbuatan atau usaha untuk membangkitkan nafsu birahi, misalnya dengan pakaian meransang. Pakaian meransang ini seperti pakaian mini yang menampakkan tubuh bagian atas, seperti dada, dan tubuh bagian bawah seperti paha, pakaian tipis atau transparan, atau pakaian yang ketat melekat pada lekuk lekuk tubuh sehingga membangkitkan nafsu birahi yang memandangnya. 

Dari pengertian di atas apakah SNSD tidak mengarah pada pornografi? Silahkan Anda menjawab sendiri. Menurut sebagian orang mungkin ini kreatifitas, tapi menurut saya tidak. Namun terlepas dari pro kontra menjurus pornografi atau tidak, mengandung unsur sex atau tidak, pemerintah seharusnya berfikir jernih, tidak menampilkan sesuatu yang tabu bagi kebanyakan masyarakat dan juga tidak sesuai budaya Indonesia hingga menimbulkan polemik.

Baca juga : Ibu, Semangat Ya, La Tahzan...

Apakah rakyat Indonesia atau artis Indonesia tidak ada yang lebih kreatif sehingga harus mengimpor artis Korea? Katanya cinta tanah air, katanya pancasila,  mana bukti kecintaan terhadap tanah air? Seharusnya pemerintah justru manampilkan kreatifitas anak anak Indonesia yang sesuai dengan budaya Indonesia. Bukan menampilkan artis Korea yang seksi dan mengumbar aurat. Kalau itu yang disebut kreatif, mohon maaf mengertilah saya siapa pemerintah sekarang ini.

Mungkin bagi yang bukan Muslim, tidak ada masalah orang yang membuka aurat, menampilkan tarian erotis yang meransang birahi, seksi dan cenderung hedonis lainya. Tapi bagi kami orang tua Muslim, yang sangat melindungi anak anak kami dari hal tersebut, kami amatlah khawatir dan resah. Suara Ibu Elly Risman mewakili keresaahan kami. Kami tak berani bicara, kalaupun kami bicara, suara kami terlalu lemah, tak kan sampai pada pengambil kebijakan.

Baca Juga : Pesan Rasulullah Kepada Orang Tua Yang Patut Kita Renungkan

Jika tetap ingin mengundang artis top Korea SNSD untuk pentas di Indonesai, silahkan, karena itu hak kita sebagai warga negara. Tapi tolong jangan gunakan uang pajak kami untuk membiayai segala sesuatu yang tidak selaras dengan budaya Indonesia. Pakailah hati nurani menggunakan pajak kami untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat, misalnya untuk pendidikan. Masih banyak di pedalaman sana sekolah ala kadarnya.  

Jangan membenci kebenaran dan kebaikan. Apalagi menghinanya dengan membully orang yang dengan segenap kemampuan dan ilmunya mendedikasikan dirinya untuk generasi Indonesia yang bermoral, bermartabat dan terhormat. Saya mengerti maskusd Ibu Elly Risman tidak ada niatan merendahkan dan menghina seseorang. Hanya karena perbedaan sudut pandang kita saja menyikapi twittan Ibu Elly Risman. Sehingga rakyat maya menjadi gempar. Tetapi saya sekarang menjadi paham, kadar seseorang dan siapa dia dari setiap komentarnya pada Ibu Elly Risman.

Baca juga : Cara Jitu Membuat Anak Mudah Diatur

Banyak yang harus kita perjuangkan untuk Indonesia yang lebih baik. Jangan habiskan energi kita melakukan hal hal mubazir yang tak bermanfaat, Hargai bangsa sendiri, dengan menghargai kreatifitas rakyat sendiri. Semoga Alah SWT senantiasa melindungi kita, anak anak kita, dan bangsa Indonesia dari bahaya laten pornografi. Saya bersama ibu Elly RIsman menyuarakan ini. Bagaimana dengan Anda, silahkan jawab di komentar...


Baca juga : Ibu Ibu Ini Melahirkan Orang Orang Hebat Yang Luar Biasa
sumber foto : https://i.ytimg.com/vi/5Rn3aGiieAg/hqdefault.jpg


Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment