11.8.17

Tips Hemat Listrik di Jepang


yesielsandra.com. Kehidupan di Jepang memberi banyak inspirasi. Banyak sekali perbedaan yang saya rasakan selama tinggal di sini. Selain budaya dan kehidupan sosial, perbedaan yang terasa sehari hari adalah persoalan harga yang tinggi. Memang suami mendapatkan beasiswa yang memadai dan kamipun mendapat tunjangan keluarga ditambah anak anak juga mendapat tunjangan dari pemerintah Jepang, tetapi setiap melakukan transaksi terasa sekali beratnya hidup di Jepang yang semua serba mahal menurut saya. Mungkin karena saya selalu konversikan ke Rupiah kali ya, jadi kesanya mahal.

Misalnya, untuk naik bis ke International Lounge, tempat saya belajar Nihonggo. jaranknya hanya 2.3 Km, ditempuh selama kurang lebih 10-15 menit , ongkosnya 240 Yen. Itu kurang lebih 29.000 Rupiah. Cukup mahal kan dibanding naik bis Trans Padang yang jauh dekat hanya 3.500 rupiah. Untuk menghemat biaya saya naik sepeda yang memakan waktu antara 20 sampai 25 menit. Atau kalau naik bis saya pakai kartu, bisa hemat 10%.

Baca juga : Anak Anda Malas Belajar dan Bermasalah? Yuk Atasi Dengna Assessment Ini

Untuk ukuran orang Jepang, sewa apartemen di Kanazawa jauh lebih murah dibanding kota besar lain seperti Tokyo atau Osaka. Tapi ya bagi saya tetap saja mahal. Sewa apartemen kami 45.350 Yen, itu setara kurang lebih 5.5 Juta  setiap bulan. Bukan setiap tahun loh ya. Ada Apartemen subsidi pemerintah sebenarnya yang bisa kita sewa, hanya sekitar 10.000 Yen per bulan, tapi jauh dari Mesjid. Pertimbangan suami saya biarlah mahal tapi dekat Mesjid agar anak kami mudah sholat Jumat dan sholat subuh di Mesjid. Juga dekat ke sekolah anak anak yang berjarak hanya kurang lebih 200 meter. Termasuk mudah transportasi bis kalau suami saya ke kampus.

Begitupun persoalan dasar rumah tangga seperti biaya listri air dan gas. Pengalaman bulan pertama biaya listri kami bengkak sekali yaitu 13.700 Yen, atau kurang lebih 1.65 Juta Rupiah. Kemudian saya tanya ke senpai yang kebetulan tetangga dan memiliki anak 4 orang juga. Biaya listriknya rata rata 3 ribuan Yen perbulan. Wah ini ada yang salah dengan penggunaan listrik saya.

Kemudian saya bertanya apa tipsnya agar bisa menghemat listrik. Kebetulan Sekolah Muslimah di Mesjid Umar Bin Khattab mengadakan pertemuan dengan tema menghemat listrik di Jepang. Tidak saya abaikan kesempatan ini. Ternyata ada tips tips yang harus kita ketahui. Adapun yang saya ingat kalau ngak salah sebagai berikut.

Baca juga : Ibu Ibu Ini Melahirkan Orang Orang Hebat Dan Luar Biasa

  1. Sejak pukul 22.00, sampai pukul 06, pemakaian listrik diskon hingga 50%. Jadi saya memasak nasi, menghidupkan mesin cuci, menghidupkan AC ya pas jam ini. Bahkan kalau saya terbangun dan anak anak sudah terlelap tidur saya matikan AC. Saat musim dingin kadang kami hanya memakai pemanas heater, lebih irit dari AC.
  2. Apartemen saya cukup luas dengan 3 kamar. Cara menghematnya lampu hanya hidup jika ada aktifitas di ruangan. Kalau orang tidak ada di suatu ruangan maka lampu harus dimatikan. Anak anak saya berikan pemahaman soal ini. Alhamdulillah mereka mengerti. Misalnya jika meninggalkan kamar atau WC, secara otomatis tanganya akan mematikan lampu.
  3. Gunakan setrikaan untuk hal yang benar benar penting. Jadi habis dikeringkan, semua pakain dilipat baik baik. Jadi ngak terlalu kusut. Kalau perlu melicinkan pakain, ingat waktunya 22.00 sapai jam 06. 
  4. Kebetulan saya ngak punya oven, jadi ngak pernah buat kue yang menggunakan oven. Paling pakai mixer, nanti masaknya di rice cooker atau buat kue yang simpel simpel saja.
  5. Saya sering melakukan aktivitas yang menggunakan listri saat bangun sholat malam. Jadi sebelum atau setelah sholat segala sesuatu yang berhubungan dengan listri dikerjakan saat itu.
  6. Alhasil listrik saya berlahan menurun, dari 13 ribuan tunun menjadi 7 ribuan, kemudian turun lagi menjadi 4 ribuan, sampai akhirnya stabil diangka 2 ribuan. Tetapi karena bulan ini musim panas dan anak anak libur, pembayaran listrik saya bulan ini naik 3.200 Yen. AC terpaksa dihidupkan setiap malam karena puanasnya minta ampun. tapi itu tadi, pas anak anak terlelap dan saya bangun malam, AC segera saya matikan.
  7. Namanya manusia biasa, kadang saya khilaf juga menggunakan listri di luar jam itu. Tapi itu hanya sesekali. 
Baca juga : Suara Ibu Elly Risman Mewakili Keresahan Kai Para Ibu

Sebelum saya dapat ilmu cara menghemat listrik dari senpai, biasanya saya memakai listrik ngak tau waktu. Kapan inget mau hidupkan mesin cuci, atau masak nasi ya udah saat itu dikerjakan. Padahal saat ini jam normal harga listrik. Atau kadang seluruh lampu kamar dan ruangan hidup semua. Wealah pantas jadi mahal bayar listriknya.

Mungkin sebagian orang tidak terlalu mempermasalahkan pemakain listrik ini. Tapi bagi saya ini sangat penting. Karena dengan berkurangnya biaya listrik, saya dapat mengalokasikan uang untuk gizi anak. Anak anak setiap hari harus makan buah. Walau mahal, saya tidak segan beli buah buahan dalam jumlah yang banyak. Atau membeli ikan yang harganya muahal banget. Atau membeli susu murni. Saya lebih senang masak ikan dari pada protein yang lainya. Seerti kita ketahui ikan mengandung Omega 3 lebih banyak di banding protein lain. 

Umur hidup orang Jepang termasuk panjang. Saya lihat orang sudah sangat tua tapi masih kuat jalan jalan ke sana ke mari. Rahasianya ada pada apa yang mereka konsumsi. Orang Jepang lebih suka mengkonsumis ikan. tapi harga ikan di sini muahal banget. Satu porong ikan 200gram harganya bisa 500 Yen. Untuk saya yang memiliki anak 4 ngak cukup hanya 200gram.

Makanya agar gizi anak dapat saya penuhi dengan maksimal, saya berusaha menghemat listrik, gas dan air sehemat hematnya. Dan saya berharap dana yang kami peroleh selama suami sekolah di sini bisa ditabung untuk naik haji tahun depan. Tahu sendirikan kalau naik haji dari Indonesia waiting lisnya sangat panjang. Jatah saya tahun 2029. Wah ngak tahan nunggu selama itu ke baitullah. Syukur syukur ada lebihnya, jadi bisa ddigunakan dan dimanfaatkan untuk kegiatan lain jika sudah pulang ke Indonesai.

Terakhir, berhemat atau tidak itu pilihan kita ya. Berhemat cara seperti ini mungkin baik bagi saya dan keluarga, tapi bagi keluarga lain belum tentu. Jadi teori relatifitas itu berlaku bagi setiap individu, kapan saja, dimana saja, dan tentang apa saja.

Douzo Yoroshiku.....

Ket:
Foto Kota Kanazawa, By Ardhian Agung


Reaksi:

6 comments:

  1. Wah orang-orang Indonesia harus ikut mencontoh kebiasaan baik neara tetangga dalam mengehmat listrik. Karena orang2 kita masih saja menganggap hal itu sepele.

    Info yang sangat bagus bu. Ternyata ibu seorang dose yaa hehe Sya masih Maasiswa sem. 5 Di UIN Syahid Jakarta. Salam Kenal bu

    ReplyDelete
  2. Salam kenal faqih, iya saya dulu waktu di Indonesia juga agak abai menghemat listrik. Sekarang ngak bisa, harus waspada dan hemat, muaha banget soalnya. Trimakasih sudah mampir ya faqih.

    ReplyDelete
  3. ohayo gozaimasu ibu yesi.. saya lagi kebobolan listrik bgt selama fuyu ini. kalo mencuci di mlm hari pernah di komplen tetangga ga bu? krn wkt saya dtg, pihak kantor wanti2 utk ga nyalain mesin apapun (mesin cuci,vaccum,blender dll) di atas jam7..urushai 😐
    oia 1 lagi kalo pas fuyu ibu listrik nya biasanya brp? trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kalau fuyu begini memang listrik dan gas bengkak bahkan bisa 2 kali lipat dibanding musim lainya. Belum pernah ada komplen bu.

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Apakah diskon 50% berlaku untuk semua wilayah di jepang? Saya di Shiga prefektur dekat Kyoto.

    ReplyDelete