30.9.17

Apa sih Me Time Itu, Perlukah Bagi Seorang Ibu?

yesielsandra.com. Semua manusia memiliki waktu yang sama, 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Tetapi setiap orang memiliki cara yang berbeda mengisi dan memanfaatkan waktunya. Ada yang merasa 24 jam rasanya kurang, tetapi tidak sedikit yang merasakan lama sekali waktu berlalu.

Mengelola waktu adalah seni. Seperti kisah 4 orang mahasiswa yang sedang menunggu antrian bimbingan dengan dosennya. Mahasiswa yang pertama mengerutu dan kesal karena mengantri lama sekali. mahasiswa kedua memanfaatkan waktu menunggu itu dengan membaca banyak buku kuliah. Mahasiswa ketiga bernyanyi untuk menghilangkan kebosanannya. Sedangkan mahasiswa keempat menghafal Alquran.

Apa yang terjadi pada keempat orang mahasiswa tersebut setelah tamat kuiah? Mahasiswa pertama sulit mendapat pekerjaan karena selalu berfikir negatif. Mahasiswa kedua menjadi asisten dosen karena wawasannya luas dan pintar. Mahasiswa ketiga berhasil mengikuti audisi penyanyi di sebuah televisi swasta dan mahasiwa keempat berhasil menjadi Hafidz Quran.

Menunggu pastinya adalah sesuatu yang sangat membosankan. Empat orang mahasiswa berada dalam situasi yang sama tetapi berbeda cara mengisi dan memafaatkan waktunya. Lihatlah hasilnya yang berbeda pula.

Begitupun bagi seorang ibu, apakah ibu tersebut full di rumah mengurus aktivitas domestik atau ibu tersebut juga adalah seorang ibu rumah tangga yang tentunya urusan domestik menjadi tanggung jawabnya tetapi ia juga aktif di publik. Perlu "Me Time" bagi seorang ibu agar tetap waras menjalankan aktivitas domestik maupun publiknya.

Apa Itu Me Time

Secara sederhana, Me Time dapat dikatakan sebagai waktu untuk diri sendiri. Waktu ini dapat kita gunakan untuk memperhatikan diri kita sendiri, baik fikriyah kita, ruhiyah kita maupun jasadiyah kita.

Sebagian orang memahami Me Time sebagai waktu dimana orang menjauh dari aktifitas rutin yang menjemukan, lepas dari urusan sumur dapur kasur. Lepas dari customer, bos, laporan, dan urusan kantor lainya.

Ada juga sebagian ibu yang memaknai Me Time itu sebagai waktu yang bebas dari suami dan anak anak. Waktu untuk tidak disibukkan dengan renggekkan anak, dan ajakan bercinta dari suami.

Me Time dipahami juga oleh sebagian Ibu sebagai waktu untuk memanjakan diri di tempat tempat tertentu seperti ke salon, ke mall, ke gym, ke luar kota sendirian dan lain lain.

Tidak sedikit pula ibu yang memahami Me Time sebagai waktu untuk bersenang senang ke luar negeri bersama teman teman atau menikmati indahnya pantai. Setiap orang memandang Me Time dengan cara yang berbeda beda. Terlepas dari cara pandang yang berbeda tersebut, sebaiknya Me Time itu benar benar harus menjadi booster yang memberi energi dan semangat baru dalam menjalankan aktifitas sehari hari.

Perlukan Me Time Bagi Ibu?

Tentu perlu. Seorang ibu yang rutin menjalankan aktifitas domestik seperti bangun tidur, memasak, menyiapkan sarapan, cuci piring, beres beres rumah, menyapu dan ngepel, menyetrika pakaian, memandikan anak, mengantar dan menjemput anak sekolah, begitu setiap hari berulang ulang. Suatu saat mungkin merasa jenuh dengan rutinitas tersebut. Apalagi jika ibu itu juga adalah seorang ibu bekerja yang melaksankana rutinitas kantor. Belum lagi jika beban kerja yang telalu berat, tuntuan kerja yang tinggi, lingkungan kantor yang tidak kondusif, pertikaian pendapat dengan teman sekantor dan lain lain. Bagaimana ibu memandang semua rutinitas tersebut, apakah sebagai sesuatu yang harus disyukuri atau rutinitas yang memberatkan? Semua tergantung cara pandang ibu.

Jika ibu terus dalam keadaan tertekan, bosan karena padatnya aktifitas sehari hari maka ibu dapat mengalami depresi dan stres. Ibu akan mudah marah pada anak dan suami. Ibu akan mudah lelah fisik dan pikiran termasuk lelah hatinya. Maka perlu bagi ibu memiliki Me Teme sebagai booster agar memiliki energi baru, agar pikiran senantiasa fresh, agar hubungan dengan anak dan suami terus harmonis, agar pekerjaan kantor dapat diselesaikan dengan baik, agar semua aktifitas dapat bermanfaat dan menjadi amal ibadah yang bernilai ibadah di mata Allah.

Hindari Me Time yang bernilai sia sia, seperti :


  1. Menghambur hamburkan uang atau cenderung boros dan berfoya foya.
  2. Meninggalkan kewajiban utama mendidik anak dan melayani suami.
  3. Menimbulkan fitnah dan membahayakan diri sendiri.
  4. Lupa pada ibadah wajib.
  5. Lupa waktu


Agar pikiran kita tidak terbebani, pandanglah urusan doemstik dan publik kita sebagai suatu kesempatan untuk merenda amal ibadah. Sebagai suatu value yang harus kita syukuri. Jika kita mengalami kejenuhan dan bosan, kita dapat berkontemplasi, menata kembali hati dan pikiran agar tenang dan jernih dalam berfikir.

Bagi saya Me Time tidak harus ke luar rumah atau mengeluarkan biaya besar. Me Time yang paling memberi energi bagi saya adalah berkontemplasi di sepertiga malam. Sholat malam, mengaji dan berdoa memberi saya energi untuk bergerak. Me Time yang tak kalah asiknya buat saya adalah tidur. Setelah bangun badan pikiran fresh kembali. Me Time lainnya yang saya lakukan adalah bekam di rumah sehat atau facial atau potong rambut di sebuah salon. Bersepeda mengelilingi kota Kanazawa juga merupakan Me Time tersendiri. Banyak tempat yang bisa disingahi, bebas polusi dan macet.

Banyak cara yang dapat kita lakukan. Silahkan mencari waktu yang pas dan mengisinya dengan kegiatan positif. Manfaatkan Me Time kita benar benar untuk men charge ruhiyah, jasadiayah dan fikriyah kita. Sehingga kita menjadikan Me Time sebagai Continual Improvement Process sehingga menjadikan kita sebagai ibu yang profesional dan berkualitas baik di ranah domestik dan juga di publik.

Tulisan menarik mengenai Me Time dapat di lihat di sini yang ditulis sangat apik oleh Mak Ima Rochmawati. Tulisan tersebut merupakan pos trigger #KEBloggingCollab dari kelompok Susi Pudjiastuti.

Reaksi:

10 comments:

  1. Me time memang penting bgt u smua org agar jiwa n raganya jadi seimbang

    ReplyDelete
  2. Me time bukan semata-mata tentang bersenang-senang ketika ada waktu senggang, bebas urusan domestik, dsb. Tapi untuk lebih memaksimalkan potensi diri. Sehat secara fisik dan ruhani.

    ReplyDelete
  3. duhh jadi menangis membaca ini, terima kasih ya mbak sudah diingatkan xoxoxo .. semoga kedepan me-timenya lebih bermanfaat lagi

    ReplyDelete
  4. me time penting terutama bagi ibu yg jarang ada waktu luang
    ngeblog pun juga me time

    ReplyDelete
  5. Wajib banget menghindari beberapa hal yg disebutkan Mak Yesi dgn alasan me time. Karena me time gak harus menghabiskan uang banyak, gak harus buang-buang waktu juga.

    ReplyDelete
  6. Me time saya itu saat ngeblog, mbak. Kalau jalan-jalan dll, senangnya sih bareng keluarga.

    ReplyDelete