Saturday, September 2, 2017

Tips Menyusui Saat Hamil Atau Nursing While Pregnant/NWP



yesielsandra.com Tantangan menjadi ibu itu luar biasa dahsyatnya. Bukan hanya mengandung dan melahirkan saja yang prosesi peradaban dimulai, tetapi menyusui juga menjadi episode yang sangat menegangkan dalam kehidupan ibu dan juga bayi diasuhnya.

Menyusui bukan masalah remeh temeh  prosesi alamiah antara ibu dan bayi belaka. Tetapi menyusui adalah jembatan kasih sayang, fase pembentukan kedekatan emosional, investasi gizi dan kecerdasan, termasuk menyusui kadang menjadi ujian dan tantangan kehidupan bagi ibu dan bayi.

Berbagai macam tantangan itu seperti puting masuk ke dalam, puting pecah, lidah pendek, ASI tidak keluar, payudara bengkak, puting lecet, bayi binggung puting, dan lain sebagainya. Ada satu lagi tantangan yang tak kalah dahsyatnya yang saat menyusui ternyata sang ibu ternyata hamil lagi. Istilah kerenya adalah asi tandem atau Nurshing While Pregnant/ NWP.

NWP dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan dimana ibu tetap menyusui walau dalam keadaan hamil. Atau saat menyusui si kecil eh ternyata si ibu hamil lagi. Ih emang boleh lagi hamil menyusui? Aman ngak? begitu banyak pertanyaan yang saya terima ketika melakukan NWP ini. Secara syariah tidak ada larangan menjalankan NWP, begitupun dari sisi medis.

Yang heboh biasanya teman dan kerabat. Ada yang mengatakan itu tidak boleh, karena yang diminum bayi bukan lagi ASI tapi darah. Waktu saya penasaran, benarkah dia menjadi darah, maka saya perah ASI sedikit ternyata masih putih kok, ngak merah hehe...

Jadi boleh ngak nih, aman ngak nih, kalau saat menyusui tiba tiba kita hamil. Apakah diteruskan menyusuinya? Kalau diteruskan bagaimana dengan bayi dan janin dalam kandungan?

Saya pernah mengalaminya. Ketika bayi saya berusia 7 bulan tiba tiba saya hamil lagi. Kaget tentunya. Tapi saya berusaha tenang dan mencari banyak referensi. Jika teman teman ada yang mengalami kasus seperti saya, ini beberapa tips yang dapat dilakukan agar berhasil melakukan NWP.

1. Berdoa kepada Allah.

Sebelum kita konsultasi ke dokter, sebaiknya konsultasi dulu pada Allah dalam doa doa kita. Bukankah semua ini karena ijin Allah. Minta kekuatan dan ketenangan pada Allah. Nanti Allah akan beri kita sinyal melalui naluri keibuan yang kita miliki.

2. Konsultasikan dengan dokter kandungan.

Setelah berkonsultasi dengan Allah melalui doa doa malam kita, selanjutnya kita wajib konsultasi dan memeriksa kehamilan pada dokter ahlinya. Tetapi ingat, tidak semua dokter jawabannya sama. Ada yang mendukung ada juga yang melarang. Lakukan second opinion, jangan menerima bulat bulat apa yang disarankan satu orang dokter.

3. Suami adalah salah satu sumber kekuatan.

Suami adalah orang pertama dan utama dalam bekerja sama. Tanpa dukungan suami, berat bagi ibu menjalani proses ini. Karena NWP bulanlah proses yang mudah ringan. Berdiskusi dengan suami sebelum memutuskan akan menjalani program NWP.

4. Update Ilmu, cari banyak referensi.

Setiap ibu memiliki kondisi dan riwayat medis yang berbeda beda. Termasuk lingkungan keluarga. Jadi tidak bisa disamaratakan semua orang bisa menjalankan atau tidak menjalankan program ini. Dengan banyak membaca kita akan memiliki pengetahuan yang luas bagaimana proses dan apa saja yang harus dilakukan. Ibu akan memiliki kekuatan. Sehingga pada akhirnya ibu sendiri yang memutuskan apakah akan NWP atau tidak berdasarkan naluri keibuanya, referensi yang dibaca, saran dokter dan tentunya bimbingan dari Allah SWT.

5. Tidak punya riwayat keguguran.

Salah satu syarat keberhasilan NWP adalah sang ibu tidak memiliki riwayat keguguran. Dikhawatirkan ibu memiliki rahim yang lemah. Apabila ada bayi menghisap puting ibu dikhawatirkan memicu kontraksi. Tetapi ingat, setiap ibu itu berbeda beda kondisinya. Saya sendiri pernah memiliki riwayat keguguran saat bayi berusia 7 minggu. Setelah keguguran 2 tahun lamanya saya baru hamil lagi. Dan baru berusia 7 bulan saya hamil lagi.

5. Ibu dan bayi sehat.

Kesehatan ibu dan bayi adalah modal utama keberhasilan NWP. Pastikan ibu sehat dan bayi juga sehat. Apa indikator ibu sehat? Misalnya ibu tidak emesis ketika hamil, nafsu makanya tidak turun, tidak baby blues. tensi normal, berat badan proporsional, tidak penyakitan. Sedangkan tanda bayi sehat adalah berat badanya naik dalam jumlah yang cukup besar, nafsu makanya tidak berkurang, bergerak lincah, matanya bersinar, kulitnya cerah, grafik pertumbuhanya baik.

6. Ibu bersemangat

Jangan menjalankan NWP hanya karena ikut ikutan. Ibu harus memiliki kesadaran yang tinggi dalam menjalankan proses ini. Ibu harus bersemangat, dan dengan hati riang gembira. Itu akan memberi pengaruh psikologis yang positif dalam keberhasilan NWP.

7. Konsusmi asupan yang bergizi

Karena yang membutuhkan makanan itu tiga orang yaitu, ibu, bayi dan janin yang ada dalam kandungan, maka ibu harus mengkonsumsi makanan yang bergizi. Ibu memerlukan energi yang lebih besar dan biasanya akan sering lapar. Maka penuhi semuanya dengna makanan yang bergizi dan tentunya halal.

Manfaat yang didapat ketika ibu melakukan NWP antara lain:


  1. Tetap dapat memenuhi kebutuhan bayi akan ASI. Sehingga mal nutrisi dapat dicegah. Karena menurut WHO bayi disusui hingga 2 tahun. Bahkan dalam agama perintah ini dicatat dalam kitab suci.
  2. Mendekatkan hubungan antara kakak dan adik. Seru loh menyusui saat hamil, kita dapat berkomunikasi bertiga. begitupun saat bayi sudah lahir. Kakak biasanya akan lebih sayang dan perhatian pada adiknya. Apalagi kalau mereka berdua sama sama sedang disusui. Seperti bayi kembar.
  3. Mengurangi masalah ASI bengkak dan payudara padat. Karena kebutuhan bayi baru lahir masih sangat sedikit, sedangkan ASI berlimpah, maka sang kakak dapat meminum ASI yang berlebih itu sehingga payudara tidak menjadi bengkak.
  4. Setelah besar akan menjadi kompak. Mungkin karena dari bayi sudah terbiasa berudaan, setelah mereka tiak menyusui dan beranjak besar biasanya akan kompak, jarang berantem.

Jadi bagaimana, masih ragu melaksankan NWP? Pilihanya ada pada ibu.

Baca Juga: Pendidikan Terakhir Doktor Kenapa Hanya Menajdi Ibu Rumah Tangga Biasa?







Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment