5.9.17

Pilih Mana Homeshooling Atau Public School?


yesielsandra.com. Setiap orang tua pasti ingin meberikan yang terbaik untuk anaknya. Coba tanya orangtua yang pontang panting bekerja, pergi pagi buta, pulang tengah malam gepap. Apa yang cari? jawabanya tidak jauh dari untuk menghidupi keluarga dan membiayai kebutuhan anak. Apapaun akan orang tua lakukan demi anak. Termasuk mengeluarkan biaya puluhan bahkan mungkin ratusan juta untuk pendidikan anak.

Sebenarnya tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk pendidikan dasar dan menengah. karena pemerintah sudah mewajibkanya. Di sekolah negeri tidak ada uang pangkal dan pungutan SPP. Setiap murid baik di sekolah negeri maupun swasta juga mendapatkan dana BOS. Tapi kenapa ya rasanya pendidikan saat ini terasa begitu mahal.

Walau gratis tetapi tidak sedikit orang tua yang ragu menyekolahkan anaknya di sekolah negeri.  Maka tak heran menjamurlah sekolah sekolah swasta dengan berbagai label. Padahal biayanya mahal sekali. Ditengarai rendahnya kualitas belajar mengajar, kurikulum yang terlalu berat, fasilitas sekolah yang ala kadarnya, dan kekerasan verbal dan fisik yang sering terjadi pada murid menyebabkan orang tua berfikir dua kali menyekolahkan anaknya di sekolah formal.

Maka tak heran orang tua saat ini mencari alternatif pendidikan selain sekolah formal. Salah satunya adalah homeschholing.

Apa Itu Homeschooling?

Homeschooling dapat juga dikatakan sebagai sekolah rumah. Mengapa disebut sekolah rumah? karena aktifitas belajar anak anak dilakukan di rumah. Orang tua memiliki peran dominan menjadi guru bagi anak. Anak belajar secara otodidak, bisa dipandu langsung orang tua atau didatangkan tutor sesuai kebutuhan belajar anak. Anak anak pun bisa memilih pelajaran yang disukainya.

Homeschooling dan sekolah formal sama legalitasnya sesuai dengan UU No 20 tahun 2003 pasal 27 tentang Pendidikan Nasional. Keduanya sama sama mengikuti ujian naional untuk mendapatkan ijazah sesuai jenjang pendidikan.

Sama dengan di Indonesia, wajib belajar di Jepang juga 9 tahun. Hanya bedanya, kualitas dan fasilitas sekolah benar benar diperhatikan. Seluruh anak terdata di kantor pemerintah yang mengurusi pendidikan. Secara otomatis ketika anak akan memasuki usia 6 tahun per 1 April akan mendapat surat panggilan dari City Hall untuk mendaftar di sekolah terdekat yang sudah ditentukan. Orang tua tidak bisa memilih karena sekolah anak ditentukan berdasakan jarak sekolah dengan tempat tinggal. Tidak ada uang pangkal tetapi SPP tetap ada. Kalau di Indonesia SPP gratis.

Setelah tamat SD anak anak secara otomatis akan masuk ke SMP yang telah ditentukan pemerintah. Lagi lagi berdasarkan jarak tempuh rumah dan sekolah. Tidak ada ujian saringan masuk. Tidak ada anak yang tidak kebagian sekolah. Seluruh sekolah kualitas dan proses belajar mengajarnya seragam.

Maka tak heran, di Jepang homeschooling tidak populis. Kalaupun ada anak yang homeschooling itu biasanya karena Ijime atau bully. Karena menurut anak saya sekolah di Jepang sangat asik. Banyak diajarkan keterampilan, banyak mengeksplorasi, mengamati, diskusi, presentasi. Walau setiap hari ada PR tetapi PR nya tidak lah yang sulit sulit yang menghabiskan energi anak. Berikut contoh PR anak kelas 1 SD.



Pilih Mana Sekolah Formal atau Homeschooling?

Lantas saya sendiri bagaimana? Ketika di Indoensia anak saya pernah sekolah formal dan homeschooling. Kedua duanya memiliki sisi positif dan negatif. Sekarang 3 orang anak saya sekolah formal di SD Morinosato milik pemerintah Jepang. Yang bungsu belum saya masukkan Hoikuen atau Youchien. Hoikuen artinya daycare, semacam tempat penitipan anak. Sedangkan Youchien adalah taman kanak kanak atau TK yang dimulai sejak usia 3-5 tahun sebelum masuk SD. Saat ini yang bungsu homeschooling dan saya bersyukur dan bangga bisa menjadi gurunya.

Menurut saya sekolah formal atau tidak itu sangat tergantung kepada kondisi anak dan orang tua. jangan sampai karena kita sibuk padahal anak kita sebenarnya cocoknya homeschooling tetapi tidak kita arahkan ke sana, Atau sebaliknya kita ngak sibuk, ngak kerja banyak di luar, kita tidak punya program pendidikan yang baik,  anak kita kebutuhanya sekolah formal, eh kita ngak masukkan anak kita ke sekolah formal. Kesadaran orang tua dan anak menjadi kunci keberhasilan pendidikan anak, apakah anak itu sekolah formal atau homeschooling.

Kelebihan Homeschooling

1. Menghindari anak dari pengaruh negatif dari lingkungan sekolah seperti bully.
2. Menghindari anak stress akibat terlalu tingginya beban kurikulum dari sekolah
3. Menghindari kejenuhan anak akibat rutinitas pergi dan pulang sekolah
4 Menjauhkan anak dari nilai nilai yang tidak sama dengan nilai yang diajarkan di rumah
5. Anak memiliki waktu yang lebih fleksibel
6. Lebih dekat dengan orangtuanya secara fisik dan emosional
7. Lebih fleksibel, sesuai kebutuhan anak dan kondisi keluarga

Kekurangan Homeschooling

1. Kemungkinan akan menghadapi kesulitan beradabtasi jika melanjutkan ke sekolah formal.
2. Sosialisasi dan interaksi dengan teman seumuran lebih rendah
3. Tidak terbiasa bekerja dalam tim
4. Kadang kadang anak dan orang tua tidak konsisten
5. Karena fleksibel kadang kurang menekankan kedisiplinan
6. Anak kurang memiliki daya juang dalam berkompetisi dengan teman sebaya
7. Kadang bisa jadi biaya jauh lebih malah dari sekolah formal.

Sekolah formal juga memiliki kelebihan dan kekuarangan. Secara garis besar kebalikan dari homeschooling. Sebelum memutuskan apakah anak anak kita akan di masukkna ke sekolah formal atau homeschooling pikirkan baik baik. Jangan asal mengikuti trend. Karena anak kita tidak sama dengan anak orang lain. Pilihan orang lain belum tentu baik untuk kita, begitu pun sebaliknya.

Tidak sedikit anak yang gagal di sekolah formal, tetapi lihatlah betapa banyak yang berhasil hidupnya melalui sekolah formal. Begitupun dengan homeschooling. Banyak anak yang berhasil meraih masa depanya melalui homeschooling.

Saya pernah membaca tulisan orang tua yang anaknya homeschooling, menurutnya jika anak kita tidak ada masalah dengan lingkungan sekolahnya, dia menikmati proses belajar mengajar di sekolah, senang berinteraksi dengan teman teman sekolahnya, lebih baik anaknya disekolahkan. Karena butuh konsentrasi besar, pemikiran yang besar, tenaga yang besar dan mungkin dana yang besar untuk menghomeschoolingkan anak. Termasuk dibutuhkan komitmen yang besar antara suam istri dalam mendampingi anak anak homeschooling.

Jika masalahnya adalah soal bullying, sampaikan kepada anak bahwa hidup ini tidak selalu seperti apa yang diharapkan. Kita akan menemui orang orang baik dan jahat. orang orang yang bermulut manis dan suka menolong. Ajarkan anak kita untuk melakukan tindakan preventif, ajarkan ia apa yang harus dilakukan jika dia dibully. Ajarkan anak untuk melapor ke guru jika ada yang membullynya. Ajarkan anak kita bagaimana mengelola emosianya. Dengan begitu dia akan belajar bagaimana mempertahankan hidup.

Saya juga membaca kisah anak yang dulunya dianggap bodoh di sekolah karena dianggap guru tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah. Sering bolos, baginya sekolah adalah mimpi buruk. Anak ini sesungguhnya jutsru pintar karena sebenarnya tidak ada anak yang bodoh. Akhirnya anak ini ditarik dari sekolah oleh orang tuanya dan menjalankan homeschooling. Akhirnya dia sukses menemukan potensi unggulnya.

Sekali lagi homeschholing atau tidak itu pilihan orang tua dan anak. Karena orang tua dan anak yang lebih tau apa yang terbaik untuk dirinya. Yang penting jangan ikut ikutan. Libatkan Allah SWT dalam setiap keputusan. Karena pendidikan adalah hak anak dan tanggung jawab yang harus diperjuangan orang tua.

Sumber foto : theunextreme.com


Reaksi:

4 comments:

  1. Selalu salut sama ortu yg bisa milih homeschooling. Saya sendiri 'menyerah' kepada para guru di sekolahan anak2, hehe.. tapi tetep ikut bantu mantau n kerjain peer kok, huahahah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya saya juga salut dengan ortu dan anak yang homeschooling, tidak mudah pastinya....

      Delete
  2. sepertinya lebih enak homescholing ya mbak yesi ... tapi sayang di kotaku masih belum ada sekolah macam gituan

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau homeschooling bisa dilakukan dimaan saja, bisa kita lakukan sendiri di rumah Pak....

      Delete