4.10.17

Agar Aqil dan Baligh Anak Selaras Datangnya


yesielsandra.com. Perlahan tapi pasti anak anak kita yang kecil hari akan tumbuh menjadi manusia dewasa. Dalam agama dinamakan Aqil Balig. "Aqil" berarti berakal. Dikatakan berakal jika anak anak kita sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. "Baligh" berarti sampai, yaitu telah sampai pada umur dimana beban dan tanggung jawab syariat telah dibebankan kepadanya, oleh karena itu catatan amalan perbuatannya mulai dicatat oleh malaikat.  Ketika anak anak kita sudah mencapai tahap ini berlakulah hukum Islam pada diri mereka.

Aqil baligh pada laki laki ditandai dengan "mimpi basah" dan pada perempuan ditandai dengan sudah "menstruasi". Setiap anak tidak sama waktu aqil balighnya, kira kira usia 9 sampai 15 tahun. Jika terlalu cepat atau terlalu lmbat bisa jadi disebabkan karena nutrisi yang lebih baik, stress karena lingkungan dan bahan kimia yang teralu banyak dikonsumsi dalam makanan. 

Ada kalanya anak anak itu sudah aqil, tetapi belum baligh. Begitu juga sebaliknya. Pola asuh dan lingkungan bisa jadi penyebab tidak selarasnya kedua hal ini. Harapannya antara aqil dan baligh sebaiknya selaras datangnya.

Pada zaman Rasulullah atau para sahabat usia belasan tahun sudah memiliki pemikiran yang tajam dan jauh ke depan. Bahkan diantara mereka sudha ada yang menjadi pemimpin perang.

Misalnya Usamah r.a. Ketika usianya 18 tahun ia sudah diamanahi untuk memimpin pasukan perang kaum Muslimin melawan tentara Romawi. la berkulit hitam dan memiliki nama lengkap Usamah bin Zaid bin Haritsah bin Syurahbil bin Ka'ab bin Abd Al-Uzza Al-Kalbi. la juga biasa dipanggil Abu Muhammad. la memiliki gelar Hibb Rasulullah (jantung hati Rasulullah) dan Ibnu Hibb Rasulullah (putra dari jantung hati Rasulullah). Ayahnya adalah Zaid bin Haritsah r.a, anak angkat Rasulullahyang sangat beliau cintai. Ibunya adalah Ummu Aiman, seorang budak hitam yang mengasuh Muhammad kecil dan dimerdekakan oleh Rasulullah saw.

Luar biasa. Apakah gerangan yang telah dilakukan orang tua Usamah hingga bisa membentuk kepribadian muslim yang utuh pada diri Usamah. Apa pula yang dilakukan Rasulullah sehingga pemuda itu bisa memimpin perang dalam usia yang masih sangat muda?

Lihatlah pemuda hari ini, apa kira kira yang bisa dilakukan anak anak usia belasan tahun hari ini? Yang kita tahu secara finansial anak anak seusia Usamah masih sangat tergantung pada orang tua. Keimanan anak anak kita masih labil, ini terlihat tingginya anak anak usia segitu yang melakukan sex bebas, narkoba, dan tawuran.

Mungkinkah kita bisa melahirkan anak anak yang memiliki prestasi gemilang? Anak anak yang kecintaan dan ketakutannya begitu tinggi kepada Allah. Anak anak yang pemikiranya melesat jauh ke depan. Anak anak yang telah memiliki kebebasan fiannsial, minimal tidak tergantung lagi pada orang tuanya?

Anak anak seperti itu yang kita rindukan. Mudah mudahan lahir dari keluarga keluarga kita. Untuk itu sebagai orang tua saya berusaha maksimal, berusaha menemukan potensi unggul mereka, memfasilitasi berbagai upaya bagi kreatifitas mereka.

foto: sahabatkeluarga.kemendikbud.com