22.1.18

Tips Menjaga Kesehatan Anak di Musim Hujan dan Salju


yesielsadra.com| Kami berangkat ke Jepang menyusul suami awal Desember tahun 2016. Saat itu sudah masuk musim dingin. Suhu sudah satu digit, dinginnya minta ampun. Saudara dan teman menghawatirkan kesehatan kami. Karena biasanya perubahan musim yang ekstrem akan ada yang sakit. Ada yang menyarankan agar kami imunisasi influenza. Karena penyakit influenza di Jepang beda dengan di Indonesia. Tanggal 16 Desember 2016 salju turun, inilah salju pertama kami. Ternyata salju itu seperti hujan, kita harus memakai payung jika tidak ingin basah kuyup oleh salju. Saat itu suhunya semakin mendekati nol bahkan sampai minus. Dinginnya mencabik cabik tulang.

Sebelum berangkat saya sudah memberi gambaran kepada anak anak mengenai suhu yang sangat dingin ini, termasuk kemungkinan mereka akan sakit karena perubahan suhu yang ekstrem. Sebenarnya bukan suhunya yang menyebabkan sakit, tapi daya tahan anak anak biasanya akan drop karena tidak kuat menahan dingin.

Benar saja, saya dan 3 orang anak kami terserang influenza. Hanya anak yang paling besar yang tidak flu. Berobat di Jepang sangat mahal biayanya. Tetapi kalau kita terdaftar pada sebuah asuransi maka biayanya ditanggung 2/3 oleh asuransi. Asuransi di Jepang wajib hukumnya. Namun demikian tetap saja sakit itu tidak mengenakkan.

Alhamdulillah influenza kami tidak parah seperti bayangan saya sebelumnya. Ketika perubahan musim lagi menjadi panas saya sudah siap siap. Bayangkan panas di Jepang bisa mencapai 45°. Lebih panas lagi dari kota Padang yang berada di pinggir pantai. Biasanya ketika perubahan musim ini anak anak juga banyak yang menglami influenza. Alhamdulillah perubahan musim menjadi panas kami tidak ada yang terserang penyakit.

Salju tahun ini lebih cepat dari tahun lalu. kwantitasnya juga lebih lebat dari tahun lalu. Salju tahun ini lebih tebal, dan mencairnya juga jadi lebih lama. Termasuk suhu juga lebih dingin jadinya dari tahun lalu. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada yang sakit. Kecuali anak laki laki saya karena alergi dingin kulitnya jadi merah. Dikasih salep oleh dokter Alhamdulillah normal lagi. Kami selalu berdoa agar diberikan kesehatan karena seringan apapaun sakit itu jelas tidak mengenakan. Selain itu berikut tips tips agar tetap fit di musim hujan, musim panas, musim salju atau musim yang ekstrem dari biasanya.

1. Berdoa

Senantiasa berdoa kepada Allah karena hidup dan mati kita di tangan-Nya. Allah yang mendatangkan penyakit, Allah juga yang akan mengangkatnya.

2. ASI Ekslusif Ketika Bayi

ASI eksklusif diyakini dapat membuat daya tahan tubuh anak akan menjadi lebih kuat dibanding anak yang tidak mendapat ASI eksklusif.

3. Perhatikan Asupan Gizi

Apa yang kita konsumsi berkorelasi dengan kesehatan kita. Usahakan semaksimal mungkin menu seimbang. Apa itu menu seimbang? Ada karbohidrat, protein, vitamin, dan sedikit lemak. Usahakan anak makan sayur dan buah, bagaimanapun caranya. Pintar pintar ibulah mengolah sayuran agar disukai anak. Kalau buah rata rata anak suka, walau pengeluaran sedikit membengkak karena harga buah dan sayur di Jepang sangat mahal.

4. Cukup Istirahat dan Tidur

Anak anak biasanya energinya habis di sekolah karena belajar dan bermain. Usahakan waktu tidur tidak kurang dari 8 jam. Dan pulang sekolah beri kesempatan mereka istirahat, jangan bebani dengan pekerjaan dan berfikir berat.

5. Selalu Bawa Payung

Usahakan selalu membawa payung, memakai jaket dan memakai sepatu tahan air agar tidak kedinginan dan masuk angin.

6. Boleh Minum Suplemen

Jika dibutuhkan boleh minum suplemen. Ajarkan anak menyampaikan kondisi tubuhnya, kalau kurang enak beri suplemen, kami memberi suncorella, susu dan madu untuk suplemen tambahan.

Demikian sedikit tips yang biasa saya lakukan untuk menjaga kesehatan anak di musim yang ekstrem seperti sekarang ini. Semoga anak anak kita sehat selalu.

#SatuHariSaruKaryaIIDN


Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment