27.2.18

Menjadi Istri Pendamping Setia Suami


yesielsandra.com. Rumah tangga sakinah mawadah warahmah tidak akan ada jika tidak ada suami dan istri yang saling mendukung. Suami istri yang saling berkorban, saling bahu membahu, saling memotivasi dan saling meningkatkan kualitas dan kapabilitas pasanganya masing masing.

Saya mengatakan saling. Kenapa? karena pada diri suami dan istri ada kelebihan dan kekurangan. Ada peluang dan ancaman. Ada kesempatan dan tantangan. Sehingga satu sama lain perlu memahami bahwa tidak akan sampai tujuan rumah tangga jika suami atau istri tidak saling mendukung pasanganya.

Saya masuk program Doktor di Unpad tahun 2002. Pada tahun 2003 saya menikah. Kebetulan waktu itu saya di Bandung, sedangkan suami saya bekerja di kota lain. Dua bulan pertama kami lalui dengan LDR. Sabtu dan minggu suami saya ke Bandung. Setelah dijalani kok rasanya ngak nyaman. Entah karena penganten baru atau memang karena seharusnya suami istri itu bersatu, kami mencoba melakukan kontemplasi. Kami berdiskusi panjang. Jika kondisi ini terus kami lalui sepertinya kurang sehat untuk pernikahan kami. 

Kami mulai menghitung hitung kekuatan dan kesempatan. Salah satu harus mengalah. Saya yang mundur melanjutkan program doktor, atau suami saya yang berhenti bekerja dan pindah ke Bandung. Pilihan yang pastinya sangat sulit dan berat.

Akhirnya pilihan jatuh pada suami saya. Suami saya mengalah, dia resign. Bukan berarti saya gembira. karena maslah baru pasti akan muncul. yaitu pekerjaan. Tidak mudah mencari pekerjaan dengan tamatan D3. Bagi Allah mudah sekali memberi kita rezeki jika tujuan kita adalah untuk beribadah dan menyeru manusia kepadaNya. 

Roda berputar, waktu berlalu. Setiap saat akan ada terus ujian untuk menaikan kelas rumah tangga kita dalam rupa yang berbeda beda. Saat ini saya harus rela meninggalkan karier saya yang sadang tumbuh dna berkembang. Saya harus mengikuti suami saya tugas belajar. 

Saya bersyukur, sebelumnya saya adalah dosen yang mengajar di 3 kampus pascasarjana di Sumatera Barat. Saya biasanya mengisi seminar dan training, menjadi narasumber tetap setiap mingu di radio. Untuk sementara semua harus ditinggal demi mendampingi suami.

Saya tidak khawatir, kenapa? karena menurut saya karier perempuan yang terbaik itu bukan di publik, tetapi di domestik, di rumahnya. Sebaik baik perempuan adalah perempuan yang sholehah. Tolak ukur kesholehahan seorang istri adalah ketika dieprintahkan oleh suaminya dia taat. Dia selalu ada disaat suaminya "membutuhkannya". Dia memberikan ketenangan saat suaminya galau, dia hadir lahir dan batin saat suaminya perlu dukungan. Dia berkata tegas dan lantang saat suaminya perlu motivasi, dia selalu ada saat suaminya perlu didampingi.

Istri sholehah adalah istri yang setia dalam suka dan duka, dalam tangis dan tawa, dalam sempit dan lapang dalam rendah dan tinggi. dalam gelap dan terang. dalam rendah dan tinggi. Apapun dan bagaimanapun keadaan suaminya dia akan meninggikan suaminya seranting dan mendahulukannya selangkah.

Ketika istri mampu menghadirkan dirinya seperti apa yang dibutuhkan suaminya, maka seluruh langit dan bumi akan memudahkan langkahnya. Pintu pintu rezeki akan terbuka lebar pada keluarganya. Rumahnya akan semerbak bagaikan syurga. Anak anaknya akan tumbuh tidka saja menajdi anak yang sholeh dan sholehah tetapi juga anak anak yang sehat dan pintar. karena keharmonisan dan kehangatan keluarga mengalir dalam setiap tumbuh kembang mereka...

19.2.18

Boleh Ngak Sih Memberikan Reward dan Punisment Pada Anak?


yesielsandra.com. "Bunda, maafkan Kakak". Anak saya yang paling besar menghampiri, tanganya menjabat tangan saya dan iapun memeluk. Sayapun menyambut tangan itu dan memeluk lebih erat lagi. Kamipun menangis. Saya menjelaskan kepadanya kenapa dia mendapat hukuman malam itu. Dia mengerti, dan berkali kali mengaku khilaf dan meminta maaf. Dia  berusaha memberi penjelasan mengapa sikapnya seperti itu malam itu. Sayapun meminta maaf padanya. Saya katakan, maafkan Bunda, bantu bunda mendidik Kakak dan Adek adek sesuai yang mereka inginkan. Dan saya berjanji padanya akan menjadi orang tua yang lebih baik lagi.

Orang tua sebaiknya memiliki ketegasan dan berwibawa dihadapan anak anaknya. Jika tidak anak anak akan kurang penghormatamya, berani menentang dan mudah melawan orang tua. 

Ketika anak anak kita berbuat baik, sepantasnya mereka mendapat reward. Sebaliknya jika mereka melakukan kesalahan setelah diingatkan, konsekwensinya mereka juga mendapat hukuman atau punishment.

Bolehkan memberi Reward dan Punishment?

Rujukan kita dalam kehidupan sehari hari adalah Alquran dan Sunnah Nabi. Begitu juga dalam mendidik anak. Secara detail pendidikan anak tidak dijabarkan, tapi kita diberikan akal dan pikiran oleh Allah untuk melakukan improvisasi sepanjang tidak keluar dari aturan yang telah Allah dan Rasul tetapkan. 

Mari kita lihat surat Al Zazalah berikut. Allah memberi balasan kepada siapa saja yang berbuat kebaikan walau hanya sebesar biji dzarah. Allah Juga membalas setiap kejahatan walapun hanya dilakukan sebesar biji dzarah. Biji dzarah itu kira kira seperti biji sayur bayam, sangat kecil sekali.
“Barang siapa yang melakukan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasannya), dan barang siapa yang melakukan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya.” (Q.S. al-Zalzalah : 7-8)

Hadits tentang Rasulullah SAW memberikan hadiah kepada anak-anak. Rasulullah SAW pernah membariskan ‘Abdullah, ‘Ubaidillah, dan sejumlah anak-anak paman beliau, ‘Abbas r.a. dalam satu barisan. Kemudian beliau bersabda,”Barangsiapa yang lebih dahulu sampai padaku, maka dia akan mendapatkan anu dan anu.”

Mereka pun berlomba lari menuju ke tempat Nabi SAW berada. Setelah sampai kepadanya, ada yang memeluk punggungnya dan ada pula yang memeluk dadanya dan Nabi menciumi mereka serta menepati janji kepada mereka (HR. Ahmad, Musnad Bani Hasyim 1739)

Mengenai seperti apa balasan, hadiah atau reward yang akan kita berikan kepada anak bisa disesuaikan dengna kemampuan orang tua atau berdasarkan besar kecilnya capaian dan usaha yang telah dilakukan anak. Tidak semua capaian tersebut harus diberi reward sebagaimana tidak semua juga kesalahan anak kita beri hukuman. Semua tergantung kondisi orang tua dan anak.

Mengenai hukuman atau punishment ada hadis nabi yang menjelaskan hal tersebut. Hal ini jika dilakukan jika anak belum melaksanakan syariat pada batas usia tertentu, "Ajarilah anak sholat oleh kalian sejak usia 7 tahun dan pukullah dia karena meninggalkannya bila telah berusia 10 tahun.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, ad-Darami)

Tahapan pemberian hukuman ini disesuaikan dengan umur anak. Tidak tiba tiba diberi hukuman. Ada prosesnya, misalnya kita sudah melakukan transfer nilai nilai kebaikan, sudah dicontohkan, diberi tahu dulu, diajarkan dulu, dimotivasi dulu, sudah dibiasakan, dan sudah dibuat perjanjian terlebihdulu. Sehingga anak tidak kaget dan melakukan perlawanan apalagi sampai membenci dan kasar ke orang tuanya. Tapi karena kelalaianya, karena egonya, anak anak melakukan kesalahan, kemudian mereka kita beri hukuman, mereka akan memahami. Mereka akan bisa menerima kenapa mereka dihukum.

Adapun tujuan diberi Reward adalah untuk : 

1. Memberikan penghargaan kepada anak. 
2. Memberikan kasih sayang. 
3 Menguatkan kebiasaan baik pada anak.
4. Sebagai bentuk perhatian orang tua pada anak.

Sedangkan Punisment diberikan bertujuan untuk:

1. Agar anak tidak mengulangi kebiasaan yang tidak baik yang dilakukanya. 
2. Anak tau mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. 
3. Memberikan pelajaran kepada anak.
4. Sebagai bentuk perhatian orang tua pada anak.

Reward atau hadiah terbaik dari orang tua kepada anak anaknya adalah kasih sayang dan cinta yang tak bertepi berupa adab yang baik. Rasulullah SAW juga bersabda, “Tidaklah seorang ayah memberikan hadiah kepada anaknya yang lebih utama dari hadiah adab yang baik.” (HR. Hakim)

Reward juga tidak harus berupa benda, memberi pujian, senyuman, pelukan, ucapan terimakasih itu juga sudah merupakan hadiah terindah bagi anak. 

Sebaliknya ketika anak kita melakukan kesalahan, sebaiknya kita tetap dapat mengontrol emosi kita dengan tidak mencela apalagi sampai melakukan tindakan kekerasan padanya. Imam Ghazali Rah.a. mengatakan, “Jangan Anda banyak mencela anak, karena dia akan menjadi terbiasa dengan celaan. Akhirnya dia akan bertambah berani melakukan keburukan, dan nasihat pun tidak dapat mempengaruhi hatinya lagi.” (Ihya’ Ulumuddin)


16.2.18

Parenting Ala Rasulullah

Rasulullah adalah suri tauladan kita dalam menjalan kehidupan. Ketika Rasulullah menjadi imam shalat, tiba-tiba Husen datang menghampiri beliau dan langsung menunggangi leher beliau ketika beliau sujud, maka beliau memanjangkan sujudnya sampai-sampai orang menyangka bahwa telah terjadi sesuatu hal. Ketika shalat selesai, mereka bertanya ihwal kejadian itu. Rasulullah SAW mengatakan, “Sesungguhnya anakku menunggangiku, maka saya tidak mau ia terburu-buru (agar turun) sampai ia merasa puas.” (HR. An-Nasai)

Hadis di atas sudah sangat familiar sekali di telinga kita. Dalam shalat saja Rasulullah memberi kesempatan kepada anak anak untuk bermain sesaat sampai puas, tidak melukai hatinya. Apalah lagi dalam kehidupan sehari hari. Menyenangkan hati anak adalah salah satu perkara penting untuk tumbuh kembangnya.

Menjadi orang tua adalah profesi sepanjang hayat. Ada 3 pihak yang berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak seperti prilaku, akidah, akhlak dan ibadahnya. Pertama adalah ayahnya. Alquran bercerita banyak tentang peran ayah terhadap pertumbuhan anak anak. Misalnya dalam surat Lukman. Kedua adalah ibunya. Ibu yang mengandung, melahirkan, menyusui . Waktu anak anak banyak bersama ibu, sehingga ibu menjadi pendidikan pertama dan utama anak anak. Ketiga adalah lingkunganya, baik lingkungan rumah, sekolah dan keluarga besar. Dari ketiga pihak ini, jelas orang tua memiliki pengaruh yang paling dominan. Bagaimana orang tua merumuskan blue print bagi anak anaknya. Siapa yang menjadi rujukan bagi orang tua dalam mendidik anak anaknya, dan bagaimana pola asuh orang tua sehari hari merupakan hal penting untuk diperhatikan.


Rasulullah adalah sebaik baik contoh dalam menjalankan kehidupan. Dalam hal apa saja, seperti dalam beribadah, bermuamalah, berumah tangga, termasuk dalam mendidik anak anak. Rasulullah tahu betul, dunia anak adalah dunia bermain. Maka beliau memberi kesempatan yang luas bagi anak anak untuk bermain. Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Pada suatu hari aku melayani Rasulullah. Setelah tugasku selesai, aku berkata dalam hati, ‘Rasulullah pasti sedang istirahat siang.’ Akhirnya, aku keluar ke tempat anak-anak bermain. Aku menyaksikan mereka sedang bermain. Tidak lama kemudian, Rasulullah datang seraya mengucapkan salam kepada anak-anak yang sedang bermain. Beliau lalu memanggil dan menyuruhku untuk suatu keperluan. Aku pun segera pergi untuk menunaikannya, sedangkan beliau duduk di bawah sebuah pohon hingga aku kembali.” (HR. Ahmad).

Bermain adalah kebutuhan anak anak usia 0-14 tahun. Berilah kesempatan anak anak kita bermain dengan teman sebayanya. Termasuk bermain dengna orang tuanya. Permainan yang mengasikkan bagi anak anak 0-7 tahun bersama orang tua adalah tubuh orang tua itu sendiri. Banyak permianan yang bisa dilakukan bersama anak. Seperti Hasan dan Husen yang bermain di punggung Rasulullah. Akan lebih baik jika permianan itu selain menyenangkan dan memuaskan hati anak, permainan itu juga mengandung unsur edukatif dan meransang orank anak. Disitulah kreatifitas orang tua diperlukan agar bisa menciptakan instrument permianan yang menyenangkan dan edukatif.

Anak anak juga paling suka diberi hadiah. Misalnya ayah pulang dari luar kota membawa hadiah buku atau coklat. Wah pasti anak anak akan senang. Rasulullah pernah membariskan Abdulullah, Ubaidillah dan sejumlah anak-anak pamannya, Al Abbas, dalam suatu barisan, kemudian beliau bersabda: “Siapa yang paling dahulu sampai kepadaku, dia akan mendapatkan (hadiah) ini. Mereka pun berlomba lari menuju tempat Rasulullah berada. Setelah mereka sampai di tempat beliau, ada yang memeluk punggung dan ada pula yang memeluk dada beliau. Rasulullah menciumi mereka semua serta menepati janji kepada mereka.” (Majmu’uz Zawaid).

Memberi hadiah akan membuat hati anak tertaur pada yang memberi hadiah tersebut. Jangnakan anak, kita orang dewasa saja jika diberi hadiah oleh teman pasti akan memiliki perasaan senang kepada yang memberi hadiah. Ketika hati anak sudha dapat kita rebut maka akan sangat mudah sekali mengarahkan dan mendidiknya. Menyenangkan hati anak akan membuatnya trust kepada orang tuanya. Itulah cara hypnosis termudah yang bisa dilakukan orang tua.

Rasulullah juga mengajarkan agar setelah anak lahir diazankan oleh orang tuanya. Selanjutnya dilakukan aqiqah sebagai tanda syukur kita atas anugrah kelahiranya. Kemudian memberi nama yang mengandung arti yang baik.

Hal pertama yang diajarkan kepada anak adalah tauhid. Bukan belajar membaca atau matematika. “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (sya’bul Iman) Selanjutnya anak perlu diajarkan ibadah. Diantaranya sholat dan puasa. “Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka jika enggan melakukannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Ahmad).

Diriwayatkan dari Ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz, salah satu perempuan shalehah sahabat rasul. Ia berkata: “Kami menyuruh puasa anak-anak kami. Kami buatkan untuk mereka mainan dari perca. Jika mereka menangis karena lapar, kami berikan mainan itu kepadanya hingga tiba waktu berbuka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Walau Rasulullah adalah seorang pemimpin besar, beliau tidak mengajarkan kesenangan duniawi kepada anak anaknya. Anak anaknya diajarkan hidup yang sederhana. Fatimah tidak memiliki asisten rumah tangga. Padahal jika dia mau tentu mudah saja baginya untuk mendapatkan itu.

Demikianlah sedikit cara nabi dalam mendidik anak anaknya sehingga tumbuh menjadi anak anak yang dicatat oleh sejarah dengan tinta emas. Semoga kita bisa meneladani cara Rasulullah dalam mendidik anak. Sehingga kita bisa menajdi orang tua betulan, bukan orang tua kebetulan.

7.2.18

Bukan Anak Anak Kita yang Nakal dan Bermasalah.


yesielsandra.com|Sungguh bukan. Tidak ada yang tiba tiba dimuka bumi ini. Tidak ada yang kebetulan. Semua pasti mengalami proses. Ada sebab pasti ada akibat.

Pernah ada orang tua menanyakan pada saya kenapa anaknya suka memukul dan berantem dengan temanya. Padahal menurutnya ia sangat baik pada anaknya, tidak suka marah, memukul apalagi, tidak pernah katanya. Saya tanyakan, apa yang ditontonnya?

Jawabannya ketemu, tontonan yang telah mengajari anak kita. Filmnya sih bertema anak anak, tapi isinya kekerasan. Kita lalai mengontrol apa yang ditonton anak anak kita.

Ada anak yang sangat kecanduan gadget sampai mengalami gangguan jiwa. Kok bisa? Ya iyalah masih kecil anak sudah punya gadget sendiri. Alasan ortu ngasih gadget maksudnya baik agar bisa berkomunikasi. Kita belikan yang model terbaru biar ngak kalah dengan anak tetangga, kita belikan pulsannya.Tapi kita lalai mengontrolnya.

Pernah nggak Anda lihat video anak SMP masih mengenakan seragam melahirkan? Kenapa anak belia itu bisa menyerahkan kehormatannya begitu saja pada laki laki? Karena tidak ada figur ayah dalam dirinya. Ayah sibuk. Ayah tidak perhatian, ketika ada laki laki yang merhatiin dikit aja, langsung kesemsem..

Fenomena A*****N, seorang selebgram yang suka dugem ternyata semakin diminati remaja. Lihatlah followers nya terus bertambah. Padahal yang dilakukanya sangat jauh dari nilai dan budaya ketimuran apalagi dengan Islam. Ekspektasi ortunya yang tinggi, Jakarta yang liar dan buas telah mengubah gadis berjilbab didaerahnya ketika itu menjadi seperti sekarang ini.


Saya menerima curhat banyak ortu yang masih teriak teriak membangunkan anak untuk sholat subuh. Padahal anak ini ada yang alumni pesantren. Bukan salah pesantren nya, kita yang lalai. Karena ketika masih kecil kita kadang kasihan melihat anak harus bangun subuh. Kalaupun dibangunkan ya itu tadi awalnya teriak teriak. Sampai besar ngak berubah, teriak teriak terus.

Ada lagi ortu yang curhat anaknya kalau bicara kasar sekali. Tidak menghormati ortu, lebih mendengar teman dari pada ortu. Coba cek dan ricek, kita sehari hari bicara kasar ngak sama anak?, Kalau anak bicara kita perhatian ngak dengan apa yang dibicarakannya? Kalau bicara dengan teman nyambung, lah kenapa dengan kita ngak? Biasanya alasan kita adalah capek pulang kerja pengen istirahat. Ngak mau diganggu anak anak. Kalaupun mau bicara, biasanya yang kita bicarakan adalah, sudah ngerjain PR belum?

Siapa yang salah, anak atau cara kita mendidik anak yang harus diintropeksi. Keluarga, khususnya ibu adalah kekuatan utama kemajuan sebuah peradaban.

Tetapi syaitan akan selalu membisikkan ke dalam dada ibu untuk terus eksis di luar, untuk terus kerja siang malam banting tulang. Untuk sama persis dengan laki laki dalam segala hal. Soal anak, outsourcing kan saja. Nanti juga gede sendiri, kan dikasih makan, nanti pinter sendiri, kan udah dilesin.....

Ketika anak kita sudah menjadi mangsa predator, atau larut dalam narkoba, free sex, kenakalan remaja, ada kah lagi manfaatnya kita eksis di luar rumah? Adakah lagi berguna harta, pangkat, jabatan yang selama ini kita kejar, kita impikan, kita mati Matian mendapatkannya. Masihkah lagi berguna?

Bukan anak kita yang bermasalah, kita yang harus introspeksi diri.

Bukan anak kita yang harus dinasehati, kita yang perlu nasehat, agar kembali pada misi penciptaan kita, agar tidak menjadi ibu yang haus akan pangkat, jabatan dan harta dunia, sementara lupa memeluk anak anak kita, permata yang Allah jadikan sebagai jalan kita menuju surga.

Bukan anak kita yang harus berubah, kita yang harus berubah menjadi orang tua betulan. Karena dari sononya sungguh anak itu terlahir dalam fitrah kebaikan.

Di training hypnosis nanti akan dibahas sedikit tentang hypnoparenting. Barsama kita tumbuh dan berkembang.


Apa Yang harus Dilakukan Ketika Usia Memasuki 40 Tahun?


yesielsandra.com| Waktu tak pernah lelah bergerak. Hari tak pernah berhenti berganti. Begitu juga dengan usia kita, terus bertambah. Menjadi tua adalah kepastian, menjadi dewasa adalah pilihan.

Usia 40 tahun disebut Allah dalam Al-Qur'an. Allah berfirman :



Sehingga apabila dia telah dewasa dan usianya mencapai empat puluh tahun, ia berdo’a : “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat ENGKAU yang telah ENGKAU berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang ENGKAU ridhoi; berilah kebaikan kepadaku dengan memberikan kebaikan kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada ENGKAU dan sesungguhnya aku termasuk orang2 yang berserah diri.”” (Al-Qur’an, Surat Al-Ahqaf, ayat 15).
Pasti ada yang istimewa di usia 40 tahun sehingga Allah menyebutnya dalam kitab suci. Usia 40 tahun diyakini sebagai usia yang matang dan dewasa baik secara biologis maupun psikologis. Para nabi diutus selalu di atas usia 40 tahun. 
Usia 40 tahun memberi peringatan kepada kita bahwa kita telah melewati setengah kehidupan ini. Belum tentu kedepanya kita masih memiliki kesempatan hidup. 
Jauh sebelum usia 40 tahun saya menginggatkan diri saya sendiri agar "hati hati" dalam menjalankan kehidupan. Sayapun memiliki beberapa resolusi, diantaranya:
1. Menjadi Volunteer
Alhamdulillah, walaupun tidak mewah rasanya saya sudah memiliki semuanya. Pendidikan sudah sampai puncak. Alhamdulillah karier berjalan dengan baik. Alhamdulillah memiliki keluarga yang harmonis. Saya ingin bersyukur pada Allah atas semua itu dengan mengabdikan diri untuk masyarakat. Saya ingin bisa banyak berbagi, memberi, mencerdaskan kehidupan bangsa. Saat ini yang ada dalam pikiran saya adalah bagaimana bisa berbuat untuk orang lain. Menjadi jalan bagi orang lain. Menjadi solusi dan bermanfaat bagi orang lain.  
2. Bisa Berkunjung ke Luar Negeri
Resolusi saya yang lain adalah ingin naik haji dan bisa umroh. Sampai saat ini kedua harapan ini belum terealisasi karena saya masih "produksi".  Tapi saya bersyukur, Allah menghibur dengan cara lain. Bukan hanya berkunjung, saat ini saya tinggal di Jepang mengikuti suami tugas belajar. Allah Maha Kuasa, saya diberikan kesempatan hamil saat usia sudah kepala 4. Allah juga adil, di usia rawan hamil ini, saya cuti dari pekerjaan, sehingga saya bisa fokus pada kehamilan. Dan tidak berat menjalankanya.

3. Konsisten Membaca dan Menghafal Quran

Usia 40 tahun saatnya fokus memikirkan kehidupan yang abadi. Kematian adalah kepastian. Resolusi saya ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Iman lebih baik, ketakwaan juga lebih baik. Saya juga berarap akhlak  ibadah, dan aqidah saya menjadi lebih baik. Komitmen saya bisa mengaji 1 juz perhari dan menghafal aquran.

Semoga ini bukan sebuah harapan yang terlalu muluk. Karena saya menyadari, kita hanya berusaha. Allah yang memampukan. Taqdir kita di tangan Allah. Saya memohon kepada Allah agar semakin bertambah usia saya, bertambah juga amalan saya. Sehingga ketika Allah memanggil saya, saya benar benar dalam keadaan khusnul khotimah. Menghadap Allah dalam limpahan keimanan.

Itulah harapan saya, semoga saya bisa istiqomah, konsisten dengan apa yang telah menjadi harapan dan berharap Allah mudahkan semua langkah dan prosesnya. Amin...

#Posttematik
#KEB

6.2.18

Ini Dia 6 Rahasia Sehat dan Panjang Umur Orang Jepang Yang Patut Kita Ketahui


yesielsandra.com. Orang Jepang terkenal panjang umur. Umur hidup orang Jepang rata rata mencapai 86 tahun. Tidak sedikit ada yang sampai berumur lebih dari 100 tahun. Saya sering melihat orang Jepang yang sudah sangat sepuh di supermarket, taman atau di dalam bis. Mereka masih melakukan aktifitas seperti biasa tanpa dibantu orang lain. Selain panjang umur, orang Jepang juga sehat sehat. Badanya langsing langsing.

Soal umur adalah rahasia Allah SWT. Tapi Allah juga memberi kita kesempatan berikhtiar. Ternyata panjang umurnya orang Jepang ini tidak terjadi secara kebetulan. Ada ikhtiar yang mereka lakukan. 

Apa sajakah yang dilakukan orang Jepang hingga bisa sehat dan panjang umur? Jawabanya ada di pola makan. Apa yang kita makan itu berkorelasi dengan kesehatan kita. Mari kita lihat apa saja yang biasanya dikonsumsi orang Jepang.

1. Orang Jepang Suka Makan Sayur.

Orang Jepang suka makan sayur mentah. Porsi sayur mereka lebih banyak dari lauk dan nasi. Berbeda ya dengan kebiasaan kita, yang lebih banyak porsi nasinya ketimbang sayurnya. Orang Jepang tidak khawatir makan sayur mentah karena petani di sana umumnya tidak menggunakan pestisida. Seperti banyak diketahui, sayur mengandung vitamin dan antioksidan. Sangat bagus untuk peremajaan sel kulit dan pencernaan.

2. Orang Jepang Lebih Suka Makan Ikan

Protein hewani yang banyak dikonsumsi orang Jepang adalah ikan. Ikan inipun kadang dimakan mentah. Kalaupun diolah, biasanya dibakar itupun hanya sebentar. Orang Jepang hanya mau makan ikan segar. Di supermarket atau di pasar tradisonal, jika ikan sudah tidak segar, mereka tidak mau menjual. Ikan mengandung omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan otak. Ikan juga baik untuk tubuh dan melancarkan peredaran darah. Orang Jepang biasanya memakan protein hewani berdaging putih. Seperti ikan salmon, ikan tenggiri, kepiting, udang dan lain lain.

3. Orang Jepang Suka Makan Rumput Laut

Rumput laut merupakan makanan sehari hari orang Jepang. Biasanya dibuat onigiri atau untuk soup. Rumput laut sangat baik untuk pencernaan. Kaya akan kalium, kalsium dan mineral. Rumput laut juga mengandung anti oksidan yang bermanfaat untuk tubuh.

4. Orang Jepang Suka Minum Teh Hijau

Teh Hijau adalah minuman sehari hari orang Jepang. Diminum hangat tanpa gula.  Orang Jepang mengurangi makanan yang manis manis. Pantas mereka langsing langsing. Teh Hijau mengandung antioksidan yang dapat mempercepat metabolisme tubuh dan dapat juga menimbulkan efek relaksasi.

5. Orang Jepang Banyak Makan Protein Nabati

Selain protein nabati dari seafood, orang Jepang suka mengkonsumsi protein nabati seperti kacang kacangan. Orang  Jepang suka minum susu kedelai dan tahu. Olahan kedelai mengandung isoflavon yang baik untuk kesehatan hormon wanita.

6. Orang Jepang Suka Berjalan Kaki

Jangan bayangkan ada ojeg atau becak di Jepang. Orang Jepang lebih suka berjalan kaki atau naik sepeda ke supermarket atau ke tempat kerja. Berjalan kaki dan bersepeda sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Itulah 6 rahasia orang yang membuat mereka tetap sehat di hari tua dan memiliki umur yang panjang. Tidak sulit sebenarnya ya. Kita dapat menduplikasi jika ingin sehat dan umur panjang. Selamat mencoba.

sumber cover: http://www.patrickkeady.org

5.2.18

Seperti Ini Pelayanan Kepada Ibu Hamil di Jepang. Bagian 1.


yesielsandra.com|Jepang memang sangat luar biasa dalam berbagai bidang. Tetapi Jepang mengalami krisis pertumbuhan penduduk. Jumlah yang lahir lebih sedikit dari yang meninggal. Jumlah yang tua lebih banyak dari yang muda. Ketika ada ibu yang hamil di Jepang maka ibu itu akan sangat diperhatikan, diprioritaskan dan dilayani dengan sangat baik.

Menjadi ibu hamil di Jepang ternyata sangatlah menyenangkan. Ini adalah kehamilan saya yang ke 6. Tidak menyangka bisa hamil di sini. Saya biasanya tidak pernah telat haid, tapi bulan itu, tepatnya bulan Oktober 2017 haid saya tidak datang. Saya juga merasakan ada yang tidak enak di badan, mual sih belum terlalu terasa waktu itu. Kebetulan saya punya testpack yang saya bawa dari Indonesia. Bangun tidur saya coba tes, alhamdulillah wasyukurillah ternyata hasilnya positif. Yea, pengalaman hidup baru, merasakan hamil di negeri Sakura.

Saya tanya tanya ke teman teman yang pernah hamil tentang dokter perempuan. Alhamdulillah ada 2 orang dokter perempuan di rumah sakit pemerintah tidak jauh dari apartemen kami, jadwalnya hari Selasa dan Kamis. Karena saya masih ada urusan riset di Indonesia, saya sempat pulang ke Padang. Setelah kehamilan 9 minggu saya baru bisa ke dokter kandungan di rumah sakit.


Pertama kali datang kami ke bagian informasi. Suami saya yang bertanya, petugas mengarahkan kami ke bagian pendaftaran. Setelah pendaftaran kami menuju bagian kehamilan. Di sana kami mengisi berbagai formulir dan juga kuesioner. Diantara pertanyaan yang harus dijawab adalah mengenai riwayat kesehatan, ibu bahagia tidak dengan kehamilan, bagaimana perasaanya, bagaimana hubungan dengan suami dll.

Setelah formulir dan kuesioner diisi, kita mengukur tensi dan menimbang berat badan. Semuanya dilakukan sendiri di mesin otomatis. Pertama menggunakanya saya binggung, untung dibantu suami. Aduh masih gaptek dengan tekhnologi. Selanjutnya kita diminta untuk melakukan cek urine dan cek darah. Cek urine ini dilakuakn setiap kali datang. Sedangkan cek darah tergantung hasil pemeriksaan darah pertama. Jika ditemukan ada yang mengkhawatirkan maka bisa jadi setiap datang darah kita akan di cek. Alhamdulillah saya hanya sekali cek darah.

Menariknya kamar mandi sudah terintegrasi dengan lab. Jadi ketika pipis sudah kita tampung di dalam gelas, gelas itu tinggal kita letakkan di tempat yang dapat dijangkau petugas lab. Kita tidak perlu membawa bawa gelas berisi pipis dihadapan pasien yang sedang menungu.

Begitu juga dengan pemeriksaan darah. Darah hanya diambil sekali dan langsung ditampung di 6 botol kecil. Tidak perlu ditusuk 6 kali untuk mendapatkan 6 sampel darah.

Setelah itu baru kita bertemu dokter kandungan. Dokter akan bertanya kembali mengenai riwayat kesehatan kita, berapa jumlah anak, melahirkan normal apa tidak, berapa berat bayi yang lahir sebelumnya, dll. Detail sekali pertanyaanya. Semua informasi itu langsung dientri di komputer. Dokter sendiri yang mengetiknya. Sistem informasi rumah sakitnya sangat keren sekali.

Setelah itu dokter melakukan USG dalam melalui Vagina. Baru kali ini saya di USG melalui vagina. Pemeriksaan dalam ini dilakukan tiap kali datang. Pemeriksaan pertama saya malah tidak di USG melalui perut. Dokter ingin memastikan apakah ada pendarahan atau tidak, ada kantong kehamilan atau tidak, maka selalu di USG dalam.

Tidak ada vitamin dan obat obatan yang diresepkan. Dokter hanya meminta kita makan makanan yang bergizi. Mungkin karena orang Jepang sudah terbiasa makan makanan yang berggizi kali ya jadi tidak perlu ada suplemen. Susu ibu hamil juga tidak disarankan. Beda sekali ketika saya hamil di Indoensia. Dokter selalu meresepkan suplemen yang banyak.

Pemeriksaan pertama ini kami membayar sekitar 2.000 Yen. teman saya ada yang membayar sekitar 5.000 Yen. Saya tidak tahu kenapa berbeda, mungkin karena ini kehamilan yang ke 6.

Selanjutnya kami diminta melapor ke kantor Walikota atau Shiyakusho untuk mendapatkan kartu pemeriksaan gratis. Keren ya, hamil aja harus lapor ke kantor Walikota. Karena saya sudah mulai mual muntah, saya tidak ikut ke Shiyakusho, suami saya yang ke sana. Dari Siyakusho kita mendapat buku panduan ibu hamil dan kartu berobat gratis.

Kartu Dari Shiyakusho

Selanjutnya pemeriksaan tidak bayar lagi. Pernah kami lupa membawa kartu gratis dari Shiyakusho ini, kata petugasnya kalau tidak ada kartu itu harus bayar seperti biasa. Dari pada bayar lebih baik dijemput hehe.

Tunggu lanjutannya ya, masih banyak cerita menarik lainya mengenai pelayanan kepada ibu hamil.


4.2.18

Usia Berapa Sebaiknya Anak Masuk SD?


yesielsandra.com| Tahun ajaran baru di Indonesia tidak berapa bulan lagi. Mulai sekarang sekolah sekolah sudah melakukan promosi dan seleksi calon siswa baru. Tidak sesuainya jumlah kursi yang tersedia dan jumlah anak yang ingin masuk membuat beberapa sekolah melakukan seleksi yang ketat baik SD negeri apalagi SD swasta.

Regulasi tentang penerimaan siswa SD sebenarnya sudah jelas, yaitu berumur 7 tahun. Sebagian besar SD negeri sudah menggunakan syarat ini. Tapi tidak dengan SD swasta. Kadang umur 5 tahun juga diterima. Tergantung hasil "seleksi" yang mereka lakukan.

Di Finlandia anak wajib berumur 7 tahun saat masuk SD. Dalam 6 tahun masa pendidikannya belum ada penilaian terhadap siswa. Di negara kita sudah ada penilaian. Mulai dari ujian tengah semster, ujian akhir semester, dan ujian nasional. Tetapi pendidikan di Finlandia mampu melahirkan sumber daya yang berkualitas.

Di Jepang lain lagi. Tahun ajaran baru di Jepang dimulai setiap tanggal 7 April saat bunga Sakura sedang bermekaran. Syarat siswa diterima adalah pada tanggal 1 April anak harus berusia minimal 6 tahun. Tidak boleh kurang walau 1 haripun.

Di Finlandia anak SD tidak dibebankan pekerjaan rumah. Di Jepang setiap hari ada pekerjaan rumah. Di Finlandia anak belajar 5 jam sehari. Sedangkan di Jepang untuk anak kelas 1-3 belajar 5-6 jam sehari, kelas 4-6 belajar 7-8 jam sehari.  Walau begitu Finlandia dan Jepang juga berhasil melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas. Yang sama adalah komitmen guru dalam mendidik yang penuh dengan dedikasi. Penghargaan kepada guru yang sangat tinggi oleh pemerintah. Dalam hal pelajaran, anak anak mendapatkan porsi keterampilan yang merangsang kreativitas.

Jadi sebaiknya umur berapa memasukkan anak sekolah dasar? Menurut psikolog ibu Elly Risman, sebaiknya anak dimasukkan  TK A, 5 tahun. TK B, 6 tahun dan SD 7 tahun. Karena pada usia tersebut anak dianggap sudah bisa menerima pelajaran.

Karena anak itu terlahir unik, berbeda satu sama lainya maka tidak juga bisa kita patok usia 7 tahun. Kadang ada anak yang sudah siap sekolah atau teachablenya terlihat pada usia 6 tahun. Ciri cirinya, anak menunjukkan minat yang tinggi untuk sekolah. Minat itu menetap pada diri anak. Anak menunjukkan kemampuan untuk belajar di sekolah. Jika hal ini ada pada diri anak maka anak dapat disekolahkan sebelum usia 7 tahun, misalnya 6 tahun seperti di Jepang.

Maka orang tua sebaiknya mengetahuinya secara komprehensif kapan kesiapan dan kematangan anak bersekolah agar kita tidak salah dan terburu buru menyekolahkannya. Karena jika terburu buru dan secara psikologis anak belum siap sekolah tetapi sudah disekolahkan, itu akan berdampak buruk bagi perkembangannya.

Sumber cover : merdeka.com

#SatuHariSatuKaryaIIDN
#Harike14
#TemaParenting

3.2.18

Kue Dadar Gulung Tradisional Ini Sehat dan Baik Untuk Anak


yesielsandra.com| Dunia kuliner saat ini berkembang luas. Banyak makanan modern yang hadir. Belum lagi saat ini sedang booming kuliner milik artis yang hadir diberbagai kota dan diserbu masyarakat.

Tapi kuliner Nusantara tidaklah tergantikan. Bangsa kita kaya akan kuliner tradisional yang mengandalkan bahan baku alami yang sehat tanpa pengembang, pewarna apalagi pengawet.

Makanan modern memang dari sisi penampilan sangat mengiurkan. Tapi perlu diketahui makanan modern sebenarnya mengandung bahan jika dikonsumsi secara berlebihan bisa berbahaya. Seperti pengembang, pewarna, pengharum, pelembut dan sebagainya.

Berbeda dengan kue tradisional Nusantara. Bahanya umumnya alami, bukan bahan buatan yang mengandung bahan berbahaya. Misalnya kue dadar gulung.

Kue dadar gulung ini sangat terkenal dan hampir seluruh daerah menjadikan makanan ini sebagai makanan favorit. Bahan bahanya mudah didapat, alami dan murah tentunya.

Bahan Kue Dadar Gulung
250 gram tepung terigu
1 butir telur
250 gram santan kelapa
500 ml susu murni
250 gram kelapa parit
200 gram gula merah
Daun pandan secukupnya
Garam secukupnya.

Cara Membuat Isi Kue Dadar

Cairkan gula merah, masukkan gula, daun pandan, dan garam secukupnya. Masak hingga mendidih dan kering.

Cara Membuat Kulit Kue Dadar

Kocok telur, masukkan tepung, santan, dan susu cair, serta garam. Aduk hingga teksturnya pas. Tidak kental tidak pula terlalu cair. Panaskan teflon ukuran 20cm, masukkan satu sendok adonan ke dalam teflon. Untuk mendapatkan hasil terbaik, beri teflon sedikit minyak goreng atau margarin. Agar terdapat jaring jaring yang besar teflon harus dalam keadaan panas.

Masukkan sedikit demi sedikit kelapa dan gula merah ke dalam kulit dadar, kemudian gulung.

Saya tidak memberi pewarna agar lebih aman untuk anak anak. Teman teman dapat menggunakan daun pandan yang ditumbuk untuk pewarna alaminya.

Membuat kue ini perlu kesabaran, karena kita harus membuat kulit kue dadar satu persatu. Oh iya, api jangan terlalu besar agar tidak gosong.

Begitulah cara membuat kue dadar gulung yang lembut dan enak.


#SatuHariSatuKarya
#Harike13
#TemaKuliner

2.2.18

Kakak Adik Berseteru Dilerai Atau Dibiarkan Ya?


yesielsandra.com| Tidak ada kakak adik yang tidak berantem, berseteru atau bertengkar. Sebenarnya berseteru atau berantem adalah hal yang normal sepanjang frekuensinya tidak sering, tidak membahayakan keduanya, tidak menggunakan kata kata kotor dan kekerasan.

Kenapa dikatakan normal karena anak anak sosial skillnya belum sempurna, emosinya belum stabil. Sehingga anak anak belum bisa menerima kekurangan orang lain, belum bisa memaklumi kekurangan orang lain. Mereka belum mengerti kapan harus memgalah. Tapi seiring bertambahnya usia dan kematangan emosi serta kemampuan sosial yang semakin baik, maka anak anak dengan sendirinya tidak akan berantem lagi.

Berantem, berseteru dan berbeda pendapat diantara anak anak sebenarnya ada sisi positifnya. Mereka kelak akan terbiasa menghadapi perbedaan. Mereka akan terbiasa menghadapi konflik. Mereka juga akan terbiasa menghadapi keadaan terjepit dan sulit karena interaksi sosial dengan orang lain yang tidak sesuai dengan keinginan dan hatapanya. Kelak anak anak ini akan terbiasa mempertahankan apa yang harus menjadi haknya, kapan ia harus mengalah.

Ini kesempatan bagi orang tua untuk melatih kecerdasan emosional anak, melatih kemampuan sosial anak dan melatih kepekaan anak. Jadi kakak adik yang berantem dilerai atau dibiarkan?

Jawabannya sangat situasional. Lihat kadar berantemnya. Lihat frekuensinya, apakah keributan itu berbahaya dan mengancam jiwa masing masing. Jika masih sebatas rebutan mainan, orang tua dapat mengajarkan tentang kepemilikan. Mengajarkan minta ijin sebelum meminjam. Jika yang direbutkan itu dimiliki seluruh anggota keluarga ajarkan anak untuk siapa duluan, atau gantian

Misalnya rebutan duduk di mobil. Biasanya anak anak kalau diantar ke sekolah maunya duduk di depan. Kita buat jadwal duduk di depan. Rebutan sendok, kita ajarkan siapa yang mengambil sendok duluan berarti dia yang berhak akan sendok itu. Begitu juga dengan berebut mainan.

Orang tua sebaiknya baru boleh melerai kalau berantem dan keributan antara kakak adik sudah membahayakan fisik kedua belah pihak. Beri kesempatan anak menyelesaikan masalah mereka berdua.


Anak anak itu hatinya bersih, pikirannya juga masih bersih. Mereka mudah berselisih, tetapi mudah juga baikkan lagi. Mereka seringnya tidak lagi ingat akan keributan yang barusan terjadi. Karena setelah ribut atau berantem, ngak lama akan baikan lagi. Tidak seperti kita orang dewasa yang kadang jika berselisih sulit sekali baikan lagi.

Yang perlu dipersiapkan orang tua adalah lakukan tindakan preventif agar berantem dan ribut tidak sering terjadi. Siapkan telinga dan hati kita menghadapi situasi tersebut.

Sumber cover : TvTropes

#SatuHariSatuKarya
#Harike12
#Temaperseteruankakakadik

1.2.18

Hanya Perlu Dikukus, Somay ini Enak dan Bergizi


yesielsandra.com| Saya bersyukur sekali menjadi orang Indonesia. Daerah tropis yang memiliki banyak sekali kekayaan alam, rempah rempah yang melimpah, kuliner berbagai macam rasa. Sungguh itu tidak saya temukan di Jepang.

Makanan halal dan kuliner Nusantara adalah makanan langka di sini. Jika kangen makanan Indonesia seperti bakso, soto, rendang, somay, ya buat sendiri.

Saya termasuk orang tua yang concern terhadap gizi anak. Karena saya percaya tumbuh kembang anak 40% dipengaruhi oleh apa yang ia konsumsi. Sisanya dipengaruhi gen dan lingkungan.

Orang Jepang sangat menyukai ikan berdaging putih. Kadang mereka memakannya secara langsung atau dibuat menjadi Susi.

Sejak di Padang saya juga sering mengolah ikan. Tapi membuatnya menjadi Somay belum pernah saya lakukan, karena banyak yang jual jadi tinggal beli. Saya berfikir tadinya membuat Somay ribet. Ternyata tidak, membuatnya sangat mudah sekali. Cukup dikukus, pastinya sehat dan bergizi.

Bahan utama Somay adalah ikan dan sedikit tepung Tapioka atau tepung Kanji. Kita dapat menambahkan telur dan kentang sebagai pelengkap. Saya menambahkan Wortel dalam adonan Somay agar kebutuhan vitamin tetap dapat terpenuhi.


Bahan Bahan Somay :
250g daging ikan
3-4 sendok tepung tapioka
3 siung bawang putih
1 buah wortel
1 buah telur
Merica dan garam secukupnya

Bahan Bahan kuah Somay
100g kacang tanah
3 siung bawang putih
3 siung bawang merah
1 buah kentang
Cabe sesuai selera
Gula merah sesuai selera
Asam Jawa secukupnya
Daun jeruk secukupnya
Kecap secukupnya
Garam secukupnya

Cara membuat Somay sangat mudah sekali.

1. Potong kecil kecil daging ikan yang telah dibersihkan. Masukan ikan, bawang putih, dan telur ke dalam blender. Haluskan sampai lembut.

2. Potong kecil kecil dan halus wortel. Kemudian campurkan ke dalam adonan ikan yang sudah halus. Tambah garam dan merica, aduk sampai rata. Somay siap dicetak. Bisa menggunakan tahu atau kulit Somay.

3. Kukus adonan dalam panci yang sudah mendidih airnya terlebih dahulu. Tutup panci diberi kain agar airnya tidak jatuh ke Somay.


4. Goreng kacang merah. Kemudian blender bersama bawang merah bawang putih, cabe, kentang yang sudah direbus. Beri air secukupnya.

5. Masak adonan kuah Somay sampai muncul minyak dan wanginya harum. Jangan lupa tambahkan asam Jawa, gula merah dan daun jeruk.

Estimasi waktu dari A sampai Z kurang lebih 1 jam. Jika bahan sudah siapkan sebelumnya, membuatnya kurang lebih hanya 20 menit.

Anak anak saya tanpa kuah kacang juga suka memakan Somaynya. Dikulap kulap  kayak makan cemilan aja. Dengan takaran bumbu yang pas, dan membuatnya dengan senang hati serta riang gembira, Somay ini menjadi sangat lembut dan pastinya disukai anak anak.

Karena saya tidak punya oven, saya sering memasak kue dan makanan dengan cara dikukus. Salah satu kue yang saya kukus adalah klappertaart. Ya Allah, enak banget. Nanti dilain kesempatan saya share bahan dan cara membuatnya.



#SatuHariSatuKarya
#TemaMakananYangDikukus
#HariKe11