5.2.18

Seperti Ini Pelayanan Kepada Ibu Hamil di Jepang. Bagian 1.


yesielsandra.com|Jepang memang sangat luar biasa dalam berbagai bidang. Tetapi Jepang mengalami krisis pertumbuhan penduduk. Jumlah yang lahir lebih sedikit dari yang meninggal. Jumlah yang tua lebih banyak dari yang muda. Ketika ada ibu yang hamil di Jepang maka ibu itu akan sangat diperhatikan, diprioritaskan dan dilayani dengan sangat baik.

Menjadi ibu hamil di Jepang ternyata sangatlah menyenangkan. Ini adalah kehamilan saya yang ke 6. Tidak menyangka bisa hamil di sini. Saya biasanya tidak pernah telat haid, tapi bulan itu, tepatnya bulan Oktober 2017 haid saya tidak datang. Saya juga merasakan ada yang tidak enak di badan, mual sih belum terlalu terasa waktu itu. Kebetulan saya punya testpack yang saya bawa dari Indonesia. Bangun tidur saya coba tes, alhamdulillah wasyukurillah ternyata hasilnya positif. Yea, pengalaman hidup baru, merasakan hamil di negeri Sakura.

Saya tanya tanya ke teman teman yang pernah hamil tentang dokter perempuan. Alhamdulillah ada 2 orang dokter perempuan di rumah sakit pemerintah tidak jauh dari apartemen kami, jadwalnya hari Selasa dan Kamis. Karena saya masih ada urusan riset di Indonesia, saya sempat pulang ke Padang. Setelah kehamilan 9 minggu saya baru bisa ke dokter kandungan di rumah sakit.


Pertama kali datang kami ke bagian informasi. Suami saya yang bertanya, petugas mengarahkan kami ke bagian pendaftaran. Setelah pendaftaran kami menuju bagian kehamilan. Di sana kami mengisi berbagai formulir dan juga kuesioner. Diantara pertanyaan yang harus dijawab adalah mengenai riwayat kesehatan, ibu bahagia tidak dengan kehamilan, bagaimana perasaanya, bagaimana hubungan dengan suami dll.

Setelah formulir dan kuesioner diisi, kita mengukur tensi dan menimbang berat badan. Semuanya dilakukan sendiri di mesin otomatis. Pertama menggunakanya saya binggung, untung dibantu suami. Aduh masih gaptek dengan tekhnologi. Selanjutnya kita diminta untuk melakukan cek urine dan cek darah. Cek urine ini dilakuakn setiap kali datang. Sedangkan cek darah tergantung hasil pemeriksaan darah pertama. Jika ditemukan ada yang mengkhawatirkan maka bisa jadi setiap datang darah kita akan di cek. Alhamdulillah saya hanya sekali cek darah.

Menariknya kamar mandi sudah terintegrasi dengan lab. Jadi ketika pipis sudah kita tampung di dalam gelas, gelas itu tinggal kita letakkan di tempat yang dapat dijangkau petugas lab. Kita tidak perlu membawa bawa gelas berisi pipis dihadapan pasien yang sedang menungu.

Begitu juga dengan pemeriksaan darah. Darah hanya diambil sekali dan langsung ditampung di 6 botol kecil. Tidak perlu ditusuk 6 kali untuk mendapatkan 6 sampel darah.

Setelah itu baru kita bertemu dokter kandungan. Dokter akan bertanya kembali mengenai riwayat kesehatan kita, berapa jumlah anak, melahirkan normal apa tidak, berapa berat bayi yang lahir sebelumnya, dll. Detail sekali pertanyaanya. Semua informasi itu langsung dientri di komputer. Dokter sendiri yang mengetiknya. Sistem informasi rumah sakitnya sangat keren sekali.

Setelah itu dokter melakukan USG dalam melalui Vagina. Baru kali ini saya di USG melalui vagina. Pemeriksaan dalam ini dilakukan tiap kali datang. Pemeriksaan pertama saya malah tidak di USG melalui perut. Dokter ingin memastikan apakah ada pendarahan atau tidak, ada kantong kehamilan atau tidak, maka selalu di USG dalam.

Tidak ada vitamin dan obat obatan yang diresepkan. Dokter hanya meminta kita makan makanan yang bergizi. Mungkin karena orang Jepang sudah terbiasa makan makanan yang berggizi kali ya jadi tidak perlu ada suplemen. Susu ibu hamil juga tidak disarankan. Beda sekali ketika saya hamil di Indoensia. Dokter selalu meresepkan suplemen yang banyak.

Pemeriksaan pertama ini kami membayar sekitar 2.000 Yen. teman saya ada yang membayar sekitar 5.000 Yen. Saya tidak tahu kenapa berbeda, mungkin karena ini kehamilan yang ke 6.

Selanjutnya kami diminta melapor ke kantor Walikota atau Shiyakusho untuk mendapatkan kartu pemeriksaan gratis. Keren ya, hamil aja harus lapor ke kantor Walikota. Karena saya sudah mulai mual muntah, saya tidak ikut ke Shiyakusho, suami saya yang ke sana. Dari Siyakusho kita mendapat buku panduan ibu hamil dan kartu berobat gratis.

Kartu Dari Shiyakusho

Selanjutnya pemeriksaan tidak bayar lagi. Pernah kami lupa membawa kartu gratis dari Shiyakusho ini, kata petugasnya kalau tidak ada kartu itu harus bayar seperti biasa. Dari pada bayar lebih baik dijemput hehe.

Tunggu lanjutannya ya, masih banyak cerita menarik lainya mengenai pelayanan kepada ibu hamil.


Reaksi:

9 comments:

  1. di Jepang memang kepedulianna tinggi terutama untuk kesehatan apalagi wanita hamil. dokter-dokter nya bagus dan pelayanan yang sangat baik

    ReplyDelete
  2. Alhamdulilah senangnya selamat mba sama ni aku juga lagi hamil, baca ini kok seneng ya bisa hamil disana hehehe...

    bener mba kalau di sini setiap kali periksa pasti diberikan resep vitamin, obat dan sll diingatkan susu juga hehe..pake BPJS tapi klo faskes 1 bidan kayak saya ga bisa USG mba gratis sih tapi dijatah cuman 3x saja sepanjang tri semester :)

    ditunggu kelanjutannya mba ^^ semoga sehat2 y mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah lagi hamil juga ya bunda. Semoga sehat ibu dan bayi. Ternyata bumil ngak harus minum suplemen ya..

      Delete
  3. jepang ini unik kalo tdk bs disebut paradoks. sangat helpful soal kelahiran. sementara tingkat kematian akibat bunuh diri juga tinggi :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, pada akhirnya tidak ada bangsa yang sempurna...

      Delete
  4. Mba periksa dalam ga sakit ya?? Sy jg lagi hamil ini, 35 weeks. Kalo sy pas cekup di dokter di kendari mmgdkasih suplemen banyak, pas cek up di makassar, sm dokterx pas keluar ruangan sy bengong sndiri kok ga dkasih vit apa2 ya.. Jd sy masuk lagi, eh dokterx blg, makan makanan sehat sj ya say... Oh iya dokterx itu di rsia ananda makassar.

    ReplyDelete
  5. Pertanyaan kuesionernya penting juga tuh, 'apakah bahagia dengan kehamilannya'.
    Wah enak ya meskipun pendatang di negeri Jepang tetap dipedulikan dan diberi kartu berobat gratis ibu hamil. Selamat mbak atas kehamilannya. Hamil di Jepang serasa diperlakukan secara eksklusif ya mbak oleh pemerintahan sana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih banyak lagi pertanyaan dalam kuesionernya, jika jawaban ibu ada yang mengarah ke psikologis maka nanti akan didampingi psikolog, intinya dibantu agar ibu selalu happy saat hamil.

      Kita pendatang juga gratis periksa kehamilan dan melahirkan. Bahkan setelah anak itu lahir diberi tunjangan 15.000 Yen. Perbulan.

      Delete