4.2.18

Usia Berapa Sebaiknya Anak Masuk SD?


yesielsandra.com| Tahun ajaran baru di Indonesia tidak berapa bulan lagi. Mulai sekarang sekolah sekolah sudah melakukan promosi dan seleksi calon siswa baru. Tidak sesuainya jumlah kursi yang tersedia dan jumlah anak yang ingin masuk membuat beberapa sekolah melakukan seleksi yang ketat baik SD negeri apalagi SD swasta.

Regulasi tentang penerimaan siswa SD sebenarnya sudah jelas, yaitu berumur 7 tahun. Sebagian besar SD negeri sudah menggunakan syarat ini. Tapi tidak dengan SD swasta. Kadang umur 5 tahun juga diterima. Tergantung hasil "seleksi" yang mereka lakukan.

Di Finlandia anak wajib berumur 7 tahun saat masuk SD. Dalam 6 tahun masa pendidikannya belum ada penilaian terhadap siswa. Di negara kita sudah ada penilaian. Mulai dari ujian tengah semster, ujian akhir semester, dan ujian nasional. Tetapi pendidikan di Finlandia mampu melahirkan sumber daya yang berkualitas.

Di Jepang lain lagi. Tahun ajaran baru di Jepang dimulai setiap tanggal 7 April saat bunga Sakura sedang bermekaran. Syarat siswa diterima adalah pada tanggal 1 April anak harus berusia minimal 6 tahun. Tidak boleh kurang walau 1 haripun.

Di Finlandia anak SD tidak dibebankan pekerjaan rumah. Di Jepang setiap hari ada pekerjaan rumah. Di Finlandia anak belajar 5 jam sehari. Sedangkan di Jepang untuk anak kelas 1-3 belajar 5-6 jam sehari, kelas 4-6 belajar 7-8 jam sehari.  Walau begitu Finlandia dan Jepang juga berhasil melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas. Yang sama adalah komitmen guru dalam mendidik yang penuh dengan dedikasi. Penghargaan kepada guru yang sangat tinggi oleh pemerintah. Dalam hal pelajaran, anak anak mendapatkan porsi keterampilan yang merangsang kreativitas.

Jadi sebaiknya umur berapa memasukkan anak sekolah dasar? Menurut psikolog ibu Elly Risman, sebaiknya anak dimasukkan  TK A, 5 tahun. TK B, 6 tahun dan SD 7 tahun. Karena pada usia tersebut anak dianggap sudah bisa menerima pelajaran.

Karena anak itu terlahir unik, berbeda satu sama lainya maka tidak juga bisa kita patok usia 7 tahun. Kadang ada anak yang sudah siap sekolah atau teachablenya terlihat pada usia 6 tahun. Ciri cirinya, anak menunjukkan minat yang tinggi untuk sekolah. Minat itu menetap pada diri anak. Anak menunjukkan kemampuan untuk belajar di sekolah. Jika hal ini ada pada diri anak maka anak dapat disekolahkan sebelum usia 7 tahun, misalnya 6 tahun seperti di Jepang.

Maka orang tua sebaiknya mengetahuinya secara komprehensif kapan kesiapan dan kematangan anak bersekolah agar kita tidak salah dan terburu buru menyekolahkannya. Karena jika terburu buru dan secara psikologis anak belum siap sekolah tetapi sudah disekolahkan, itu akan berdampak buruk bagi perkembangannya.

Sumber cover : merdeka.com

#SatuHariSatuKaryaIIDN
#Harike14
#TemaParenting
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment