17.5.18

Ingin Dikenang Sebagai Istri dan Ibu Seperti Apa Kita?

Ingin Dikenang Sebagai Istri dan Ibu Seperti Apa Kita? Yesi Elsandra Ketika Abak kami masih ada, dia selalu menceritakan kebaikan kebaikan almarhum Ibu kami untuk dapat diambil hikmahnya. Abak bilang Ibu kami tidak saja manis dan cantik, Ibu juga perempuan luar biasa. Walau Abak banyak kekurangan, tetapi Ibu tidak pernah mengeluh, ia menerima Abak apa adanya, mendukung "karier" Abak, melayani Abak sepenuhnya. Kata Abak ibu penurut sama suami. Di mata Abak, Ibu nyaris tidak ada negatifnya. Maka tidak heran ketika Ibu kami stroke, mulai dari masih bisa berjalan sampai Ibu benar benar tidak bisa ngapa ngapain lagi, hanya di tempat tidur, Abak dengan setia merawat Ibu, menyuapi, memandikan, menganti popok, menemani berjemur dll. Kadang saya melihat Abak menggoda Ibu dan mencolek dagunya. Ibu hanya bisa tersenyum. Pemandangan yang indah sekaligus pilu di hari tua mereka. Sebelum kematian Ibu kami, kata Uni saya mereka berpegangan tangan kuat sekali. Tiba tiba Abak menangis kencang layaknya anak kecil menangis ditinggal pergi ibunya. Sepertinya Abak memiliki firasat bahwa Ibu akan pergi untuk selama lamanya. Dan firasatnya itu tepat, tidak lama Ibu kami meninggal dunia. Sesungguhnya yang berasal dari Allah akan kembali kepada Allah. Abak kami tidak salah menilai Istrinya. Di mata kami, Ibu kami adalah orang yang luar biasa. Walau tidak sekolah tinggi apalagi sampai belajar ilmu parenting ibu tidak pernah marah berlebihan apalagi memukul anak. Bahkan Ibu selalu hadir, mendukung dan mendampingi dengan sepenuh hati saat anak anak perempuannya melahirkan. Dari kecil saya diajarkan berdagang oleh Ibu. Dibuatkanya kacang balah, goreng kacang hijau, timun balado, karupuk leak, jagung kelapa dll. Kalau bulan ramadhan seperti ini jualan saya adalah lilin, petasan, gambar gambar dll. Kaki kecil saya pernah diajarkannya agar berani berkeliling kampung kami, Saniangbaka, menjajakan Bayam dari sawah kami, sambil berteriak, owwwwww, bayam owwwwwww. Kadang Ibu mengajak saya berdagang beras hasil sawah sendiri di pasar Sumani setiap minggu. Jejak itu tak kan pernah bisa terhapus dari memori saya. Dan yang paling berkesan bagi saya adalah ketika saya lepas SMA. Kata Abak ngak usah kuliah, banyak orang kuliah nganggur aja jadinya. Kalau ingin capek kayo mangaleh, kecek Abak ko. Ibu saya berpandangan lain. Kuliah aja katanya, saya ingin kamu sekolah setinggi tingginya. Doa ibu dan kasih sayang Allah lah saya menjadi saya hari ini. Ingin dikenang sebagai istri dan ibu seperti apa kita? Kita bebas memilih, sejarah tidak akan pernah terhapus dari memori orang orang disekelilingnya kita. Semoga Allah lapangkan kubur, ampuni dosa dan masukkann Ibu dan Abak ke dalam syurga firdaus. Amin...

15.5.18

Sedikit Sharing Menangani Anak Ngamuk (Tantrum)

Assalamualaikum Ayah dan Bunda dimanapun berada. Senang sekali malam ini bisa bersilaturahmi dengan orang tua hebat, pembelajar sejati..... Apa kabar semuanya?

Semoga kita sekeluarga sehat selalu dan dalam lindungan Allah SWT. Agar barokah pertemuan kita malam ini mari luruskan niat kita belajar untuk mendapat ridho Allah, menambah pengetahuan dan wawasan agar kita bisa menjadi orang tua yang lebih baik. Amin….

Saat ini jam 21.30 Waktu Jepang. Biasanya jam segini saya sudah tidur. Biasanya jam segini juga kelas online dilakukan untuk teman teman di tanah air. Karena menyesuaikan waktu di Indonesia, kecuali kelas online yang dilakukan untuk teman teman Indonesia yang tinggal di Jepang biasanya jam 8 malam waktu Jepang.

Baiklah, tema kita malam ini tentang Tantrum ya?
Tema ini tidak sedikit ditanyakan kepada saya.
Apa yang harus dilakukan ketika anak tantrum.



Sebelum kita bahas tindakan apa yang akan kita lakukan, baiknya kita pahami dulu apa sih itu tantrum?
Tantrum dapat dikatakan sebuah kondisi dimana anak mengalami ledakan emosi.
Biasanya ditandai dengan menangis menjerit jerit, keras kepala, ngak bisa dibilangin, melempar barang, marah marah, mengamungk, guling guling, memukul, melempar barang dan sebagainya. 

Hayooo, apakah anaknya pernah seperti itu? Anak saya seluruhnya pernah he...he...

Hal ini umum terjadi pada anak anak. Jika kita berprasangka baik, kadang tantrum pada anak sebenarnya ada manfaatnya.

Apa sih yang bisa tantrum, apa yang menyebabkanya?

Biasanya penyebab anak tantrum adalah karena tidak tersalurkanya keinginannya. Maklum anak belum memiliki kemampuan komunikasi yang baik, ia sulit menyampaikan keinginannya, sehingga satu satunya jalan yang dia lakukan agar orang tua dan lingkungannya paham dengan keinginannya adalah dengan cara marah dan menjerit jerit itu.

Saat anak tantrum kita orang tua serba salah, ditenangkan anak malah tambah ngamuk, didiamkan ngamuk juga he..he...

Lantas apa yang harus kita lakukan?
1. Cegah sebelum terjadi.
2. Cari tau penyebabnya
3. Jangan ikutan emosi
4. Tetap berada didekatnya, jangan menghindar
5. Alihkan perhatianya
6. Jangan langsung menuruti keinginannya
7. Jangan memukul
8. Peluk anak
9. Banyak berdoa
10.Jika tantrumnya sudah selesai ajak komunikasi.


Demikian sedikit materi yang bisa saya sampaikan.
Silahkan bagi yang ingin sharing dapat menulis di kolom komentar.

Oh iya, siapa saja yang malam ini sudah hadir?