Sunday, November 12, 2017

Perempuan dan Adat Minagkabau


yesielsandra.com. Perempuan dalam adat Minangkabau memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan penting. Berbeda dengan kebanyakan suku di Indonesia, suku Minangkabau memposisikan perempuan sebagai Limpapeh rumah nan gadang, yang artinya perempuan dianggap sebagai simbol baik dan buruknya kaum, bangun dan runtuhnya kaum, maju dan mundurnya kaum.

Begitu tingginya kedudukan perempuan dalam Minangkabau, perempuan dianggap sebagai Bundo kanduang yaitu julukan yang diberikan kepada perempuan yang memimpin suatu keluarga dalam Minangkabau baik sebagai ratu maupun selaku ibu dari raja. Dalam Wikipedia, Bundo Kanduang secara estimologi diartikan sebagai ibu sejati atau ibu kanduang tetapi secara makna Bundo Kanduang adalah pemimpin wanita di Minangkabau, yang menggambarkan sosok seorang perempuan bijaksana yang membuat adat Minangkabau lestari semenjak zaman sejarah Minanga Tamwan hingga zaman adat Minangkabau. Gelar ini diwariskan secara turun-menurun di Minangkabau dan dipilih pada lembaga Bundo Kanduang Sumatera Barat. Istri seorang Datuk kadang-kadang juga disebut sebagai Bundo Kanduang untuk level klan / suku. Namun setiap ibu dapat dikatakan sebagai bundo kanduang dalam keluarganya.

Dalam kato pusako peran Bundo Kanduang ini dijelaskan sebagai berikut:

Dalam kato pusako, kedudukan ibu sebagai bundo kanduang dijelaskan sebagai berikut :
Bundo kanduang
Limpapeh rumah nan gadang
Sumarak dalam nagari
Hiasan di dalam kampuang
Nan tahu di malu sopan
Kamahias kampuang jo halaman
Sarato kato jo nagari
Sampai ka balai jo musajik
Sarato jo rumah tanggo
Dihias jo budi baiak
Malu sopan tinggi sakali
Baso jo basi bapakaian
Nan gadang basa batua
Kok hiduik tampek banazar
Kok mati tampek baniat
Tiang kokok budi budi nan baiak
Pasak kunci malu jo sopan
Hiasan dunia jo akhirat
Auih tampek mintak aia
Lapa tempek mintak nasi

Kato Pusako tersebut bermakna bahwa Bundo Kanduang adalah sosok perempuan yang bijak lagi memiliki kepribadian yang sopan. Memiliki pengetahuan agama yang baik. Bundo kanduang dianggap sebagai tempat meminta nasehat, meminta pendapat. Buruk baik kaum ditentukan oleh perangai bundo kanduang.


Selain dianggap sebagai bundo kanduang, kedudukan perempuan yang membedakanya dengan suku lain di Indoensai adalah Ibu sebagai pemilik harta. Hal ini sangat menarik karena di Minangkabau harta pusako jatuh ke tangan perempuan. Makanya ada yang mengatakan kalau menikah dengan perempuan Minangkabau akan untung, karena akan mewarisi seluruh harto pusako.

Harto pusako adalah warisan yang diperoleh dari orang tua terahulu. Mamak atau paman akan mewariskan kepada kemenakan perempuanya untuk dijaga dan dipelihara.

Menarik memang jika kita telisik lebih jauh tentang perempuan dan adat Minangkabau. Ada yang mengatakan mengenai harta ini tidak sesuai dengna hukum Islam yang seharusnya 2/3 bagian untuk laki laki, sisanya baru untuk perempuan. Tetapi di Minangkabau perempuan menerima seluruh harto pusako.

Inilah kekayaan budaya tanah air dengna berbagai macam adat dan budaya. Untuk mengenal lebih jauh tentang adat di Indonesia yuk lihat di Kumpulan Emak Blogger. 

Tulisan ini bercerita tentang adat batak yang ditulis oleh mbak Tika Samosir sebagai post trigger #KEBloggingCollab untuk kelompok Susi Pudjiastuti.

foto: http://bungamanggiasih.com

Wednesday, October 4, 2017

Agar Aqil dan Baligh Anak Selaras Datangnya


yesielsandra.com. Perlahan tapi pasti anak anak kita yang kecil hari akan tumbuh menjadi manusia dewasa. Dalam agama dinamakan Aqil Balig. "Aqil" berarti berakal. Dikatakan berakal jika anak anak kita sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. "Baligh" berarti sampai, yaitu telah sampai pada umur dimana beban dan tanggung jawab syariat telah dibebankan kepadanya, oleh karena itu catatan amalan perbuatannya mulai dicatat oleh malaikat.  Ketika anak anak kita sudah mencapai tahap ini berlakulah hukum Islam pada diri mereka.

Aqil baligh pada laki laki ditandai dengan "mimpi basah" dan pada perempuan ditandai dengan sudah "menstruasi". Setiap anak tidak sama waktu aqil balighnya, kira kira usia 9 sampai 15 tahun. Jika terlalu cepat atau terlalu lmbat bisa jadi disebabkan karena nutrisi yang lebih baik, stress karena lingkungan dan bahan kimia yang teralu banyak dikonsumsi dalam makanan. 

Ada kalanya anak anak itu sudah aqil, tetapi belum baligh. Begitu juga sebaliknya. Pola asuh dan lingkungan bisa jadi penyebab tidak selarasnya kedua hal ini. Harapannya antara aqil dan baligh sebaiknya selaras datangnya.

Pada zaman Rasulullah atau para sahabat usia belasan tahun sudah memiliki pemikiran yang tajam dan jauh ke depan. Bahkan diantara mereka sudha ada yang menjadi pemimpin perang.

Misalnya Usamah r.a. Ketika usianya 18 tahun ia sudah diamanahi untuk memimpin pasukan perang kaum Muslimin melawan tentara Romawi. la berkulit hitam dan memiliki nama lengkap Usamah bin Zaid bin Haritsah bin Syurahbil bin Ka'ab bin Abd Al-Uzza Al-Kalbi. la juga biasa dipanggil Abu Muhammad. la memiliki gelar Hibb Rasulullah (jantung hati Rasulullah) dan Ibnu Hibb Rasulullah (putra dari jantung hati Rasulullah). Ayahnya adalah Zaid bin Haritsah r.a, anak angkat Rasulullahyang sangat beliau cintai. Ibunya adalah Ummu Aiman, seorang budak hitam yang mengasuh Muhammad kecil dan dimerdekakan oleh Rasulullah saw.

Luar biasa. Apakah gerangan yang telah dilakukan orang tua Usamah hingga bisa membentuk kepribadian muslim yang utuh pada diri Usamah. Apa pula yang dilakukan Rasulullah sehingga pemuda itu bisa memimpin perang dalam usia yang masih sangat muda?

Lihatlah pemuda hari ini, apa kira kira yang bisa dilakukan anak anak usia belasan tahun hari ini? Yang kita tahu secara finansial anak anak seusia Usamah masih sangat tergantung pada orang tua. Keimanan anak anak kita masih labil, ini terlihat tingginya anak anak usia segitu yang melakukan sex bebas, narkoba, dan tawuran.

Mungkinkah kita bisa melahirkan anak anak yang memiliki prestasi gemilang? Anak anak yang kecintaan dan ketakutannya begitu tinggi kepada Allah. Anak anak yang pemikiranya melesat jauh ke depan. Anak anak yang telah memiliki kebebasan fiannsial, minimal tidak tergantung lagi pada orang tuanya?

Anak anak seperti itu yang kita rindukan. Mudah mudahan lahir dari keluarga keluarga kita. Untuk itu sebagai orang tua saya berusaha maksimal, berusaha menemukan potensi unggul mereka, memfasilitasi berbagai upaya bagi kreatifitas mereka.

foto: sahabatkeluarga.kemendikbud.com

Saturday, September 30, 2017

Apa sih Me Time Itu, Perlukah Bagi Seorang Ibu?

yesielsandra.com. Semua manusia memiliki waktu yang sama, 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Tetapi setiap orang memiliki cara yang berbeda mengisi dan memanfaatkan waktunya. Ada yang merasa 24 jam rasanya kurang, tetapi tidak sedikit yang merasakan lama sekali waktu berlalu.

Mengelola waktu adalah seni. Seperti kisah 4 orang mahasiswa yang sedang menunggu antrian bimbingan dengan dosennya. Mahasiswa yang pertama mengerutu dan kesal karena mengantri lama sekali. mahasiswa kedua memanfaatkan waktu menunggu itu dengan membaca banyak buku kuliah. Mahasiswa ketiga bernyanyi untuk menghilangkan kebosanannya. Sedangkan mahasiswa keempat menghafal Alquran.

Apa yang terjadi pada keempat orang mahasiswa tersebut setelah tamat kuiah? Mahasiswa pertama sulit mendapat pekerjaan karena selalu berfikir negatif. Mahasiswa kedua menjadi asisten dosen karena wawasannya luas dan pintar. Mahasiswa ketiga berhasil mengikuti audisi penyanyi di sebuah televisi swasta dan mahasiwa keempat berhasil menjadi Hafidz Quran.

Menunggu pastinya adalah sesuatu yang sangat membosankan. Empat orang mahasiswa berada dalam situasi yang sama tetapi berbeda cara mengisi dan memafaatkan waktunya. Lihatlah hasilnya yang berbeda pula.

Begitupun bagi seorang ibu, apakah ibu tersebut full di rumah mengurus aktivitas domestik atau ibu tersebut juga adalah seorang ibu rumah tangga yang tentunya urusan domestik menjadi tanggung jawabnya tetapi ia juga aktif di publik. Perlu "Me Time" bagi seorang ibu agar tetap waras menjalankan aktivitas domestik maupun publiknya.

Apa Itu Me Time

Secara sederhana, Me Time dapat dikatakan sebagai waktu untuk diri sendiri. Waktu ini dapat kita gunakan untuk memperhatikan diri kita sendiri, baik fikriyah kita, ruhiyah kita maupun jasadiyah kita.

Sebagian orang memahami Me Time sebagai waktu dimana orang menjauh dari aktifitas rutin yang menjemukan, lepas dari urusan sumur dapur kasur. Lepas dari customer, bos, laporan, dan urusan kantor lainya.

Ada juga sebagian ibu yang memaknai Me Time itu sebagai waktu yang bebas dari suami dan anak anak. Waktu untuk tidak disibukkan dengan renggekkan anak, dan ajakan bercinta dari suami.

Me Time dipahami juga oleh sebagian Ibu sebagai waktu untuk memanjakan diri di tempat tempat tertentu seperti ke salon, ke mall, ke gym, ke luar kota sendirian dan lain lain.

Tidak sedikit pula ibu yang memahami Me Time sebagai waktu untuk bersenang senang ke luar negeri bersama teman teman atau menikmati indahnya pantai. Setiap orang memandang Me Time dengan cara yang berbeda beda. Terlepas dari cara pandang yang berbeda tersebut, sebaiknya Me Time itu benar benar harus menjadi booster yang memberi energi dan semangat baru dalam menjalankan aktifitas sehari hari.

Perlukan Me Time Bagi Ibu?

Tentu perlu. Seorang ibu yang rutin menjalankan aktifitas domestik seperti bangun tidur, memasak, menyiapkan sarapan, cuci piring, beres beres rumah, menyapu dan ngepel, menyetrika pakaian, memandikan anak, mengantar dan menjemput anak sekolah, begitu setiap hari berulang ulang. Suatu saat mungkin merasa jenuh dengan rutinitas tersebut. Apalagi jika ibu itu juga adalah seorang ibu bekerja yang melaksankana rutinitas kantor. Belum lagi jika beban kerja yang telalu berat, tuntuan kerja yang tinggi, lingkungan kantor yang tidak kondusif, pertikaian pendapat dengan teman sekantor dan lain lain. Bagaimana ibu memandang semua rutinitas tersebut, apakah sebagai sesuatu yang harus disyukuri atau rutinitas yang memberatkan? Semua tergantung cara pandang ibu.

Jika ibu terus dalam keadaan tertekan, bosan karena padatnya aktifitas sehari hari maka ibu dapat mengalami depresi dan stres. Ibu akan mudah marah pada anak dan suami. Ibu akan mudah lelah fisik dan pikiran termasuk lelah hatinya. Maka perlu bagi ibu memiliki Me Teme sebagai booster agar memiliki energi baru, agar pikiran senantiasa fresh, agar hubungan dengan anak dan suami terus harmonis, agar pekerjaan kantor dapat diselesaikan dengan baik, agar semua aktifitas dapat bermanfaat dan menjadi amal ibadah yang bernilai ibadah di mata Allah.

Hindari Me Time yang bernilai sia sia, seperti :


  1. Menghambur hamburkan uang atau cenderung boros dan berfoya foya.
  2. Meninggalkan kewajiban utama mendidik anak dan melayani suami.
  3. Menimbulkan fitnah dan membahayakan diri sendiri.
  4. Lupa pada ibadah wajib.
  5. Lupa waktu


Agar pikiran kita tidak terbebani, pandanglah urusan doemstik dan publik kita sebagai suatu kesempatan untuk merenda amal ibadah. Sebagai suatu value yang harus kita syukuri. Jika kita mengalami kejenuhan dan bosan, kita dapat berkontemplasi, menata kembali hati dan pikiran agar tenang dan jernih dalam berfikir.

Bagi saya Me Time tidak harus ke luar rumah atau mengeluarkan biaya besar. Me Time yang paling memberi energi bagi saya adalah berkontemplasi di sepertiga malam. Sholat malam, mengaji dan berdoa memberi saya energi untuk bergerak. Me Time yang tak kalah asiknya buat saya adalah tidur. Setelah bangun badan pikiran fresh kembali. Me Time lainnya yang saya lakukan adalah bekam di rumah sehat atau facial atau potong rambut di sebuah salon. Bersepeda mengelilingi kota Kanazawa juga merupakan Me Time tersendiri. Banyak tempat yang bisa disingahi, bebas polusi dan macet.

Banyak cara yang dapat kita lakukan. Silahkan mencari waktu yang pas dan mengisinya dengan kegiatan positif. Manfaatkan Me Time kita benar benar untuk men charge ruhiyah, jasadiayah dan fikriyah kita. Sehingga kita menjadikan Me Time sebagai Continual Improvement Process sehingga menjadikan kita sebagai ibu yang profesional dan berkualitas baik di ranah domestik dan juga di publik.

Tulisan menarik mengenai Me Time dapat di lihat di sini yang ditulis sangat apik oleh Mak Ima Rochmawati. Tulisan tersebut merupakan pos trigger #KEBloggingCollab dari kelompok Susi Pudjiastuti.

Wednesday, September 13, 2017

Haruskah Ibu Rumah Tangga Menjadi PNS?

yesielsandra.com. Hampir di seluruh jaringan sosial media yang saya punya berseliweran informasi mengenai penerimaan Aparatur Sipil Negara atau Pegawai Negeri Sipil atau yang lebih dikenal dengan singkatan PNS. Tidak tanggung tanggung jika di total seluruhnya bisa mencapai puluhan ribu posisi dengan berbagai latar belakang, penerimaan tersebut hampir merata di seluruh Indonesia..

Banyaknya jumlah PNS yang akan direkrut ini membawa angin segar karena beberapa tahun terakhir ini tidak terdengar ada pengangkatan PNS. Ratusan ribu sarjana mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan dokumen sebagai syarat untuk mengikuti tes PNS.

Diantara ratusan ribu yang harap harap cemas itu mungkin salah satunya adalah ibu rumah tangga seperti kita. Selama ini kita hanya mengurus sumur dapur kasur, berjibaku mengurus anak anak di rumah. Ingin juga seperti tetangga sebelah yang setiap hari rapi berangkat kerja dan mendapat gaji bulanan.

Tiba tiba kita ingat ijazah yang telah lama tersimpan di sudut lemari. Jurusan yang tawarkan ada yang cocok dengan jurusan kita, posisi yang ditawarkan juga cocok dengan impian kita. Apalagi IPK kita lebih dari tiga koma, tidak jelek jelek amat, sepertinya kita sangat layak untuk ikut bersaing dengan ratusan ribu pencari kerja lainya.

Dalam pandangan umum menjadi PNS adalah prestise. Hampir seluruh orang tua mengingginkan anaknya menjadi PNS. Saking pengenya, ada cerita tetangga saya yang perlu dijadikan pelajaran. Anak tetangga saya ini tamat SMK. Ada "Orang dalam" yang katanya bisa membantu anaknya menjadi PNS di sebuah Pemda. Uang puluhan juta sudah disetor ke orang dalam tadi. Baju seragam PNS juga sudah dikasih ke anak tetangga saya tadi. Namun sampai hari ini SK pengangkatan PNS tak pernah ada. Berbagai cara dilakukan orang agar bisa mengambil keuntungan dengan menipu masyarakat yang ingin sekali menjadi PNS. Jangan sampai ketipu ya...

Haruskah kita jadi PNS?

Suami saya PNS, mertua saya keduanya PNS, uni saya juga ada yang PNS. Tulisan ini tidak bermaksud mengompori orang untuk jadi PNS, apalagi mempengaruhi orang untuk tidak jadi PNS. Saya sendiri bukan PNS. Menjadi PNS atau tidak adalah pilihan hidup kita masing masing.

Saya hanya ingin menyampaikan bahwa rezeki Allah itu luas. Kalau satu pintu rezeki tertutup, maka Allah SWT akan membukakan pintu rezeki lain yang bisa jadi lebih lebar dan lebih luas. Menjadi PNS itu menarik, karena resikonya sangat kecil. Sangat kecil kemungkinan negara bangkrut. Yang membuat orang tertarik menjadi PNS biasaya karena ada jaminan kesehatan dan jaminan hari tua.

Tidak bermaksud tidak beryukur, walau tampaknya save, di luar tunjangan, gaji PNS itu termasuk rendah loh. Saya contohkan suami saya dosen PNS di Universitas Andalas golongan IIIB. Karena sedang tugas belajar saat ini "hanya" menerima gaji pokok kurang lebih 3,1 juta. Jika ada tunjangan tidak lebih dari 4 juta. Cukup ngak untuk biaya hidup sebulan dengan 4 anak?

Jawabanya relatif. Rezeki itu tergantung berkahnya, jika berkah berapapun akan mampu mencukupi keluarga kita. Tetapi jika tidak berkah berapapun banyaknya tidak akan pernah terasa cukup.

Perlu diingat, kebutuhan dan biaya hidup sekarang ini memang tinggi. Harga harga mahal termasuk listrik dan air. Kita butuh makan makanan yang bergizi. Kita tentu butuh anak anak sekolah di tempat yang terbaik, tentu uang masuk dan SPP nya tidak murah. Kita butuh rumah yang lapang untuk anak anak bermain ke sana kemari. Kita butuh pakaian yang layak. Kita butuh kendaraan untuk transportasi. Kendaraan itu bukan barang mewah ya, bagi yang banyak anak seperti saya kendaraan roda empat itu kebutuhan. Dengan kebutuhan primer seperti itu rasanya sulit dengan gaji "hanya" 4 juta bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Kalau hanya mengandalkan gaji PNS tok, sungguh para PNS masih jauh dari sejahtera.

Bagi ibu rumah tangga yang berminat menjadi PNS mungkin hal ini perlu difikirkan masak masak lagi. Sudah seimbangkah pengorbanan kita meninggalkan anak anak dengan gaji kurang lebih 4 juta per bulan? Kalau baru CPNS malah ngak sampai 4 juta an. Kemungkinan "hanya" 2 juta koma.

Ketika kita bekerja di luar, akan ada biaya yang harus kita keluarkan. Misalnya menitipkan anak di day care kurleb 1 juta perbulan. Kalau anaknya 2 orang tentu lebih besar lagi biaya day carenya. Biaya transportasi, biaya konsumsi, dan oportunity cost yang tentunya tak bisa diuangan berapapun jumlahnya. Biaya kehilangan kesempatan kita bercengkrama dengan anak, bermain dengan anak dll. Belum lagi fisik kita akan terkuras, beban kerja yang tinggi, kita jadi sibuk, kadang jadi emosian ke anak dan suami.

Jika ada substitusi untuk menjaga anak dan "hitung hitungan" bekerja atau menjadi PNS jauh lebih memberikan value untuk keluarga dan masyarakat,  menurut saya tidak ada salahnya kita mencoba peruntungan menjadi PNS atau bekerja di luar rumah. Tetapi jika tidak ada, fokus mendidik anak menurut saya itu lebih utama.

Mencari nafkah betul kewajiban suami, tetapi menghasilkan uang itu adalah hak suami dan istri. Ibu rumah tangga bisa kok mendapatkan penghasilan tanpa harus bekerja di luar rumah atau menjadi PNS. Tidak sedikit aktivitas yang dapat dilakukan hanya di rumah yang bisa menghasilkan uang jutaan rupiah. Saya sendiri pernah jualan online yang bisa menghasilkan kurang lebih 2 juta perbulan. padahal itu hanya kerja sampingan, kalau diseriusi mungkin penghasilanya bisa lebih besar lagi. Ada juga teman saya yang bisa menghasilkan uang dari rumah dengan menulis. Teman saya yang lain menjadikan rumahnya sebagai day care, dia bisa mengasuh anaknya, uangpun datang.

Silahkan ditimbang baik baik, untung ruginya, positif negatifnya, baik buruknya, apakah kita bekerja di luar rumah dengan menjadi PNS atau fokus di rumah mendidik anak anak kita tanpa lupa untuk terus continuous improvement meningkatkan kualitas diri kita.

Yang pasti, PNS bukanlah satu satunya wadah untuk mengaktualisasikan diri, bukan satu satunya sumber rezeki. Di luar sana banyak terbentang kesempatan untuk mengaktualisasikan diri, banyak waktu dan kesempatan untuk menghasilkan uang. Sepanjang sesuatu itu membuat kita happy, kita enjoy mengerjakanya, dan kita bersyukur maka kita tidak akan pernah merasa miskin dan tertinggal. Hidup ini akan terasa indah dan penuh makna jika kita banyak memebri manfaat untuk anak, suami, keluarga dan masyarakat.

Sumber foto : mardiyas.com

Baca juga artikel menarik ini : Pilih mana Homeschooling atau Public School?





Tuesday, September 5, 2017

Pilih Mana Homeshooling Atau Public School?


yesielsandra.com. Setiap orang tua pasti ingin meberikan yang terbaik untuk anaknya. Coba tanya orangtua yang pontang panting bekerja, pergi pagi buta, pulang tengah malam gepap. Apa yang cari? jawabanya tidak jauh dari untuk menghidupi keluarga dan membiayai kebutuhan anak. Apapaun akan orang tua lakukan demi anak. Termasuk mengeluarkan biaya puluhan bahkan mungkin ratusan juta untuk pendidikan anak.

Sebenarnya tidak perlu mengeluarkan biaya banyak untuk pendidikan dasar dan menengah. karena pemerintah sudah mewajibkanya. Di sekolah negeri tidak ada uang pangkal dan pungutan SPP. Setiap murid baik di sekolah negeri maupun swasta juga mendapatkan dana BOS. Tapi kenapa ya rasanya pendidikan saat ini terasa begitu mahal.

Walau gratis tetapi tidak sedikit orang tua yang ragu menyekolahkan anaknya di sekolah negeri.  Maka tak heran menjamurlah sekolah sekolah swasta dengan berbagai label. Padahal biayanya mahal sekali. Ditengarai rendahnya kualitas belajar mengajar, kurikulum yang terlalu berat, fasilitas sekolah yang ala kadarnya, dan kekerasan verbal dan fisik yang sering terjadi pada murid menyebabkan orang tua berfikir dua kali menyekolahkan anaknya di sekolah formal.

Maka tak heran orang tua saat ini mencari alternatif pendidikan selain sekolah formal. Salah satunya adalah homeschholing.

Apa Itu Homeschooling?

Homeschooling dapat juga dikatakan sebagai sekolah rumah. Mengapa disebut sekolah rumah? karena aktifitas belajar anak anak dilakukan di rumah. Orang tua memiliki peran dominan menjadi guru bagi anak. Anak belajar secara otodidak, bisa dipandu langsung orang tua atau didatangkan tutor sesuai kebutuhan belajar anak. Anak anak pun bisa memilih pelajaran yang disukainya.

Homeschooling dan sekolah formal sama legalitasnya sesuai dengan UU No 20 tahun 2003 pasal 27 tentang Pendidikan Nasional. Keduanya sama sama mengikuti ujian naional untuk mendapatkan ijazah sesuai jenjang pendidikan.

Sama dengan di Indonesia, wajib belajar di Jepang juga 9 tahun. Hanya bedanya, kualitas dan fasilitas sekolah benar benar diperhatikan. Seluruh anak terdata di kantor pemerintah yang mengurusi pendidikan. Secara otomatis ketika anak akan memasuki usia 6 tahun per 1 April akan mendapat surat panggilan dari City Hall untuk mendaftar di sekolah terdekat yang sudah ditentukan. Orang tua tidak bisa memilih karena sekolah anak ditentukan berdasakan jarak sekolah dengan tempat tinggal. Tidak ada uang pangkal tetapi SPP tetap ada. Kalau di Indonesia SPP gratis.

Setelah tamat SD anak anak secara otomatis akan masuk ke SMP yang telah ditentukan pemerintah. Lagi lagi berdasarkan jarak tempuh rumah dan sekolah. Tidak ada ujian saringan masuk. Tidak ada anak yang tidak kebagian sekolah. Seluruh sekolah kualitas dan proses belajar mengajarnya seragam.

Maka tak heran, di Jepang homeschooling tidak populis. Kalaupun ada anak yang homeschooling itu biasanya karena Ijime atau bully. Karena menurut anak saya sekolah di Jepang sangat asik. Banyak diajarkan keterampilan, banyak mengeksplorasi, mengamati, diskusi, presentasi. Walau setiap hari ada PR tetapi PR nya tidak lah yang sulit sulit yang menghabiskan energi anak. Berikut contoh PR anak kelas 1 SD.



Pilih Mana Sekolah Formal atau Homeschooling?

Lantas saya sendiri bagaimana? Ketika di Indoensia anak saya pernah sekolah formal dan homeschooling. Kedua duanya memiliki sisi positif dan negatif. Sekarang 3 orang anak saya sekolah formal di SD Morinosato milik pemerintah Jepang. Yang bungsu belum saya masukkan Hoikuen atau Youchien. Hoikuen artinya daycare, semacam tempat penitipan anak. Sedangkan Youchien adalah taman kanak kanak atau TK yang dimulai sejak usia 3-5 tahun sebelum masuk SD. Saat ini yang bungsu homeschooling dan saya bersyukur dan bangga bisa menjadi gurunya.

Menurut saya sekolah formal atau tidak itu sangat tergantung kepada kondisi anak dan orang tua. jangan sampai karena kita sibuk padahal anak kita sebenarnya cocoknya homeschooling tetapi tidak kita arahkan ke sana, Atau sebaliknya kita ngak sibuk, ngak kerja banyak di luar, kita tidak punya program pendidikan yang baik,  anak kita kebutuhanya sekolah formal, eh kita ngak masukkan anak kita ke sekolah formal. Kesadaran orang tua dan anak menjadi kunci keberhasilan pendidikan anak, apakah anak itu sekolah formal atau homeschooling.

Kelebihan Homeschooling

1. Menghindari anak dari pengaruh negatif dari lingkungan sekolah seperti bully.
2. Menghindari anak stress akibat terlalu tingginya beban kurikulum dari sekolah
3. Menghindari kejenuhan anak akibat rutinitas pergi dan pulang sekolah
4 Menjauhkan anak dari nilai nilai yang tidak sama dengan nilai yang diajarkan di rumah
5. Anak memiliki waktu yang lebih fleksibel
6. Lebih dekat dengan orangtuanya secara fisik dan emosional
7. Lebih fleksibel, sesuai kebutuhan anak dan kondisi keluarga

Kekurangan Homeschooling

1. Kemungkinan akan menghadapi kesulitan beradabtasi jika melanjutkan ke sekolah formal.
2. Sosialisasi dan interaksi dengan teman seumuran lebih rendah
3. Tidak terbiasa bekerja dalam tim
4. Kadang kadang anak dan orang tua tidak konsisten
5. Karena fleksibel kadang kurang menekankan kedisiplinan
6. Anak kurang memiliki daya juang dalam berkompetisi dengan teman sebaya
7. Kadang bisa jadi biaya jauh lebih malah dari sekolah formal.

Sekolah formal juga memiliki kelebihan dan kekuarangan. Secara garis besar kebalikan dari homeschooling. Sebelum memutuskan apakah anak anak kita akan di masukkna ke sekolah formal atau homeschooling pikirkan baik baik. Jangan asal mengikuti trend. Karena anak kita tidak sama dengan anak orang lain. Pilihan orang lain belum tentu baik untuk kita, begitu pun sebaliknya.

Tidak sedikit anak yang gagal di sekolah formal, tetapi lihatlah betapa banyak yang berhasil hidupnya melalui sekolah formal. Begitupun dengan homeschooling. Banyak anak yang berhasil meraih masa depanya melalui homeschooling.

Saya pernah membaca tulisan orang tua yang anaknya homeschooling, menurutnya jika anak kita tidak ada masalah dengan lingkungan sekolahnya, dia menikmati proses belajar mengajar di sekolah, senang berinteraksi dengan teman teman sekolahnya, lebih baik anaknya disekolahkan. Karena butuh konsentrasi besar, pemikiran yang besar, tenaga yang besar dan mungkin dana yang besar untuk menghomeschoolingkan anak. Termasuk dibutuhkan komitmen yang besar antara suam istri dalam mendampingi anak anak homeschooling.

Jika masalahnya adalah soal bullying, sampaikan kepada anak bahwa hidup ini tidak selalu seperti apa yang diharapkan. Kita akan menemui orang orang baik dan jahat. orang orang yang bermulut manis dan suka menolong. Ajarkan anak kita untuk melakukan tindakan preventif, ajarkan ia apa yang harus dilakukan jika dia dibully. Ajarkan anak untuk melapor ke guru jika ada yang membullynya. Ajarkan anak kita bagaimana mengelola emosianya. Dengan begitu dia akan belajar bagaimana mempertahankan hidup.

Saya juga membaca kisah anak yang dulunya dianggap bodoh di sekolah karena dianggap guru tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah. Sering bolos, baginya sekolah adalah mimpi buruk. Anak ini sesungguhnya jutsru pintar karena sebenarnya tidak ada anak yang bodoh. Akhirnya anak ini ditarik dari sekolah oleh orang tuanya dan menjalankan homeschooling. Akhirnya dia sukses menemukan potensi unggulnya.

Sekali lagi homeschholing atau tidak itu pilihan orang tua dan anak. Karena orang tua dan anak yang lebih tau apa yang terbaik untuk dirinya. Yang penting jangan ikut ikutan. Libatkan Allah SWT dalam setiap keputusan. Karena pendidikan adalah hak anak dan tanggung jawab yang harus diperjuangan orang tua.

Sumber foto : theunextreme.com


Monday, September 4, 2017

Ini Loh Benefit Yang Kita Peroleh Kalau Asik Ngeblog




yesielsandra.com. Era internet memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mengaktualsiaksikan diri melalui tulisan. Kalau dulu kita hanya bisa mengirimkan tulisan ke koran atau majalah agar bisa dibaca banyak orang, itupun tidak semua tulisan bisa dimuat. Tetapi sekarang tidak, dalam hitungan detik setelah kita posting, orang bisa membaca tulisan kita hingga ratusan ribu orang bahkan mungkin jutaan.

Bagi saya menulis adalah rekreasi tersendiri bagi jiwa saya. Senang bisa menumpahkan isi hati dan pikiran lewat tulisan. Ketika saya baru kenal internet tahun 1998, saya banyak menulis di yahoogroups.com. Selain di yahoogroup, saya menjadi kontributor lepas di eramuslim.com.  Salah satu tulisan saya yang masih tersimpan di eramuslim.com adalah Investasi. Tulisan ini dipublikasikan tanggal 9 Agusutus 2007, percis 10 tahun yang lalu. Karena keseringan nulis di Eramuslim, saya bertemu jodoh. Mau tau ceritanya, insya Allah nanti akan saya tulis di episode yang lain.

Selain di eramuslim.com saya juga menjadi kontributor di dakwatuna.com. Salah satu tulisan saya yang masih tersimpan di dakwatuna.com adalah Antara Facebook Dan Manusia Produktif. Dipublikasikan bulan Mei tahun 2009. Kedua tulisan ini banyak dibaca dan dishare orang ketika itu.

Saya sendiri baru memiliki blog sejak tahun 2009, waktu itu masih menggunakan domain gratisan. Tulisan pertama yang saya publikasikan Menyelesaikan Program Doktor Tanpa Lupa Memberi ASI. Sayang waktu itu saya masih "Anggek anggek ciek ayam" Pertama tama saja semangat, setelah itu blognya ngak dikelola dengan baik. Sejak menggunakan domain berbayar pada Maret 2017 saya ingin istiqomah menulis di blog sendiri.

Perkembangan blog ini sangat pesat. Jumlah visitor sudah mencapai ratusan ribu orang. Padahal baru aktif pertengahan maret 2017 ini. Kesempatan nulis agak terbatas karena saya hanya mengandalkan laptop nebeng punya suami. Dan blog ini sempat mati suri sejenak ketika saya pulang ke Padang selama 1 bulan. Baru setelah saya dibelikan laptop oleh suami sebulan yang lalu saya blog ini aktif lagi. Setiap hari visitor dan follower semakin bertambah.

Tidak sedikit tulisan di blog ini di share netizen di sosmednya. Kok bisa dishare banyak orang? Wah ngak tau juga ya. Saya mempromosikan blog ini di sosmed dan bergabung dengan berbagai  komunitas blogger. Salah satu komunitas yang kece adalah Kumpulan emak emak blogger.

Apa sih asiknya ngeblog? Kalau menurut saya sih asik banget. Bagi saya menulis adalah rekreasi bagi hati dan pikiran. Saya dapat menyampaikan apa yang ingin saya sampaikan yang tak dapat saya ucapkan dan didengar banyak orang. Dengan menuliskanya di blog orang dapat membaca dan mengetahuinya. Apalagi value yang saya dapat ketika menjadi kontributor di eramuslim.com adalah ketemu jodoh.

Ada rasa bahagia ketika tulisan kita selesai dibuat. Akan lebih bahagia lagi jika tulisan itu memberi banyak manfaat bagi banyak orang. Taunya bermanfaat dari mana, pertama, dari banyaknya komentar di blog, kedua dari banyaknya yang membaca dan menshare, ketiga dari banyaknya yang inbox.

Apa yang didapat setelah itu? Bagi saya yang utama adalah kepuasan batin yang tidak bisa dinilai dengan uang atau materi apapun. Pergaulan kita menjadi luas karena kita akan banyak berkenalan dengan banyak orang. Yang tidak kalah asiknya dari ngeblog adalah kita bisa mendapat uang.

Tidak sedikit orang yang menjadikan ngeblog sebagai pekerjaan utama. Dari ngeblog mereka mendapat banyak uang. Saya sendiri baru kemaren siang mendaftarkan blog ini ke Google Adsense. Mudah mudahan blog ini bisa menjadi salah satu sumber penghasilan.

Tetapi menurut saya yang terpenting adalah bukan seberapa banyak uang yang kita dapatkan dari ngeblog. Tetapi bagaimana kita dapat menyalurkan hobi kita. Kalaupun akhirnya kita dapat uang dari ngeblog, anggaplah itu bonusnya.

Bagaimana agar kita terus asik menulis di blog dan pembacanya banyak?
  1. Niatkan aktifitas ngeblog ini sebagai amal sholeh dan ibadah. Bukan untuk tujuan yang lain. Segala sesuatu itu tergantung pada niatnya.
  2. Pilih tema blog yang sesuai dengan passion kita. Walau sebenarnya pendidikan formal saya marketing, saya lebih memilih tema parenting dan pendidikan sebagai niche blog ini.
  3. Kata orang minang "Salero condong ka nan rancak" Artinya orang suka pada sesuatu yang cantik. Percantik blog kita agar kita betah menulis dan yang membacapun senang melihat tampilan blog kita.
  4. Promosikan blog kita di sosmed dan ikut komunitas blogger. Jika ingin orang lain banyak membaca blog kita maka promosikan blog kita dan bergabung dengan komunitas blogger.
  5. Sediakan waktu khusus untuk ngeblog. Usahakan kita memiliki waktu khusus untuk ngeblog. Kalau saya biasanya malam setelah anak anak tidur agar dapat menulis dengan nyaman dan santai. Kadang pas ada waktu senggang ngeblog juga. 
Benefit apa sih yang bisa kita dapatkan jika kita asik ngeblog? Menurut saya banyak sekali nilai positif yang akan kita raih kalau kita ngeblok diantaranya:

  1. Kepuasan batin. Kita akan mendapatkan kepuasan batin tersendiri setelah berhasil merampungkan sebuuah tulisan. Apalagi kalau tulisan itu dibaca dan bermanfaat banyak bagi orang lain.
  2. Menambah teman baru dan memperluas jaringan. Dengan ngeblog dan bergabung bersama komunitas blogger kita akan mendapat banyak teman dan memperluas jaringan.
  3. Menambah ilmu dan wawasan. Sebelum menulis tentunya kita akan membaca, mencari referensi serta rujukan dari tulisan orang lain. Mustahil kita bisa menulis kalau kita tak pernah membaca. Dan tau sendirikan membaca adalah jendelanya dunia.
  4. Menjadi sumber penghasilan. Sudah banyak orang yang mendapatkan uang dari aktifitas ngeblog. Sumber penghasilan bisa jadi dari menjual produk di blog, mereview produk orang lain, menjadi patner Google Adsense, menerima iklan dari orang lain dan sebagainya.
  5. Jika blog kita bermanfaat bagi orang lain, tentunya kita akan mendapatkan amal pahala. Menjadi amal sholeh. Bukanakah salah satu amal yang tak kan terputus sampai kita menigngal adalah ilmu yang bermanfaat buat orang lain. Nah yang ke lima ini yang paling saya cari.
  6. Bertemu jodoh. Ea...Kalau ini mah bonus banget. Nanti kalau ada kesempatan saya tulis kronologis bertemu jodoh gara gara tulisan.
    Nah babagaimana, apakah teman teman tertarik untuk ngeblog? atau bagi teman teman yang sudah punya blog tetapi maju mundur, kadang semangat 45 kadang ngak, yuk aktif lagi, saling menguatkan. Semoga aktifitas ini menjadi amal sholeh.
    Banyak orang yang sudah merasakan manfaat ngeblog. Salah satunya adalah mbak Dian. Cerita keasikan ngeblog beliau diikutsertakan dalam collaboration Kumpulan emak emak blogger. Asik membaca keseruan mbak Dian dengan blognya.







 


Saturday, September 2, 2017

Jadwal Harian Ibu Rumahan Agar Tetap Produktif


yesielsandra.com. Untuk menjadi ibu profesional yang produktif berkarya dari rumah, kita dituntut untuk memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas agar anak anak yang kita didik dan keluarga yang kita bina dapat tumbuh seperti pohon yang rindang. Akarnya kuat menancap bumi, batangnya tumbuh besar dan kokoh, daun daunya tumbuh lebat dan rindang, serta buahnya harum manis. Pohon yang bermanfaat bagi banyak orang. Pohonya bisa untuk bersandar, daunya bisa untuk berteduh, dan buanya dapat mengenyangkan dan mehilangkan dahaga.

Tidak ada pendidikan formal untuk menjadi ibu rumah tangga, tetapi untuk menjadi rumah tangga yang baik, Allah SWT telah membentangkan banyak ilmu untuk kita petik melalui Alquran dan Sunnah Nabi SAW.

Bersyukurlah kita diberi kelapangan waktu mengurus keluarga dan anak anak. Jadikan kesempatan emas ini untuk menciptakan banyak kenangan dengan anak anak. melakukan banyak aktivitas bersama anak anak, banyak belajar yang berkaitan langsung dengan fitrah keperempuan. Kelapangan waktu ini adalah rezeki yang tak terhingga dari Allah.

Nasehat ini untuk saya, agar saya istiqomah. Isi kesempatan emas ini dengan melakukan kegiatan yang produktif. Buat visi misi hidup dan jabarkan dalam rencana yang matang. Jangan sampai waktu berlalu terbuang percuma. Karena waktu seperti anak panah. Jika dia sudah melesat atau berlalu dia tidak akan pernah bisa kembali.

Walau saat ini saya tidak bekerja, saya mencoba untuk continous improvement diri ini agar produktif. Diantara kegiatan saya adalah:

  1. Les Bahasa Jepang 3 kali seminggu. Hari Rabu di International Lounge. Hari Kamis di Mesjid Kanazawa, hari Jumat di Izumi bersama anak yang kelas 1 SD
  2. Setiap Sabtu Mengajar anak anak Indonesai mengaji di TPA.
  3. Dua minggug sekali belajar Alquran bersama seorang hafidzah dari Pakistan
  4. Dua minggu sekali ada pengajian bersama teman teman dari Indonesia.
  5. Sebulan sekali mengadakan Sekolah Muslimah di Mesjid Kanazawa
  6. Setiap Selasa mengantarkan si bungsu bermain berbagai alat peraga modern dan edukatif ke Jidoukan, sebuah tempat tumbuh kembang anak 
  7. Hampir setiap hari ke taman mengajak anak anak bermain dan mengenal lingkungan alam.
  8. Bisa membaca Alquran lebih dari 1 Juz sehari dan menghafal beberapa ayat.
  9. Menulis blog dan status yang tidak sedikit dishare netizen
  10. Mengisi kuliah online di WA atau Line baik untuk masyarakat Indonesai di tanah air maupun di Jepang.
Hidup ini tidak melulu soal materi, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita  bisa continous improvement, bisa produktif berkarya dan bermanfaat untuk orang banyak. Bagi saya itu adalah kesenangan yang tak terkira. itu adalah rekeasi yang sangat menentramkan jiwa.

Nah bagi teman teman yang ingin produktif berkarya dan bermanfaat untuk keluarga dan orang lain, ini saya tautkan jadwal kegiatan harian ibu rumahan ala saya. Sesuaikan waktu nya berdasarkan kebutuhan masing masing. Jamnya menyesuaikan. Untuk download kegiatan ibu rumahan silahkan klik di sini. Untuk kurikulum anak klik di sini 

Kegiatan mingguan tidak tampak pada jadwal harian di atas. Jadwal harian di atas hanya membantu kita untuk melaksankan tugas harian dengan baik. Jika berminat nanti bisa saya share jadwal mingguan dan bulanan.

Semoga bermanfaat, semoga kita semua bisa menjadi ibu yang produktif dan profesional serta istiqomah melaksankan peran peradaban yang telah ditetapkan alam untuk kita yaitu sebagai madrasah pertama dan utama yang melahirkan manusia unggul untuk generasi yang lebih baik.

sumber foto: kreasitekno.com


Tips Menyusui Saat Hamil Atau Nursing While Pregnant/NWP



yesielsandra.com Tantangan menjadi ibu itu luar biasa dahsyatnya. Bukan hanya mengandung dan melahirkan saja yang prosesi peradaban dimulai, tetapi menyusui juga menjadi episode yang sangat menegangkan dalam kehidupan ibu dan juga bayi diasuhnya.

Menyusui bukan masalah remeh temeh  prosesi alamiah antara ibu dan bayi belaka. Tetapi menyusui adalah jembatan kasih sayang, fase pembentukan kedekatan emosional, investasi gizi dan kecerdasan, termasuk menyusui kadang menjadi ujian dan tantangan kehidupan bagi ibu dan bayi.

Berbagai macam tantangan itu seperti puting masuk ke dalam, puting pecah, lidah pendek, ASI tidak keluar, payudara bengkak, puting lecet, bayi binggung puting, dan lain sebagainya. Ada satu lagi tantangan yang tak kalah dahsyatnya yang saat menyusui ternyata sang ibu ternyata hamil lagi. Istilah kerenya adalah asi tandem atau Nurshing While Pregnant/ NWP.

NWP dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan dimana ibu tetap menyusui walau dalam keadaan hamil. Atau saat menyusui si kecil eh ternyata si ibu hamil lagi. Ih emang boleh lagi hamil menyusui? Aman ngak? begitu banyak pertanyaan yang saya terima ketika melakukan NWP ini. Secara syariah tidak ada larangan menjalankan NWP, begitupun dari sisi medis.

Yang heboh biasanya teman dan kerabat. Ada yang mengatakan itu tidak boleh, karena yang diminum bayi bukan lagi ASI tapi darah. Waktu saya penasaran, benarkah dia menjadi darah, maka saya perah ASI sedikit ternyata masih putih kok, ngak merah hehe...

Jadi boleh ngak nih, aman ngak nih, kalau saat menyusui tiba tiba kita hamil. Apakah diteruskan menyusuinya? Kalau diteruskan bagaimana dengan bayi dan janin dalam kandungan?

Saya pernah mengalaminya. Ketika bayi saya berusia 7 bulan tiba tiba saya hamil lagi. Kaget tentunya. Tapi saya berusaha tenang dan mencari banyak referensi. Jika teman teman ada yang mengalami kasus seperti saya, ini beberapa tips yang dapat dilakukan agar berhasil melakukan NWP.

1. Berdoa kepada Allah.

Sebelum kita konsultasi ke dokter, sebaiknya konsultasi dulu pada Allah dalam doa doa kita. Bukankah semua ini karena ijin Allah. Minta kekuatan dan ketenangan pada Allah. Nanti Allah akan beri kita sinyal melalui naluri keibuan yang kita miliki.

2. Konsultasikan dengan dokter kandungan.

Setelah berkonsultasi dengan Allah melalui doa doa malam kita, selanjutnya kita wajib konsultasi dan memeriksa kehamilan pada dokter ahlinya. Tetapi ingat, tidak semua dokter jawabannya sama. Ada yang mendukung ada juga yang melarang. Lakukan second opinion, jangan menerima bulat bulat apa yang disarankan satu orang dokter.

3. Suami adalah salah satu sumber kekuatan.

Suami adalah orang pertama dan utama dalam bekerja sama. Tanpa dukungan suami, berat bagi ibu menjalani proses ini. Karena NWP bulanlah proses yang mudah ringan. Berdiskusi dengan suami sebelum memutuskan akan menjalani program NWP.

4. Update Ilmu, cari banyak referensi.

Setiap ibu memiliki kondisi dan riwayat medis yang berbeda beda. Termasuk lingkungan keluarga. Jadi tidak bisa disamaratakan semua orang bisa menjalankan atau tidak menjalankan program ini. Dengan banyak membaca kita akan memiliki pengetahuan yang luas bagaimana proses dan apa saja yang harus dilakukan. Ibu akan memiliki kekuatan. Sehingga pada akhirnya ibu sendiri yang memutuskan apakah akan NWP atau tidak berdasarkan naluri keibuanya, referensi yang dibaca, saran dokter dan tentunya bimbingan dari Allah SWT.

5. Tidak punya riwayat keguguran.

Salah satu syarat keberhasilan NWP adalah sang ibu tidak memiliki riwayat keguguran. Dikhawatirkan ibu memiliki rahim yang lemah. Apabila ada bayi menghisap puting ibu dikhawatirkan memicu kontraksi. Tetapi ingat, setiap ibu itu berbeda beda kondisinya. Saya sendiri pernah memiliki riwayat keguguran saat bayi berusia 7 minggu. Setelah keguguran 2 tahun lamanya saya baru hamil lagi. Dan baru berusia 7 bulan saya hamil lagi.

5. Ibu dan bayi sehat.

Kesehatan ibu dan bayi adalah modal utama keberhasilan NWP. Pastikan ibu sehat dan bayi juga sehat. Apa indikator ibu sehat? Misalnya ibu tidak emesis ketika hamil, nafsu makanya tidak turun, tidak baby blues. tensi normal, berat badan proporsional, tidak penyakitan. Sedangkan tanda bayi sehat adalah berat badanya naik dalam jumlah yang cukup besar, nafsu makanya tidak berkurang, bergerak lincah, matanya bersinar, kulitnya cerah, grafik pertumbuhanya baik.

6. Ibu bersemangat

Jangan menjalankan NWP hanya karena ikut ikutan. Ibu harus memiliki kesadaran yang tinggi dalam menjalankan proses ini. Ibu harus bersemangat, dan dengan hati riang gembira. Itu akan memberi pengaruh psikologis yang positif dalam keberhasilan NWP.

7. Konsusmi asupan yang bergizi

Karena yang membutuhkan makanan itu tiga orang yaitu, ibu, bayi dan janin yang ada dalam kandungan, maka ibu harus mengkonsumsi makanan yang bergizi. Ibu memerlukan energi yang lebih besar dan biasanya akan sering lapar. Maka penuhi semuanya dengna makanan yang bergizi dan tentunya halal.

Manfaat yang didapat ketika ibu melakukan NWP antara lain:


  1. Tetap dapat memenuhi kebutuhan bayi akan ASI. Sehingga mal nutrisi dapat dicegah. Karena menurut WHO bayi disusui hingga 2 tahun. Bahkan dalam agama perintah ini dicatat dalam kitab suci.
  2. Mendekatkan hubungan antara kakak dan adik. Seru loh menyusui saat hamil, kita dapat berkomunikasi bertiga. begitupun saat bayi sudah lahir. Kakak biasanya akan lebih sayang dan perhatian pada adiknya. Apalagi kalau mereka berdua sama sama sedang disusui. Seperti bayi kembar.
  3. Mengurangi masalah ASI bengkak dan payudara padat. Karena kebutuhan bayi baru lahir masih sangat sedikit, sedangkan ASI berlimpah, maka sang kakak dapat meminum ASI yang berlebih itu sehingga payudara tidak menjadi bengkak.
  4. Setelah besar akan menjadi kompak. Mungkin karena dari bayi sudah terbiasa berudaan, setelah mereka tiak menyusui dan beranjak besar biasanya akan kompak, jarang berantem.

Jadi bagaimana, masih ragu melaksankan NWP? Pilihanya ada pada ibu.

Baca Juga: Pendidikan Terakhir Doktor Kenapa Hanya Menajdi Ibu Rumah Tangga Biasa?







Friday, September 1, 2017

Pendidikan Terakhir Doktor, Kenapa "Hanya" Menjadi Ibu Rumah Tangga Biasa?



yesielsandra.com--Memang ada yang salah dengan profesi ibu rumah tangga? Tidak, tidak ada yang salah. Bahkan profesi sebagai ibu rumah tangga adalah profesi peradaban yang sangat mulia. Profesi paling tua dalam sejarah ummat manusia. Dari seorang ibu rumah tangga lahirlah ummat manusia sepanjang sejarah bumi ini ada.

Profesi sebagai ibu rumah tangga adalah profesi yang sangat luar biasa. Ia bekerja 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu. Tidak ada gaji atau bonus tahunan seperti layaknya pegawai, tidak ada promosi karier, juga tidak ada jatah cuti.

Tidak sedikit sarjana yang kelu menyebut profesinya adalah ibu rumah tangga. Tetapi saya tidak, walau pendidikan terakhir saya doktor marketing, hari ini saya sangat bersyukur bisa menjadi ibu rumah penuh waktu dan meninggalkan untuk sementara aktifitas sebagai dosen, peneliti dan pembicara publik.

Bukan kali ini saya meninggalkan pekerjaan saya. Sebelumnya tahun 2005, ketika saya hamil anak pertama, saya memutuskan mengundurkan diri sebagai dosen  di sebuah PTS di Bandung. Mengapa mengundurkan diri? Karena saya ingin fokus pada kehamilan saya. Dua tahun lebih saya tidak punya anak. Setelah berdoa dan berikhtiar ke sana kemari, alhamdulillah akhirnya hamil. Saya ingin kehamilan kali ini selamat. Karena kehamilan sebelumnya tahun 2003 saya mengalami keguguran.

Ketika itu saya adalah dosen yang produktif. Saya bisa mengajar pagi, siang dan malam. Belum lagi sabtu dan minggu untuk kelas karyawan dan kadang kelas jauh di luar kota. Setelah berdiskusi panjang lebar dengan suami, saya memutuskan berhenti. Tidak mudah hati menerima pilihan ini menginggat konsekwensinya saya tidak akan dapat uang lagi. Padahal kami waktu sangat membutuhkan uang, maklum kami suami istri masih studi lanjut. Baru berumah tangga, belum punya aktiva apa apa.

Begitupun dengan profesi terakhir saya saat takdir menuntun saya meninggalkan semuanya. Sebelumnya saya adalah dosen tetap di salah satu PTS di Padang. Disamping itu saya juga mengajar program pascasarjana di tiga kampus lain di Sumbar. Setiap minggu saya menjadi pengasuh program Parenting Clinic di Radio Sipp FM. Dan aktifitas yang sangat saya suka adalah kadang saya mengisi training atau seminar di Suamtera Barat. Alhamdulillah saya bersyukur, semua aktifitas itu sangat saya impikan dulu, dan saya mencintai profesi saya. Selain karena semua adalah passion saya, imbalan yang saya dapatkan dari aktifitas itu sangat memadai.



Hidup ini adalah pilihan. Pilihan saya belum tentu terbaik buat orang lain. Sebagaimana pilihan orang lain belum tentu terbaik bagi saya.

Pilihan ini Allah yang memilihkan. Saya meninggalkan aktifitas semuanya karena kecintaan saya yang besar pada Allah SWT dan ketaatan saya pada suami saya. Suami saya melanjutkan studi di Kanazawa University. Dia meminta saya dan anak anak agar mensupportnya dengan ikut ke Jepang menemaninya.

Sebelumnya dia membeli tiket untuk kami beberapa hari setelah keberangkatanya. Tapi ternyata Visa kami ditolak, hanguslah tiket yang telah dibeli belasan juta. Saya minta ijin agar menyelesaikan semester ganjil 2016. Suami saya merestui. Setelah mengajar saya selesai dan visa oke, tanggal 3 Desember kami baru bisa berangkat.

Karena saya masih ada riset dan kewajiban ikatan dinas di kampus, semester genap Mei 2016 saya masih pulang ke Padang mengajar. Saya mengajar tandem berdua dengan rekan sejawat. Teryata ini sangat sulit diterima suami dan anak anak saya. Yang paling kasihan anak saya yang baru kelas 1 SD. Kadang jika suami saya terlambat pulang dari kampus, dia harus membuka sendiri pintu apartemen kami yang berada di lantai 3. Walau di Jepang tingkat kriminalitas sangat rendah tetap saja hati dan pikiran saya tidak tenang. Bagaimana kalau ada yang jahat, bagaimana kalau ada yang menculik, memperkosa, dan lain lain. Suami saya sangat keberatan saya mengajar lagi walau saya tidak full mengajar karena tandem dengan teman. Tetapi karena saya masih ada riset, saya harus melakukan monitoring dan evaluasi, saya harus publikasi, saya harus seminar hasil. Saya minta ijin lagi ke suami agar diberikan kesempatan menunaikan kewajiban. Walau agak mangkel, suami saya mengijinkan.

Baca juga : Jadwal Harian Ibu Rumahan Agar Tetap Produktif

Ngak enak rasanya jika diberi ijin dengan terpaksa, mangkel pula. Saya memohon petunjuk pada Allah, sholat istikharah, diskusi dengan suami. Maha besar Allah. Dia yang maha pengasih dan penyayang memberikan jalan yang tidak saya sangka sangka. Mulai semester ini saya tidak lagi mengajar. Mendengar kabar ini suami saya sangat senang, apalagi anak anak. Mereka bersorak sorai mendengar saya tidak lagi pulang ke Padang dalam waktu lama untuk mengajar. Walau konsekwensinya saya tidak lagi menerima gaji dan tunjangan sertifikasi dosen yang jumlahnya sangat lumayan.

Dan hari ini saya bersyukur bisa menjadi ibu rumah tangga biasa. Tidak ada beban mengajar dan riset lagi. Saya bisa fokus mengurus suami dan anak anak tanpa ada beban harus mengajar.  Saya tak terlalu memikirkan uang yang akan hilang. Sangat mudah bagi Allah memberi kita uang, dan sangat mudah juga bagi Allah mengambil uang yang kita miliki. Lagi pula rezeki itu tidak hanya uang. Kesempatan bisa berkumpul dengan keluarga di negara maju itu juga rezeki yang harus disyukuri.

Saya tidak merasa minder, tidak merasa rugi atau tidak merasa rendah diri walau hanya dengan menjadi ibu rumah tangga biasa tanpa penghasilan. Rezeki Allah itu luas. Jika satu pintu tertutup, maka percayalah Allah akan membukankan pintu rezeki lainya yang lebih lebar dan lebih lapang.

Yang penting bagi saya saat ini adalah bagaimana bisa berkumpul bersama keluarga. Mensupport dan memotivasi suami, dan mendidik anak anak dalam sebuah keluarga yang utuh.

Saya tidak bisa bayangkan, jika saya memperturutkan ego saya, terlalu mencintai profesi saya, aktivitas publik saya, kemudian berjauhan dengan suami dan anak anak, padahal suami saya tidak ridho, akankah rumah tangga saya akan sakinah mawadah warahmah. Saya mengatakan kepada diri saya, ada yang jauh yang lebih mulia yang akan kita dapatkan ketika kita ridho dan taat pada suami, yaitu syurga dan segala isinya. Semoga....

Baca Juga : Tips Menyusui Saat Hamil