25.12.18

Hypnoparenting Membantu Orang Tua Mendidik Buah Hati

Hypnoparenting berasal dari dua kata, yaitu hypnosis dan parenting.

Hypnoparenting adalah sebuah ilmu atau teknik mendidik anak menggunakan konsep hypnosis.
Hypnosis adalah suatu kondisi dimana saran diterima tanpa syarat atau tanpa kritik, atau ngak pakai tapi. Sedangkan orang yang melakukan hypnosis disebut hypnotis.

Ada juga yang mengatakan hypnosis itu adalah memasukkan sugesti positif dan baik kepada alam bawah sadar seseorang agar mau menerima segala sesuatu yang diperintahkan oleh hypnotis.

Bagaimana, sudah bisa dipahami apa itu hypnosis?

Parenting adalah sebuah pola asuh orang tua.
Hypnosis lebih menekan kan sugesti melalui kata kata. Sedangkan hypnoparenting selain dengan kata kata, perbuatan, komunikasi verbal dan non verbal, tindak tanduk orang tua juga menjadi sesuatu yang sangat penting.

Bagaimana cara kerja hypnosis?

Teman teman pernah nonton film India? Hayo siapa yang nangis bombai gara gara ceritanya sedih pilu?. Coba bayangkan, di depan mata teman saat ini ada jeruk nipis yang sedang diperas. Bagaimana perasaan teman teman, apakah terbayang rasa kecut? Nah itu artinya teman teman sudah terhypnosis oleh film India dan jeruk nipis tadi.

Dalam aplikasi parenting, orang tua menjadi penentu utama baik buruknya anak. Bukankah orang tualah yang menjadikan anak itu Islam, Majusi, Nasrani atau atheis?
Saya contohkan. Kita ingin anak bisa bangun pagi dan sholat subuh berjamaah. Maka kita dapat menghypnosis anak tersebut dengan memberikan sugesti pada pikiran bawah sadarnya sehingga menerima tanpa syarat perinta sholat subuh. Hypnosis bukan ilmu simsalabim, sekali sugesti langsung jadi. Tidak bisa hanya sekali atau dua kali, seminggu atau dua minggu, tapi terus menerus sampai bangun pagi dan sholat subuh menjadi kebiasaan dan tidak lagi menjadi suatu hal yang sulit. Saya menyebut hypnoparenting itu sebagai seni orang tua dalam mendidik anak.

Untuk kondisi cerita anak di atas kita dapat melakukan hypnosis pada dirinya dengan melakukan sugesti menggunakan kalimat kalimat positif. Perhatikan kondisi anak, jangan saat anak sedang tidak mood atau ia dalam kondisi lelah.
Memberikan sugesti sangat baik pada saat seseorang pada kondisi Alpha, yaitu sebuah kondisi dimana anak sedang mengalami ralaksasi seperti antara sadar dan tidak ketika tidur.

Bagaimana cara menghypnosisnya?
Gunakan kalimat positif.
Ini contoh skrip yang dapat digunakan untuk bangun subuh.
"Khonsa anak yang baik, besok dengan senang hati akan bangun sebelum subuh dengan penuh kesegaran, perasaan gembira dan hati yang tenang. Jika betul anggukkan kepala".

Untuk menghypnosis anak anak tidak melulu harus dalam kondisi Alpha. Karena memori anak masih sangat bersih. Anak sangat trust kepada orang tuanya. Sehingga dengan sikap yang kita tampilkan mereka sudah bisa kita arahkan ke hal yang baik.

Contoh kalimat positif lain dalam menghypnosis anak.
" Anak bunda pintar sekali, dia bertanggung jawab merapikan mainannya. Yuk kita rapikan bersama".
Kalimat kebalikannya yang sering digunakan orang tua.
"Awas ya jangan sampai lupa merapikan mainannya".
Kalimat ancaman seperti ini kurang baik digunakan.
Coba ganti dengan kalimat positif.

Contoh lain:
"Bunda senang kalau Kakak rajin belajar"
Bukan kalimat, "Sana belajar, main melulu kamu".
Itu sedikit contoh kalimat yang bisa kita gunakan dalam mengarahkan anak kepada prilaku yang positif.
Hypnoparenting hanya salah satu teknik dalam pola asuh orang tua terhadap anak. Keberhasilan kita mendidik anak sangat ditentukan bagaimana kita berkata kata dan bersikap terhadap mereka. Kita tentu sepakat untuk senantiasa belajar dan mau berubah menjadi orang tua yang lebih baik dari ke hari.


Ada beberapa tips dari saya agar ikhtiar kita dimudahkan.

1. Luruskan niat.
2. Lakukan rekonsiliasi. Jujur mengaku pada Allah kita selama ini sudah banyak salah dan lalai. Katakan pada Allah kita ingin berubah dan mohon bimbingan dan kasih sayangnya.
3.Sikap, perbuatan dan kata kata kita berdampak hypnosis pada anak anak.
4. Bersikaplah yang baik dan gunakan kata kata positif kepada anak.
5. Buat kesepakatan dengan pasangan untuk memberikan perhatian lebih kepada tumbuh kembang anak
6. Belajar, belajar dan belajar.

Semoga bermanfaat.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment