25.5.19

Kunci Mendidik Anak Remaja

Mendidik anak remaja adalah fase paling besar tantangannya. Secara psikologis, sikap, prilaku, jiwa dan perubahan hormon anak berkembang pesat pada masa ini. Pada saat ini anak remaja tidak lagi secara mudah dapat "dikendalikan" oleh orang tuanya. Mereka memiliki obsesi, memiliki cara pandang dan keinginan yang bisa jadi berbeda jauh dari orang tuanya. Fase ini juga dikenal sebagai fase "pemberontakan" dimana anak tidak melulu mau mengikuti aturan dan keinginan orang tua.

Saat kecil, anak anak tidak memiliki dendam walau sebesar apapun marah orang tua. Anak akan tetap memeluk, dan ingin selalu dekat dengan orang tuanya. Sedangkan anak remaja, jika tidak tepat pola menasehatinya, kemarahan orang tua bisa jadi benih kebencian, pemberontakan dan dendam. Maka tidak heran, bagi sebagian remaja orang tua kalah asik dibanding teman temanya. Mereka lebih senang curhat kepada teman dibanding orang tua.



Perlu strategi parenting yang disesuaikan dengan karakter masing masing anak agar mereka dapat tumbuh sesuai harapan kita. Seperti bermain layang layang, anak remaja tidak bisa diatur secara kencang, tapi tidak pula dilepas bebas.

Salah satu hal yang perlu lakukan adalah kita harus totalitas mendidik dan membimbing dan membersamainya. Orang tua dapat memanage gaya komunikasi, dan melakukan attachment bukan hanya fisik tapi juga jiwa. Anak remaja umumnya tidak mudah mau diperintah. Kita bisa menggunakan kata, "minta tolong", atau " yuk". Begitupun dalam memberi nasehat.

Perlu trik khusus jika kita ingin menegur atau menasehatinya. Lihat suasana hatinya, pilih timing yang tepat. Jangan fokus pada kesalahsn dan kekurangannya, tapi fokus pada solusi dan kebaikannya.

Saat ia bercerita, hadapkan wajah kita secara sempurna, dan mata kita fokus menatapnya. Perlihatkan kalau kita serius dan senang mendengar ceritanya. Beri respon positif apakah itu degan senyuman atau kalimat positif. Misalnya, "wah keren", atau "wow luar biasa", jangan lupa tersenyum.

Sering sering memeluk, merangkul dan menciumnya. Pada memeluk itu doakan atau katakan kalimat positif, misalnya, " kakak anak yang hebat". Ikat emosi kita secara kuat degannya. Jika kita telah menginvestasikan pola asuh yang baik sejak kecil, pada saat remaja seharusnya kita tinggal memetik hasil.

Tapi mendidik anak tidak semudah itu teorinya.
Seperti pohon, semakin tinggi dia, semakin kencang angin dan semakin banyak juga hama yang mendekatinya.



Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment