13.10.19

Be Tough and Persistence Muslimah.

Jadilah muslimah yang tangguh dan gigih, betapapun persoalan hidup silih berganti datang menghampiri.

Ujian kita mungkin belum sehebat apa yang dialami Bunda Siti Hajar. Bayangkan, di tengah gurun yamg gersang, tanpa persediaan makan dan minum, ditinggal bersama bayi kecilnya yang kehausan.

Ujian kita juga belum sedahsyat apa yang diderita bunda Asiyah, istri Firaun. Ia bahkan disiksa oleh suaminya sendiri karena tidak mau mengakuinya sebagai Tuhan. Asiyah berdoa, "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.” (Q.S. At-Tahrim [66] : 11).

Sebagai seorang anak pemimpin besar di zamannya, ujian Fatimah dan ibunya Khadijah juga perlu menjadi renungan bagi kita agar kita kiat dan tangguh menjalani kehidupan ini. Fatimah diuji dengan kemiskinan, padahal ayahnya bisa saja memberinya seseorang yang membantunya mengurus rumah tangga. Begitupun dengan bunda Khadijah. Saat orang mengingkari dan memusuhinya, Khadijah adalah orang yang paling kuat membela dan mendukung suaminya. Ia yang membantu menguatkan dan memotivasi. Ia gigih membela perjuangan suaminya.

Lantas apakah yang membuat para muslimah ini begitu gigih dengan keyakinan dan kehidupanya, dan tangguh dengan aegala persoalan yang menghadangnya? Jawabannya adalah Kekuatan Ubudiyah.

Ketika hubungan kita dengan Allah sudah begitu terkoneksi dengan baik dan kuat maka akan muncul keikhlasan dan tawakal yang tinggi kepada Allah.

Ikhlas dan tawakal melahirkan kebiasaan sehari-hari yang baik. Kebiasaan baik itu akan menjadi karakter yang baik. Misalnya, sholat malam, sholat dhuha, mengaji akan menjadi kebiasaan dan kebutuhan, bukan menjadi beban.

Ketika kebiasaan-kebiasaan itu telah mendarah daging bagi kita maka muncul sebuah sikap yang dinamis. Dalam diam dia berfikir, dalam gerak ia menginspirasi. Dalam sedih dia menggugah, dan dalam marah ia mengintropeksi.

Muslimah yang memiliki ubudiyah yang tinggi tidak mudah stress, ia selalu punya solusi, selalu bisa memanej dirinya. Jika ada persoalan tidak ia jadikan beban, tetapi peluang. Setiap kebaikan hidup yang hadir ia syukuri. Sehingga ia bisa mengambil keputusan yang tepat dalam segala kondisi walau sesulit apapun. Jika ada gap, ia akan sabar dan kembalikan semuanya pada Allah SWT.
Reaksi:

3 comments:

  1. awalnya diajari lalu di lakukan setiap hari dan akhirnya menjadi kebiasaan dan bisa jadi menumbuhkan karaktek yang baik.

    kalau kelewat pasti ngerasa berdosa padahal sunnah.

    ReplyDelete
  2. Saya merasa kalau perempuan itu sudah diciptakan kuat, contohnya saja mengandung selama 9 bulan, sabar menaha kesakitan itu kan kuat banget

    ReplyDelete
  3. setujuuu. kewajiban2 muslim seperti solat sbnrnya jgn dianggab sbg beban ato hanya sekedar kewajiban. pelan2 anggab itu kayak kebutuhan utk ketenangan jiwa dan bathin. pasti nantinya akan terbiasa dan malah ngerasa kurang saat lupa dilakukan. jd seperti makanan jiwa sehari-hari. saat sedih, coba utk berpaling ke yang Maha Kuasa, bukan ke manusia apalagi medsos. di situ bakal terasa hati kita lebih lapang dan pikiran jd bisa memikirkan solusinya

    ReplyDelete