31.10.19

Jangan Pelit ke Istri



Umur tidak bisa dibohongi dari gigi yang semakin hari semakin rapuh. Sejak April lalu saya melakukan perawatan gigi di klinik dekat rumah. Mulai dari scaling, tambal, cabut sampai pasang gigi palsu (ketahuan ya udah tua).

Saya takjub dengan pelayanan dan kecanggihan tekhnologi perawatan gigi di sini. Walau sebagian biaya ditanggung BPJS ala Jepang, pasien tetap membayar sekitar 30% biayanya.

Suatu hari sampailah saya ditahap pemasangan gigi palsu permanen. Alamak, walau sebagian dicover asuransi biayanya mahal sekali untuk ukuran kantong ibu rumah tangga yang bersuamikan mahasiswa yang tidak ada kerja sampingan. Perawatnya bilang, siapkan uang 30.000¥. Kalau dirupiahkan sekitar 3.6 juta. Mahal banget kan untuk sebuah gigi palsu.

"Abi, batalin aja pasang gigi palsunya. Nanti aja di Indonesia pasangnya. Habis biayanya mahal banget." Pinta saya ke suami agar ia menelepon klinik.

Sebagai emak emak yang biasa hidup sederhana, terasa berat ngeluarin uang segitu. Lagi pula saya masih bisa makan, gigi palsu belum terlalu urgent.

"Lanjut aja, kenapa sayang banget sama duit. Duit bisa dicari, mumpung kita di Jepang, rawat giginya sampai tuntas." Ujar suami. Iya juga ya, kenapa pelit ngeluarin uang untuk kesehatan pikir saya dalam hati.
"Nggak sayang uangnya Bi?"
"Nanti ada rezekinya." Ujarnya singkat tanpa beban.

Suatu sore suami ngasih sesuatu dari kotak pos. Wajahnya sangat sumringah.
"Ini Bun rezeki untuk gigi." Ia memberi surat pemberitahuan, bahwa ada uang yang akan masuk rekening. Bukan beasiswa. Masya Allah jumlahnya jauh lebih banyak dari biaya pemasangan gigi palsu.

Ya Allah, bener banget ternyata ya.
Dalam rezeki suami ada rezeki istri.

Yang penting jangan pelit sama istri, bahagiakan istri, muliakan istri.
Insya Allah akan datang rezeki dari arah yang tidak disangka sangka.

"Benerkan ada aja rezekinya." Ujar suami saya sambil tersenyum.
Beneran kami tidak menyangka akan ada rezeki uang masuk lebih besar dari biaya gigi palsu yang saya keluarkan.

#gumam_uni_yesi



Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment