4.10.19

JUJUR

Tidak punya anak sedih, punya anak kadang kita juga dibuat sedih oleh ulahnya. Allah telah mengatakan, anak adalah ujian. Sebagaimana harta juga kadang adalah ujian. Tidak hanya kita yang diuji soal anak. Nabipun ada yang diuji oleh ulah anak-anak mereka. Tapi kita tentu berbeda dengan nabi.

Ketika anak anak tidak seperti yang kita harapkan, sikap dan prilakunya tidak sesuai dengan ekspetasi kita, ini warning, tandanya ada gap diantara kita. Ada sesuatu yang tidak tepat terjadi selama ini dalam pola asuh kita terhadap mereka.

Jangan buru-buru menyalahkan lingkungan, menyalahkan teman-temannya, kakek neneknya atau orang lain. Coba jujur sejujurnya, sudahkah kita penuhi hak-hak kasih sayang mereka, hak mereka untuk diperhatikan, hak mereka untuk dipeluk dan dirangkul. Hak mereka untuk mendengar bahasa yang halus dan santun, hak mereka untuk mendapatkan pelayan first class. Sekali lagi coba jujur!



Anak-anak tidak memerlukan ibu yang cantik dan bersekolah tinggi. Mereka juga tidak memerlukan ayah yang pejabat tinggi yang banyak uang dan hartanya. Karena anak-anak itu membawa rezekinya sendiri. Tapi mereka membutuhkan orang tua yang memiliki value, orang tua yang punya visi, orang tua yang penuh kasih sayang dan orang tua yang mau belajar. Sehingga anak anak itu merasakan kehadirannya sangat berarti, dan mereka dapat tumbuh sesuai harapan Tuhan yang menciptakannya.

#gumam_uni_yesi
#selfreminder
Reaksi:

1 comment:

  1. orangtua ibarat pengasuh anak yang dititipkan oleh Allah SWT. Sudah pasti anak harus jadi yang paling utama. Kadang ayah dan ibu lupa keseringan bekerja sehingga abai terhadap anak.

    ReplyDelete