15.10.19

Rahasia Sehat Orang Jepang

Suatu hari kami pergi ke luar kota. Kebetulan mobil kami belum memasang Electronic Toll Card (ETC). Jadi suami saya harus melewati pintu tol manual yang dijaga petugas. Jangan bayangkan kita menemukan petugas tol seorang perempuan muda. Hampir seluruh petugas tol yang kami temui telah berusia lanjut. Tapi mereka masih gesit dan sigap melayani.

Tidak hanya petugas tol yang sudah berumur, kadang saya menemui kasir, dan pekerja lainnya yang berusia lanjut. Banyak juga saya temui pengendara mobil yang lalu lalang, pengendara sepeda dan penumpang bus berusia lanjut. 

Menurut pemerintah Jepang, pada tahun 2018, warga Jepang yang berusia 65 atau lebih tua mencapai rekor jumlah 35,6 juta, atau 28,1 % dari total penduduk. Jumlah ini menurut Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) termasuk yang tertinggi di dunia. Jumlah ini jauh di atas Italia yang mencapai proporsi 23,3%, atau 21,9% di Portugal dan 21,7 % di Jerman. Pemerintah Jepang juga mengatakan orang yang berusia 70 tahun atau lebih menyumbang 20,7 % dari populasi, melebihi 20% untuk pertama kalinya.

Walaupun populasi jumlah orang tua lebih banyak dari yang muda, tetapi orang tua di Jepang tampak seperti masih muda setara usia 40 tahunan, masih tampak sehat, kuat dan segar bugar. Apalagi kulit mereka putih jadi tidak terlihat seperti orang yang sudah tua
Sehat dan panjang umur adalah aset yang sangat berharga. Sehat bagi orang Jepang menjadi gaya hidup. Makanan yang dikonsumsi orang Jepang ditengarai menjadi faktor rahasia membuat mereka masih sehat dan segar bugar di usia tua. Masyarakat yang menderita obesitas dan penyakit berbahaya termasuk rendah dibanding negara lainnya.

Ada pepatah mengatakan Ada ungkapan “You are what you eat”. Kesehatan kita berkorelasi dengan apa yang kita makan. Jika makanan yang kita konsumsi sehat maka kitapun akan menjadi sehat. Begitu pula sebaliknya, jika makanan yang kita konsumsi adalah makanan yang tidak sehat maka penyakit berbahaya akan mudah menghampiri, seperti obesitas, jantung, kanker dsb.

Apa saja kebiasaan orang Jepang yang membuat mereka sehat dan panjang umur? Dari pengamatan saya langsung, ada beberapa kebiasaan orang Jepang yang membuat mereka sehat dan panjang umur. Diantaranya:

1. Suka Berjalan Kaki.
Orang Jepang suka berjalan kaki. Ketika pergi ke supermarket saya sering melihat mereka memarkir mobilnya jauh dari pintu masuk supermarket. 

Anak sekolah juga dilatih berjalan kaki sejak kecil. Sekolah yang jaraknya kurang dari radius 2 km harus berjalan kaki. Anak SD tidak boleh bersepeda, tidak boleh juga diantar pakai motor atau mobil. Kecuali dalam keadaan khusus.

Bayangkan saat salju lebat atau panas sangat terik anak kecil itu harus berjalan kaki ke sekolah walau jarak rumah lebih dari 1 km. Tapi semua itu membuat tubuh mereka menjadi kuat dan sehat dimasa yang akan datang.

2. Bersepeda
Bersepeda menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat Jepang. Selain hemat energi, bersepeda juga menyehatkan. Saya biasa melihat orang bersepeda menggunakan pakaian yang rapi, lengkap dengan jas dan dasinya. Itu pemandangan yang biasa. Saya malah jarang melihat motor lalu lalang.

Jalan bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda sama banyaknya dengan jalan bagi pengendara mobil. Sehingga bersepeda menjadi pilihan sebagian besar masyarakat pergi kesana kemari.

3. Senam
Senam juga menjadi salah satu kebiasaan di Jepang. Saat libur musim panas anak-anak sekolah dianjurkan ikut “Rajio Taiso” atau senam di lingkungan terdekat setiap pagi. Walaupun libur anak-anak diharapkan tetap memiliki kebiasaan bangun pagi dan berolah raga. Setelah program senamnya selesai anak-anak biasanya diberi hadiah.

Di lingkungan kami para lansia pagi hari biasanya berkumpul untuk senam. Saya pernah mengikutinya, gerakannya sederhana dan tidak berat. Cocok bagi mereka yang berolah raga tanpa menggunakan gerakan fisik yang berat.
4. Kombinasi Mengkonsumsi Karbohidrat.
Makanan pokok di Indonesia umumnya selalu berupa nasi. Di Jepang umumnya karbohidrat dikombinasi seperti roti, udon (mie dari beras), soba (mie dari buckle wheat), kadang juga ubi. 

Menu katering anak-anak di sekolah diseling antara nasi dan roti. Sehingga kadar karbohidrat di dalam tubuh tidak berlebihan yang dapat menyebabkan tubuh menjadi tidak sehat.

5. Mengolah Makanan Secara Sederhana
Berbeda dengan kita yang sangat kreatif dalam mengolah makanan, bahkan kadang harus dimasak sampai lebih dari 4 jam. Di Jepang segala makanan diolah dengan sangat sederhana menggunakan bumbu sederhana.

Mereka lebih banyak mengkonsumsi makanan dengan cara ditumis, direbus, atau dibakar. Bumbu yang digunakan juga minimalis. Saya pernah sebulan lebih dirawat di rumah sakit, menu makanannya tidak jauh dari bakar dan rebus. Menurut saya kadang tidak ada rasanya, hambar. Tapi dengan menu seperti ini justru memberi manfaat kesehatan bagi tubuh.



6. Menyukai Sea food
Di Kanazawa ada sebuah pasar tradisional yang juga menjadi salah satu tempat wisata, namanya Omico Ichiba. Di pasar ini banyak penjual sea food. Banyak wisatawan lokal yang membeli sea food dan dimakan secara mentah di tempat. Ada juga yang dibakar dengan bumbu tradisional.

Seperti diketahui sea food banyak mengandung protein, mengandung omega 3 yang baik untuk jantung dan pertumbuhan otak. Orang Jepang hanya mau memakan seafood yang masih segar. Sehingga ikan yang di jual di pasar tradisional atas supermarket umumnya berkualitas baik. Hal ini tentu membawa pengaruh terhadap kesehatan mereka.

7. Menyukai Sayuran
Sayur mengandung vitamin yang sangat baik bagi tubuh. Sayur mengandung antioksidan yang dapat meremajakan sel dalam tubuh dan menghaluskan kulit serta melancarkan pencernaan. Umumnya sayur yang dimakan orang Jepang mentah. Mereka tidak khawatir memakan sayur mentah karena pertanian di Jepang tidak menggunakan pestisida sehingga aman bagi tubuh.

8. Banyak mengkonsumsi Protein Nabati.
Selain protein dari seafood, orang Jepang juga suka mengkonsumsi protein nabati dsri kacang kacangan. Olahan dari kacang kedelai banyak saya jumpai di pasar tradional dan supermarket. Ada yang dibuat menjadi susu segar, tahu, tofu dll. 

Selain kacang kedelai, orang Jepang juga suka mengkonsumsi kacang merah dan Edamame. Kacang kacangan memang sangat baik untuk tubuh.

9. Suka Mengkonsumsi Teh Hijau.
Jika ada acara makan-makan, teh hijau selalu hadir menyertai. Orang Jepang penyuka teh bahkan menjadi bagian budaya mereka. Teh hijau memiliki nutrisi yang sangat baik untuk tubuh karena memiliki antioksidan yang cukup tinggi. Meminum teh hijau juga memberi manfaat untuk mengurangi resiko penyakit jantung dan kanker.

10. Menikmati Udara Segar
Udara segar memberi manfaat yang banyak bagi kesehatan tubuh. Udara di Jepang umumnya bersih, tidak ada polusi udara. Bahkan tempat pembuangan sampah warga saja bersih dan tidak menimbulkan bau. Lingkungan yang bersih da udara yang sehat memberi kontribusi terhadap kesehatan warga

Itulah rahasia sehat dan panjang umur orang Jepang. Rasanya tidak ada yang berlebihan dan sulit. Kita bisa memulai hidup sehat dengan menerapkan pola hidup sehat, berolah raga, bergerak dan mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang.

Baca juga tulisan menarik berikut ini :
Kurikulum Homeschooling Untuk Anak Usia 2-6 Tahun
Bagaimana Cara Bisa kuliah di Jepang?
Apa Yang harus Dilakukan Ketika Usia Memasuki 40 Tahun?

Sumber foto disini.


Reaksi:

2 comments:

  1. Tidak hanya rumah yg minimalis makanan pun minimalis wkwkww.
    klo saya sekarang babyakan sepeda. Sepeda motor tapi. Kangen juga rasanya funbike.

    ReplyDelete