6.11.19

Belajar dari Tafsir Hidup Orang lain


Saya sangat tidak percaya ketika seseorang bercerita bahwa teman saya bercerai dengan suaminya. Rasanya mustahil, tidak mungkin. Mereka saya kenal sebagai orang yang paham agama.

Sebut saja namanya Bunga, ia dokter cantik kepala puskesmas. Suaminya juga dokter, saat kejadian suaminya sedang mengambil spesialis.

Karena terdorong aktifitas saya sebagai pegiat parenting dan keluarga, saya ingin menanyakannya langsung kebenaran informasi itu padanya. Setelah beberapa lama kamipun bertemu di sebuah acara di pendopo rumah walikota Padang.

Dengan hati-hati saya tanyakan apakah benar ia telah bercerai. Ia menjawab benar. Ia uraikan kronogis kejadiannya. Suaminya tergoda wanita lain, anak kedokteran juga, adik tingkatnya. Hubungan terlarang bermula karena mereka sering bertemu di rumah sakit. Sampai akhirnya mereka menikah.

Note: Perselingkuhan bisa terjadi karena sering berinteraksi.

Saya menarik nafas, sedih mendengar ceritanya. Saya berusaha menjaga agar air mata saya tidak tumpah, tapi tidak bisa. Kok malah saya yang nangis, dia santai dan mengalir ceritanya.
Sekarang saya lega, tidak ada beban, katanya. Mantan mengakui kekhilafannya, meminta maaf dan menyesal telah mengkhianatinya.

Sekarang hubungan kami baik katanya. Ekonomi mantan semakin baik maklum sudah jadi dokter spesialis, tapi diuji Allah tidak punya anak. Jadi kepada anak kami dia baik sekali, royal sekali. Bahkan saya dibelikan mobil baru agar mudah antar jemput anak-anak katanya. Mantannya itu sering kangen anak-anaknya bahkan ingin rujuk.

Note: Penyesalan selalu datang dikemudian hari. Yang pertama biasanya selalu yang terbaik.

Hidup ini penuh misteri. Tafsir hidup orang lain tak mampu kita membacanya. Tapi kita bisa belajar banyak dari tafsir hidup orang lain.



Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment