25.11.19

Mendidik Anak Berwatak Keras


Setiap anak membawa watak, sifat dan perilakunya masing-masing.

Ada anak yang “keras” ada juga yang “lunak”. Ada anak yang pecicilan ada juga anak yang anteng. Ada anak yang mudah bergaul, ada juga anak yang butuh waktu untuk berbaur bersama teman-temannya. Ada anak yang ceria, heboh dan berisik, ada juga anak yang pendiam.

Sifat itu sudah terinstal dari “sononya” alias build in.
Sifat-sifat itu dimiliki juga oleh anak-anak kami. Ada anak kami yang banyak keinginannya, selalu pengen beli ini beli itu. Ada anak kami yang malah sebaliknya, jarang sekali minta ini minta itu, kadang saya malah menawari, “Sayang, kamu mau beli apa?”

Ada satu anak kami yang memiliki watak yang keras, banyak maunya, banyak imajinasinya. Kalau yang diinginkannya belum ia dapatkan, jangan harap rumah akan aman tenteram sentosa. Jika dia sudah punya pendirian, tidak mudah membelokkannya.

Dia tidak mudah diperintah dan diatur, malah sebaliknya dia yang atur seisi rumah. Dia tidak bisa dimarahi, tidak bisa dikerasi. Jika itu kita lakukan malah sebaliknya, akan semakin besar penolakannya, akan semakin sulit kami mengarahkannya.

Menghadapi anak seperti ini, jika kita tidak berlapang dada maka akan membuat kita cepat emosi. Apakah ada yang punya anak seperti ini? bagaimana menghadapinya?.


Berikut ini beberapa Tips yang bisa kita lakukan.

1. Banyak-banyak menyebut namanya, menghadirkan wajahnya dalam doa kita, doakan segala yang terbaik untuknya.

2. Dengarkan isi hatinya, curhatnya, tanyakan apa yang ia inginkan.

3. Jangan paksa dan perintah. Fitrah manusia itu hatinya lembut, kuasai hatinya, apa saja yang kita inginkan akan dia penuhi.

4. Hargai pilihannya walaupun itu tidak sesuai dengan pilihan kita. Yang penting pilihan itu tidak bertentangan dengan aqidah, norma susila dan budaya.

5. Jangan gurui, tapi banyak berdiskusi. Kadang anak tidak mau digurui.

6. Berkisah atau bercerita. Banyak-banyak ngobrol, dan berkisah pengalaman kita atau pengalaman orang lain dengannya.

7. Pahami sudut pandang dan cara berfikirnya. Kita perlu mengenal anak kita lebih dalam, mengenalnya dengan sangat detail kan memudahkan kita memahami cara berfikirnya.

8. Jika ingin menasihati, jangan saat kita emosi. Biasanya jika sedang emosi kata-kata kurang terkontrol. Agar tidak menimbulkan salah persepsi, tunggu waktu yang pas.

9. Jangan sekali-kali lakukan kekerasan fisik. Sebesar apapun marah kita, jangan sekali kali memukul, itu tidak akan menyelesaikan masalah.

10. Ibu harus waras, senangkan hati ibu, kelak ibu akan tenang menghadapi bagaimanapun tingkah polah anak.

11. Jika sikapnya positif, jangan pelit memberikan pujian.

12. Selalu sampaikan kepadanya, bahwa kita bersyukur pada Allah memilikinya.

#gumam_uni_yesi

Reaksi:

1 comment:

  1. salam kenal.saya erna terima kasih untuk sharingnya sangat bermamfaat buat sayadan anak anak

    ReplyDelete