16.12.19

Diantara Kemuliaan dan Pilihan


Lebih dari 20 tahun perjalanan karier saya sebagai pendidik di perguruan tinggi. Dimulai dari nol, jadi asisten dosen, bantu dosen cek nilai mahasiswa, bantu-bantu dosen di jurusan, bantu-bantu dosen juga membuat soal ujian. Gantiin dosen kalau berhalangan hadir, dll.

Iya dimulai dari nol kilometer, benar-benar dari bawah, semua itu ada prosesnya. Pernah muka saya merah karena diledekin teman seangkatan, digodain lagi ngajar, grogi, gemeteran, kadang salah menterjemahkan rumus, salah tingkah karena kadang ngajar teman seangkatan yang belum wisuda. Bahkan pernah diancam kakak angkatan yang belum lulus waktu ngawas ujian. Semua adalah proses, dinikmati, disyukuri....

Lebih dari 20 tahun, bukanlah waktu yang singkat. Berkarier di dunia pendidikan yang keliatannya soft, kelihatannya tenang tanpa riak, tetapi sebenarnya penuh tantangan, kadang tidak sedikit ada trik dan intrik.

Dengan amanah terakhir sebagai ketua lembaga penelitian sekaligus menjadi peneliti, akhirnya hari ini takdir membawa saya jauh di sudut keheningan.


Di sini saya berkontemplasi, merenungi dan menjalani karier yang jauh lebih dahsyat, jauh lebih berat tanggung jawabnya, menjadi ibu sepenuhnya tanpa disibukkan oleh urusan publik dan kerjaan lainya.

Enakan mana? Menjadi wanita karier yang selalu keluar rumah, mendapat gaji bulanan, menjadi pembicara publik yang selalu ke luar kota atau menjadi ibu rumahan yang sibuk ngurusin sumur dapur kasur?

Keduanya tidak layak dibenturkan. Menjadi ibu adalah kemuliaan, sedangkan menjadi wanita karier adalah pilihan. Jalani saja apa yang menjadi takdir kita hari ini.
Kemudian kita bersyukur kepada Allah SWT atas apapun peran yang diamanahkanya. Jalani amanah itu sebaik yang kita mampu, dengan kerja terbaik kita.

Karena hakekatnya walaupun kita wanita karier itu tidak akan menghapus predikat dan kemulian kita sebagai ibu. Sisanya serahkan semuanya pada Allah, biarlah Allah yang menilai.

Saya bersyukur, tidak salah saya melakukan istikharah panjang, memohon petunjuk tempat terbaik dimana sebaiknya saya berkarier. Allah memilihkan saya tempat yang terbaik. Diijinkan cuti tanpa ribet.

Terimakasih ya Allah atas 20 tahun lebih yang penuh sejarah....

#gumam_uni_yesi



Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment