2.12.19

Fokus pada hal positif

Jika dilihat dari gambar ini, tampak hanya ada kebahagiaan dalam hidup kami. Tidak salah, tapi tidak sepenuhnya juga begitu. banyak yang tidak terungkap, bahwa kami melalui banyak perjuangan.

Bersatu dari perbedaan yang begitu banyak. Suku yang berbeda, latar belakang yang berbeda, didikan orang tua yang berbeda, sifat yang berbeda, hobi yang berbeda, selera yang berbeda dan masih banyak lagi perbedaan lainnya.

Maka jangan heran, kadang pernah ada marah, ada kesal, ada benci, ada omelan, ada kecewa, ada wajah masam, ada hening dan masih banyak lagi. Semua tak tampak, tak bisa dinarasikan, karena memang tidak ada pentingnya mendokumentasikannya.

Semua harus dilupakan. Tapi hal-hal seperti itulah yang menguatkan sebuah rumah tangga, ibarat makanan itulah bumbu pernikahan. Tidak ada rumah tangga yang steril dari persoalan. Tapi jangan fokus pada persoalan negatif yang terjadi, fokuslah pada hal yang positif.


Jika persoalan itu datang, turunkan ego dan ekspektasi pada frekuensi yang paling rendah. Kemudian terik nafas dan lepaskan pelan-pelan. Selanjutnya bicaralah pada emosi yang membara, katakan, bersyukurlah memiliki pasangan.

Lihatlah berapa banyak orang diluar sana yang ingin ada seseorang bisa menjadi teman sejatinya. Setelah itu peluk pasangan, minta maaflah, tidak peduli siapa yang salah dan benar. Tidak ada kata kalah dan menang ketika kita berselisih paham.

Yang ada adalah terus melangkah dan berjalan, seberat apapun kerikil atau gelombang yang kita temui. Dalam bimbingan Allah Allah SWT, insya Allah kita akan sampai di pelabuhan asmara, di sana tidak akan ada lagi perselisihan diantara kita.

Tempat yang hanya ada kesenangan dan kebahagiaan, kampung halaman kita, syurga firdaus......

#gumam_uni_yesi



Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment