3.12.19

“Gadang Samba”


Kecek ibu kami, hiduik baraka mati baiman. Kasadoalah anak gadang samba. Ndak cukuik sepotong protein dek nyo dow. Untuk mensiasati anak gadang samba ko, dicampualah talua jo kantang jo tahu hari ko.

Dulu saya candain Abinya, “Abi, harus giat cari nafkah loh, ini anaknya makannya ekstra large semua”.

Yang dicandain cuma bilang, “setiap anak ada rezekinya. Jangan pelit-pelit ke anak, mereka sedang masa pertumbuhan. Uang bisa dicari, pertumbuhan mereka tak mungkin terulang lagi. Jangan takut kekurangan karena anak”.

Betul juga, sekarang saya lempeng aja kalau anak “gadang samba”, ngabisin lauk, sayur dan buah dalam jumlah banyak.

Nggak khawatir lagi akan kekurangan. Dihadapan mereka saya katakan, makanlah nak, ini rezeki dari Allah, semoga barakah apa yang dimakan. Bunda doakan kamu nanti banyak rezekinya, jadi orang kaya raya yang sholeh. Amin....

Apalagi di Jepang anak-anak tidak ada jajan di sekolah, tidak ada kantin yang menjual aneka kue.

Tidak boleh bawa uang dan bawa cemilan. Jadi andalan mereka ya makan di rumah.

Sedang belajar life style, kurangi karbo, banyakin sayur dan protein.....

Jadi ingat lagi kata ibu saya, “pitih Jan dikudan-kudan”......


#gumam_uni_yesi


Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment