30.12.19

Rahasia Anak Tidak Mogok Sekelah (lagi)



Suhu waktu itu sudah 1 digit, tapi matahari bersinar cerah, langit sempurna birunya. Tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan. Ini tentang laki-laki berjaket merah.

Dia sekolah terlalu dini. Saya masukkan Play Group usia 2.5 tahun. Dari pada masuk day care lebih baik ia sekolah formal sekalian bareng kakaknya yang masuk TK kecil, karena saya bekerja.

Sejak masuk PG, TK sampai kelas 5 SD ada-ada saja alasannya bolos sekolah. Tidak hanya sering bolos dan mogok, dia juga tidak suka mengerjakan PR, apalagi PR membuat huruf kanji.

Sejak kelas 6, dia tidak pernah bolos lagi. Dia selalu bersemangat sekolah, rajin buat PR, tidak mau terlambat. Saya percaya, setiap anak telah terinstal fitrah belajarnya sejak lahir. Tugas kita orang tua dan bekerja sama dengan guru mendrivenya.

Saya menemukan jawabannya saat open class. Rupanya wali kelasnya sejak kelas 6 ini adalah seorang laki-laki yang sangat energik, atraktif, murah senyum, ganteng dan masih muda.


Saya perhatikan wali kelasnya itu mengajar, saya perhatikan mata anak saya dan juga anak-anak lain yang berbinar-binar penuh antusias mendengar penjelasan guru. Semua saya foto dan rekam.

Pantas dia sekarang semangat, dia menemukan sosok guru idola, guru yang sesuai dengan karakternya. Guru yang penuh senyum dan penuh semangat. Guru yang bisa mendrive murid-muridnya.

Dulu reportnya bergelimang nilai C, sekarang satupun tidak ada nilai C nya, masya Allah.

Guru adalah mitra orang tua. Jika kita memilih jalur sekolah, guru menjadi salah satu pihak yang sangat penting mendorong anak-anak kita menikmati fitrah belajarnya.

Terimakasih pada seluruh guru yang telah membimbing anak-anak kami.

#gumam_uni_yesi


Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment