8.12.19

Tips Membangunkan Anak Sholat Subuh


Sholat subuh adalah ibadah yang sangat besar tantangannya untuk dilakukan tepat waktu. Jangankan oleh anak-anak, kita orang dewasapun kadang merasa berat melakukannya.

Sebagai orang yang beriman, kita meyakini bahwa banyak kebaikan disepertiga malam terakhir hingga subuh.

Allah SWT setiap malam turun ke langit dunia yaitu kira-kira sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, “ Siapa saja yang memohon kepada-Ku, Aku perkenankan. Siapa yang meminta kepada-Ku, Aku beri. Dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, Aku ampuni” (HR Muslim).

Sebelum anak-anak kita terbisa bangun disepertiga malam terakhir, sejak dini anak-anak sebaiknya dilatih untuk bangun minimal saat sholat subuh tepat waktu. Khusus untuk anak laki-laki jika tidak bisa setiap hari ke mesjid minimal ada target minimal ia harus sholat subuh di mesjid.


Berikut Tips membangunkan anak sholat subuh ala uni Yesi.

1. Tidak putus berdoa kepada Allah agar diberikan anak yang sholeh dan sholehah.

2. Sosialisasikan ke anak mengapa kita harus sholat subuh tepat waktu, apa manfaat sholat subuh ke mesjid, apa konsekwensi jika kita terlambat sholat subuh. Note: anak mengerti ilmunya.

3. Tanyakan kepada anak, ia mau dibangunkan dengan cara bagaimana.

4. Orang tua adalah contoh. Jangan harap anak bangun subuh dan bergegas ke mesjid, tapi orang tuanya sendiri lambat bangun dan tidak condong hatinya ke mesjid.

5. Berikan sugesti atau hipnosis saat kita sedang membangunkannya. Misalnya, katakan, “Alhamdulillah sudah subuh, Nak. Allah beri kita rezeki menghirup udara segar lagi. Abang anak yang sholeh betul? (Jika sugesti masuk, ia akan mengangguk walaupun masih tertidur). Allah dan bunda senang abang sholat subuh ke mesjid. Yuk segera bangun sayang, Allah sudah menunggu.”
Ini hanya salah satu contoh script, orang tua bisa berimprovisasi script yang lain.
Saat menghipnosis ini, kita menyentuh anak, bisa mengusap rambutnya, punggungnya atau menepuk-nepuk bagin tubuhnya yang lain. Jangan berteriak-teriak, lakukan dengan keyakinan yang tinggi dan dengan kesabaran yang tak terbatas. Tidak bisa simsalabim, semuanya berproses, perlu waktu dan keridhaan orang tua.

6. Jika belum bangun juga, hidupkan lampu, angkat selimutnya atau buka kaca jendela. Jika belum bangun juga peluk dan dekap. Kalau anaknya laki-laki lama kelamaan dia akan risih, jadi dari pada dipeluk dia akan bangun segera.

7. Beri pujian jika ia bangun subuh. Misalnya Katakan, “masya Allah, bunda senang banget abang tidak sulit bangun subuhnya. Anak bunda memang luar biasa, anak bunda anak yang sholeh.”
Boleh juga di depan anak itu dengan suara keras (terdengar oleh dia) kita berdoa, “ya Allah terimakasih, hari ini anak saya bangun tepat waktu, jadikan ia anak yang sholeh.” Tepuk-tepuk punggungnya, pandang matanya, dan pancarkan mata yang berbinar dan senyuman yang tulus.

8. Perhatikan waktu tidur anak kita. Jangan sampai ia tertidur bersama game hingga lewat waktu yang membuat ia sulit bangun subuh.

9. Jika dibutuhkan bisa menggunakan jam weker.

10. Jangan iming-imingi materi. Misalnya, kalau dia sholat subuh kita kasih uang atau belikan sesuatu.

11.Sejak dini, terus menerus, Istiqomah. Jangan “hangat-hangat cirit ayam.” Aduh apa artinya ini ya? Kurang lebih maksudnya begini, kalau lagi semangat iya bisa mendampingi membangunkan anak sholat subuh, tapi setelah itu ngak. Ini kerja rutin, setiap hari.
Sampai kapan? Sampai anak-anak itu mandiri, tanpa ada kita dia sudah bisa bangun sendiri.

Semoga kita diberi ilmu, kesabaran, dimampukan, dimudahkan dan diIstiqomahkn oleh Allah SWT dalam membimbing dan mendidik anak-anak seperti kehendak penciptanya. Amin.

Salam dari negeri sakura yang sedang menyongsong winter.

Uni Yesi Elsandra.
#gumam_uni_yesi


Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment