7.1.20

Godaan Wanita

Berkali-kali saya buka situs belanja Amazon. Biasanya tahun baru diskonnya gila-gilaan. Saya buka situsnya trus tutup lagi, begitu berulang-ulang, saya ragu. Ya Allah jauhkanlah saya dari godaan setan yang terkutuk, godaan belanja tepatnya.

Saya tertarik pada sebuah tas branded asal negara Amerika. Harga normalnya kalau dirupiahkan masih hitungan juta, belum puluhan juta atau ratusan juta seperti tas Inces atau tas istri pejabat. Dengan pemasukan ¥ seperti sekarang ini, harga segitu sangat terjangkau kantong kami.

Bi, ini aja ya Bi, diskonnya gede banget ini. Bunda oke kan ya Bi.” Tanya saya pada suami.
Terserah Bunda aja.” Jawabnya singkat.

Wanita mana yang tidak tergoda tas branded, cantik, lagi diskon besar pulak. Terbayang pasti akan keren sekali memakai tas ini. Terbayang orang akan berdecak kagum. Terbayang jika dipakai pasti akan meningkatkan percaya diri, meningkatkan penampilan dan orang-orang akan memandang kagum dan bergumam wow.....

Walau suami sudah oke, tangan saya tidak juga melanjutkan transaksi. Rasanya kok sayang beli tas mahal banget. Memang modelnya cantik, branded, diskon besar pulak lagi, tetap saja masih jutaan.
Tiba-tiba saya ingat nasehat seorang ustadz. Kalau penghasilan kita bertambah, jangan naikkan gaya hidup kita. Tapi naikkan zakat infak dan sadaqohnya.

Tidak salah punya tas mahal dan bermerek, tapi cocok tidak dengan jiwa dan kepribadian kita? Begitu kurang lebih yang saya ingat nasehatnya. Nah loh...

Betul juga, setelah ditimbang-timbang akhirnya saya tidak jadi beli tas itu sampai harganya kembali normal. Saya tidak menyesal. Belum prioritas beli tas branded sekarang, nggak tau kalau nanti.

Saya ingat tas hijau yang saya bawa dari Padang sejak 2016. Itu tas goodie bag dari sebuah acara yang saya isi.

Tasnya sederhana tapi terlihat elegan, muatnya banyak dan masih kuat sampai sekarang. Tas sederhana itu yang saya bawa kemana-mana di sini karena cocok dengan kepribadian saya.
Jika dengan tas itu saja saya sudah percaya diri, kenapa harus tergoda dengan tas mahal?

#gumam_uni_yesi
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment