28.2.20

Jaga Selalu Kewarasan Emak


Setiap hari Emak bergumul dengan hal yang remeh temeh, itu ke itu saja, kadang bau amis, kadang kotoran, mulai dari kotoran pasca masak di dapur, piring kotor, WC kotor, pakaian kotor, kaos kaki kotor, kotoran bayi dan segala tetek bengek yang kotor dan tidak produktif lainya.

Setiap hari loh ya, bukan sekali seminggu. Belum ada aturan upah minimum regional untuk urusan yang satu ini, maklum profesi ini tidak ada gajinya, tidak ada cutinya. Yang ada lembur....

Beruntung Emak yang memiliki ART, sebagian pekerjaan yang tidak produktif bisa kita delegasikan. Tapi macam mana dengan Emak yang punya suami cuek bebek, pura pura nggak tau, yang pulang kerja ngakunya capek melulu?

Seorang Emak bilang ke saya, kalau sudah capek dan suaminya ngak ngerti ngerti biasanya nangis dipojokan. Mungkin emak lain punya cara sendiri mereduksi keletihanya, ada yang akhirnya jadi "senewen" marah marah ke anak, cemberut ke suami atau ngemil sebanyak banyaknya ngilangin "stres"....
Kalau itu sih masih mending. Ada emak yang bilang, kalau udah kecapean, saya biasanya diem, kalau "dicolek" pura pura tidur, atau kalaupun akhirnya ML biasanya ala kadarnya.


OMG, besar sekali kan ya dampak negatif kalau emak kecapean dan kehilangan kewarasanya. Emak akan kehilangan lembutnya, kehilangan inner beauty nya. Hayo yang rugi siapa?

Yang rugi pastinya emak, anak anak dan bapake. Bukankah sebenarnya kita ini sebuah tim? Agar bisa mencetak gol tentu dibutuhkan kerja sama yang solit, tidak mungkin emak bawa bola sendirian. Bola itu harus disepak bersama sama agar bisa gol. Jika gol maka yang bahagia siapa coba?
Bukankah semua pemain akan bahagia?

Itulah seni berumah tangga. Jika istri bisa membantu suami mencari nafkah, tidak ada salahnya jika suami juga bisa membantu pekerjaan domestik. Kadang sudahlah istri kerja, urusan domestik istri juga yang take over sendirian. Alamak....

Jika suami merasakan dan melihat ada perubahan dalam diri emak cobalah peka. Iya peka bro.

Mungkin emak perlu istirahat sejenak, coba sekali kali ambil alih tugasnya, lebihkan belanjanya. Jika memungkinkan kasih ART. Jadi emak bisa mengumpulkan energinya untuk bapake di malam hari.

Emak bisa waras mengasuh anak anaknya, emak jadi ngak mudah bawel, cerewet dan cemberut.
Tapi kalau suami nggak peka peka juga, ya udah itu namanya takdir. Tingkatkan koneksitas dengan yang di Atas.

Jangan paksakan diri emak, tinggalkan sesaat pekerjaan domestik itu. Beristirahat dan tidur. Atau jalan jalan kemana yang emak suka, misalnya window shopping alias cuci mata, atau update status hehe.


Kalau sudah fresh lagi, baru kerjakan urusan domestik yang tersisa.
Yang penting emak waras dan bisa tersenyum dengan bebas.
Karena bahagia itu adalah kemestian.

#gumam_uni_yesi
Repost.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment