12.2.20

Nikmati Saja


Pekerjaan ibu rumah tangga tampaknya remeh temeh, sederhana dan tidak produktif. Sehari hari berkutat dengan hal yang bau, kotor, bahkan kadang menjijikan bagi yang melihat.

Pipis dan BAB anak, gumohnya, muntahnya. Ingus anak, batuknya dan demamnya. Belum lagi PR dan segala tetek bengek urusan sekokah, emak juga yang memikirkan. Itu baru urusan anak, energi emak sudah habis terkuras.

Urusan perut seisi rumah juga emak, kalau hanya memikirkan mungkin tidak terlalu berat. Yang berat adalah mengeksekusinya setiap hari. Mulai dari belanja bahan baku, sampai masakan itu terhidang di meja makan. Tugas emak belum selesai, piring dan perlengkapan pasca masak dan makan emak juga yang turun tangan.

Tiap hari loh. Kalau koki masak ada gajinya, emak masak tiap hari cuma dapat uang belanja. Kadang itu juga pas pasan atau malah kurang.



Selesaikah tugas emak? Belum. Itu baru sebagian kecil tugas domestik yang harus emak yang tuntaskan. Urusan sumur tak kalah melelahkan. Bagi yang mampu enak punya mesin cuci, tidak sedikit emak yang harus mengeluarkan tenaga, merendam, menyikat, memeras dan menjemur. Belum lagi nyetrikanya.

Selesaikah tugas emak? Belum. Masih banyak. Emak ngak boleh capek, emak juga ngak boleh sakit, mamas udah nunggu di sudut kamar. Mulai dari minta pijitin, katanya capek seharian kerja sampai minta "dilayanin". Bukannya kebalik ya, seharusnya emak yang dipijitin karena juga capek seharian mengurus rumah tangga.

Terbuat dari apakah emak hingga bisa mengerjakan semua pekerjaan bahkan kadang berbarengan?
Ah emak manusia biasa kok. Kadang bisa meledak amarahnya. Emak cuma perempuan biasa yang juga perlu dimengerti oleh suami.

Emak juga bisa lelah, emak juga perlu istirahat, emak juga perlu refresing, emak juga perlu uang lebih, emak perlu ketenangan, emak perlu dipuji, disayangi dan diperhatikan.

Emak bukan asisten rumah tangga suami. Emak bukan pula budaknya. Emak adalah ibu anak anak yang perlu dimuliakan. Teman hidup yang perlu disayangi, istri yang perlu dinafkahi.

Kuatkan emak dengan ilmu, fasilitasi ia belajar. Ajarkan ia aqidah yang lurus, akhlak yang terpuji. Jika ingin melihat emak cantik, senangkan hatinya, belikan produk penunjangnya. Jika ingin melihat emak baik pada anak, baik pulalah suami memperlakukan emak.

Bagaimana emak tergantung suami memperlakukannya.
Kalau suami ngak ngerti-ngerti juga, yah dinikmati saja, sambil terus berdoa semoga Allah lembutkan hatinya untuk mencintai dan menyayangi sepenuhnya apa yang ia punya.

Repost
#gumam_uni_yesi



Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment