13.3.20

Mendidik Anak Laki-Laki


Kata sebagian orang mendidik anak laki-laki jaman now lebih sulit dari pada mendidik anak perempuan. Tidak sepenuhnya salah, mungkin ada benarnya menginggat berbagai macam tingkah polah laki-laki zaman now.

Sebagian orang tua menganggap mendidik anak sama dengan menyekolahkannya tinggi-tinggi dengan harapan mendapatkan pekerjaan terbaik, di perusahaan terbaik dan dengan gaji terbaik. Orang tua lupa bahwa mendidik mental anak, mendidik kepribadian anak, mendidik moral anak, mendidik spiritual anak, termasuk mendidik anak agar kelak terampil menjadi ayah dan ibu tidak kalah pentingnya.

Maka muncullah anak yang berpendidikan tinggi, tapi memiliki masalah dalam kepribadian. Pecinta sesama jenis misalnya, atau takut menikah. Ada juga anak laki-laki berpendidikan tinggi tapi tidak mampu mencari nafkah.

Ada juga anak berpendidikan dan penghasilannya tinggi tapi tidak peka pada tangguh jawabnya sebagai kepala keluarga. Ada juga yang tidak empati pada istri dan anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayangnya. Ada juga laki-laki yang tega membiarkan istrinya bekerja di luar, di jam saat ia dan orang lain beristirahat dan tertidur lelap.

Perlu kita renungkan, bagaimana kelak anak laki-laki kita. Semua tergantung bagaimana kita mendidiknya saat ini. Perlu kita tanamkan dalam otak bawah sadarnya bahwa ia adalah pemimpin bagi wanita. Tugasnya mencari nafkah, kewajibannya memuliakan dua bidadari, ibu dan istrinya. Tapi yang lebih perlu lagi adalah menanamkan di bawah otak saddar kita sendiri bahwa menjadi orang tua adalah samgat besar tanggung jawabnya di hadapan Allah SWT.




1. Anak laki-laki perlu kita ajarkan aqidah yang mendalam kepada Allah SWT. Mengajarkan bahwa Allah ada dimana-mana mengawasinya. Anak laki-laki juga perlu kita ajarkan ibadah sholat dan menjadi imamnya. Karena jika ayahnya meninggal dan usianya sudah cukup, ialah yang akan menjadi imam sholat jenazah ayahnya. Untuk menjadi imam mesti bagus bacaan qurannya. Kewajiban kita mengajarkan Al Quran secara tartil. Anak laki-laki sejak kecil mesti diajarkan sholat ke mesjid. Tidak ada cerita dia tidak bisa bangun subuh. Berikan contoh, itu cukup ampuh melembutkan hatinya.

2. Tumbuh kan jika kepemimpinan dalam dirinya. Karena laki-laki adalah pemimpin maka sedari kecil kita perlu menumbuhkannya. Beri ia amanah menjadi ketua rombongan saat kita keluar. Beri di kepercayaan mengawasi adiknya dsb.

3. Anak laki-laki perlu kita biasakan mengerjakan pekerjaan domestik, seperti mencuci piring, menyapu, memasukkan dan mengeluarkan kain dari mesin cuci, menjemur, melipat kain, masak dll. Kelak ia akan berumah tangga, jika dia sudah terbisa mengerjakan pekerjaan domestik ia akan mudah beradabtasi menjalankan perannya sebagai kepala keluarga.

4. Mengajarkan finansial sejak dini, agar kelak ia bisa membiayai seluruh kebutuhan keluarganya. Laki-laki tidak saja bertanggung jawab pada anak dan istrinya, tapi juga kepada orang tua dan sanak perempuannya. Perlu sekali membuat anak laki-laki kita memiliki ketahanan finansial.

5. Jadilah teman dan contoh terbaik untuknya. Di luar sana predator banyak sekali. Jika kira tidak dipercaya menjadi sahabat terbaiknya maka orang lain, gadget, internet, pornografikah yang akan menjadi sahabat dan menuntunnya ke perbuatan yang tidak baik.

6. Orang tua adalah orang pertama referensinya tentang mimpi basah. Jangan sampai Ia ketahui pertama dari temannya karena bisa jadi salah informasi atau jadi bahan guyonan.

Materi Parenting Session Fahima Jepang pada 13 Maret 2020.


Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment